Share

Bab 254

Penulis: Imgnmln
last update Tanggal publikasi: 2024-06-17 20:00:57

“Tuan Sam, apa kita ikut masuk juga?” Seorang ahli dari keluarga Juventus bertanya.

“Iya, ikut masuk, sepertinya mereka sudah menyadari keberadaan kita dan sengaja membawa kita kemari!” Samuel dipenuhi dengan niat membunuh. “Aku ingin melihat kemampuan apa yang dimiliki orang-orang ini, sampai-sampai, harus memaksaku datang sendiri!”

Setelah berbicara, Samuel membawa empat ahli dari Keluarga Juventus memasuki gang gelap itu . Baru melangkah masuk ke dalam gang, dia sudah melihat Nathan, Ryzen
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2380

    Di dasar jurang, Nathan terus menyerap Aura Kegelapan yang memenuhi ruang tersebut. Energi yang sangat pekat itu ternyata sangat membantu pemulihan, sehingga tidak membutuhkan waktu lama sebelum kondisi tubuhnya kembali pulih sepenuhnya.Nathan membuka mata dan mendapati dirinya masih berada di atas sebuah batu bundar. Dia belum tahu apakah Osric dan kelompoknya masih berada di lembah, sehingga tidak berani mengambil risiko dengan langsung kembali ke atas.Dia kemudian berjalan ke tepian batu dan melihat ke bawah. Yang terlihat hanyalah kegelapan tanpa batas. Bahkan setelah mengerahkan pandangannya sejauh mungkin, Nathan tetap tidak mampu melihat dasar jurang ataupun memperkirakan seberapa dalam tempat tersebut.“Jangan-jangan... di bawah sana benar-benar ada neraka?”Rasa penasaran mulai mengusik pikirannya. Terlebih lagi, para mayat hidup terus muncul dari bagian bawah jurang, seolah-olah ada dunia lain yang tersembunyi jauh di bawah platform tempatnya berdiri.“Kalau jumlahnya seba

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2379

    Nathan berjalan mengitari batu tersebut untuk memeriksanya. Setelah mengamati bentuknya, dia memperkirakan diameternya mencapai sekitar seratus meter, membuat batu itu jauh lebih besar daripada yang semula dia bayangkan.Yang lebih aneh, di bawah batu tersebut tampaknya terdapat ruang kosong yang sangat luas. Seluruh batu seakan menggantung di tengah udara tanpa penyangga yang terlihat.“Tempat macam apa ini sebenarnya?” Nathan mengingat kembali bagaimana dirinya melompat ke lubang di bawah altar. Dia sama sekali tidak menyangka bahwa di balik lubang tersebut ternyata tersembunyi ruang sebesar ini.Dia mencoba melepaskan kesadaran spiritual untuk menyelidiki sekelilingnya. Namun, baru saja hendak mengerahkan kekuatannya, Nathan langsung menyadari bahwa energi spiritual di dalam dantiannya telah benar-benar terkuras.Karena tidak memiliki pilihan lain, Nathan duduk bersila di atas batu dan mulai memulihkan kekuatannya.Untungnya, tempat ini dipenuhi Aura Kegelapan dan energi jahat yang

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2378

    Harland kemudian melirik mayat-mayat hidup yang masih berdatangan. “Kita tidak perlu terus membantai mereka. Setelah kita mempelajari teknik Damian, semua mayat hidup ini justru akan menjadi sumber daya terbaik bagi kita.”Ucapan itu membuat Osric tersadar. Harland sengaja mengingatkannya agar tidak membiarkan amarah dan keinginannya membalas dendam membuatnya kehilangan keuntungan yang sudah ada di depan mata.Osric menatap mayat hidup yang telah mereka bunuh. Jumlahnya sudah sangat banyak, dan menyadari bahwa semua itu sebenarnya bisa dimanfaatkan membuat wajahnya seketika berubah.“Pergi! Tinggalkan tempat ini sekarang!” Osric segera memberi perintah.Orang-orang yang bersamanya pun mulai mundur dari lembah.Setelah tiba di pintu masuk, Osric memerintahkan anak buahnya menutup gerbang besar yang tingginya mencapai puluhan meter. Mereka tidak ingin satu pun mayat hidup melarikan diri dari lembah sebelum mereka menguasai teknik yang dibutuhkan.Rencananya sederhana. Mereka akan mempe

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2377

    Cahaya seperti gugusan bintang langsung menyelimuti tubuh Nathan. Aura kuat berputar di sekelilingnya ketika dia terus melesat menjauh, dan untuk sesaat, sosoknya tampak seperti bintang yang sedang menembus kegelapan.“Celaka! Kita tertipu! Bocah itu ternyata masih menyimpan tenaga!” Osric langsung menyadari tipu daya Nathan.Tanpa membuang waktu, dia melesat mengejar sosok yang semakin menjauh, dan orang-orang lainnya pun segera menyusul di belakangnya.Barulah mereka memahami rencana Nathan. Sejak awal, dia sengaja memancing amarah Osric agar pria itu menyerangnya dengan seluruh kekuatan, lalu memanfaatkan daya dorong dari serangan tersebut untuk melarikan diri.Nathan terus memaksa tubuhnya bergerak maju secepat mungkin. Namun, setelah mengerahkan seluruh Rune Primordial, kepalanya terasa berat dan pandangannya mulai berkunang-kunang, seolah kesadarannya bisa lenyap kapan saja.“Aku tidak boleh tidur... Aku tidak boleh pingsan...” Nathan menggigit keras lidahnya sendiri. Rasa saki

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2376

    Nathan sengaja terus menusuk harga diri Osric. Dia tahu kemarahan akan membuat seseorang kehilangan ketenangan, dan ketika pikirannya kacau, kemampuan mengamati keadaan di sekelilingnya juga akan ikut menurun.Itulah yang Nathan inginkan. Selama Osric kehilangan ketajaman pengamatannya, keberadaan Rune Primordial di dalam tubuh Nathan akan jauh lebih sulit terdeteksi.“Bocah sialan, lebih baik kau cepat mati!”Begitu mendengar kata-kata tentang mengompol, amarah Osric langsung mencapai puncaknya. Dia melangkah maju dan menghantam perut Nathan dengan kepalan tangannya.DUAGH!Tubuh Nathan seketika terlempar seperti daun kering yang diterjang badai. Dia melayang lebih dari seratus meter sebelum akhirnya menghantam tanah dengan keras hingga membentuk sebuah kawah yang dalam.Nathan sebenarnya sudah berhasil mendekati pintu masuk lembah, tetapi satu pukulan Osric kembali membuatnya terlempar jauh dari sana.“Uhuk!”Nathan menahan tubuhnya dengan kedua tangan. Seteguk darah langsung menyem

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2375

    Wajah Damian dan Banyu langsung berubah. “Mayat hidup terus keluar dari jurang ini. Kau datang kemari karena ingin membunuh mereka sebanyak mungkin.”Osric mengungkap semuanya tanpa memberi mereka kesempatan untuk membantah. “Kebetulan saja Nathan juga bersembunyi di tempat ini. Kalian kemudian menemukannya dan terjadilah pertarungan.”Ia menatap Banyu, suaranya terdengar penuh curiga. “Jadi jangan berdiri di depanku sambil mengaku bahwa semua ini dilakukan demi membalaskan kematian putraku.”Damian dan Banyu saling berpandangan. Keduanya tahu keadaan mereka telah terbongkar.Jika masalah ini tidak segera diselesaikan, tindakan mereka bisa membawa konsekuensi besar. Bukan tidak mungkin Ordo mereka akhirnya mengalami nasib seperti Ordo Sancta, dikucilkan oleh yang lain sebelum akhirnya dihancurkan.Harland kemudian memandang Damian dengan tatapan tajam. “Damian, kalau kau memang memiliki cara untuk meningkatkan kekuatan dengan membunuh para mayat hidup, kenapa tidak mengatakannya kepad

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 405

    “Ayah, besok aku juga ingin ikut bersama kalian!” Di tengah perjamuan, Jane tiba-tiba bersuara dan berkata pada Sebastian. “Sembarangan, untuk apa kamu pergi? Kami pergi ke sana bukan untuk bermain, ini bisa menjadi perjalanan hidup dan mati, kamu tetap tinggal di rumah!” Sebastian menegur Jane. “Ak

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-21
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 404

    “Perampok itu sudah mati, sekarang belum bisa dipastikan siapa yang melakukannya. Tapi, aku rasa pasti orang-orang dari Keluarga Caspian, atau Keluarga Mayo yang melakukannya!” Kata Sebastian dengan wajah murah. “Tuan Sebastian, Anda tenang saja, kami pasti akan membantu, kalau Keluarga Caspian dan

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-21
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 418

    “Hanya ini saja?” Nathan menyeringai dingin. ​ Brrak! Tiba-tiba, kaki kanan Nathan menghentak ringan, sebuah kekuatan yang sangat besar dengan Nathan sebagai pusatnya, menyebar ke segala arah. Lalu, sosok pria tersebut merasakan sebuah kekuatan yang luar biasa kuat menyerbu ke arahnya, raut wajahnya

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-21
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 407

    “Bocah, berlutut padaku dan minta maaf sekarang!" Dengus Hagen dengan kesal. "Kemudian, mungkin aku bisa mengampunimu, kamu sudah menyinggungku, dan masih berani datang ke Antarka? Nyalimu besar juga ya!” “Disini juga bukan rumahmu, aku mau kemana, ya terserah aku!” Nathan berkata sambil tersenyum d

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-21
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status