LOGINIa menatap Nathan seolah sedang melihat sesuatu yang tidak masuk akal. Selama ini, ia rela menjalani latihan yang hampir merenggut nyawanya demi satu tujuan, yaitu membunuh Nathan dengan tangannya sendiri. Setelah memperoleh kekuatan Entitas Abyss dan berhasil menembus ranah Sovereign, ia yakin tidak ada lagi yang mampu menghalanginya.Namun kenyataan yang ada di depan mata justru menghancurkan seluruh keyakinannya. Pukulan yang seharusnya mampu merobohkan gunung bahkan gagal membuat Nathan mundur setengah langkah.“Kenapa...” Kaidar menggertakkan gigi. “Kenapa aku masih tidak bisa melukainya?”Nathan hanya menatapnya dengan tenang. “Kau benar-benar mengira seorang Sovereign adalah puncak dunia bela diri?” ujarnya sambil menggeleng pelan. “Pemikiranmu terlalu sempit. Kau tidak lebih dari katak dalam tempurung yang menganggap langit hanya sebesar lubang tempatnya hidup.”Nada suaranya terdengar santai, tetapi setiap kata yang keluar menghantam harga diri Kaidar tanpa ampun. “Jangankan
“Yang Mulia memang menginginkan tubuhmu tetap utuh, tetapi itu tidak berarti aku tidak bisa menghajarmu sampai setengah mati.”Nathan menatapnya datar. “Orang yang ingin membunuhku jumlahnya sudah terlalu banyak. Sayangnya, sampai hari ini tidak ada satu pun yang berhasil.”Tatapan keduanya langsung bertemu di udara.Braaak!Aura yang meledak dari tubuh mereka bertabrakan dengan keras hingga gelombang energi menyapu seluruh area. Tanah bergetar, pepohonan berguncang hebat, dan bangunan di sekitar mereka mengeluarkan suara retakan yang mengkhawatirkan.Melihat situasi itu, Bonang dan Magnus serempak mundur beberapa puluh meter. Mereka tahu benturan dua Sovereign bukan sesuatu yang bisa mereka tanggung dari jarak dekat.“Semua dendam kita akan berakhir hari ini!” Kaidar meraung sambil mengepalkan tinjunya.Energi hitam pekat menyelimuti lengannya sebelum tubuhnya melesat seperti meteor menuju Nathan.Whoossshh!Dalam sekejap, ia sudah berada tepat di depan lawannya.Tinju yang membawa k
Tatapannya bergeser ke belakang Magnus. “Kaidar, keluar saja. Bukankah kau sangat ingin membalas dendam padaku? Jangan bilang mantan tuan muda Keluarga Farhon yang pernah dielu-elukan sebagai salah satu generasi muda terbaik Moniyan sekarang hanya berani bersembunyi di balik orang lain?”Begitu kalimat itu selesai, sosok Kaidar perlahan muncul dari balik lorong dengan wajah yang dipenuhi amarah. “Seharusnya aku berterima kasih kepadamu, Nathan,” katanya dingin. “Kalau bukan karena kau memaksaku sampai ke titik terendah dalam hidupku, aku tidak akan pernah mengetahui potensi sebenarnya yang tersembunyi dalam tubuhku.”Aura gelap perlahan mengalir dari tubuhnya.“Dan kalau bukan karena Arkhon Abyss menginginkan tubuhmu tetap utuh, aku tidak akan repot-repot menangkapmu hidup-hidup. Aku pasti sudah menghancurkan tubuh dan jiwamu sejak lama.”Meskipun terjebak di dalam ruangan rahasia, Nathan tetap terlihat tenang. Bahkan senyum tipis masih menggantung di sudut bibirnya. “Kau benar-benar
“Tentu saja,” sahut Bonang dari samping. “Nathan adalah Pemimpin Saibu Care. Kalau dia tidak memahami alkimia, siapa lagi yang memahaminya?”Magnus tampak berpikir beberapa saat sebelum akhirnya tersenyum tipis. “Baiklah, saya akan meminjamkannya sekali kepadamu.”Sambil berkata demikian, ia menyimpan Artefak Penstabil Dimensi ke dalam jubahnya.Di balik salah satu ruangan tersembunyi, Kaidar yang mengawasi semua itu hampir menggertakkan giginya hingga berbunyi. Artefak tersebut awalnya adalah miliknya sebelum direbut oleh Nathan, tetapi sekarang justru digunakan sebagai alat tawar-menawar.“Terima kasih banyak, Tuan Muda.” Nathan segera mengatupkan kedua tangan sebagai tanda hormat.“Kalau begitu ikut saya.” Magnus berbalik dan berjalan keluar dari aula utama.Nathan serta Bonang segera mengikuti langkahnya menuju area terdalam Aula Seribu Relik.Sepanjang perjalanan, Bonang beberapa kali memperhatikan sekeliling dengan tatapan waspada sebelum akhirnya mendekat ke sisi Nathan. “Aku t
