MasukWhoossh!Pedang Aruna muncul di tangan Nathan. Aura agung yang luar biasa langsung meledak dari tubuhnya dan menyapu seluruh Aula Elysium.“Kalau begitu, cobalah!” Loyd mendengus dingin.Detik berikutnya, telapak tangan raksasa kembali muncul di langit dan menekan turun dengan kekuatan yang mampu mengguncang gunung.Nathan menggenggam Pedang Aruna erat-erat.Bzztt!Pedang itu bergetar hebat. Ribuan energi pedang meledak dari bilahnya sebelum melesat ke langit seperti hujan meteor dan menghantam telapak raksasa tersebut.Slasssh!Telapak tangan emas itu langsung tercabik dan lenyap di bawah rentetan energi pedang.Mata Loyd berkedut. Tanpa ragu, dia mengeluarkan sebuah untaian manik-manik yang memancarkan cahaya keemasan. Tangannya mulai memutar manik-manik itu satu per satu, sementara lantunan mantra terus menggema di udara.Sebuah bayangan raksasa perlahan muncul di belakang tubuhnya. Cahaya suci langsung memenuhi seluruh Aula Elysium hingga area itu tampak seperti tanah suci yang tu
Bzztt!Sinar yang terpancar bahkan lebih menyilaukan daripada matahari.“Aku semula masih ingin menyelamatkanmu, tetapi sayangnya kamu tidak memiliki kebijaksanaan. Sepertinya kamu hanya bisa bereinkarnasi dan mencari pencerahan di kehidupan berikutnya!”Setelah berkata demikian, Loyd perlahan mengangkat telapak tangannya lalu melafalkan mantra.Dalam sekejap, seluruh Aula Elysium diselimuti cahaya emas. Pancaran yang turun dari langit itu perlahan berkumpul dan membentuk sebuah telapak tangan raksasa. Tekanan mengerikan memancar dari telapak tersebut sebelum langsung menekan ke arah Nathan.Nathan hanya merasakan tekanan luar biasa seolah sebuah gunung raksasa jatuh di atas tubuhnya. Tubuhnya terus tenggelam ke bawah, sementara kedua kakinya sudah tertanam jauh di dalam tanah.“Bocah, kamu hanyalah seorang Sovereign menengah. Untuk apa memaksakan diri sampai sejauh ini?” Loyd menatap Nathan dengan dingin, lalu telapak tangannya kembali ditekan perlahan.“Kamu harus mengerti bahwa dew
"Seorang pendeta sepertimu justru mencelakai gadis-gadis tak berdosa dan mengaku menganut ajaran kebahagiaan dalam meditasi. Jika sampah sepertimu tidak dibunuh, lalu siapa lagi yang pantas mati?" Setelah mengucapkan itu, Nathan mengangkat tangannya dan menghantamkannya ke arah kepala Dragnan.Mata Dragnan membelalak. Ia menjerit ketakutan, tetapi segera menyadari bahwa telapak tangan Nathan tidak benar-benar menghantam kepalanya, melainkan menempel di atas ubun-ubunnya.Detik berikutnya, sebuah daya hisap yang mengerikan meledak.Energi di dalam tubuh Dragnan mengalir deras keluar dan tersedot tanpa henti. Wajahnya langsung dipenuhi kepanikan. Ia berusaha melepaskan diri, meronta sekuat tenaga, tetapi semuanya sia-sia.Ia hanya bisa merasakan tubuhnya semakin lemah. Hingga akhirnya seluruh daging di tubuhnya mengering, kulitnya mengeriput, dan nyawanya perlahan menghilang sebelum berubah menjadi prajurit neraka kering.Entah sudah berapa banyak gadis yang diisap oleh Dragnan demi mem
Buku Resonansi Dunia memang tidak mampu mengenali manusia, tetapi prajurit neraka ini bukan manusia dan juga bukan prajurit neraka dalam arti sebenarnya. Mereka disempurnakan dari berbagai material khusus dan lebih tepat disebut sebagai benda hidup.Karena itulah, Buku Resonansi Dunia mampu mengungkap seluruh rahasia mereka.Melihat Nathan tiba-tiba tersenyum lebar, semua orang tercengang dan tidak memahami apa yang sedang terjadi. Mereka bahkan mengira pria itu sudah kehilangan akal."Hahaha! Jadi prajurit neraka yang katanya tidak bisa mati dan tidak bisa dimusnahkan ini tetap memiliki kelemahan!" Tawa Nathan menggema di seluruh Aula Elysium.Sesaat kemudian, nyala api biru pucat—Api Meditasi—muncul di telapak tangannya.Nathan mengibaskan tangannya dengan santai dan kobaran api langsung menyebar ke seluruh penjuru. Api biru pucat itu seketika menyelimuti para prajurit neraka dan mulai membakar mereka dengan ganas.Begitu melihat pemandangan tersebut, ekspresi Dragnan langsung berub
