مشاركة

Bab 1691

مؤلف: Imgnmln
last update تاريخ النشر: 2026-02-26 22:43:13

Belum sempat ia menganalisis lebih jauh, pasir di bawah kakinya bergetar. Sebuah pedang melesat keluar dari pasir, mengarah lurus ke dadanya. Tidak ada yang memegangnya, namun niat membunuh yang terkandung di dalamnya begitu pekat.

Nathan segera menebas.

KLANG!

Dentang tajam terdengar, Pedang itu terbelah dua dan patah. Serpihan cahaya redup dari pedang yang hancur itu tersedot masuk ke dalam Pedang Aruna.

Nathan merasakan peningkatan kecil pada energinya, ia semakin bingung. “Apa sebenarnya te
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق
تعليقات (2)
goodnovel comment avatar
Anwar Machmud
Ya hilang lagi bab nya
goodnovel comment avatar
rayhan
bunusin bab dong thor
عرض جميع التعليقات

أحدث فصل

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2007

    Milan memandang puluhan orang yang berdiri di hadapannya dengan wajah serba salah. "Kepala Keluarga Island, Anda tentu sudah tahu seperti apa sifat Tuan Ryujin.""Kalau beliau sendiri yang memanggil, itu lain cerita. Tapi tidak ada seorang pun yang bisa menemuinya sesuka hati. Bahkan aku sendiri sangat jarang mendapat kesempatan menghadap beliau.""Dengan kedudukanku sekarang, aku bahkan belum pantas menuangkan secangkir teh untuk beliau."Walaupun menjabat sebagai Kapten Kepolisian, Milan sadar bahwa statusnya sama sekali tidak berarti di hadapan Ryujin."Kapten Milan, akhir-akhir ini Tuan Ryujin memang sering berada di Parlemen. Aku yakin pasti ada cara agar kami bisa bertemu dengannya," Scholar melangkah maju sambil mengeluarkan Eclipse Valemor dari sakunya. "Ini adalah pusaka Keluarga Arteta. Tolong bantu kami."Dia menyodorkan artefak itu ke tangan Milan."Kepala Keluarga Arteta, tidak perlu seperti ini." Milan segera mengembalikan pusaka tersebut sebelum menghembuskan napas panj

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2006

    Di dalam Sektor Bayangan, Nathan telah berkeliling tanpa henti selama sehari penuh, tetapi usahanya tetap tidak membuahkan hasil.Setelah menjelajahi berbagai penjuru, dia akhirnya bisa memperkirakan luas wilayah itu. Sektor Bayangan tersebut membentang hingga ratusan kilometer sehingga dapat dianggap sebagai sebuah dunia kecil yang lengkap dengan pegunungan, sungai, hutan, serta hamparan bunga. Energi spiritualnya juga begitu melimpah sehingga jauh melampaui tempat-tempat lain yang pernah dia datangi.Sayangnya, ada satu kekurangan yang sangat mencolok. Tempat itu sama sekali tidak memiliki kehidupan.Di seluruh Sektor Bayangan, hanya Nathan seorang diri yang masih bernapas. Dia bukan hanya gagal menemukan Sarah, tetapi juga menyadari kenyataan yang jauh lebih buruk.Pintu masuk menuju Sektor Bayangan telah lenyap.Sepanjang hari Nathan terus mencari jalur keluar, namun tidak menemukan sedikit pun jejak keberadaan gerbang tersebut. Artinya, dia kini benar-benar terperangkap di dalam.

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2005

    Kaidar berdiri dengan kedua kaki yang sedikit gemetar sebelum akhirnya melangkah menuju gerbang tersebut.Begitu tubuhnya menghilang di balik Gerbang Maledicta, pintu raksasa itu kembali menutup rapat. Cahaya yang memenuhi ruangan perlahan padam, sementara ketujuh sosok berJubah Tujuh Maledicta serempak menyimpan kembali bola hitam keemasan di tangan mereka.Arkhon Abyss memandangi Gerbang Maledicta yang telah lenyap. Butiran keringat dingin terus mengalir dari dahinya tanpa mampu dia hentikan."Apakah Nathan sudah memasuki Sektor Bayangan itu?" Yang Mulia memecah keheningan."Benar, Yang Mulia. Nathan sudah masuk ke dalam Sektor Bayangan dan pintu masuknya juga telah kami segel. Selama kita tidak membukanya, dia tidak akan pernah bisa keluar." Arkhon Abyss segera memberikan jawaban dengan penuh hormat."Bagus." Yang Mulia menganggukkan kepala tipis. "Biarkan saja dia tetap berada di sana. Tidak perlu mengurusnya."Arkhon Abyss tampak kebingungan. "Yang Mulia, mengapa kita tidak langs

