Share

Bab 1864

Author: Imgnmln
last update publish date: 2026-05-14 22:40:26

Dalam sekejap, cahaya pedang meledak dari pedangnya lalu berubah menjadi ratusan bayangan bilah yang memenuhi langit malam. Setiap tebasan mengandung tekanan brutal yang membuat ruang di sekitarnya mulai terdistorsi. Udara terus mengeluarkan suara retakan halus seolah tidak mampu menahan kekuatan itu.

Detik berikutnya, seluruh bayangan pedang langsung menghantam tubuh Nathan secara bersamaan.

KLANG! KLAG! KLANG!

Percikan api bermunculan tanpa henti saat bilah-bilah energi itu menghantam Tubuh V
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1870

    Nathan membuka matanya lalu menoleh.Gadis itu sedang memegang botol permen karet dengan ekspresi sedikit canggung. “Maaf mengganggu, bisa bantu membukanya?”Nathan tersenyum tipis sebelum mengambil botol itu dan memutarnya dengan santai.Klik.Tutup botol langsung terbuka.“Terima kasih.” Gadis itu tersenyum manis lalu mengambil satu permen karet sebelum menyerahkannya pada Nathan. “Ini untukmu.”Nathan tidak menolak, ia langsung memasukkan permen itu ke mulutnya sambil kembali menyandarkan tubuhnya. Melihat Nathan tetap tenang setelah itu, tatapan gadis tersebut perlahan berubah. Biasanya pria-pria akan berusaha mencari alasan untuk mengobrol dengannya lebih lama, tetapi Nathan justru terlihat sama sekali tidak tertarik.Hal itu malah membangkitkan rasa penasarannya.“Halo, perkenalkan, aku Aveline,” katanya sambil mengulurkan tangan kecilnya. “Aku berasal dari Solara, tapi sudah lama sekolah di sini. Kamu sendiri dari mana?”“Nathan,” jawab Nathan singkat. “Orang lokal.”Aveline te

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1869

    Nathan mengangguk ringan. “Hanya peningkatan kecil.”Bonang langsung tertawa pelan. “Anak monster sepertimu benar-benar membuat orang lain kehilangan semangat berkultivasi. Peningkatan kecilmu saja terasa lebih mengerikan daripada peningkatan besar milik orang lain.”Nathan hanya tersenyum tipis.Bonang kemudian menatapnya penuh arti. “Kamu tidak mau pergi berpamitan dengan para kekasihmu itu?”“Tidak perlu,” jawab Nathan santai. “Biar mereka tidak khawatir.”Bonang mengangkat alisnya lalu tertawa kecil. “Kalau nanti mereka marah karena kamu pergi diam-diam, jangan bilang aku tidak pernah memperingatkanmu.”Melihat ekspresi Bonang, Nathan langsung merasa ada yang tidak beres.Dan benar saja.Belum sempat dia bicara, Beverly, Sheerena, Rebecca, Sienna, dan para gadis lainnya sudah berjalan mendekat dari kejauhan. Tatapan mereka langsung tertuju pada Nathan.“Kamu mau pergi ke Solara tapi tidak bilang pada kami?”“Kalau bukan karena Kak Seraphyne memberi tahu kami, kamu pasti tetap meny

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1868

    Seraphyne yang sejak tadi diam akhirnya ikut berbicara. “Tuan Nathan, biarkan Guru Bonang ikut denganmu,” tatapannya dipenuhi kekhawatiran. “Kau pergi sendirian ke tanah asing memang terlalu berbahaya.”Ia menarik napas pelan sebelum melanjutkan. “Mengenai pencarian Sektor Bayangan, aku bisa melakukannya sendiri. Kalau pintu masuknya memang ada di sekitar sini, aku pasti bisa merasakannya.”Nathan hanya bisa mengangguk saat mendengar perkataan Seraphyne. “Kalau begitu, lusa kita berangkat.”Malam sudah terlalu larut. Nathan tidak berniat mengganggu mereka lebih lama lagi, jadi dia bangkit dari kursinya lalu berjalan keluar dari kamar Bonang. Baru beberapa langkah meninggalkan ruangan itu, suara Seraphyne kembali terdengar dari dalam kamar, membuat Nathan hanya bisa tersenyum kecil sambil menggelengkan kepala.Kekuatan Bonang mungkin tidak terlalu tinggi, tetapi urusan ranjang memang seolah menjadi wilayah kekuasaannya sendiri.***Keesokan harinya, Nathan mengumpulkan seluruh bahan ob

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1867

    Nathan juga sudah menghubungi Herold sebelumnya dan meminta lebih banyak bahan obat dibawa saat datang ke Moniyan untuk menyembuhkan Paul. Ia ingin menggunakan semua bahan itu untuk membuat pil esensi mana dan mencoba menerobos tingkatannya. Jika dia berhasil menembusnya sebelum pergi ke Solara, keyakinannya akan jauh lebih besar.Setelah semuanya selesai, Nathan berjalan perlahan menuju kamarnya. Tatapannya tanpa sadar tertuju ke arah markas Martial Shrine yang kini sudah berubah menjadi salah satu cabang utama Klan Draken Ascalon.“Sarah…” Nathan menghela napas pelan.Ia tahu Sarah masih dikurung di dalam Sektor Bayangan milik Ordo Maledicta, tetapi sampai sekarang dia masih belum menemukan lokasi pintu masuknya. Dan untuk sementara, masalah itu hanya bisa diserahkan pada Bonang dan Seraphyne.Nathan sendiri tidak banyak membantu dalam urusan mencari Sektor Bayangan. Memikirkan itu, Nathan langsung berjalan menuju kamar Bonang dan Seraphyne untuk memberitahu rencananya pergi ke Sola

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1866

    Wajah Seiji langsung berubah. “Tidak… tidak semua orang seperti itu.” Ia buru-buru menggeleng. “Aku hanya berharap kau bisa melepaskanku.”Tatapannya terus mengawasi Pedang Aruna di tangan Nathan seolah takut bilah itu tiba-tiba menebas kepalanya. “Kalau kau membunuhku, keluarga Ryodan akan terus mengirim orang untuk mengejarmu. Hidupmu tidak akan pernah tenang.”“Aku bisa membantumu. Aku tidak akan kembali ke Solara, tapi aku akan mengirim pesan bahwa aku masih memburumu. Selama aku hidup, mereka tidak akan mengirim orang lain.”Nathan mendengarkan dengan tenang, namun ekspresinya sama sekali tidak berubah. “Setelah membunuhmu…” Nathan mengangkat Pedang Aruna perlahan. “Keluarga Ryodan juga tidak akan punya kesempatan lagi mengirim siapa pun.”Seiji tercengang. “Apa maksudmu?!”Nathan menatapnya dingin. “Aku akan pergi ke Solara dan memusnahkan keluarga Ryodan sampai ke akarnya.”Nathan memang sudah memikirkan hal itu sejak awal. Ia tidak mungkin membiarkan ancaman seperti keluarga R

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1865

    Namun Nathan tetap tidak bergerak, ia masih melayang di udara dengan ekspresi tenang. Saat cahaya pedang itu tiba tepat di depannya, Nathan justru membuka kedua tangannya lebar-lebar seolah menyambut serangan tersebut.BAAAAAM!Cahaya pedang menghantam tubuh Nathan dan langsung berbenturan dengan cahaya emas yang menyelimuti tubuhnya. Percikan api memenuhi langit malam. Dari kejauhan, benturan itu terlihat seperti ledakan kembang api raksasa yang terus bermunculan tanpa henti di udara.Namun di tengah hujan percikan itu, cahaya pedang milik Seiji mulai memendek sedikit demi sedikit. Tekanannya terus melemah, sampai akhirnya seluruh cahaya pedang itu hancur sepenuhnya.Nathan masih melayang di udara tanpa luka sedikit pun. Tebasan tadi benar-benar diserap mentah-mentah oleh tubuh fisiknya yang mengerikan.Seiji tanpa sadar menelan ludah, tatapan matanya mulai dipenuhi ketakutan. Ia adalah Puncak Villain yang hanya tinggal selangkah lagi memasuki tahapan Origin, tetapi seluruh kekuatann

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1653

    “Semoga perjalananmu lancar.” Zephir menepuk bahu Nathan sebelum keberangkatan, senyum tipis masih terlihat di wajahnya.Di sampingnya, Nalan ikut menimpali dengan nada bercanda, “Perjalanan kali ini mungkin bukan soal musuh yang berat, tapi bagaimana kamu menghadapi rombonganmu sendiri.”Nathan ha

    last updateLast Updated : 2026-04-05
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1662

    Baru setelah Hemin kembali berdiri di samping Nathan, Yarke akhirnya menemukan suaranya. “N-Nathan, kekuatan apa sebenarnya yang dimiliki temanmu?”Nathan tersenyum santai. “Dia hanya berada di puncak Villain, belum mencapai Puncak akhir Villain.”Hemin hanya menghela napas kecil, ia sedikit malu.

    last updateLast Updated : 2026-04-05
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1680

    Tubuh Erya terjatuh keras ke tanah, namun ia tak berani mengeluh. Ia bangkit perlahan dan berjalan menuju lorong reruntuhan.Pengabaian itu menghantam harga diri Morvex lebih keras dari pedang mana pun. Sebagai pejuang Ras Ursa, kehormatan adalah segalanya. Ia belum pernah diremehkan seperti ini.“

    last updateLast Updated : 2026-04-05
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1654

    Pria botak itu menurut saja. Ia terus bergerak, bahkan melepas sebagian pakaiannya hingga tersisa pakaian dalam, sebelum akhirnya Sienna mengangkat tangan memberi isyarat berhenti.Tawa di dalam kabin semakin keras.“Sekarang berlutut,” kata Sienna lagi dengan nada ringan.PLAK! PLAK! PLAK!Tanpa b

    last updateLast Updated : 2026-04-05
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status