MasukVioletta Hirawan pernah hancur sebagai Istri Pajangan Jefferson Zelda. Setelah dikhianati, diceraikan, dan kehilangan calon anak kembarnya, dia mendapat kesempatan kedua tepat di hari pernikahan kontrak mereka. Kali ini, Violetta menolak menjadi pion. Dengan ingatan masa depan serta kecerdasan yang dimilikinya, Violetta membalikkan permainan dan perlahan berhasil membuat Jefferson bertekuk lutut padanya.
Lihat lebih banyak“Violetta, kamu sudah melihat konferensi pers Collins Group?”Andrea langsung bertanya begitu panggilan tersambung.Violetta yang baru saja membuka laptop menatap layar ponselnya.“Sudah.”“Aku benar-benar tidak mengerti jalan pikiranmu.”Violetta tersenyum tipis.“Apa lagi?”“Kamu membeli saham Collins Group kemarin ketika harganya masih terus turun, lalu pagi ini mereka justru mengadakan konferensi pers.”“Aku tahu.”Andrea menarik napas panjang.“Justru itu yang membuatku kesal.”Sebelum Violetta menjawab, panggilan lain masuk.Nama Alexander muncul di layar.“Xander juga menelepon.”“Angkat saja,” kata Andrea. “Sekalian kita bicara bertiga.”Violetta menerima panggilan Alexander dan menggabungkannya.“Pagi,” sapa Alexander.“Pagi,” jawab Violetta.Andrea langsung menyela.“Xander, kamu sudah lihat?”
“Violetta!”Pintu ruang kerja terbuka tanpa ketukan. Bastian menerobos masuk dengan langkah cepat, wajahnya tegang.Abraham langsung berdiri dari kursinya.Violetta tetap berada di belakang meja.“Keluar kalau kamu datang hanya untuk membuat keributan.”Bastian mengabaikannya. Pandangannya langsung tertuju pada Abraham.Sejak kemarin pagi, amarahnya belum mereda setelah Violetta mencabut jabatannya sebagai Direktur Operasional. Anton bahkan harus turun tangan semalaman untuk menenangkan emosinya. Selama ini, Bastian adalah anak laki-laki yang diharapkan menjadi penerus Hirawan Kontraktor. Pemecatan itu bukan sekadar kehilangan jabatan. Bagi Bastian, itu seperti kehilangan tempat yang selama ini dianggap sebagai haknya sendiri. Pagi ini, ia datang dengan tujuan berbeda. Jika tidak bisa kembali menduduki jabatan tersebut, setidaknya ia ingin memastikan orang yang menggantikannya tidak bertahan lam
“Lupakan saja.” Violetta mengerutkan kening. “Apa?” Jefferson menatapnya beberapa detik. Sempat terlintas dalam pikirannya untuk membicarakan kembali batasan dalam kontrak perjanjian pernikahan mereka. Namun, melihat Violetta yang terlihat biasa saja, ia mengurungkan niat tersebut. ‘Tidak perlu sekarang.’ Ia mengalihkan pandangan ke layar laptop. “Bukan itu yang ingin kubicarakan.” Violetta menatapnya curiga. “Lalu apa?” Jefferson membuka laptop kembali dan memutar layar sedikit ke arahnya. “Ini.” Sebuah judul berita terpampang jelas di layar. Collins Group Dijadwalkan Menggelar Konferensi Pers Besok Pukul 07.30. Violetta membacanya beberapa detik. “Masalah konferensi pers Collins Group?” “Iya. Besok pagi pukul tujuh lewat tiga puluh menit.”
“Kenapa daun bawangnya kamu buang?” Violetta yang memegang sendok langsung berhenti. Tangannya baru saja mengambil irisan daun bawang dari mangkuk Jefferson dan meletakkannya di tisu di samping piring. Ia menatap tisu itu, lalu beralih ke wajah Jefferson. “Aku…” Jefferson menatapnya lekat-lekat. “Sejak kapan kamu tahu aku tidak makan daun bawang di bubur?” Di sisi meja, Rinto ikut terkejut. Matanya beralih dari tangan Violetta ke wajah Jefferson. ‘Aneh… selama ini belum pernah melihat Nyonya dan Tuan Jefferson sarapan bubur bersama.’ Ia mengerutkan kening pelan. ‘Dari mana Nyonya tahu Tuan Jefferson tidak suka daun bawang? Belum pernah hal ini dibahas sebelumnya.’ Violetta menelan ludah. Satu ingatan lama muncul begitu saja. Di kehidupan pertamanya, setiap kali sarapan bubur, ia selalu membuang daun bawang dari ma












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ulasan-ulasanLebih banyak