MasukNathan menarik napas dalam-dalam sebelum melanjutkan dengan suara yang mantap. "Dengarkan baik-baik, aku tidak pernah mengejar kekuatan demi menjadi dewa. Kalau harus memilih, aku lebih rela mempertaruhkan nyawaku demi menyelamatkan mereka, sama seperti mereka yang juga tidak akan ragu mengorbankan jiwa mereka demi menyelamatkanku."Setiap kata yang keluar dari mulutnya terdengar begitu tegas hingga membuat amarah Ryujin perlahan mereda. Pria tua itu kembali menghembuskan napas panjang."Sejak dahulu, perasaan yang terlalu dalam memang selalu berakhir dengan penyesalan." Ryujin kembali duduk di kursinya sebelum berkata dengan nada datar, "Aku tahu alasan kedatanganmu. Kalau ingin menyelamatkan Sarah, Prisly, dan Rebecca, satu-satunya cara adalah membawa mereka kembali ke Sektor Bayangan.""Hanya tempat itu yang mampu memulihkan kondisi mereka. Jika tetap dibiarkan berada di luar, mereka tidak akan mampu bertahan lebih dari satu hari."Mendengar itu, Nathan mengepalkan tangan dengan er
Sayangnya, sosok naga itu jauh lebih redup dibandingkan sebelumnya. Wibawa yang biasa memancar dari makhluk tersebut juga tampak melemah secara signifikan, meski Nathan sendiri sama sekali tidak menyadarinya.Dengan rahang terkatup rapat, dia kembali melangkah ke depan. Baru satu kaki memasuki ruangan.BANG!Gelombang tekanan yang jauh lebih dahsyat menghantam tubuhnya. Nathan berguncang dua kali sebelum lututnya menghantam lantai dengan keras.KRAAAK!Retakan langsung menjalar ke segala arah.Nathan menggertakkan gigi sekuat tenaga, lalu menopang tubuhnya menggunakan kedua tangan. Sedikit demi sedikit dia memaksa dirinya merangkak masuk ke dalam ruangan. Namun baru beberapa jengkal bergerak, tekanan itu kembali meledak dan menghantam tubuhnya tanpa ampun hingga dia sekali lagi terpental keluar.Nathan kembali terpental untuk kesekian kalinya. Tubuhnya melayang di udara sebelum memuntahkan seteguk darah.Bruk!Begitu menghantam tanah, dia sama sekali tidak membiarkan dirinya beristira
Paul menatap Nathan lurus-lurus. "Perbuatan seperti ini merupakan pelanggaran berat yang hukumannya adalah kematian. Pikirkan baik-baik sebelum kamu mengambil langkah berikutnya."Suara Paul terdengar lantang untuk menghentikan Nathan."Jendral Paul, maafkan aku. Meski harus mempertaruhkan nyawaku, hari ini aku tetap harus bertemu dengan Tuan Ryujin!" Nada suara Nathan terdengar mantap tanpa sedikit pun keraguan. Begitu kalimat itu selesai, dia kembali melesat menuju ruangan Ryujin.Paul segera menghadang di depannya dan mengerahkan seluruh kemampuan demi menghentikan langkah Nathan. Sayangnya, perbedaan kekuatan di antara mereka sudah terlalu jauh sehingga setiap usaha yang dilakukannya hanya terasa sia-sia.Tepat ketika suasana berubah semakin tegang, pintu ruang kerja Ryujin mendadak terbuka dengan sendirinya."Paul, biarkan dia masuk." Suara Ryujin terdengar pelan dari dalam ruangan, tetapi wibawa yang terkandung di dalamnya langsung membuat Paul menghentikan semua tindakannya.Me
Rasa cemas langsung menguasai Nathan. Beberapa saat yang lalu Sarah masih baik-baik saja, tetapi kini tiba-tiba terbaring tak sadarkan diri.Sebelum sempat memikirkan langkah berikutnya, Abel dan Sheerena berlari memasuki ruangan dengan wajah panik."Kak Nathan, sebenarnya apa yang terjadi? Semalam Prisly masih sehat-sehat saja!" Suara Abel terdengar gemetar saat menyampaikan kabar itu.Sheerena ikut menyela dengan raut penuh kekhawatiran. "Rebecca juga begitu. Saat pulang tadi malam kondisinya normal, tetapi pagi ini dia sama sekali tidak bangun ketika kami coba membangunkannya."Nathan mengerutkan dahi semakin dalam. Dia tetap terdiam karena bahkan dirinya sendiri tidak memahami penyebab keadaan aneh yang menimpa ketiga gadis itu.Setelah berpikir beberapa saat, dia akhirnya mengambil keputusan. "Sheerena, tolong jaga Sarah dulu. Aku akan menemui Ryujin. Mungkin hanya beliau yang mengetahui penyebab semua ini."Selama ini, hanya Ryujin yang selalu tampak mengetahui berbagai rahasia
