เข้าสู่ระบบArka hanyalah seorang kurir pengantar makanan yang sering dihina karena pakaiannya yang lusuh dan motor tuanya. Puncaknya adalah ketika ia diputuskan oleh kekasihnya di depan umum, tepat saat ia sedang dihajar oleh sekelompok pria kaya yang merasa "terganggu" oleh kehadirannya. Namun, sebuah rahasia besar terungkap malam itu: Arka adalah satu-satunya pewaris sah dari keluarga Adiwangsa, penguasa industri energi yang misterius. Dalam semalam, Arka yang dulu diinjak, kini memegang kendali atas aset senilai ratusan triliun rupiah. Arka kembali bukan untuk memaafkan. Dengan penampilan yang berubah total—setelan jas bespoke Italia dan karisma yang mematikan—ia masuk ke lingkaran sosial elit. Wanita-wanita yang dulu memandangnya sebelah mata kini berlutut di bawah kakinya, memohon perhatian. Namun, di balik kemewahan itu, Arka memiliki rencana untuk menjatuhkan setiap orang yang pernah menghinanya, satu per satu, lewat cara yang paling intim dan menyakitkan.
ดูเพิ่มเติมLampu kristal raksasa di Grand Ballroom Hotel Mulia memantulkan cahaya yang menyilaukan, seolah-olah ribuan mata sedang mengawasi setiap gerak-gerik kaum elite Jakarta yang berkumpul malam itu. Aroma parfum mahal dan cerutu premium memenuhi udara, bercampur dengan denting gelas sampanye yang saling beradu. Di tengah hiruk-pikuk kemewahan itu, Valerie Mahendra berdiri tegak, memancarkan aura dingin yang sanggup membekukan siapa pun yang berani menatap matanya terlalu lama.Gaun emerald green yang ia kenakan membalut tubuhnya dengan sempurna, menonjolkan kulit putih porselennya yang seolah tidak pernah tersentuh sinar matahari jalanan. Valerie adalah definisi dari kesempurnaan yang angkuh. Ia tidak tersenyum pada para investor yang mencoba menjilatnya ia hanya mengangguk kecil, sebuah gestur yang lebih terasa seperti pemberian anugerah daripada keramahan bisnis."Tuan Putri kita tampak sangat tegang malam ini," bisik sebuah suara berat dari belakangnya.Valerie tidak menoleh. Ia meng
Aditya mematung di ambang pintu, napasnya tertahan di kerongkongan. Matanya bergerak liar, berpindah dari sosok Siska yang bersimbah air mata di balik selimut sutra, lalu beralih pada sosok pria yang duduk dengan tenang di sofa mewah itu. Dunianya seolah melambat, berputar pada satu titik fokus yang mengerikan, pria di depannya ini memiliki sorot mata yang pernah ia lihat sebelumnya."A-apa maksudnya ini?" suara Aditya bergetar, separuh amarah, separuh ketakutan yang tak beralasan. "Siska! Kenapa kamu begini? Dan Anda... Tuan Arka Adiwangsa, apa yang Anda lakukan pada tunangan saya?!"Arka tidak langsung menjawab. Ia justru menyesap wiskinya perlahan, membiarkan keheningan yang mencekam menyiksa mental Aditya. Setiap detik yang berlalu terasa seperti ribuan jarum yang menusuk harga diri Aditya. Arka kemudian meletakkan gelas kristalnya di meja marmer dengan bunyi klunting yang nyaring, lalu berdiri dengan perlahan."Tanya pada tunanganmu, Aditya," ucap Arka. Suaranya rendah, namun me
Siska terbangun dengan napas yang masih tersengal, merasakan dinginnya lantai marmer yang kontras dengan panas yang baru saja membakar tubuhnya. Ia menemukan dirinya tidak lagi di atas sofa, melainkan di atas tempat tidur king-size yang luasnya terasa seperti samudra. Di bawah sinar lampu tidur yang redup, ia menyadari bahwa pria yang baru saja menjungkirbalikkan dunianya itu sudah tidak ada di sisinya."Tuan?" bisik Siska parau. Suaranya pecah, tenggorokannya kering.Tidak ada jawaban. Yang ada hanyalah suara gemericik air dari arah kamar mandi yang berdinding kaca buram. Siska menarik selimut sutra untuk menutupi tubuhnya yang polos, jantungnya berdebar kencang. Ada rasa bangga sekaligus kehampaan yang aneh. Ia merasa telah memenangkan "lotre" besar malam ini. Dengan servis yang ia berikan, ia yakin kontrak dua ratus miliar untuk Aditya sudah ada di genggaman.Pintu kamar mandi terbuka.Uap panas menyeruak keluar, membawa aroma sabun maskulin yang tajam. Arka keluar hanya dengan bal
"Pastikan kamera di kantor sudah siap besok malam. Aku ingin melihat wajahnya saat ia menyadari siapa yang sedang ia layani." Ucap Arka dingin. Malam itu, Sang Predator tersenyum. Permainan baru saja dimulai. Pemandangan yang dulu pernah menjadi penjara bagi Arka. Lima tahun ia menghabiskan hidup di aspal panas itu—berjuang, berkeringat, dan dikuliti oleh hinaan orang-orang kaya. Kini, ia berdiri di atas mereka semua.Ia berdiri membelakangi pintu utama suite yang luasnya bahkan hampir menyamai luas rumah petak yang dulu ia sewa selama bertahun-tahun. Kemeja sutra hitam buatan tangan menyelimuti tubuhnya, kancing atasnya sengaja dibiarkan terbuka hingga ke tengah dada. Garis otot yang tegas dan kulit yang kini terawat sempurna terpantul samar di dinding marmer.Ding.Suara bel pintu suite terdengar lirih, namun cukup tajam untuk memutus keheningan. Arka tidak bergerak. Ia membiarkan bunyi itu menggantung di udara selama beberapa saat, menikmati kuasa untuk membuat seseorang menunggu
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.