LOGINAnthonius Jantoro Abadi merupakan anak tunggal dari Tio dan pewaris utama sekaligus tunggal di keluarganya, tetapi ia gagal menjadi pewaris tunggal perusahaan Kons Group karena keterbatasan dalam berpikir dan kekuatan fisik, serta retaknya rumah tangga. Ia sering dihina, direndahkan dan diremehkan oleh keluarga sang istri dan ayahnya. Namun, ia memiliki keberanian karena arwah Adrian yang merasuki tubuhnya. Apakah Anthonius mampu membalas perbuatan ayah dan keluarga sang istri?
View More“Kenapa jauh sekali? Bukannya harus mengurus berkas data diri untuk berangkat ke sana?” protes rekan kerja pria.Anthonius masih membisu dengan pikiran ke mana-mana. Ia disuguhkan seorang pria berjas hitam dengan penampilan yang terlihat tegas dan kuat sedang berdiri di depan restoran dan menatap ke arah dalam.Ia memperhatikan keadaan sekitar dan tatapannya tidak mengarah kepada siapa pun, melainkan ke arah dirinya.‘Siapa dia? Apakah dia adalah anak buah dari ayah Anthonius?’“Iya juga. Kamu ada ide untuk liburan ke mana karena ibu Bos menanyakan hadiah kita untuk liburan,” tanya rekan wanita kepada Anthonius sambil mencolek lengannya.Anthonius menoleh ke arah beberapa rekan kerja yang masih ada di restoran bersama atasannya. Ia tidak mempermasalahkan liburan karena bagi dirinya, menyelesaikan tugas lomba adalah kewajiban.“Terserah ke mana saja, yang penting saya bisa bermain laptop,” jawab Anthonius datar sambil mengangkat kedua pundaknya.Lonceng pintu restoran terdengar dan art
Anthonius mengabaikan panggilan masuk dari Raihan dan tetap berjalan menuju perjalanan ke kos sembari terus menundukkan kepala, tetapi bola mata masih mengawasi keadaan jalanan yang ada di sekitarnya.Ia harus bisa menghindari kerumunan pria lalu mendengar semua panggilan namanya dari suara pria yang sangat dikenal olehnya.“Tuan muda Anthonius! Berhenti, Tuan muda!” teriak Raihan.Anthonius terus melangkah dan berpura-pura tidak mendengar panggilan namanya berulang kali. Ia mendengar suara klakson sangat keras dan kebisingan yang menegur seseorang menyebrang jalan raya.Ia tidak pulang ke kos malah berlari ke arah lain dengan sekuat tenaga untuk menghindari gerombolan anak buah ayahnya. Anthonius tidak ingin tertangkap dan terjebak dalam rayuan tangan kanan ayahnya yang telah mengasuhnya sejak masih kecil.Anthonius memasuki sebuah bangunan kosong yang bersih dan bersembunyi di balik meja resepsionis sambil bersandar. Suara langkah kaki berlarian dan meminta semuanya berpencar untuk
”Diam kau!” bentak pria berkulit putih dan berkumis tipis.‘Mereka adalah rekan sekolahku di SMA dan mereka suka mengganggu dan merundung anak-anak yang gak punya harta berlebih dan dua pria yang ada di belakang pria berkumis tipis adalah anak dari anggota dewan. Mereka semena-mena terhadap siapapun yang tidak memiliki harta berlebih. Mereka juga pernah melecehkan perempuan dan tidak dijebloskan penjara dengan alasan masih di bawah umur, tetapi menurutku mereka sudah tidak dibawah umur, melainkan usianya sudah bisa membedakan antara baik dan buruk. Nama pria yang sok kaya, bermata sipit dan berkumis tipis adalah Akbar Jumaidi, pria berambut keriting bernama Hilmi Stohler dan pria berambut lurus, cepak dan hampir botak bernama Antonio Kohle,’ beber Anthonius dengan intonasi penekanan.“Ini adalah tempat umum dan seharusnya kalian para pria bisa membedakan tempat yang pantas untuk melakukan perundungan atau tidak. Jika kalian lakukan di sini maka kupastikan kalian tidak akan pernah mela
“Tidak perlu begitu. Kamu lakukan yang menurutmu, aku gak bisa mengatasinya dan kamu jauh lebih tahu daripada aku. Kita saling membantu, kalau kamu mau mengendalikanku, kendalikan agar masalahmu juga terselesaikan, tapi jangan pernah menyebutkan namamu di depan orang yang mengenalmu karena mereka tahu bahwa kamu telah meninggal dan aku juga akan melakukan yang harus aku selesaikan,” jawab Anthonius dengan santai.‘Oke, sepakat,’ jawab Adrian.“Oke, sepakat,” balas Anthonius santai.Waktu pengingat Anthonius berdering dengan keras, lama dan panjang. Ia melihat waktu pengingat di layar ponsel dan menunjukkan bahwa waktunya mengikuti kelas berbisnis digital.“Kamu diam saat aku mengikuti kelas berbisnis digital dan jangan berisik di dalam sana,” ucap Anthonius dengan intonasi penekanan.Anthonius memberikan kalimat penegasan kepada Adrian yang selalu ikut campur saat ada sesuatu yang membuatnya kesal.Anthonius mengikuti kelas bisnis digital selama 1,5 jam dan mendapatkan ilmu yang sanga






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.