Kembalinya Kaisar Abadi

Kembalinya Kaisar Abadi

last updateDernière mise à jour : 2026-02-25
Par:  Mr. MysteryMis à jour à l'instant
Langue: Bahasa_indonesia
goodnovel16goodnovel
Notes insuffisantes
11Chapitres
23Vues
Lire
Ajouter dans ma bibliothèque

Share:  

Report
Overview
Catalog
Scanner le code pour lire sur l'application

Lima tahun lalu, sebuah kecelakaan membawanya pergi ke dunia asing. Lima ribu tahun kemudian, dia kembali dan menemukan bahwa lima tahun baru berlalu di bumi. Tapi semuanya tidak sama lagi. Kedua orangtuanya telah mati dalam sebuah kecelakaan aneh. Adik perempuannya putus sekolah, dan wanita yang selama ribuan tahun dia rindukan tidak diketahui keberadaannya. Namun, yang benar-benar membuatnya tak bisa berkata-kata adalah seorang gadis kecil yang jelas-jelas putrinya malah memanggil adik kandungnya sendiri "Mama." Apa yang terjadi? Seseorang harus memberikan penjelasan!

Voir plus

Chapitre 1

Gadis kecil

"1 Februari 2022."

Suara yang mengandung keterkejutan dan sedikit antisipasi bergumam di pusat kota.

Pria dengan pakaian aneh berupa jubah putih polos, dan berambut panjang sepinggang itu menatap papan iklan LED di kejauhan dengan pandangan berkaca-kaca.

"Lima ribu tahun di alam Abadi... Ternyata hanya lima tahun di bumi. Bukankah berarti mereka masih hidup?"

Dengan antisipasi di wajahnya, pria itu mulai menutup matanya, dan saat tubuhnya terdiam, udara tampak mulai membeku. Kesadaran yang tak terlihat menyebar ke seluruh kota, dan menyelimuti semuanya sampai ke seluruh penjuru. Semua hal dan sebagainya tidak lepas dari kesadaran jiwanya.

"Ugh..."

Sampai akhirnya suara tersedak dan batuk darah terjadi, dia akhirnya menghentikan kegiatannya. Namun wajahnya yang pucat menunjukkan ekspresi kegembiraan dan kebahagiaan. Memandang ke arah kejauhan dengan senyum di bibirnya yang berdarah, dia tidak bisa menahan diri untuk tidak tersenyum lebar.

Karena lima kilometer di arah barat daya, dia menemukan ada seseorang yang memiliki ikatan darah dengan dirinya.

Saat itu juga, sosoknya tiba-tiba menjadi kabur, dan menghilang di tempatnya. Ketika muncul kembali, dia sudah berada di depan sebuah pintu rumah kontrakan kumuh, kecil dan pengap.

Arya Ananta, itulah nama orang dengan pakaian tidak biasa itu. Tapi dia bukanlah orang biasa ataupun orang aneh yang sedang mengalami gangguan jiwa. Dia adalah manusia yang menjadi Dewa. Kaisar Abadi Giok.

Lima tahun lalu, saat Arya dan rombongannya melakukan pendakian di gunung Himalaya, secara tak sengaja dia jatuh dari tebing. Tapi dia tidak mati, melainkan pergi ke dunia yang asing. Dunia di mana ada orang-orang yang bisa terbang dan berkultivasi. Hidup sepanjang masa selama semesta ada. Menghancurkan gunung dan mengeringkan lautan bukan lagi dongeng.

Di sana, dengan bakat luar biasa yang dia miliki, Arya, dari manusia biasa akhirnya berhasil menjadi eksistensi Kaisar Abadi Giok hanya dalam kurun lima ribu tahun. Dihormati dan dipuja oleh miliaran makhluk di alam Abadi.

Tapi dia tidak puas!

Mengingat asal-usulnya, dia merindukan ibu, ayah, dan adik perempuannya, serta orang yang paling dicintainya. Meskipun dia sudah tahu bahwa manusia biasa tidak akan hidup selama lima ribu tahun, hatinya tetap merindukan kampung halaman.

Jadi beberapa waktu yang lalu, Arya Ananta memutuskan untuk meninggalkan semua keistimewaan dan istananya di surga, mulai melakukan perjalanan lintas alam menuju tempat kelahirannya.

Menerobos ruang angkasa yang gelap dan melewati berbagai macam turbulensi yang berbahaya, mengorbankan semua harta karun serta kekuatannya, sebelum akhirnya dia tiba di bumi.

Setelah melewati beberapa macam jalan dan tempat, Arya akhirnya tiba di sebuah pintu kontrakan kecil—pintu kayu yang tampak usang dan kotor.

Sekarang, akhirnya dia tiba di sebuah tempat yang memiliki ikatan darah dengan dirinya. Sejujurnya dia tidak tahu siapa yang ada di sana, tapi dia merasa emosional dan ragu-ragu untuk mengetuk pintu.

Lima tahun di bumi, dan lima ribu tahun di dunia abadi, itu bukanlah waktu yang lama bagi keluarganya, tapi bagi dirinya, itu adalah perjalanan waktu yang sangat panjang!

Sudah sering dia memikirkan kejadian seperti ini, tapi saat dia sudah tiba di sini, dia merasa hatinya masih berdegup kencang. Campuran antara rasa takut dan kebahagiaan.

Bagaimana jika keluarganya tidak mengenalinya nanti? Atau bagaimana jika mereka tidak menerimanya lagi?

Kekhawatiran demi kekhawatiran membuat Arya ragu-ragu cukup lama sebelum akhirnya dia mengangkat tangannya.

"Tok... tok...!"

"Ahhh!" Suara terkejut terdengar dari dalam, dan dari suaranya, sepertinya adalah seorang gadis kecil.

