Share

Bab 699

Penulis: Imgnmln
last update Tanggal publikasi: 2024-11-25 22:58:51

“Kalau masih punya kemampuan, kerahkan saja semuanya, atau kamu tidak akan punya kesempatan lagi!” Nathan memegang pedang Aruna di tangannya sambil berkata dengan dingin.

Fletch mengernyitkan keningnya. “Kamu ingin membunuhku?”

“Tentu saja, lantas kamu boleh membunuhku, aku tidak boleh membunuhmu?” Nathan merasa apa yang dikatakan oleh Fletch sedikit lucu.

“Kamu tidak bisa membunuhku, aku adalah anggota Klan Qahwa, guruku adalah Hudson Gourlet! Kalau kamu membunuhku, maka guruku pasti akan m
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Saut Sirait
pengarangnya gak ketulungan bego. gak mungkin Sienna lebih tahu dan pintar dari Nathan sesuai karangan dari pengarang. tapi karena bodohnya ya begitulah
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2129

    Sekitar satu jam kemudian, Nathan dan Velisa Senatria akhirnya tiba di kaki Pegunungan Langit Purba.Saat itu, banyak praktisi bela diri berkumpul tidak jauh dari sana. Raut wajah mereka dipenuhi kepanikan, seolah baru saja menyaksikan sesuatu yang mengerikan.Melihat pemandangan itu, Nathan sedikit mengernyit. Ia tidak mengerti apa yang telah terjadi hingga membuat para praktisi tersebut ketakutan seperti itu."Tuan Nathan!"Tiba-tiba seseorang memanggilnya.Nathan menoleh dan melihat seorang pemuda bergegas menghampiri. Setelah memperhatikannya dengan saksama, ia langsung mengenali sosok itu.Raze dari Keluarga Morden di Celeste, salah satu keluarga perwakilan yang berada di bawah kekuasaan Aurora Hall di Sektor Bayangan."Raze, kenapa kau berada di sini?" tanya Nathan heran.Celeste berjarak ribuan kilometer dari tempat ini. Secara logika, mustahil Keluarga Morden bisa menerima kabar tentang fenomena di Pegunungan Langit Purba secepat itu.Raze menghela napas panjang. "Sayang sekal

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2128

    Di saat yang sama, Nathan dan Velisa juga sedang menuju tempat yang sama.Kini, ratusan orang telah memadati Pegunungan Langit Purba, masing-masing berusaha mencari keberadaan Reruntuhan Kerajaan Luminus.Tak sedikit yang telah menemukan gua raksasa yang baru muncul akibat runtuhnya gunung. Namun, bagian dalam gua begitu gelap gulita sehingga tak seorang pun berani memasukinya sembarangan.Tak lama kemudian, Levan tiba bersama lebih dari sepuluh anggota Ordo Tempest. Begitu melihat kerumunan orang-orang, ia melompat ringan ke udara dan melayang di atas mereka.Dengan suara lantang, ia berteriak, "Mulai saat ini, wilayah ini berada di bawah kendali Ordo Tempest! Semua orang yang tidak berkepentingan harus segera pergi. Siapa pun yang tetap tinggal akan dibunuh tanpa ampun!"Ucapan arogan itu langsung memancing kemarahan banyak praktisi bela diri."Ordo Tempest? Faksi macam apa itu? Berani sekali bicara sebesar itu!""Bocah itu masih bocah, tapi mulutnya sudah setinggi langit.""Aku bah

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2127

    Mendengar jawaban tersebut, semangat Levan langsung berkobar. "Ayah, jangan khawatir! Aku pasti akan menemukan Reruntuhan Kerajaan Luminus. Sekalipun harus menerobos lautan api atau mendaki gunung penuh bilah pedang, aku tidak akan mundur!""Bagus!" Harland menepuk bahu putranya dengan puas. "Itulah sikap yang pantas dimiliki putraku."Tatapannya kemudian berubah dingin. "Bawa lebih banyak orang bersamamu. Kalau ada kultivator dari dunia luar Sektor Bayangan yang berani memperebutkan reruntuhan itu..."Harland berhenti sejenak, lalu mengucapkan perintahnya dengan nada tanpa ampun. "Habisi mereka semua dan jangan sisakan satu pun!""Ayah, bolehkah aku mengajak Tetua Eksel ikut bersamaku?" tanya Levan kepada Harland.Levan mengajukan permintaan itu bukan tanpa alasan.Kekuatan Tetua Eksel sangat tinggi. Terlebih lagi, pria itu adalah ayah kandungnya. Levan tentu berharap Tetua Eksel juga memperoleh kesempatan mendapatkan warisan atau harta dari Reruntuhan Kerajaan Luminus.Mendengar per

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2126

    Melihat raut muridnya, ekspresi Mahesa langsung berubah serius. "Apa yang terjadi?""Di Pegunungan Langit Purba tiba-tiba muncul sebuah gua raksasa. Saat ini sudah banyak kultivator yang berbondong-bondong menuju ke sana. Kemungkinan besar fenomena itu berhubungan dengan guncangan yang terjadi sebelumnya."Rael berhenti sejenak sebelum melanjutkan. "Selain itu, berbagai faksi juga telah mengirimkan surat. Mereka meminta Guru menghadiri pertemuan untuk membahas masalah Sumber Kehidupan Abadi."Mahesa menghela napas panjang. "Hal yang memang ditakdirkan terjadi akhirnya tetap datang. Rupanya, kejadian ini benar-benar tidak bisa disembunyikan."Nathan pun melangkah maju. "Tuan Mahesa, semua ini terjadi karena ulahku. Aku akan ikut bersamamu dan bertanggung jawab atas semuanya."Mahesa menggeleng pelan. "Nathan, kalau kau ikut denganku sekarang, kemungkinan besar kau tidak akan bisa kembali dengan selamat. Biarkan aku yang menangani urusan ini."Setelah berkata demikian, ia menoleh kepada

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2125

    Di saat yang sama, Mahesa masih menunggu dengan gelisah.Kini Sumber Kehidupan Abadi telah mengering, ditambah lagi muncul fenomena aneh di Pegunungan Langit Purba. Peristiwa sebesar itu mustahil bisa dirahasiakan lebih lama.Karena Nathan belum kembali, Mahesa tidak mengetahui penyebab sebenarnya sehingga tak memiliki penjelasan apa pun untuk disampaikan kepada berbagai sekte besar."Guru, Tuan Nathan sudah kembali!" seru Velisa sambil bergegas masuk.Mendengar kabar itu, Mahesa segera keluar menyambutnya. Namun, saat melihat tubuh Nathan yang penuh debu dan tampak sangat berantakan, ia tak kuasa menyembunyikan keterkejutannya. "Nathan, sebenarnya kau pergi ke mana? Bagaimana bisa keadaanmu sampai seperti ini?" tanyanya."Nanti akan kujelaskan." Nathan menarik napas panjang. "Biarkan aku minum dulu."Nathan masuk ke dalam ruangan, mengangkat satu gelas penuh air, lalu menghabiskannya dalam sekali teguk. Setelah napasnya kembali teratur, barulah ia mengangkat kepalanya."Nathan," kata

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2124

    DUAR!Tiba-tiba ledakan dahsyat mengguncang pegunungan hingga seluruh lerengnya runtuh. Nathan yang masih berada di dalam langsung tertimbun oleh longsoran batu.Di tengah guncangan itu, sebuah kawah raksasa berdiameter lebih dari seratus meter dengan kedalaman puluhan meter muncul di puncak gunung. Pada saat yang sama, Sumber Kehidupan Abadi di kaki gunung mendadak berhenti mengalir sebelum akhirnya mengering sepenuhnya.Nathan yang terkubur di bawah reruntuhan sama sekali tidak menyadari semua perubahan itu.Bonang dan Kieran terbangun dengan kaget. Debu tebal memenuhi udara, sementara Sumber Kehidupan Abadi yang sebelumnya jernih kini telah mengering. Pemandangan itu membuat keduanya terpaku.Meski kesadaran mereka telah pulih, tubuh mereka belum mampu digerakkan. Mereka hanya bisa duduk sambil menatap sekeliling dengan bingung."Tuan Bonang, sebenarnya apa yang terjadi? Apa baru saja terjadi gempa?" tanya Kieran dengan wajah kebingungan. "Lalu... di mana Kak Nathan?"Beberapa saat

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1341

    Menyadari apa yang terjadi, Nathan meraung dan menghantamkan telapak tangannya ke cahaya itu. BANG!Sebuah ledakan dahsyat terjadi, tetapi serangannya justru terpental kembali dan menghantam tubuhnya sendiri, membuatnya terlempar ke belakang. Dia baru menyadari, dia telah dijebak di dalam sebuah r

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-01
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1362

    "Hoga," sapa Bachira, suaranya datar seperti padang es, namun di bawahnya ada penghinaan yang tak terselubung. "Tidak kusangka seekor ular sepertimu juga diizinkan merayap ke tempat ini."Hoga, seorang pemuda tampan dengan senyum yang terlalu sempurna, tampaknya sama sekali tidak terpengaruh. Ia me

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-01
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1320

    Namun, peringatan Bonang seakan masuk telinga kanan dan keluar telinga kiri. Pikiran Nathan masih dipenuhi oleh tarian sembilan bayangan itu. Visi itu begitu singkat, hanya beberapa detik. Dia belum melihat semuanya dengan jelas sebelum ditarik keluar. Sebuah rasa kehilangan yang luar biasa menceng

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-01
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1334

    Satu jurus. Benar-benar hanya satu jurus.Arlot Himalaya, sang master yang kekuatan bela dirinya melegenda, sang naga dari Kota Orbit, telah dipenggal dalam sekejap. Para bawahan Keluarga Himalaya menatap pemandangan itu, pikiran mereka kosong. Keterkejutan itu begitu besar hingga melumpuhkan merek

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-01
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status