Share

Bab 1672

Penulis: Imgnmln
last update Terakhir Diperbarui: 2026-02-17 23:09:25

Darven akhirnya berbicara, “Bukankah Ordo Divinitas Aetherion selalu mengajarkan untuk melindungi manusia? Mengapa tadi kita justru memaksa mereka menghadapi kematian?”

Tuan Agung mendengus pelan. “Kamu masih terlalu naif. Dunia ini hanya mengenal satu hukum yang kuat bertahan, yang lemah tersingkir. Simpati hanya akan membuatmu mati lebih cepat.”

Ia berhenti sejenak sebelum melanjutkan dengan suara lebih rendah. “Sekarang Velmire sudah memiliki pijakan di keluarga kerajaan. Jika kita tidak men
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1705

    Tak lama kemudian, dia tiba di penjara bawah tanah Martial Shrine. Langkahnya bergema pelan di lorong gelap sebelum akhirnya berhenti di depan sebuah sel.Di dalamnya, Sarah duduk dengan tenang. Saat melihat pria itu datang, alisnya langsung berkerut. Intuisinya mengatakan bahwa orang di depannya membawa niat buruk.Selama ditahan di tempat ini, Sarah memang tidak pernah disiksa. Bagaimanapun juga, darahnya merupakan sumber kultivasi yang sangat berharga. Tanpa izin dari yang mulia, tidak ada seorang pun yang berani menyentuhnya.Namun kali ini berbeda, tatapan Ksatria itu dipenuhi hawa dingin. Dia membuka pintu sel lalu mengikat tangan dan kaki Sarah dengan rantai.Perubahan itu membuat Sarah sedikit panik. Dia menatap pria itu dengan penuh kemarahan. Jika orang ini berani melakukan sesuatu yang tidak senonoh, dia sudah siap, lebih baik menggigit lidah dan mati daripada mengkhianati Nathan.Namun Ksatria itu sama sekali tidak berniat melakukan hal seperti itu. Dia justru mengeluarkan

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1704

    Seraphyne hanya tersenyum tipis. “Coba tebak.”Nathan menyipitkan mata. “Orang-orangmu menanam mata-mata di Martial Shrine, bukan?”Hanya dengan cara itu Seraphyne bisa mengetahui berita ini secepat itu. Termasuk soal Sarah yang dipenjara di bawah Martial Shrine. Itu adalah rahasia besar.Namun Ordo Abyssal tetap mengetahuinya. Artinya, mereka pasti memiliki seseorang di dalam Martial Shrine. Dan orang itu jelas bukan orang sembarangan, statusnya pasti cukup tinggi.Seraphyne tetap tersenyum, ia tidak mengiyakan, namun juga tidak menyangkal. Mereka belum mencapai kesepakatan kerja sama dengan Nathan. Karena itu, ia tidak akan membuka semua kartu sekarang.Nathan menatapnya sebentar lalu berkata, “Baiklah. Lalu untuk apa kamu datang menemuiku?”Seraphyne bahkan menggunakan hubungan Bonang untuk menemuinya. Artinya, tujuan kedatangannya pasti penting.“Ketua kami sangat mengagumimu,” jawab Seraphyne. “Ia ingin mengundangmu mengunjungi Ordo Abyssal. Agar kamu melihat sendiri kekuatan kam

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1703

    Begitu memasuki aula utama, Ksatria Neraka itu langsung berteriak, “Tetua pertama! Ada kabar bagus!”Bagaimanapun juga, para petinggi Martial Shrine sedang pusing memikirkan cara untuk menangkap Nathan. Namun tak disangka, Nathan justru mengirimkan tantangan sendiri. Seolah-olah ia datang menyerahkan diri.“Apa yang terjadi?” tanya Ksatria pertama.Ksatria kelima menyerahkan surat berwarna emas itu dengan wajah penuh kegembiraan. “Tetua pertama, lihat ini. Nathan benar-benar berani memprovokasi kita secara langsung. Bocah bodoh itu malah mempermudah urusan kita.”Ksatria pertama membuka surat itu dan membaca isinya. Tak lama kemudian, ia tertawa keras. “Karena dia sendiri yang mengantarkan nyawanya, jangan salahkan kita. Setelah besok, lambang di jubah hitam kita akan berubah menjadi emas!”Para Ksatria Neraka saling memandang dengan senyum dingin.***Klan Draken Ascalon.Kieran telah kembali dan melaporkan bahwa surat tantangan sudah disampaikan. “Kak Nathan,” katanya dengan serius.