Nathan menggeleng pelan. “Kami tidak datang untuk membeli apa pun.” Sikapnya tetap sopan saat berbicara. “Kami datang untuk meminjam sesuatu dari Ketua Aula.”Dia berhenti sejenak sebelum melanjutkan. “Boleh saya tahu siapa Anda?”“Nama saya Magnus Veylor.” Magnus tersenyum santai. “Ketua sementara Aula Seribu Relik adalah ayah saya.”“Jadi kamu sang Tuan Muda Aula Seribu Relik?” Nathan segera mengulurkan tangan sambil tersenyum tipis. “Nama saya Nathan.”Magnus membalas jabat tangan itu dengan santai. Karena sudah mengetahui tujuan kedatangan Nathan sejak awal, ekspresinya tetap datar tanpa menunjukkan reaksi berarti.“Ayahku sedang menjalani kultivasi tertutup dan belum akan keluar dalam waktu dekat,” ujarnya. “Katakan saja, apa yang ingin kalian pinjam?”Nathan sempat menarik napas sebelum menjawab, “Kami datang untuk meminjam Kunci Resonansi Dunia. Setelah urusan kami selesai, saya berjanji akan mengembalikannya dalam keadaan utuh.”Begitu mendengar permintaan tersebut, senyum tip
“Apa syaratnya?” tanya Kaidar.“Setelah dia tertangkap, tidak boleh ada yang mengetahui keterlibatan Aula Seribu Relik dalam masalah ini.” Magnus menyilangkan kedua tangan di depan dada. “Kami hidup dari perdagangan artefak. Kami tidak tertarik ikut campur dalam konflik antara berbagai Sektor Bayangan.”Selama bertahun-tahun, Aula Seribu Relik mampu mempertahankan posisinya karena selalu menjaga jarak dari perselisihan antar faksi. Selain itu, mereka juga memiliki Kunci Resonansi Dunia, artefak yang membuat hampir semua Sektor Bayangan enggan mencari masalah dengan mereka.Dengan artefak tersebut, pintu masuk berbagai Sektor Bayangan dapat dibuka kapan saja. Tidak ada pihak yang ingin musuhnya memperoleh akses ke wilayah mereka sendiri.Karena itulah posisi Aula Seribu Relik selalu istimewa.“Tuan Muda tidak perlu khawatir.” Kaidar segera memberikan jaminan. “Selain Anda dan saya, tidak ada orang lain yang mengetahui pembicaraan ini. Lagi pula, jika Nathan jatuh ke tangan Ordo Maledic
“Nathan .…” Sarah yang melihat Nathan langsung melompat ke dalam pelukannya, dan membiarkan Nathan menggendongnya.Kegembiraan Sarah menular pada Nathan, Nathan langsung memeluk Sarah dan memutarnya dua kali. Karena Sarah mengenakan pakaian renang, Nathan bisa merasakan dadanya yang lembut saat mengg
“Kamu sudah lupa apa kata keluarga Zellon tadi? Berani membuat onar di kapal ini artinya memprovokasi keluarga Zellon, namun setelah turun dari kapal keluarga Zellon sudah tidak bisa mengaturnya. Saat itu, mungkin tidak perlu kita yang turun tangan, keluarga Zellon juga tidak akan membiarkannya, buk
Nathan menoleh perlahan agar Harris tidak melihatnya, agar tidak menimbulkan masalah yang tidak diperlukan, Nathan sedang tidak ingin menimbulkan masalah saat ini, dia hanya ingin pergi ke pulau Mystic. Nathan memusatkan telinganya dan mendengarkan percakapan Harris dan yang lainnya dengan seksama.
Nathan melihat dan menemukan di depannya hanya ada kabut, sama sekali tidak terlihat apapun, tapi saat kesadaran spiritual Nathan menyebar, dia segera menyadari kalau di depannya memang ada sebuah pintu masuk desa, dan ada empat orang yang sedang berjaga di depan pintu desa itu. Di tempat seperti in