Tanpa memberi waktu sedikit pun, para prajurit neraka kembali menerjang ke arah Nathan, sedangkan Nathan menyambut mereka tanpa menunjukkan sedikit pun tanda kelemahan.Bentrokan kembali terjadi.Setelah pertarungan singkat itu, tubuh para prajurit neraka kembali dipenuhi luka. Beberapa kehilangan lengan dan kaki akibat dihancurkan oleh Nathan, bahkan salah satu dari mereka kepalanya meledak karena pukulan yang dilayangkan Nathan.Nathan sedikit mengernyit. Ia tidak percaya Dragnan masih mampu menghidupkan kembali prajurit neraka yang bahkan sudah kehilangan kepala.Namun, tepat di hadapannya, Dragnan sekali lagi melafalkan mantra.Di bawah cahaya redup yang menyelimuti tubuh mereka, para prajurit neraka yang anggota tubuhnya hancur mulai memulihkan diri. Lengan dan kaki yang patah tersambung kembali, sementara prajurit neraka yang kepalanya telah meledak juga pulih seperti semula.Pemandangan itu membuat Nathan tercengang. Prajurit neraka memang tidak mengenal rasa takut dan tidak me
Pemandangan itu membuat Magnus tercengang.“Hahaha! Rasa seorang wanita memang selalu nikmat.” Dragnan kembali tertawa keras.Lengan jubahnya berkibar pelan dan ruang di hadapannya mendadak bergetar. Gelombang aneh menyebar ke segala arah.Tak lama kemudian, beberapa prajurit neraka perlahan muncul dari dalam tanah. Penampilan mereka sangat mengerikan. Tubuh pucat itu memancarkan aura dingin dan menyeramkan yang membuat orang merinding.Nathan menyipitkan matanya. Dia segera menyadari bahwa setiap prajurit neraka tersebut memiliki kekuatan setara seorang Sovereign. Namun, setelah mengamatinya beberapa saat, dia menemukan sesuatu yang janggal.Prajurit neraka itu jelas bukan hasil pemurnian dari tubuh manusia biasa. Tidak mungkin seseorang bisa mendapatkan begitu banyak prajurit neraka milik seorang Sovereign.Terlebih lagi, prajurit neraka yang disempurnakan dari jasad asli biasanya akan mengalami penurunan kekuatan yang sangat besar. Untuk menciptakan prajurit neraka sekuat ini, seti
Frank mengangguk. “Tuan Wilbert memintamu untuk menunggu, biarkan saja.” Gadis itu melangkah ke samping, dan Wilbert melangkah maju lalu meraih tangan kanan Rizetzy. Melihat lima jari tangan Rizetzy yang menjadi hitam pekat, dan darah terus mengalir dari jari-jarinya dan ada bau busuk. “Tuan Frank,
“Kamu benar-benar tinggal di sini!” Setelah melihat Nathan, Jane tersenyum bahagia. “Kamu?! Bagaimana kamu bisa menemukan tempat ini?” Nathan kaget dan diam-diam menoleh ke arah Sarah. Kalau dua orang ini bertemu, bagaimana dia harus menjelaskannya? Terutama Jane, wanita yang memandangnya dengan pen
“Dia?!” Tiga tetua itu seperti bertemu dengan musuh besar, dan aura membunuh tiba-tiba menguar dari dalam tubuh mereka. “Tunggu! Kalian diam, dengarkan penjelasanku dulu!” Sasinmyu bergegas menghalangi tiga orang itu, lalu menjelaskan. “Kak Sasimu, aku tidak mati, Tuan Nathan yang mengeluarkan laba-
Brak!Kreek!Beverly yang ada di samping Sarah melihat ini tiba-tiba menyambar belati itu dan mematahkan pergelangan pemuda itu.“Masih begitu muda, tapi sudah begitu berani?!” Beverly menatapnya dengan sangat marah.Nathan juga mengernyitkan keningnya saat ini, dia tidak ingin membuat perhitungan denga







