Tarif Cinta Sang Pria Perkasa

Tarif Cinta Sang Pria Perkasa

last updateLast Updated : 2026-04-06
By:  Anna Sahara Ongoing
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
Not enough ratings
5Chapters
7views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Aarick Gardapati, Gigolo elit yang hidup dalam kemewahan dan kebebasan, terbiasa menaikkan tarif dalam jasa plus-plusnya, namun tetap saja membuat para sosialita dan juga bos cantiknya semakin tergantung padanya. Tapi, apakah kekuasaan dan kekayaan ini akan cukup untuk membuat seorang Aarick bahagia, atau adakah sesuatu yang lebih dalam yang dia cari?

View More

Chapter 1

Peran Pengganti

"Kamu yang harus menggantikan pemeran utama pria!" suara Velove terdengar tegas ketika memberi perintah pada Aarick, salah satu bodyguard-nya.

Mendengar perintah itu sontak Aarick menelan ludah dengan kasar disertai bola mata yang nyaris keluar, bagaimana bisa dia akan menjadi pemeran utama pria dalam pembuatan film dewasa, sedangkan dirinya belum pernah berhubungan badan dengan siapa pun.

Pria berperawakan tinggi tegap itu baru menginjak usia 20 tahun, belum memiliki pasangan sepanjang hidupnya, juga masih tabu dengan hal-hal yang bersifat intim, namun kali ini Aarick harus dihadapkan dengan situasi sulit.

Menjadi bintang flim blue di usia yang masih terlalu muda, bagaimana dengan masa depannya nanti? Bagaimana dia akan berhadapan dengan keluarga terdekatnya?

"Bo ... bolehkah saya menolak, Madam?" Aarick bertanya dengan sangat hati-hati. "Saya merasa belum begitu siap untuk memerankannya, saya takut mengecewakan Madam dan kru yang lain."

" Sejak kapan kamu boleh memilih sendiri?" Dengan bengisnya Madame Velove melempar sebuah naskah berisi skenario yang akan diperankan oleh pemeran utama pria. "Pahami semuanya!! Bukankah kamu juga sudah sering menonton film-film yang sudah kita produksi? Saya rasa tidak akan susah untuk mempraktekkannya."

Madam Velove mendekati Aarick yang masih mematung di tempat, lantas berbisik pada pria dengan tinggi badan 185 cm itu, "Dengar, Aarick, ini adalah perintah yang harus kamu patuhi, tidak ada penolakan, tidak ada negosiasi, karena kamu tahu sendiri konsekuensinya, saya beri waktu 15 menit. Jika sudah selesai mempelajarinya segera masuk ke ruang utama!"

Aarick terdiam, menutup mata sejenak, membayangkan canda tawa kedua adik perempuannya yang berada dalam pantauan Madam Velove.

Benar, dia tidak punya pilihan.

" Aku harus bisa," Aarick bergumam, menguatkan diri sendiri.

Jika bukan karena sang ayah yang telah tega menggadaikan anak-anaknya, Aarick tidak sudi mengabdi pada madam yang sombong itu.

Ya, 5 tahun yang lalu, tepat ketika dia berusia 15 tahun, pria bernama lengkap Aarick gardapati itu terpaksa menukar kehidupannya demi melindungi kedua adik perempuannya yang masih di bawah umur.

Melihat tangis ibu dan kedua adiknya, Aarick lebih rela menjadi tumbal keegoisan sang ayah yang kerjanya hanya berjudi dan menghabiskan penghasilan ibunya yang tak seberapa.

Dengan tangan gemetar Aarick memungut berkas yang dilemparkan oleh Madam Velove. Dia mulai membaca satu persatu tulisan yang tertera di atas kertas tersebut.

3 ronde dalam satu malam, dengan berbagai gaya bersama satu orang wanita, inti dari semua yang tertera dalam skenario.

Aarick menarik nafas berat, benar-benar pilihan yang sulit. Meski sudah terbiasa menonton adegan panas dalam beberapa video yang diproduksi di bawah naungan VV production, namun Aarick belum memiliki mental yang kuat untuk melakukannya secara langsung, terlebih kali ini akan dijadikan konsumsi publik untuk pecinta film dewasa.

Aarick menoleh pada dua pria yang sedang menyiapkan peralatan syuting untuk malam itu.

Selain Rudolf, tampak juga satu pria lainnya bernama Tommy yang turut membantu. Karena dua pria itu adalah sahabat Aarick yang juga telah terjun lebih dulu dalam pembuatan film panas.

"Jangan khawatir, ceweknya tak kalah cantik dari Miss universe, selain cakep, body-nya sudah tentu aduhai," ucap Rudolf, lalu bersiul sembari menirukan sebuah bentuk tubuh wanita yang akan menjadi lawan main Aarick.

Tommy turut berbisik pada Aarick, "Sebenarnya, aku sudah menawarkan diri untuk menggantikan pemeran utamanya, tapi madam Velove justru menginginkanmu dan mengatakan kamu yang lebih pantas untuk melakukan adegan ini."

Aarick masih bergeming dan tidak tergoda, lalu kembali menatap kertas di tangannya. Ternyata memiliki tubuh sempurna dan wajah yang tampan rupawan tidak selamanya menguntungkan. Adakalanya justru membawa dampak buruk, terbukti Madam Velove lebih memilihnya daripada Rudolf yang berkulit hitam pekat dan Tommy yang bertubuh lebih pendek untuk menggantikan aktor yang tiba-tiba mengalami kecelakaan.

"Rudolf dan Tommy bisa terlihat enjoy dengan pekerjaan ini, jadi aku juga pasti bisa melakukannya," Aarick menguatkan dirinya karena harus menyerah dengan keadaan.

Jika dibandingkan dengan kedua sahabatnya, Aarick lebih beruntung karena selama ini hanya dijadikan sebagai bodyguard, sedangkan Rudolf dan Tommy telah menjadi pemain sekaligus kru dalam pembuatan film panas tersebut sejak keduanya masih berusia 17 tahun.

Tidak berselang lama, asisten Madam Velove yang bernama Bayu keluar dari sebuah ruangan untuk memanggil Aarick dan para kru lainnya. Pria yang sedikit gemulai itu menepuk kedua tangan dengan suara setengah berteriak agar semua mendengar aba-aba darinya.

"Perhatian, semuanya, syuting akan segera dimulai!"

Semua yang ada di dalam ruang tamu pun segera bergegas menuju ruang utama, termasuk Aarick yang mau tak mau harus kuat mental untuk menghadapi dunia barunya.

Di sebuah ruangan mewah dan luas, Aarick diperkenalkan dengan seorang wanita bernama Gisel.

Wanita itu adalah seorang artis pendatang baru yang sengaja menawarkan diri untuk beradegan panas dalam rumah produksi Madame Velove.

Aarick mengulurkan tangan pada wanita berparas cantik itu, melempar senyum seadanya pada wanita yang usianya 5 tahun lebih tua darinya. 'Sungguh wanita murahan, sudah memiliki pekerjaan yang bagus, tapi masih mencari jalan pintas,' pikir Aarick

"Gisel," ucap wanita blasteran itu dengan senyum mengembang di bibirnya. Dia menatap Aarick dari atas hingga bawah, lalu memuji dalam hati, 'Sungguh pria yang tampan, gagah, dan perfecto, jika pasanganku begini terus, tiap malam pun aku mau beradegan panas dengannya.'

Paras tampan Aarick tidak jauh beda dengan pemeran utama yang telah mengalami kecelakaan bahkan bagi semua orang yang berada dalam ruangan itu, Aarick jauh terlihat lebih sempurna dan mempesona.

"Kita mulai sekarang!" Madam Velove kembali memberi perintah, lalu dia mengikuti dua orang rekannya yang duduk di sebuah sofa yang tidak jauh dari ranjang.

Sedangkan para kru sudah mulai melakukan tugas masing-masing.

Kamera telah on. Semua siap sedia dengan tugas masing-masing.

Begitu juga dengan Aarick. Pria itu berjalan menuju ranjang yang telah dipenuhi bunga-bunga dari berbagai jenis dan warna.

Sesuai skenario, malam itu Aarick dan Gisel akan melakukan adegan malam pertama.

Tampak Gisel duduk anggun di atas ranjang dengan hanya menggunakan lingeri berwarna merah marun. Wanita itu menunggu kedatangan Aarick dengan gaya yang sangat menggoda.

Wanita itu juga sudah tidak sabar ingin melihat isi di balik pakaian formal yang sedari tadi membalut tubuh sempurna Aarick. Dia berkali-kali menelan ludah dan seketika imaginasi bercintanya semakin liar.

Di depan para kru, Aarick benar-benar membuang rasa malu dan gugup yang menderanya. Meski ini adalah yang pertama kalinya, dia berusaha keras menampilkan ekspresi penuh bergairah.

Aarick mulai melepas jas hitam dan kemeja putih yang membalut tubuh atletisnya, lantas melempar kedua benda itu di sembarang tempat. Berikutnya, Aarick juga melepas celana panjangnya hingga tersisa celana dalam saja.

"Oh my God ...." Tatkala melihat tubuh sixpack Aarick, juga tonjolan dalam celana dalam pria macho itu, Gisel dapat membayangkan sejauh mana kemampuan pasangannya itu. Sepanjang adegan, dia pasti akan mendesah karena kenikmatan surga dunia.

Kedua bola mata Gisel pun membelalak tak berkedip dengan mulut menganga.

Aarick dapat menyadari betapa Gisel takjub, terkesima melihat penampilannya yang begitu sempurna. Otot-otot yang membentuk tubuh Aarick membuatnya jauh lebih tampan seperti mengundang setiap wanita untuk mendekatinya.

Untuk yang ke sekian kalinya, Gisel menelan ludah. Ini pertama kali dia mengagumi sosok seorang pria secara berlebihan hingga tidak sanggup untuk berbasa-basi lagi.

"Terjang aku, Baby!"

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
5 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status