"Mama... Apakah Mama sudah pulang?"

Alis Arya berkerut dan terkejut saat mendengar pertanyaan itu.

"Seorang gadis kecil?"

Lebih terkejut lagi setelah pintu terbuka, dia melihat seorang gadis kecil dengan tinggi kurang dari satu meter, berwajah polos, dan bermata besar muncul di hadapannya.

"Ma—?" Gadis kecil itu juga tampak terkejut dan berhenti saat melihat Arya. Tapi tak lama kemudian dia buru-buru menutup pintu dengan keras.

"Brak!"

Suara keras itu tampak menusuk jantung Arya, membuatnya terdiam dan tercengang dengan kepala yang berdengung.

"Tidak mungkin!"

Dia tidak ingin mempercayainya, tapi kenyataan ada di depannya!

Gadis kecil barusan sebenarnya adalah garis keturunan langsung darinya! Bukan garis keturunan melalui kerabat atau keluarga, tapi benar-benar daging dan darah yang terlahir dari dirinya sendiri!

Tapi, bagaimana mungkin dia memiliki seorang anak?

Otak Arya kosong!

Tubuhnya menegang, dan jantungnya berdegup kencang tak terkendali.

Selama ribuan tahun lamanya, ini adalah pertama kalinya Arya mengalami kejadian seperti ini. Seorang Kaisar Abadi yang tak pernah ragu dan goyah dengan hati Dao sekeras batu—kemunculan gadis kecil itu segera membuatnya kewalahan!

"Lana..."

Arya mulai mengingat sosok wanita cantik, lembut, dan sedikit polos di masa-masa kuliahnya dulu. Seorang wanita yang selalu muncul dalam ingatannya selama ribuan tahun, dan salah satu wanita terpenting yang membuatnya memutuskan untuk kembali ke bumi.

Lana Wijaya. Wanita yang tak pernah dia lupakan itu—apakah dia melahirkan seorang gadis kecil saat dirinya menghilang? Tapi, kenapa gadis ini sendirian dan tinggal di tempat kumuh seperti ini?

Arya kembali ragu-ragu sebelum menarik napas dalam-dalam dan kembali mengetuk pintu.

"Tok... tok..."

"Gadis kecil, ayo buka pintunya lagi. Aku bukan orang jahat."

Tidak ada jawaban dari dalam rumah.

Arya kembali berbicara, "Adik kecil yang manis, tolong buka pintunya. Lihat, aku punya sesuatu yang menarik untukmu..."

Masih tidak ada jawaban dari dalam, seolah-olah gadis kecil tadi tidak pernah ada.

Arya tidak menyerah. Dia mencoba berbagai cara membujuk—permen, mainan, bahkan Pokémon. Tapi pintu tetap tertutup rapat. Dia bisa mendengar langkah kaki kecil di balik pintu. Gadis itu mendengarkan, tertarik... tapi tetap tidak membuka.

Untuk pertama kalinya dalam ribuan tahun, seorang Kaisar Abadi merasa... tidak berdaya.

Untuk beberapa alasan, Kaisar Abadi yang ditakuti dan dipuja-puji oleh seluruh makhluk abadi menjadi tidak sabar, marah, dan panik.

Ini tidak masuk akal!

Sejujurnya, jika Arya mau, dia bisa menghancurkan pintu ini dalam sekejap. Tapi dia tidak bisa melakukannya. Bagaimana jika itu nanti malah membuat gadis kecil—yang kemungkinan memang anaknya—menjadi takut dan malah membencinya?

Kaisar Abadi ditakuti dan dibenci oleh putrinya sendiri? Bagaimana Arya akan menjadi seorang ayah nanti?

"Huuuhh..." Setelah menarik napas dalam-dalam dan menenangkan hatinya, Arya kembali berbicara dengan nada yang sedikit lebih serius. "Adik, apakah nama ibumu Lana Wijaya?"

"Bukan!" Kali ini ada tanggapan dari dalam, dan bahkan pintunya juga kembali dibuka. Namun, jawaban yang gadis itu berikan selanjutnya membuat Arya tercengang dan bahkan ketakutan.

"Nama ibuku adalah Aruna!!"

"Apa!?"

Mata dan mulut Arya melebar, tercengang dan terdiam dengan jawaban yang gadis itu berikan.

"Tidak mungkin..." Arya sama sekali tidak ingin mempercayai apa yang dia dengar, dan kembali bertanya dengan penuh keyakinan, "Jangan berbohong! Nama ibumu Lana, kan?"

Ekspresi gadis itu segera cemberut dan marah saat mendengar pertanyaan itu, bahkan mulai menatap Arya dengan tatapan tajam menggunakan kedua matanya yang polos dan berkaca-kaca.

"Ibuku adalah Aruna Ananta seorang! Om bodoh dan tuli!?"

"Ini... Ini..."

Kaisar Abadi Giok kali ini benar-benar ketakutan dengan jawaban tegas dan jujur gadis kecil itu. Karena dalam ingatannya, Aruna Ananta adalah nama dari adik perempuannya!

Adik perempuan kecil yang lima tahun lalu masih terlihat polos dan lugu! Jadi, bagaimana mungkin adik perempuannya memiliki seorang anak? Apalagi, gadis kecil ini mengatakan bahwa dia adalah anak dari adik perempuannya?

Bagaimana mungkin!?

Bagaimana mungkin Arya dan Aruna, adik perempuannya sendiri memiliki seorang anak?

Ini tidak masuk akal!!!

___

(\_/)

( •.• )

/>♥️

Déplier
Chapitre suivant
Télécharger

Latest chapter

Plus de chapitres

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Pas de commentaire
11
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status