Terjepit Tante dan Tiga Sepupu Cantik

Terjepit Tante dan Tiga Sepupu Cantik

last updateLast Updated : 2026-05-16
By:  Kak GojoUpdated just now
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
10
5 ratings. 5 reviews
22Chapters
1.0Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Seharusnya Argus hanya bekerja sebagai ART di rumah pamannya, namun batasan profesional itu runtuh saat Miya, tantenya terus menggodanya demi mencari kepuasan yang tak dia dapatkan dari suaminya. Godaan itu ternyata tak berhenti di sana, karena ketiga sepupunya pun mulai menunjukkan gelagat yang sama. Apakah Argus mampu bertahan dengan semua godaan yang ada atau malah ikut terjerumus ke dalamnya?

View More

Chapter 1

Bab 1

“Ahh, enak, Gus. Lebih keras lagi, Gus. Hnghh.…”

“Tante yakin? Mau lebih keras lagi?”

“Iya, Gus. Ahhh… makin keras makin enak… uhhh…”

Walaupun ragu, aku tetap menuruti permintaan Tante Miya. Aku tekan punggungnya lebih kuat dengan tangan kasarku yang biasa kerja kasar di desa.

Sebenarnya aku takut tenaga dalamku ini akan menyakitinya, tapi melihat Tante Miya yang malah makin mendesah keenakan, sepertinya dia sangat menikmati servis gratis ini.

Akhir-akhir ini Tante Miya memang sering mengeluh badannya gampang pegal. Sebagai keponakan yang menumpang hidup, aku cukup tahu diri. Menawarkan jasa pijat adalah bentuk balas budi paling minimal yang bisa kulakukan.

“Harusnya kamu buka jasa pijat aja, Gus. Soalnya pijatanmu enak banget. Bikin badan Tante yang awalnya tegang jadi rileks,” puji Tante Miya sambil tiba-tiba berbalik posisi, berbaring menghadapku.

Tante Miya baru saja selesai mandi. Tubuhnya hanya dibalut handuk putih yang lilitannya sengaja dilonggarkan— katanya sih, supaya kulitnya bisa bernapas. Tapi aku yang justru sesak napas melihat belahan dan gundukan yang menyembul di balik kain itu.

Aku menelan ludah susah payah melihat pemandangan ini.

Perlu kuakui, di usia 40 tahun, tubuh Tante Miya masih seperti gadis 20 tahunan. Semok, mulus, dan wangi bunga semerbak yang bikin otak mungilku ini mendadak korsleting.

Aku yakin pria manapun tidak akan sanggup menolak pesona Tante Miya.

“Saya nggak ahli mijet, Tan. Lagian kerjaan yang sekarang juga sudah enak, gajinya UMR. Lumayanlah buat ditabung,” balasku, berusaha mengalihkan pandangan agar pikiranku tidak makin liar. Tanganku mulai bergerak perlahan, memijati bahu Tante Miya yang kaku.

“Eh, jangan salah, Gus. Penghasilan jadi terapis pijat juga gak sedikit loh. Apalagi kalau pelanggan puas sama pelayanan kamu, kemungkinan bisa dapat tip banyak. Tapi ya terserah kamu saja, toh kamu yang menjalani.”

Minggu lalu, aku diterima jadi Office Boy di perusahaan ternama. Walaupun cuma jadi OB, gaji UMR Jakarta bagiku yang orang desa ini sudah terasa sangat tinggi.

Maklum, sejak lulus SMA aku cuma kerja serabutan di kampung. Orang tuaku meninggal karena kecelakaan saat aku masih SMP, membuatku hidup tanpa dukungan materi.

Beruntung, Paman Karyo, saudara almarhum ayahku, mau menampungku di rumah mewahnya ini. Aku jadi bisa menghemat uang kos dan makan. Ditambah lagi, aku bisa masuk ke perusahaan itu berkat rekomendasi langsung Paman Karyo. Jalur orang dalam. Itulah sebabnya aku merasa sangat berutang budi padanya.

Dan di sinilah aku sekarang, duduk di pinggir kasur memijati istri pamanku sendiri.

Paman Karyo sedang di luar kota dan ketiga sepupuku juga ada urusan di luar. Rumah ini benar-benar sunyi, kecuali suara desahan Tante Miya yang makin lama makin terdengar aneh.

