Share

Bab 1864

Penulis: Imgnmln
last update Tanggal publikasi: 2026-05-14 22:40:26

Dalam sekejap, cahaya pedang meledak dari pedangnya lalu berubah menjadi ratusan bayangan bilah yang memenuhi langit malam. Setiap tebasan mengandung tekanan brutal yang membuat ruang di sekitarnya mulai terdistorsi. Udara terus mengeluarkan suara retakan halus seolah tidak mampu menahan kekuatan itu.

Detik berikutnya, seluruh bayangan pedang langsung menghantam tubuh Nathan secara bersamaan.

KLANG! KLAG! KLANG!

Percikan api bermunculan tanpa henti saat bilah-bilah energi itu menghantam Tubuh V
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2123

    Di Sumber Kehidupan Abadi, Nathan telah berendam selama tiga hari penuh. Selama itu pula, dia terus mengamati setiap perubahan yang terjadi pada aliran mata air.Dengan mengandalkan Kesadaran Spiritual, Nathan mengikuti jalur aliran air, berusaha menelusuri ke mana sebenarnya mata air itu bermuara melewati Zona Terlarang yang tertutup rapat.Semakin lama mengamati, dia semakin yakin bahwa air Sumber Kehidupan Abadi bukan memancar tanpa henti, melainkan mengalir dalam sebuah siklus yang terus berulang.Malam itu, bulan purnama menggantung tinggi di langit.Nathan perlahan keluar dari mata air, lalu menyusuri aliran air menuju Zona Terlarang. Namun, sebelum melangkah lebih jauh, sebuah tekanan mengerikan tiba-tiba menghantam tubuhnya.Dalam sekejap, rasa nyeri yang luar biasa memenuhi lautan kesadarannya."Formasi pembatas yang luar biasa..." Nathan menarik napas dalam. "Gabungan formasi dari beberapa sekte di Sektor Bayangan benar-benar tidak bisa diremehkan."Dia sempat terpikir untuk

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2122

    Di Ordo Tempest, Levan tengah berbaring di sebuah ranjang khusus.Seluruh tubuhnya dipasangi berbagai selang yang dipenuhi cairan hijau pekat.Di hadapannya berdiri sebuah tabung kaca besar. Cairan hijau di dalamnya terus bergolak seolah sedang mendidih.Levan menggertakkan gigi sambil memejamkan mata. Rasa sakit yang luar biasa membuat seluruh tubuhnya menegang.Di sampingnya, sang ibu hanya bisa mengawasi dengan wajah penuh kecemasan. "Tetua Eksel, kau benar-benar yakin metode ini aman?" tanyanya gelisah. "Dia putra kandungmu. Kalau sampai terjadi sesuatu, aku tidak akan tinggal diam."Tetua Eksel tersenyum tipis. "Tenang saja, teknologi modifikasi gen ini sudah sangat matang."Usai berkata demikian, dia melangkah mendekati tabung kaca. Ujung jarinya digigit hingga berdarah, lalu beberapa tetes darah menetes ke dalam cairan hijau tersebut. Meski hanya kehilangan sedikit darah, wajah Tetua Eksel langsung tampak pucat karena kelelahan.Tak lama kemudian, cairan hijau itu terus mengali

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2121

    Nathan pun memperkenalkan keduanya. "Mereka adalah teman yang kutemui di perjalanan. Berkat bantuan mereka, aku berhasil menemukan Sumber Kehidupan Abadi."Nathan tidak berniat menjelaskan terlalu banyak mengenai Sektor Bayangan.Sheerena pun tersenyum ramah kepada Rael dan Velisa. Keduanya membalas dengan senyum tipis sambil menganggukkan kepala."Kalian berdua boleh berkeliling dulu di Klan Draken Ascalon. Setelah semua urusanku selesai, kita langsung berangkat." Nathan tahu rasa penasaran mereka terhadap dunia luar masih sangat besar, sehingga sengaja memberi kesempatan untuk melihat-lihat markas Klan Draken Ascalon.Rael dan Velisa mengangguk sebelum berjalan meninggalkan halaman utama.Sementara itu, Nathan langsung menuju tempat Bonang dan Kieran dirawat untuk memeriksa kondisi mereka."Kak, Northern benar-benar luar biasa." Velisa menatap sekeliling dengan mata berbinar. "Bahkan wilayah Klan Draken Ascalon saja terasa jauh lebih luas daripada seluruh Ordo Sancta."Rael ikut men

