Se connecterAwalnya terpaksa menggantikan pemeran utama pria dalam pembuatan film dewasa dan Aarick pikir sekali saja, tapi sekali itu tidak cukup. Wajahnya yang rupawan bak dewa Yunani, tubuh kekarnya, tatapannya yang liar, dan stamina bercintanya yang tidak masuk akal membuat banyak wanita ketagihan, termasuk atasannya sendiri. Dari dunia film panas, Aarick kecemplung ke dunia escort kelas atas — tempat rahasia, harga, dan hasrat diperjualbelikan tanpa nama. Bertahun-tahun dia jadi legenda dalam dunia maksiat, sampai satu tawaran mengubah segalanya. Layar Lebar. Rick nocturne, Sang pria Perkasa berubah menjadi Mega bintang. Kini dunia mengenalnya sebagai Rick nocturne, Sang Mega Bintang. Pria perkasa yang ditakuti lawan, dipuja penggemar. Tapi di balik gemerlap itu, hanya Aarick yang tahu harga apa yang sudah dia bayar untuk mahkota itu.
Voir plusPesan itu terkirim dalam keadaan marah. Satu baris, pendek, tapi tajam seperti sayatan.[Jadi selama ini aku mencintai orang yang menjual dirinya pada banyak wanita? Hebat, Rick. Kau memang pintar menipu dan mempermainkan perasaan wanita.]Ponsel Aarick bergetar di saku jaketnya saat dia baru saja tiba di apartment. Rudolf melihat wajah Aarick yang tiba-tiba berubah. “Kau baik-baik saja?” tanyanya pelan.Aarick tidak menjawab. Dia masih menatap layar, membaca ulang pesan itu. Jari-jarinya berhenti di atas keyboard ponsel, tapi tidak menekan apa-apa.Di Islamabad, Ara melempar ponselnya ke atas kasur. Dadanya naik turun. Dia tidak tahu harus marah, menangis, atau tertawa pahit.“Bodoh,” bisiknya lagi. “Kenapa aku masih peduli?”Di lain sisi, Ara juga tidak bisa berhenti memutar ulang kalimat Aarick di konferensi pers:_“Seorang gadis yang membuka mata hati saya, mendorong saya untuk segera meninggalkan dunia kotor itu… dia adalah dewiku.”_Ara tahu. Dia tahu dan yakin gadis itu adalah
87.Aarick menatapnya lama, lalu menekan tolak.“Kenapa?” tanya Rudolf.“Belum saatnya,” jawab Aarick. “Kalau aku angkat sekarang, aku tidak tahu harus bilang apa. Aku tidak mau dia dengar ini dari berita.”Rudolf mengangguk. “Kau akan cerita padanya?"Aarick tidak menjawab. Dia hanya menatap layar ponsel yang kembali gelap.***Islamabad.Ara duduk di lantai kamarnya, punggung bersandar ke tempat tidur. Ponselnya masih terbuka di halaman berita.Judulnya berulang-ulang.“Mantan escort, kini menjadi bintang film.”“Rick Nocturne calon bintang akui masa lalu.”Tangannya gemetar. Bukan marah. Bukan jijik. Hanya tidak percaya pria yang dicintainya ternyata seorang gigolo elit yang memiliki banyak klien VIP.Dia menelpon untuk meminta penjelasan. Nada sambung berdering. Satu kali. Dua kali. Ditolak.Pesan masuk satu menit kemudian:[Ara. Aku lihat kamu menelepon. Aku akan cerita semuanya. Tapi tidak lewat telepon. Tunggu aku. Jangan dengar tentang aku dari orang lain.”Ara membaca pesan i
Meja marmer panjang memantulkan cahaya lampu gantung yang terlalu terang. Di ujungnya, Marco Stevens dengan wajah tegang mengetuk-ngetukkan pena pada berkas kontrak.“Saya tidak mau nama bioskop saya dikaitkan dengan mantan escort,” katanya pelan, tapi cukup keras untuk membuat seluruh ruangan membeku.“Kita bicara soal reputasi. Soal keluarga yang datang bawa anak kecil. Saya tidak akan mempertaruhkan itu untuk satu aktor baru yang ternyata cukup kontroversial.”Beberapa eksekutif mengangguk hati-hati. Tidak ada yang berani membantah, namun satu orang di pojok ruangan merekam semuanya. Rekaman itu berdurasi 17 detik. Cukup untuk mengacaukan semuanya.12 jam kemudian.Rekaman itu bocor.Judulnya sederhana “Pemilik bioskop terbesar di kota Jabadia tolak kemunculan perdana Rick Nocturne; 'Saya tidak mau dikaitkan dengan mantan escort'."Dalam hitungan jam, berita itu meledak. Akan tetapi, di twitter dan instagram dukungan untuk Aarick juga meledak, penuh tagar #TalentOverPast.Di sebu
Lampu kristal Grand Palais memantulkan cahaya ke gaun-gaun mahal. Trailer "Crimson Protokol" diputar di layar utama. Ketika adegan Aarick berdiri di Jembatan Charles sambil merokok muncul, seluruh ruangan terdiam, terpana dengan pesona ketampanan pria perkasa itu.Sutradara lain berbisik pada Erick, “Kau yakin dia tidak pernah sekolah akting? Dia bahkan mampu membawa suasana ruangan ini, menurutmu, dari mana bakat itu?”Erick hanya tersenyum. “Dia tidak perlu sekolah. Dia hanya perlu menghidupkan perannya.”Di luar ruangan, di koridor VIP, tiga wanita berdiri mengelilingi poster film. Mereka saling pandang, lalu tertawa kecil.“Dia masih sama,” kata Clara. “Dingin. Tapi sekarang semua orang bisa melihatnya.”Sofia mengangguk. “Dulu aku membayar mahal hanya untuk sebuah kepuasan. Sekarang dunia membayar untuk mendengarkannya.”Isabella mengeluarkan ponsel. “Kalau industri ini menolaknya, aku siap membuatnya jadi raja.”Mereka bertiga memposting foto bersama poster film dengan caption.
Aarick mengerang tertahan saat jemari Velove menyelinap ke pangkuannya, menyentuh bagian terlarangnya. Serta-merta ia menepis tangan nakal itu. "Jaga sikapmu. Ini bukan ruangan pribadi," desisnya tajam, menahan gejolak.Velove justru tersenyum miring, tak sedikit pun terusik. Tangannya kembali be
“Aku mau coba ini, Aarick.” Ara naik dan duduk di mesin water rower, matanya berbinar. “Tolong ajarin aku caranya, Rick!” pintanya antusias.Aarick menghela napas pelan. Jujur, dia takut khilaf. Dekat dengan Ara selalu menguji kendalinya. Tapi janji adalah janji. Dia sudah bilang ak
"Kamu mau nanya apa?"Ara menggeleng pelan. "Nggak jadi, kamu duluan deh. Kayaknya pertanyaan kamu lebih penting."Aarick menelan ludah. Jantungnya sudah seperti mau copot saja. Jika dugaannya salah, dia akan merasa malu seumur hidup. Tapi jika dia benar... Aarick mengambil napas. Sekali, hingga d
Aarick melipat kedua tangannya sambil bersandar di sisi pintu dapur. Dia tersenyum kecil sambil mengamati setiap gerakan Ara yang begitu lucu dan menggemaskan. Jelas, gadis itu tidak begitu paham dengan bahan-bahan masakan di atas meja. Namun, tetap memaksakan diri untuk memasak menu makan siang
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
commentaires