Saat aku sedang fokus memijat bahunya, tiba-tiba tangan lembut Tante Miya memegang tanganku, lalu menariknya ke atas gundukan kenyal di dadanya.

“Ehh??”

Aku tersentak. Ini kali pertama aku memegang payudara wanita. Meski terhalang kain handuk, sensasi kenyalnya terasa sangat nyata di telapak tanganku.

“Pijat di bagian sini juga, Gus...” bisiknya serak. Tangannya menuntun tanganku untuk meremas bagian kenyal itu.

Aku benar-benar tak berkutik. Otakku mendadak lumpuh, dan tanganku bergerak mengikuti kemauan Tante Miya, mulai meremas gundukan itu dengan perlahan.

‘Anjrit... kenyal banget woiii!’ batinku menjerit histeris.

Aku pun meremas untuk kedua kalinya, hendak memastikan bahwa ini bukan mimpi.

“Argus…” panggilnya lagi. Suaranya kian serak, sementara matanya yang sayu menatapku cukup dalam.

Aku bukan anak kecil lagi. Aku pria 25 tahun yang normal. Kalau dilihat dari tatapannya, Tante Miya mungkin ‘kepengen’ main denganku. Tapi aku buru-buru menepis pikiran jorok itu.

Aku menghormati Tante Miya sama seperti aku menghormati almarhum ibuku. Apalagi Paman Karyo sudah sangat baik. Tidak mungkin kan aku 'pagar makan tanaman'?

Buru-buru aku menarik tanganku.

“Kenapa, Gus? Capek?” tanya Tante Miya lembut.

“Eng-enggak, Tan... tapi anu... saya kebelet! Perut saya mendadak mules, permisi!” alibiku sambil ngibrit keluar kamar.

Aku kabur dari kamar itu seolah dikejar setan. Bisa gila aku kalau lama-lama di sana.

Di balik celana, 'adik kecilku' sudah bangun sepenuhnya, bahkan sudah di ujung tanduk.

“Aduh, duhhh, jangan keluar sekarang dong! Masa baru pegang yang kenyal-kenyal aja sudah mau muncrat!” bisikku pada diriku sendiri sambil memegangi selangkangan yang menegang hebat.

Aku memang punya penyakit aneh: burungku gampang sekali terangsang kalau melihat cewek cantik. Dan gara-gara memegang 'bukit' Tante Miya tadi, si LUKMAN— begitu kunamai burungku yang artinya LUcu, Kuat, dan MANja— sudah tidak bisa diajak kompromi lagi.

Aku harus mengeluarkannya sekarang juga!

Karena mengira para sepupuku masih di luar, aku tanpa ragu membuka ritsleting celana bahkan sebelum sampai di toilet belakang.

Sambil berjalan, tanganku sudah mulai bekerja mengelus-elus si Lukman.

Tepat di depan toilet, tanganku sudah siap membuka pintu. Namun, pintu itu terbuka sendiri sebelum sempat kusentuh. Seseorang membukanya dari dalam dengan cepat.

“Akhhh!!”

Aku teriak kaget, tapi orang di dalam jauh lebih kaget.

Mbak Masha, sepupuku berdiri di sana dengan wajah syok.

Dan si Lukman? Dia berdiri dengan gagah tepat di depan mata Mbak Masha yang membelalak sempurna.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

reviews

Strawberry
Strawberry
Agus punya hubungan dengan Pak Karyo dan Lukman? xixixixixi Awas Lukman terbang!
2026-05-15 13:39:25
0
1
juxelian
juxelian
okelah semoga tdk mengecewakan
2026-05-14 12:06:02
0
1
Emak Chua Aya
Emak Chua Aya
hadir lagi, penasarn sama cerita baru author
2026-05-14 11:49:39
0
1
Harucchi
Harucchi
Kenapa komen di bab munculnya di ulasan astagaa. gas update thor! menunggu perjalanan serunya argus dan lukman!
2026-05-12 09:01:42
0
1
Angellyn
Angellyn
Thor aku lagi marathon ceritanya si bryan wkwkw nanti aku mau marathon semua cerita2mu ya thor
2026-05-11 21:27:55
0
1
22 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status