登入Tanpa membuang waktu, Nathan langsung mengayunkan palu itu ke arah Genderang Sembilan Naga.GOOONGGG—!Suara genderang yang dalam dan menggema seketika memenuhi seluruh alun-alun. Dentangannya mengalir panjang seperti arus sungai yang tak pernah berhenti, membuat hati semua orang ikut bergetar.Kali ini tidak ada seekor naga emas pun yang muncul. Namun, suara genderang itu terus bergema selama sepuluh menit penuh.Selama sepuluh menit tersebut, seluruh alun-alun seolah membeku. Tidak ada seorang pun yang berani bergerak karena perhatian mereka sepenuhnya terseret oleh suara genderang yang memenuhi udara.Baru setelah dentang terakhir menghilang, semua orang perlahan tersadar. Mereka saling berpandangan dengan wajah pucat.Jika Nathan memanfaatkan kondisi mereka selama sepuluh menit tadi untuk menyerang, kemungkinan besar tidak seorang pun di antara mereka mampu bertahan.“Sekarang kau percaya?” Nathan menoleh kepada Julian.Julian tidak menjawab. Wajahnya menunjukkan keraguan, keterke
Julian pun merasakan ada sesuatu yang tidak biasa. Ia sedikit mengernyit sebelum bertanya kepada Nathan, “Nathan, mengapa kau bisa membuat Genderang Sembilan Naga menyusut? Dan mengapa kau langsung menyimpannya?”“Apakah kau mengetahui rahasia genderang itu sehingga mampu menghasilkan sembilan naga emas hanya dengan satu pukulan?”Nathan mengangguk tenang. “Benar, aku memang mengetahui rahasianya. Dan Genderang Sembilan Naga itu memang milikku.”Begitu kata-kata tersebut keluar, seluruh alun-alun langsung gempar.Julian menatap Nathan dengan penuh keterkejutan. Ia sama sekali tidak mengerti bagaimana artefak yang telah berada di tempat itu selama ratusan tahun bisa tiba-tiba menjadi milik Nathan.“Nathan, jangan bercanda!” Giga langsung membantah. “Genderang Sembilan Naga sudah berada di sini selama ratusan tahun. Berapa umurmu? Bagaimana mungkin benda itu menjadi milikmu?”Bukan hanya Giga yang tidak percaya. Hampir semua orang di tempat itu menganggap ucapan Nathan mustahil.Nathan
Setelah itu, sembilan pola naga yang sebelumnya memenuhi permukaan genderang perlahan menghilang. Sebagai gantinya, hanya tersisa satu pola naga besar yang melingkar di seluruh permukaannya.Nathan melangkah mendekat dan menyentuh permukaan genderang dengan telapak tangannya. Dalam sekejap, ukuran Genderang Sembilan Naga menyusut hingga hanya sebesar cangkir teh.Nathan mengangkatnya dengan satu tangan. Kemudian ia mengambil palu yang tadi digunakan untuk membunyikannya. Tanpa ragu, kedua benda tersebut langsung dimasukkan ke dalam Cincin Ruang.Tidak ada seorang pun yang sempat menghentikannya.Sejak pertama kali menyentuh palu tersebut, Nathan sudah mengetahui asal-usul dan kegunaannya melalui informasi yang muncul dari Buku Resonansi Dunia di dalam pikirannya.Palu dan Genderang Sembilan Naga ternyata merupakan artefak kuno yang memiliki kekuatan luar biasa. Itulah sebabnya Nathan sama sekali tidak panik ketika pukulan pertamanya tidak langsung menghasilkan suara. Ia sudah mengetah
GOOOOONNGGG—!Palu itu menghantam Genderang Sembilan Naga dengan keras.Semua orang menahan napas ketika Nathan menurunkan palu tersebut. Mereka menunggu suara dentangan Genderang Sembilan Naga, ingin tahu apakah pemuda dari dunia fana itu benar-benar mampu membunyikannya.Namun, sesaat setelah palu menghantam permukaan genderang, tidak terdengar suara apa pun. Tidak ada dentangan, tidak ada cahaya yang muncul, bahkan tidak ada getaran sedikit pun.Seluruh alun-alun mendadak dipenuhi tatapan bingung. Banyak orang saling memandang, tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi.Melihat Nathan mampu mengangkat palu seberat puluhan ribu kilogram dengan begitu mudah, mereka semula mengira pemuda itu setidaknya mampu membunyikan genderang sekali. Namun, bukan hanya genderang itu tidak berbunyi, Nathan juga sama sekali tidak menerima daya pantul seperti yang dialami Selena sebelumnya.“Bagaimana mungkin?” Julian menatap Nathan dengan wajah penuh kebingungan.Ia tidak mengerti apa yang sedang d
“Baiklah, waktu yang diberikan sudah habis.” Julian berdiri dari tempat duduknya. Ia menyapu pandangan ke seluruh alun-alun sebelum berkata dengan suara lantang, “Dengan ini saya umumkan bahwa Turnamen Agung Sektor Bayangan resmi—”Namun, sebelum kalimatnya selesai, sebuah sosok tiba-tiba muncul di puncak menara.“Lihat! Nathan!”Teriakan seseorang langsung menggemparkan seluruh alun-alun.Semua kepala sontak terangkat.Di bawah tatapan ratusan orang, Nathan perlahan berdiri di puncak menara. Tidak ada luka pada tubuhnya, bahkan tidak terlihat setetes darah pun. Ia justru tampak begitu santai seolah baru saja berjalan-jalan di tempat biasa.“Nathan!” Liana spontan berseru. Air mata kebahagiaan langsung mengalir dari sudut matanya ketika melihat Nathan masih hidup.Di sampingnya, Rudeus gemetar menahan amarah. Kedua tangannya mengepal begitu kuat hingga buku-buku jarinya memutih.Sementara itu, Rowan yang duduk di atas mimbar tinggi sedikit mengernyit ketika melihat putrinya begitu gem
Liana langsung meliriknya dengan tajam sebelum kembali menatap menara dengan wajah cemas. Sejak awal, dia sudah merasa tindakan Nathan terlalu berisiko. Jika tahu akhirnya akan seperti ini, dia pasti akan berusaha menghentikannya.Melihat kecemasan Liana, kebencian Rudeus terhadap Nathan justru semakin kuat. “Eldric, orang yang kau bawa itu benar-benar merepotkan. Turnamen bahkan belum dimulai, tetapi kita sudah kehilangan satu peserta dari Dune Hall.”Noor menatap Eldric dengan marah. “Jika Dune Hall kalah dalam turnamen kali ini akibat kekurangan satu peserta, seluruh kerugian sumber daya akan menjadi tanggung jawab Keluarga Island. Aula Jujutsu tidak akan ikut menanggungnya.”Bagaimanapun, mereka berasal dari Dune Hall. Setiap keluarga sebenarnya hanya memiliki satu slot peserta. Sekarang, setelah Nathan mengambil salah satu slot tersebut dan kemungkinan telah tewas di dalam menara, posisi mereka jelas menjadi lebih lemah.Eldric tidak menjawab, tatapannya tetap tertuju pada menara
Kraaak!BRAK!Selain gelombang panas, yang lebih serius adalah tekanannya yang sangat besar, dan membuat Nathan merasa seperti ada gunung yang menekan tubuhnya. Arena di bawah kaki Nathan mulai retak dan arena itu mendadak runtuh, Nathan juga terjatuh dengan cepat ke bawah arena. Dan cahaya itu sudah
Saat melihat Zidan yang mati tragis dia menangis dengan histeris. Sedangkan saat ini Harris memandangi mayat putranya, tubuhnya gemetar tidak terkendali dan matanya berubah menjadi merah. “Siapa …. Siapa yang membunuh putraku!” Harris berteriak marah, matanya melotot tajam. Aura membunuh di tubuhnya
“Tuan Nathan, ada apa?” Melihat ada yang salah dengan raut wajah Nathan, Reus bertanya padanya. Pada saat ini, detak jantung Nathan masih berdebar kencang, dan wajahnya juga memerah. Nathan mengernyitkan keningnya, meskipun dia adalah seorang pemuda yang penuh dengan gairah, tapi dengan kemampuan di
“Tuan, bagaimana kita harus menyiapkan hadiahnya?” Kepala pelayan bertanya dengan lembut. “Tunggu setelah kakak keluar, baru kita bicarakan lagi, kali ini kita harus menyiapkannya dengan baik!” Harris tidak berani mengambil keputusan, apalagi Donovan juga akan keluar dalam beberapa hari ini, dan men