Di markas Klan Draken Ascalon, pesta telah berakhir.Seluruh tamu meninggalkan aula dengan wajah puas, seolah tanpa perlu saling berbicara mereka sengaja memberi ruang bagi Nathan dan Sarah untuk menikmati waktu berdua setelah sekian lama berpisah.Di balkon lantai atas, Sarah menyandarkan kepalanya di bahu Nathan. Mereka duduk berdampingan sambil menikmati langit malam yang dipenuhi bintang. Tidak banyak kata yang terucap, tetapi suasana damai itu sudah cukup membuat keduanya merasa bahagia.Setelah beberapa saat, Sarah membuka suara. "Gadis-gadis tadi terlihat sangat dekat denganmu." Dia tersenyum tipis. "Sepertinya keberuntunganmu dalam urusan wanita memang luar biasa."Nathan terkekeh pelan sebelum merangkul bahunya. Dia menatap Sarah dengan penuh kesungguhan. "Mereka semua hanya teman. Orang yang selalu menempati tempat paling penting di hatiku tetap hanya kamu."Sarah mengangkat wajahnya lalu menatap mata Nathan lekat-lekat, dia tersenyum geli. "Ucapanmu sekarang semakin manis.
Untungnya Bonang segera maju untuk mencairkan suasana. "Kalian pasti sudah kelaparan setelah terjebak selama itu. Aku akan meminta orang-orang menyiapkan jamuan. Hari ini adalah hari yang membahagiakan, jadi kita harus merayakannya bersama."Tak sampai satu jam kemudian, seluruh markas Klan Draken Ascalon berubah semarak. Lampion dan berbagai hiasan memenuhi setiap sudut halaman, sementara belasan meja besar dipenuhi beragam hidangan.Nathan memanfaatkan kesempatan itu untuk memperkenalkan Sarah kepada semua orang satu per satu."Nona Sarah." Bonang menatapnya sambil tersenyum. "Selama kamu menghilang, Nathan berkali-kali mempertaruhkan nyawanya hanya untuk menemukanmu. Beberapa kali dia bahkan hampir kehilangan hidupnya."Sarah menoleh ke arah Nathan. Tatapannya dipenuhi kehangatan dan rasa haru. Dia tidak perlu mendengar cerita panjang untuk mengetahui betapa besar perjuangan Nathan demi membawanya kembali.Jamuan berlangsung hingga larut malam.Tawa, obrolan, dan denting gelas meme
Andrew menarik Lisa keruangannya dan menjelaskan padanya, sedangkan karyawan lain menatap Nathan dengan tidak senang, lalu membubarkan diri. Nathan mengambil dokumen itu dan tidak melihatnya lagi, dia langsung mengirimkannya pada Ryzen, dan Lily menjadi panik, dia mati-matian mempelajari data tentan
Nathan yang melihat Lisa dan yang lainnya juga bertanya dengan bingung. “Apa yang membuat kalian datang kemari?”“Kamu bertanya kepada kami? Seharusnya kamu bertanya pada dirimu sendiri sedang apa disini? Kami datang kemari untuk membeli rumah, kamu kemari untuk apa?” Andrew bertanya dengan wajah jij
“Ada apa? Aku adalah Nona Muda dari Keluarga Wibowo, dan aku rasa, aku sudah siap untuk menikah denganmu, lantas kamu tidak bersedia?” Melihat Nathan yang terdiam, Sarah sedikit tidak senang.“Bukan!” Nathan menggelengkan kepalanya. “A-aku yang miskin ini kalau bisa memperistri wanita sepertimu, sepe
Rendy yang mendengarnya seketika menciut dan melangkah mundur, dia sudah tahu kekuatan Nathan. “Nathan, sekarang kamu sudah tidak bersama Sarah si wanita jalang itu lagi, kamu kira kamu siapa? Masih berani berbicara seperti itu pada Kak Rendy?!” Sherly berteriak ke arah Nathan. Nathan menyipitkan ma







