Mag-log inSepuluh tahun lalu, keluarga Davien dibantai habis, membuat pemuda 15 tahun itu nyaris mati. Namun, sekarang ia justru kembali dengan kekuatan yang luar biasa. Niatnya hanya satu, yaitu membalas dendam atas pembantaian keluarganya! Namun, tak ada yang menyangka jika ia malah terjebak dalam lingkaran harem bersama wanita-wanita luar biasa!
view moreBawahan itu tampak ketakutan mendengar ucapan Hendra. Tubuhnya gemetar hebat, dan butiran keringat dingin mulai membasahi dahi serta punggungnya. Dia tahu betul, selama bertahun-tahun mengabdi di bawah bayang-bayang keluarga Adiputra, siapa pun yang berani mengusik kepentingan tuannya pasti akan berakhir menyedihkan—entah itu lenyap tanpa jejak atau ditemukan sebagai jasad yang tak lagi dikenali. Lebih dari itu, setiap kata yang diucapkan oleh Hendra bukan sekadar gertakan kosong, itu adalah dekrit kematian yang memiliki kepastian. Hendra memiliki sumber daya dan kekejaman yang cukup untuk mewujudkan setiap ancamannya.Lalu bawahan itu bertanya dengan suara yang nyaris berbisik,"Apa rencana Tuan selanjutnya, dan apa yang harus aku lakukan?" Hendra tidak langsung menjawab. Ia berbalik dan menatap cakrawala kota yang mulai temaram dari balik kaca antipeluru yang tebal."Kau tidak perlu melakukan apa-apa lagi," jawab Hendra dengan nada misterius, suaranya terdengar seperti desis ular
Di ruang rapat Perusahaan Surgawi Medika, suasana terasa sangat kontras dengan kemewahan interiornya yang bergaya modern minimalis. Aroma kopi yang mulai mendingin dan jejak asap rokok yang tertinggal di udara menjadi saksi bisu atas kegelisahan yang menyelimuti ruangan tersebut. Tuan Besar Pratama, Maya, dan Bara Mahesa sedang menunggu kedatangan Davien dengan perasaan yang campur aduk.Sejak Davien pergi pagi tadi menuju kediaman militer, mereka terus menunggu dengan khawatir, sesekali melirik ke arah pintu besar yang masih tertutup rapat. Tuan Besar Pratama berkali-kali merapikan kerah bajunya. Maya duduk di sampingnya, jemarinya bertautan erat, sementara matanya tak lepas menatap layar ponsel yang masih belum memberikan kabar.Alasannya jelas dan sangat logis, jika Davien berhasil menyembuhkan Jenderal Haryo, maka itu adalah berkah yang diberikan oleh langit kepada mereka semua. Jenderal Haryo bukan orang yang tidak mengenal balas budi, jika kembali pulih, sudah tentu dia akan
Jenderal Haryo menarik napas panjang saat mulai menjelaskan rahasia yang selama ini disimpan rapat-rapat."Davien, saat itu aku menerima misi rahasia langsung dari pemimpin tertinggi negara ini," Jenderal Haryo memulai dengan suara yang rendah dan sarat akan kerahasiaan. "Misi ini adalah mandat mutlak yang tidak boleh diketahui oleh siapa pun, bahkan oleh dewan jenderal sekalipun. Tugas utamaku adalah membuat perjanjian kembali dengan orang-orang di dimensi Gunung Terlarang agar mereka tetap berada di sana dan tidak melangkah masuk ke dunia modern kita."Ia terdiam sejenak dan menatap kehampaan seolah sedang membaca lembaran sejarah yang telah menguning. "Mungkin kau belum tahu, namun perlu diketahui bahwa dahulu kala, negeri Valthoria ini dan dimensi Gunung Terlarang sebenarnya merupakan satu kesatuan yang utuh. Tidak ada sekat, tidak ada dimensi terpisah. Namun seiring berjalannya waktu, jurang pemisah mulai muncul. Kehidupan para ahli bela diri kuno yang memiliki kekuatan luar bi
"Aku hanya melakukan apa yang seharusnya dilakukan oleh seseorang yang memiliki kemampuan, Jenderal," jawab Davien dengan nada yang tenang dan rendah hati.Jenderal Haryo mengangguk perlahan. Sebagai seorang veteran yang telah melewati ribuan pertempuran dan intrik politik, ia memiliki ketajaman insting untuk membaca orang. Dia paham bahwa Davien pasti memiliki caranya sendiri—teknik rahasia atau warisan kuno—untuk menyembuhkannya. Namun, ia juga melihat dari sorot mata pemuda itu bahwa Davien tidak ingin memberitahu atau memamerkan rahasianya. Jenderal Haryo adalah orang yang bijaksana, jadi dia tidak memaksa. Baginya, hasil nyata bahwa dia kini bisa bernapas lega dan merasakan energi yang meluap jauh lebih penting daripada penjelasan teknis.Jenderal Haryo kemudian menoleh ke arah bawahan setianya. "Kolonel Satria, bawa Davien ke ruangan khusus. Berikan dia kenyamanan terbaik untuk beristirahat," perintah Jenderal Haryo dengan suara baritonnya yang kini terdengar lebih berwibawa.
"Inspektur!" Refleks Davien yang luar biasa membuatnya segera menangkap bahu dan pinggang Reina, membiarkan kepala gadis itu bersandar sejenak di dadanya yang bidang.Hening tercipta selama beberapa detik. Reina bisa merasakan detak jantung Davien yang stabil dan kuat, sementara Davien bisa menciu
Gema langkah kaki sepatu bot yang tegas memecah keheningan pasca-ketegangan di aula hotel. Belum sempat debu dari keruntuhan harga diri keluarga Dirgantara mengendap, pintu besar kembali terbuka. Sederet personel kepolisian masuk dengan formasi taktis, namun sosok di garda terdepanlah yang membuat
Aris memegang pipinya yang mulai membiru, menatap ke depan dengan ekspresi kosong yang perlahan berubah menjadi kemarahan yang meluap-luap.Davien berdiri di sana, tangannya masih terangkat sedikit di udara. Wajahnya tetap tenang, sedingin es, seolah-olah ia baru saja melakukan tindakan yang paling
Maya berbalik, keningnya berkerut. "Dia bersamaku. Dia memiliki izin khusus dari Keluarga Pratama untuk menjagaku di manapun.""Mohon maaf, Nona Pratama. Ini adalah kediaman Keluarga Barata, bukan Keluarga Pratama. Standar keamanan kami berbeda. Tanpa undangan, pria ini tidak bisa lewat," penjaga l












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.