LOGINLima tahun lalu, sebuah kecelakaan membawanya pergi ke dunia asing. Lima ribu tahun kemudian, dia kembali dan menemukan bahwa lima tahun baru berlalu di bumi. Tapi semuanya tidak sama lagi. Kedua orangtuanya telah mati dalam sebuah kecelakaan aneh. Adik perempuannya putus sekolah, dan wanita yang selama ribuan tahun dia rindukan tidak diketahui keberadaannya. Namun, yang benar-benar membuatnya tak bisa berkata-kata adalah seorang gadis kecil yang jelas-jelas putrinya malah memanggil adik kandungnya sendiri "Mama." Apa yang terjadi? Seseorang harus memberikan penjelasan!
View MoreTak ada pilihan, Arya mulai mengarang kebohongan bahwa hilangnya dirinya adalah setelah kecelakaan mendaki gunung lima tahun lalu, ia di selamatkan oleh penduduk setempat, dan mengalami hilang ingatan. Baru beberapa bulan ini akhirnya ia mengingat kembali siapa dirinya, dan memutuskan untuk kembali. Lalu tiba-tiba menemukan jika dia telah memiliki seorang putri yang berusia lima tahun. Sedangkan untuk Lana, Arya samar-samar dan tidak jelas hanya mengatakan jika wanita itu memiliki hal-hal penting yang harus di selesaikan, dan tidak bisa merawat Kiara. Dia juga tidak menjelaskan kenapa dan kemana Lana pergi. Saat ini, dirinya sedang mencoba untuk mencarinya. Tentu saja, saat Gavin mendengar cerita itu, dia sama sekali tidak mempercayai kebohongan tak masuk akal semacam itu. Tapi sebagai orang yang paling mengenal Arya, Gavin tahu bahwa temannya ini jarang berbohong jika bukan karena sesuatu yang serius. Dan karena Arya tidak mengatakan yang sejujurnya, Gavin tahu bahwa Arya masih m
Pagi hari keesokan harinya. Arya yang telah memberikan alamat hotelnya kepada Gavin sedikit terkejut saat melihatnya datang pagi-pagi sekali. Intinya bukan pada waktu ia datang, melainkan penampilannya yang lesu dengan kelompok mata yang hitam, tampak tidak tidur semalaman. Bahkan dari balik kacamatanya, Arya bisa melihat matanya yang merah dan berair. "Ada denganmu?""Ahaha, memang apa yang terjadi padaku? Bukankah aku hanya datang ke tempatmu?" Gavin tampak sama sekali tidak peduli dengan tatapan aneh Arya, dan begitu saja masuk ke dalam. Menyaksikan hotel tempat ia tinggal, diam-diam dia mengangguk dan tampak puas, apalagi saat ia menyaksikan beberapa botol minuman dan cemilan yang telah Arya persiapan di ruang tamu. "Aku tidak menyangka bahwa orang hemat dan pelit sepertimu di masa lalu akan bisa menikmati hidup dengan baik di masa sekarang. Tampaknya lima tahun ini kau tidak hanya menghilang tiba-tiba, tapi juga telah melakukannya banyak hal. Sungguh membuatku kagum." Arya
Lana Wijaya. Meskipun ingatan Arya sedikit kabur, wanita itu memang wanita dengan temperamen dan sosok yang luar biasa dalam ingatannya. Bahkan juga bertahan selama beberapa ribu tahun di dunia lain. Kini, setelah ia kembali tapi belum sempat melihat atau menemukan keberadaannya, Arya tidak tahu, seperti apa dia sekarang? Apakah wanita itu masih baik-baik saja? Ataukah sedang dalam keadaan yang membutuhkan genting dan sangat membutuhkan bantuan? Arya tidak tahu, dia hanya tahu bahwa perjalanannya kali ini adalah untuk mencari keberadaannya. Pertanyaan karyawan itu juga sekali lagi mengingatkan dirinya untuk segera mencari keberadaan Lana agar tidak menyesal dikemudian hari. "Tuan, apakah anda baik-baik saja?" Karyawan toko itu tidak bisa untuk tidak bertanya dengan khawatir saat melihat Arya tiba-tiba terdiam cukup lama, dan tampak tidak berada di tempatnya. Pertanyaan itu segera membuat Arya sedikit terkejut dan tersadar sebelum tiba-tiba tersenyum. "Tidak ada apa-apa. Aku ha
Gadis kecil itu juga tidak bisa menahan senyumannya dan terlihat cukup bangga dengan dirinya sendiri. Tanpa ragu-ragu ia juga mulai bertanya pada Robert, "Kakek Viona, apakah aku lebih cantik dan menggemaskan daripada Viona?" "Hehehe..."Pria tua yang tampak jauh lebih sehat dan baik daripada sebelumnya itu tiba-tiba terkekeh dan tersenyum. Tapi dia tidak menjawabnya dengan jelas selain penjelasan yang abu-abu. "Kalian berdua adalah mahkluk yang menggemaskan. Seperti seekor kupu-kupu dan bunga teratai. Sangat indah dan enak di pandang bersama-sama." "Hmp!" Kiara tampak cemberut dan tidak puas dengan jawaban itu. Mengetahui jawabannya tidak memuaskan gadis kecil itu, Robert hanya bisa terkekeh pelan dan memberikan beberapa bungkusan yang telah ia persiapkan sebelumnya. "Lihat, kakek memberikan beberapa camilan, dan permen untuk Ara. Apakah kamu suka?" "Camilan?" Gadis kecil itu segera bersemangat dan tanpa ragu-ragu mengambil bungkusan yang Robert berikan. Tanpa sedikitpun rasa






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews