LOGINAwalnya terpaksa menggantikan pemeran utama pria dalam pembuatan film dewasa dan Aarick pikir sekali saja, tapi sekali itu tidak cukup. Wajahnya yang rupawan bak dewa Yunani, tubuh kekarnya, tatapannya yang liar, dan stamina bercintanya yang tidak masuk akal membuat banyak wanita ketagihan, termasuk atasannya sendiri. Dari dunia film panas, Aarick kecemplung ke dunia escort kelas atas — tempat rahasia, harga, dan hasrat diperjualbelikan tanpa nama. Bertahun-tahun dia jadi legenda dalam dunia maksiat, sampai satu tawaran mengubah segalanya. Layar Lebar. Rick nocturne, Sang pria Perkasa berubah menjadi Mega bintang. Kini dunia mengenalnya sebagai Rick nocturne, Sang Mega Bintang. Pria perkasa yang ditakuti lawan, dipuja penggemar. Tapi di balik gemerlap itu, hanya Aarick yang tahu harga apa yang sudah dia bayar untuk mahkota itu.
View More84.Kota Jabadia, 10 hari setelah malam di Praha.Ruang konferensi pers hotel Aston dipenuhi wartawan. Poster "Crimson Protokol" terpampang di belakang panggung. Wajah Rick Nocturne dengan tatapan tegas dan wanita-wanita pemeran pendukung memenuhi layar besar.Erick Mayer menepuk mikrofon pelan. “Baik, sesi tanya jawab dimulai. Satu pertanyaan per orang.”Tangan pertama yang terangkat milik Dessy, reporter senior dari salah satu media ternama. Wanita itu tersenyum tipis, seperti orang yang sudah memegang kartu truf.“Tuan Nocturne, kami telah memutar thriller flim perdana Anda berulang kali dan itu membuat kami takjub, kami juga tidak sabar untuk menonton filmnya, tapi sekarang yang ingin saya tanyakan adalah gosip yang beredar sebelum penayangan film ini yang mana publik di kota Jabadia juga mulai bertanya-tanya. Benarkah Anda dulunya bekerja sebagai pendamping pribadi untuk klien VIP? Dan apakah debut film ini adalah cara Anda mencuci nama?”Ruangan mendadak sunyi. Beberapa kamera l
83Harry menyeringai. “Industri ini belum selesai denganmu, Aarick. Dan aku belum selesai denganmu juga. Dulu kau mempermalukanku hingga aku dideportasi. Sekarang giliranku.”Air di wastafel berhenti menetes. Sunyi hanya dipecah oleh suara napas mereka berdua.Aarick yang marah mengepalkan kedua tinjunya, menunjukkan sisi keperkasaannya sebagai pria yang dominan.Tapi menyaksikan itu, senyum Harry tiba-tiba berubah. Matanya menyipit, menatap Aarick dari atas sampai bawah seperti menilai barang yang tiba-tiba jadi berharga lagi.“Little bastard,” gumam Harry pelan, hampir seperti mengagumi. “Setelah lama tak bertemu, kau malah semakin menjadi, kau membuatku lebih gila.”Aarick mengerutkan alis. “Maksudmu?”Harry menghela napas panjang, dadanya naik turun. “Jangan pura-pura tidak tahu. Kau selalu begitu. Dingin, keras, tapi ada sesuatu dari caramu berdiri, caramu marah dan menatap… yang membuat orang gila.”Harry melangkah maju setengah langkah lagi. Suaranya berubah, lebih rendah, lebi
82.Harry yang duduk santai, gelas wine di tangan, senyum tipis di bibir. Seperti orang yang baru saja menang undian. "Finally," ujarnya pelan.Aarick membeku setengah detik. Ingatan beberapa bulan lalu, tawaran palsu dengan bayaran fantastis, hotel berdarah, rayuan pria belok itu, lalu pukulan bertubi-tubi yang mendarat di rahang Harry, muncul sekaligus.Jadi, kita bertemu lagi.Anne masih bicara, tapi Aarick sudah tidak mendengar. Ruangan yang tadinya ramai tiba-tiba terasa sunyi. Hanya ada dia dan Harry, dan dendam yang belum selesai.*Malam berjalan terus, selain Anne, banyak wanita cantik dari kalangan atas duduk di sana. Anak pengusaha, putri diplomat, model yang wajahnya sering muncul di sampul majalah Eropa. Mereka datang bukan hanya untuk bisnis, tapi juga untuk melihat langsung Aarick yang mereka dengar memiliki pesona yang memabukkan.Dan di antara mereka, ada Anita.Anita berdiri dekat bar kecil, mengenakan gaun silver mewah dan membuat siluetnya semakin tajam. Rambut hit
Aarick belum melihat sosok Harry. Dia masih berbisik pelan dengan Erick, tidak sadar bahwa puluhan meter dari sana, orang yang pernah dia permalukan sedang menatapnya dengan tatapan penuh perhitungan.Harry meletakkan gelasnya perlahan. Jantungnya berdetak lebih cepat, tapi bukan karena takut. Ini kesempatan. Kesempatan yang tidak dia rencanakan, tapi datang sendiri.Di kepalanya, rencananya sudah berjalan.Kalau dia membuka mulut sekarang, di depan semua orang penting ini, satu kalimat saja cukup untuk mengungkit skandal lama itu.Dia melangkah maju satu langkah, gelas wine di tangan satunya berayun pelan.Aarick masih belum menoleh, dan di sekelilingnya, tamu lain terus berbincang.Harry menarik napas, bersiap memanggil nama Aarick keras-keras. Satu teriakan saja, dan semua mata yang sudah tertuju pada kedatangan Aarick akan berubah arah padanya.“Ar—”"Rick Nocturne!”Suara itu memotong lebih cepat. Nyaring, ceria, dan terlalu dekat.Seorang wanita dalam gaun hitam tanpa lengan mel
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews