LOGINSepuluh tahun lalu, keluarga Davien dibantai habis, membuat pemuda 15 tahun itu nyaris mati. Namun, sekarang ia justru kembali dengan kekuatan yang luar biasa. Niatnya hanya satu, yaitu membalas dendam atas pembantaian keluarganya! Namun, tak ada yang menyangka jika ia malah terjebak dalam lingkaran harem bersama wanita-wanita luar biasa!
View MoreTiga hari telah berlalu sejak penempaan tulang yang menyiksa namun membuahkan hasil luar biasa itu. Selama tiga hari itu pula, denyut nadi ekonomi di Metropolis G seolah berpusat pada satu titik: Surgawi Medika.Saat itu, Davien sedang duduk di ruang pribadinya ketika mendapat kabar dari Tuan Besar Pratama melalui sambungan telepon yang penuh dengan nada kegembiraan. "Davien, kau pasti tidak akan percaya ini!" suara Tuan Besar Pratama menggelegar dari seberang telepon, terdengar jauh lebih bugar dan bersemangat daripada minggu-minggu sebelumnya. "Laporan baru saja masuk, dan produksi perusahaan kita benar-benar laku keras di pasaran! Pil-pil yang kau buat seolah menjadi komoditas emas yang diburu semua kalangan, mulai dari apotek besar hingga klinik spesialis!"Dia tertawa pendek, sebuah tawa lega yang sudah lama tidak terdengar. "Bahkan, dua hari belakangan ini sudah ada beberapa investor kelas kakap yang mulai mencium aroma keuntungan besar dan mendesak ingin menanamkan modal di
Rasa sakit yang teramat sangat mulai menggerogoti Davien dari segala lini. Di tengah dimensi Cincin Ruang yang kini dipenuhi cahaya perak kebiruan dari Batu Inti Meteorit Langit, tubuh Davien seolah menjadi pusat dari badai energi yang murni sekaligus liar. Setiap inci kulitnya terasa seperti disayat oleh ribuan sembilu panas, namun itu hanyalah permulaan. Rasa sakit yang sesungguhnya mulai merasuk lebih dalam, menembus lapisan otot, saraf, hingga mencapai sumsum tulang.Dia menggertakkan giginya kuat-kuat hingga rahangnya bergetar, berusaha sekuat tenaga untuk tetap sadar dan bertahan di tengah siksaan yang tak terperikan. Keringat dingin terus mengucur membasahi seluruh tubuhnya, namun sesaat setelah butiran keringat itu keluar, panas energi dari dalam tubuhnya langsung menguapkannya hingga menciptakan kepulan uap tipis yang menyelimuti sosoknya."Jangan menyerah, Davien! Biarkan energi itu menghancurkan bagian yang lemah dan membentuk kembali fondasi jiwamu!" suara Kaisar Dewa Su
Bawahan itu tampak ketakutan mendengar ucapan Hendra. Tubuhnya gemetar hebat, dan butiran keringat dingin mulai membasahi dahi serta punggungnya. Dia tahu betul, selama bertahun-tahun mengabdi di bawah bayang-bayang keluarga Adiputra, siapa pun yang berani mengusik kepentingan tuannya pasti akan berakhir menyedihkan—entah itu lenyap tanpa jejak atau ditemukan sebagai jasad yang tak lagi dikenali. Lebih dari itu, setiap kata yang diucapkan oleh Hendra bukan sekadar gertakan kosong, itu adalah dekrit kematian yang memiliki kepastian. Hendra memiliki sumber daya dan kekejaman yang cukup untuk mewujudkan setiap ancamannya.Lalu bawahan itu bertanya dengan suara yang nyaris berbisik,"Apa rencana Tuan selanjutnya, dan apa yang harus aku lakukan?" Hendra tidak langsung menjawab. Ia berbalik dan menatap cakrawala kota yang mulai temaram dari balik kaca antipeluru yang tebal."Kau tidak perlu melakukan apa-apa lagi," jawab Hendra dengan nada misterius, suaranya terdengar seperti desis ular
Di ruang rapat Perusahaan Surgawi Medika, suasana terasa sangat kontras dengan kemewahan interiornya yang bergaya modern minimalis. Aroma kopi yang mulai mendingin dan jejak asap rokok yang tertinggal di udara menjadi saksi bisu atas kegelisahan yang menyelimuti ruangan tersebut. Tuan Besar Pratama, Maya, dan Bara Mahesa sedang menunggu kedatangan Davien dengan perasaan yang campur aduk.Sejak Davien pergi pagi tadi menuju kediaman militer, mereka terus menunggu dengan khawatir, sesekali melirik ke arah pintu besar yang masih tertutup rapat. Tuan Besar Pratama berkali-kali merapikan kerah bajunya. Maya duduk di sampingnya, jemarinya bertautan erat, sementara matanya tak lepas menatap layar ponsel yang masih belum memberikan kabar.Alasannya jelas dan sangat logis, jika Davien berhasil menyembuhkan Jenderal Haryo, maka itu adalah berkah yang diberikan oleh langit kepada mereka semua. Jenderal Haryo bukan orang yang tidak mengenal balas budi, jika kembali pulih, sudah tentu dia akan
Aris memegang pipinya yang mulai membiru, menatap ke depan dengan ekspresi kosong yang perlahan berubah menjadi kemarahan yang meluap-luap.Davien berdiri di sana, tangannya masih terangkat sedikit di udara. Wajahnya tetap tenang, sedingin es, seolah-olah ia baru saja melakukan tindakan yang paling
Maya berbalik, keningnya berkerut. "Dia bersamaku. Dia memiliki izin khusus dari Keluarga Pratama untuk menjagaku di manapun.""Mohon maaf, Nona Pratama. Ini adalah kediaman Keluarga Barata, bukan Keluarga Pratama. Standar keamanan kami berbeda. Tanpa undangan, pria ini tidak bisa lewat," penjaga l
"Inspektur!" Refleks Davien yang luar biasa membuatnya segera menangkap bahu dan pinggang Reina, membiarkan kepala gadis itu bersandar sejenak di dadanya yang bidang.Hening tercipta selama beberapa detik. Reina bisa merasakan detak jantung Davien yang stabil dan kuat, sementara Davien bisa menciu
Gema langkah kaki sepatu bot yang tegas memecah keheningan pasca-ketegangan di aula hotel. Belum sempat debu dari keruntuhan harga diri keluarga Dirgantara mengendap, pintu besar kembali terbuka. Sederet personel kepolisian masuk dengan formasi taktis, namun sosok di garda terdepanlah yang membuat
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.