เข้าสู่ระบบSeharusnya Argus hanya bekerja sebagai ART di rumah pamannya, namun batasan profesional itu runtuh saat Miya, tantenya terus menggodanya demi mencari kepuasan yang tak dia dapatkan dari suaminya. Godaan itu ternyata tak berhenti di sana, karena ketiga sepupunya pun mulai menunjukkan gelagat yang sama. Apakah Argus mampu bertahan dengan semua godaan yang ada atau malah ikut terjerumus ke dalamnya?
ดูเพิ่มเติมMelissa menggeleng cepat, matanya menyiratkan kebohongan yang dipaksakan. "Bukan, Bu! Anak ini nggak ada hubungannya sama pria bernama Karyo itu! Saya bahkan nggak kenal dia siapa! Jadi tolong jangan fitnah sembarangan! Omongan Ibu sudah keterlaluan!”"Nggak usah bohong kamu!" desak Tante Miya makin memburu, menyunggingkan senyum sinis yang mengintimidasi. "Kamu pikir saya buta?! Mukanya ini jiplakan Karyo banget! Alisnya, matanya, semuanya Karyo! Kalau kamu masih mau ngelak dan nggak mau ngaku..."Tante Miya merogoh tasnya, lalu mengacungkan ponselnya tepat di depan wajah Melissa."Saya bakal foto muka kamu sama anak ini sekarang juga, terus saya sebarin ke medsos! Saya viralkan kalau artis Melissa Yuniar yang katanya vakum dari dunia hiburan, ternyata ngumpet di tengah kebun teh dan punya anak rahasia! Kamu bayangin gimana hebohnya berita ini kalau wartawan sama netizen sampai tau?!" ancam Tante Miya penuh penekanan.Mendengar ancaman itu, Melissa
Melissa awalnya terkejut.Namun, hanya dalam hitungan detik, mantan aktris sinetron itu dengan cepat mengontrol mimik wajahnya, kembali memasang raut wajah bingungnya."Karyo? Karyo siapa ya, Bu?" tanya Melissa heran, mengernyitkan dahi sambil menggelengkan kepala perlahan. "Maaf, sepertinya Ibu salah alamat. Saya nggak kenal sama orang yang namanya Karyo, apalagi punya hubungan khusus."Tante Miya melotot tajam, menyunggingkan senyum sinis melihat akting Melissa. "Hah! Nggak usah pura-pura bego kamu ya! Muka kamu boleh polos, tapi kelakuan kamu busuk!”"Bu, tolong ya, jaga bicaranya!" potong Melissa tegas, suaranya dipasang agak meninggi namun tetap tenang. "Ibu tiba-tiba datang gedor-gedor rumah saya, terus marah-marah menuduh hal yang sama sekali nggak saya mengerti. Saya ini tinggal di sini tenang-tenang, jangan sembarangan fitnah orang ya!""Fitnah kamu bilang?!" Tante Miya makin membara, dia maju satu langkah membuat Melissa tersentak m
Halo, di sini penulis mau jawab keluhan dari kalian ya, soal harga buka bab, itu bukan dari penulis ya, jadi memang sudah harga dari pihak aplikasinya, kalau ada yang minta kurangi, tentu saja penulis tidak bisa.Dan soal iklan juga, bukan dari penulis ya. Kalian bisa baca bab ini menggunakan koin top up, nonton iklan (cuman sekali dalam satu bab kok) atau juga pakai bonus klaim harian.Buat yang baca sampai sini juga, mohon dukungannya gaes, bisa vote gem atau beri ulasan bintang lima di depan dan penulis usahakan kembali rutin update 5 bab sehari ya, terima kasih..
Aku menancap gas secepat mungkin meninggalkan pelataran Kopdes Merah Putih, meninggalkan dua pegawainya yang kini kembali menyesap kopi dengan puas. Di sebelahku, Tante Miya membanting kantong plastik belanjaan ke bawah jok dengan raut wajah murka."Gila! Benar-benar gila!" omel Tante Miya, mengibas-ngibaskan tangannya yang panas. "Ini kenapa kita jadi kena palak belanja minyak goreng di kopdes sih! Mana minyaknya merek nggak jelas gini lagi!""Sabar, Tan. Yang penting kita udah bisa lepas dari mereka," balasku sambil memandangi layar ponsel yang ditempel di dashboard.Begitu mobil berhasil keluar dari kawasan kopdes ini dan kembali mendapatkan sinyal seluler, handphone-ku mendadak bergetar bertubi-tubi. Belasan notifikasi pesan masuk secara bersamaan. Itu chat dari Layla!Aku pun dengan cepat membuka chat-nya.[Argus, maaf banget ya! Tadi gue salah ketik rute! Maunya tadi pas di pertigaan tugu itu, lo ambil jalur sebelah kanan! Bukan malah lurus! Sorry banget ya. My bad! Hehe][Terus
Begitu pun dengan Mbak Masha, matanya yang semula sayu-sayu mengantuk langsung melotot segar begitu melihat kami.Menyadari tatapan mematikannya, aku langsung peka dan buru-buru melepaskan tangan Karina. Aku lalu menjauh satu langkah, panik dan ingin segera klarifikasi sebelum dia salah paham.Tapi
Novaria hanya diam. Dia tidak meringis ataupun marah. Selama seminggu aku di sini, dia memang yang paling tertutup. Jarang berinteraksi dengan kakak-kakaknya, apalagi dengan ibu tirinya. Waktunya lebih banyak habis di dalam kamar setelah pulang kuliah.Nova menatapku dengan mata bulat yang jernih,
Saat ini, aku hanya bisa menelan ludah dengan susah payah. Keringat dingin mulai bercucuran dari pelipisku. Suasananya membuatku merinding, persis seperti suasana mencekam di ruang BK setelah aku tertangkap basah merokok di belakang sekolah."P-paman... maaf kalau saya ada salah selama tinggal disi
“Ahh, enak, Gus. Lebih keras lagi, Gus. Hnghh.…”“Tante yakin? Mau lebih keras lagi?”“Iya, Gus. Ahhh… makin keras makin enak… uhhh…”Walaupun ragu, aku tetap menuruti permintaan Tante Miya. Aku tekan punggungnya lebih kuat dengan tangan kasarku yang biasa kerja kasar di desa.Sebenarnya aku takut












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
คะแนน
ความคิดเห็นเพิ่มเติม