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2120

    Melihat sikapnya, Nathan tidak memaksa. Dia khawatir anggota Ordo Abyssal lainnya akan segera datang memburu wanita itu, sehingga berkata dengan nada tenang, "Ikutlah bersama kami. Kalau tetap di sini, mereka pasti akan datang lagi untuk menangkapmu."Sambil berbicara, Nathan perlahan mengulurkan tangannya. Namun, begitu melihat tangan Nathan terulur ke arahnya, wanita itu langsung ketakutan. Dia berbalik dan berlari secepat mungkin hingga menghilang di balik deretan pepohonan.Nathan hanya bisa terpaku dengan tangan yang masih terulur. "Apa aku terlihat semenakutkan itu?" gumamnya sambil tersenyum masam.Velisa segera menahan tawa. "Bukan begitu, Tuan Nathan. Kurasa dia hanya terlalu ketakutan."Nathan kemudian melirik waktu. ‘Aku harus segera menyelamatkan Kieran dan Bonang terlebih dahulu.’Pesawat mereka akan segera lepas landas."Ayo, kita juga harus berangkat."Ketiganya pun meninggalkan area pemakaman.Tak lama setelah mereka pergi, seorang Arkhon datang bersama beberapa Ksatri

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2119

    Salah seorang Ksatria Abyss melangkah maju. "Nathan, urusan ini tidak ada hubungannya denganmu." Suaranya terdengar dingin. "Minggirlah. Kalau tidak, jangan salahkan kami jika harus bertindak kasar."Nathan hanya tersenyum tipis. "Hanya kalian berdua?" katanya penuh penghinaan. "Bahkan para Arkhon kalian sekarang tak lebih dari sekadar semut di mataku. Lalu menurut kalian, apa istimewanya dua Ksatria Abyss?"Tatapannya berubah tajam. "Lepaskan wanita itu. Kalau kalian melakukannya sekarang, aku masih akan membiarkan kalian pergi."Dia mengangkat sedikit dagunya. "Kalau tidak... jangan salahkan aku karena tidak menunjukkan belas kasihan."Ekspresi kedua Ksatria Abyss langsung mengeras. "Nathan," salah seorang dari mereka berkata dengan nada rendah, "Kami sudah berusaha menghindarimu. Apa kau benar-benar ingin menjadikan Ordo Abyssal sebagai musuh bebuyutanmu?""Asal kau tahu, wanitamu saat ini berada di tangan kami!"Kedua Ksatria Abyss sengaja menggunakan Sarah untuk mengancam Nathan.

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2118

    "Berhentilah melawan." Salah seorang Ksatria Abyss menatap wanita itu tanpa ekspresi. "Ikut bersama kami dengan patuh. Dengan begitu, kau tidak perlu merasakan penderitaan yang lebih besar."Wanita itu menggeleng tegas. "Aku bahkan tidak mengenal kalian. Kenapa aku harus ikut?""Kalau begitu..." pria itu berkata dingin, "Jangan salahkan kami."Begitu kalimat itu berakhir, kedua Ksatria Abyss langsung melesat bersamaan.Wanita itu segera menekan kedua telapak tangannya ke tanah. Dalam sekejap, cahaya kuning kecokelatan memancar dari bawah kakinya. Lapisan batu tebal kembali membungkus seluruh tubuhnya hingga berubah menjadi manusia batu."Benteng Pelindung!"Suara wanita itu menggema.Seketika tanah bergetar hebat. Batu-batu nisan di seluruh area pemakaman terangkat ke udara, lalu melesat cepat membentuk dinding batu raksasa yang kokoh tepat di hadapannya.Namun, kedua Ksatria Abyss sama sekali tidak berniat menghindar. Tubuh mereka meluncur lurus bagaikan dua meteor hitam, menghantam

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 856

    Nathan dan yang lainnya terus berjalan dan merasakan aura itu semakin menguat, tapi seiring dengan menguatnya aura tersebut, di saat bersamaan Nathan juga merasakan aura lainnya, dan setelah merasakannya dengan hati-hati, dia terkejut. “Bagaimana bisa? Lantas ada kultivator hitam”Kalau benar ada s

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-26
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 797

    “Diam, sialan!” Raut wajah Jordan menjadi dingin, dia mengerahkan sedikit tenaga pada tangannya, membuat Sarah dan Beverly seketika menjadi kesakitan dan berkeringat.“Hentikan!” raung Nathan dengan sangat marah melihat hal itu, tapi dia juga tidak berani menyerang begitu saja.Dia tidak yakin bisa

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-26
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 835

    “Ferdi!” Milan melihat Ferdi yang tiba-tiba menyerang segera berteriak dengan marah.“Panggil bocah itu keluar, kami akan mencoba bertarung aku ingin lihat sehebat apa bocah ingusan itu!” Ferdi menatap Milan dan berkata dengan sangat sombong.Milan memapah Anderson dan tidak mengatakan apapun, hany

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-26
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 866

    Sudut mulut Nathan terangkat saat menghadapi kekuatan batin yang begitu kuat. Semburan cahaya keemasan tiba-tiba muncul di sekujur tubuhnya, dan Nathan seketika terbungkus oleh cahaya keemasan itu bagaikan ulat kepompong.“Huh!” Raut wajah Squala sedikit berubah saat melihat perubahan pada Nathan.

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-26
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status