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2004

    Setelah menjelajah cukup lama tanpa bertemu satu pun anggota Ordo Maledicta, keraguan mulai muncul dalam benaknya. Dia bahkan mulai mempertanyakan apakah tempat ini benar-benar Sektor Bayangan milik Ordo Maledicta.Setengah hari berlalu.Nathan masih terus menyusuri pegunungan, hutan, dan hamparan batu tanpa menemukan satu pun makhluk hidup. Semula dia menganggap semua itu hanya kebetulan, tetapi semakin jauh melangkah, rasa ganjil di dalam hatinya semakin kuat.Tempat ini benar-benar kosong.Bukan hanya manusia yang menghilang, melainkan seluruh kehidupan seolah telah lenyap dari wilayah itu hingga kawasan tersebut terasa seperti sangkar raksasa yang ditinggalkan penghuninya.***Sementara Nathan masih mencari keberadaan Sarah, jauh di dalam Sektor Bayangan lain yang dikuasai Ordo Maledicta, tujuh sosok berjubah bintang dengan lambang Maledicta telah berkumpul di sebuah aula megah.Wajah mereka seluruhnya tertutup kain hitam sehingga identitas masing-masing tidak terlihat.Di kursi u

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2003

    "Hari ini Nathan akan belajar, apa akibatnya jika berani menjadi musuh Ordo Maledicta."Begitu kata-kata itu terucap, tekanan yang memancar dari tubuhnya kembali meningkat berkali-kali lipat hingga beberapa anggota klan mulai memuntahkan darah. Wajah mereka memucat karena energi kehidupan terus terkuras."Berani membuat keributan di Moniyan seolah aku tidak ada?"Suara tenang tiba-tiba bergema dari langit. Sesosok pria perlahan turun dari udara, lalu gelombang aura yang lembut menyebar dan langsung menghapus tekanan berat yang menindih semua orang.Tubuh para anggota Klan Draken Ascalon mendadak terasa ringan. Mereka segera bangkit satu per satu, termasuk Kieran yang buru-buru melangkah maju lalu membungkuk hormat."Kieran memberi salam kepada Tuan Ryujin."Ryujin hanya menganggukkan kepala tipis sebelum mengalihkan pandangannya kepada Arkhon Abyss dengan ekspresi yang tetap datar.Begitu melihat sosok itu muncul, wajah Arkhon Abyss dan Kaidar langsung berubah drastis."Tuan Ryujin, i

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2002

    “Serangan musuh—!”Dia baru saja hendak berteriak ketika tangan pria berjubah hitam itu lebih dulu mencengkram lehernya.Krek! Bruk! Bruk!Suara patahan tulang terdengar jelas, tubuh penjaga itu langsung terkulai tanpa nyawa. Mayat kedua orang tersebut jatuh ke tanah.Pria berjubah hitam itu perlahan mengangkat kepalanya. Cahaya lampu menerangi sebagian wajahnya. Senyuman menyeramkan segera terukir di bibirnya.Arkhon Abyss menatap dua mayat di kakinya sekilas, lalu dia kembali melangkah masuk ke area klan. Sepanjang perjalanan, siapa pun yang berpapasan dengannya langsung dibunuh tanpa ampun.Plaak! Bruk! Krek!Satu demi satu anggota Klan Draken Ascalon tumbang sebelum sempat memahami apa yang terjadi.Tak lama kemudian, Arkhon Abyss tiba di area bawah tanah tempat Kaidar ditahan. Dia mengangkat tangannya.BAAANG!Segel di pintu penjara langsung hancur.Pintu baja berat itu terbuka perlahan.Di dalam sel, Kaidar sedang duduk meringkuk di sudut ruangan. Setelah kehilangan roh spiritua

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1223

    Gelombang tekanan psikis yang penuh kebencian dan kelaparan menyapu temoat itu, membuat banyak kultivator junior jatuh berlutut, memegangi kepala mereka. Beberapa yang paling penakut berbalik dan lari tunggang langgang, tidak peduli lagi pada tontonan itu.Darah Asura itu berdiri setinggi tiga mete

    last updateآخر تحديث : 2026-03-31
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1200

    Zephir segera berdiri menahan. "Beverly, jangan... bahkan Nathan pun tak mampu mengalahkan Lucas. Kalau kamu pergi, kamu hanya akan menyusulnya.""Kalau aku tidak bisa membalas dendamnya, maka aku akan mati bersamanya.""Aku tidak akan membiarkannya sendirian di bawah sana!"Tekad itu tak tergoyahk

    last updateآخر تحديث : 2026-03-30
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1149

    Kediaman Keluarga Winaya.Pesta ulang tahun Kaidar menjelma menjadi perjamuan politik. Orang-orang dari puluhan keluarga, dan organisasi bela diri berkumpul. Mereka berpakaian mewah, tertawa keras, menyesap anggur seolah dunia tidak sedang terbakar di luar tembok ini.Sementara Matilda menjadi abu,

    last updateآخر تحديث : 2026-03-30
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1158

    Famrik, dan yang lain segera berdiri, tubuh mereka mulai pulih dengan cepat berkat aliran energi spiritual mereka yang kembali mengalir setelah dibebaskan.“Tuan Nathan,” ujar Famrik lirih sambil menopangnya. "Luka ini tidak sebanding dengan pengorbananmu.”Zechar menepuk pundaknya. “Kami bukan ora

    last updateآخر تحديث : 2026-03-30
فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status