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1702

    Di depan gerbang Martial Shrine, dua penjaga berdiri dengan wajah dingin.Di hadapan mereka berdiri Kieran.“Ini wilayah penting Martial Shrine,” salah satu penjaga berkata dengan nada keras. “Tanpa izin, tidak ada yang boleh masuk.”Kieran menatap mereka dengan senyum mengejek. “Martial Shrine sebentar lagi akan runtuh, tapi kalian masih mau menjadi anjing penjaga di sini?” Ia menyilangkan tangan dengan santai. “Berapa banyak keuntungan yang diberikan Martial Shrine kepada kalian? Datang saja ke Klan Draken Ascalon. Aku bisa memberi kalian dua kali lipat.”Ucapan itu langsung membuat wajah penjaga berubah marah.“Berani sekali kamu berbicara seperti itu!”“Percaya atau tidak, kami bisa langsung melemparmu ke penjara bawah tanah!”Kieran tertawa dingin. “Hanya mengandalkan kalian? Aku bisa mengalahkan kalian hanya dengan satu tangan. Martial Shrine benar-benar sudah jatuh, sampai penjaga gerbangnya saja seperti ini.”Tatapan Kieran dipenuhi penghinaan.“Kamu cari mati!” Penjaga itu la

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1701

    Nathan menggeleng. “Tidak perlu, justru karena banyak keluarga kembali ke Martial Shrine, aku ingin mereka melihat sendiri. Martial Shrine tidak lebih dari harimau tanpa taring.”Ia menatap ke kejauhan dengan tatapan tajam. “Pergi dan kirimkan surat tantangan kepada Martial Shrine. Katakan bahwa aku akan menantang mereka. Siapa pun dari Martial Shrine boleh datang. Bahkan jika seluruh Martial Shrine menyerang bersama-sama…”“Aku akan tetap menerimanya.” Nathan berhenti sejenak, lalu berkata dengan suara dingin. “Buat tantangan ini sebesar mungkin.”“Selama aku masih hidup… Aku tidak akan membiarkan Martial Shrine hidup tenang.”Saat ini Pedang Aruna di tangan Nathan sudah setara dengan senjata tingkat Origin, bahkan mungkin telah melampauinya. Selain itu, Nathan juga memiliki tubuh Dewa Brahm. Tubuh itu sendiri setara dengan perisai paling kokoh di dunia kultivator. Jika keduanya digunakan secara bersamaan, Nathan yakin mampu menghancurkan seluruh kekuatan Martial Shrine.“Baik, Kak N

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bav 1700

    Nathan terdiam. Jika ia menjawab tidak, itu dusta. Jika ia menjawab ya, ia tahu hidupnya bukan milik satu tempat. Ia tidak bisa berhenti di satu kerajaan.Melihat keheningannya, Patriark Razoon melanjutkan, “Yarke menyukaimu. Aku bisa melihatnya. Jika kau bersedia tinggal di Negara Wilom dan mendampinginya, kelak posisi ini akan diwariskan kepadanya. Kau akan memiliki kehormatan dan kekuasaan yang tak tertandingi.”Godaan seperti itu cukup untuk menggoyahkan siapa pun.Namun Nathan hanya tersenyum tipis. “Yang Mulia, saya berterima kasih atas niat baik Anda. Tapi saya tidak bisa menetap di Negara Wilom. Saya memiliki jalan saya sendiri.”Patriark Razoon terdiam beberapa detik. Lalu ia mengangguk pelan. “Perasaan memang tidak bisa dipaksa. Aku menghormati pilihanmu.”Di sudut aula, Yarke berdiri dalam diam, air matanya jatuh tanpa suara. Kadang, penolakan bukanlah penghinaan. Melainkan pengakuan bahwa seseorang memang ditakdirkan berjalan di jalan yang lebih luas dari sekadar satu kera

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status