Home / Romansa / Ketika Atasan Suamiku Menginginkanku / Bab 37. Bertahan Dalam Lautan

Share

Bab 37. Bertahan Dalam Lautan

Author: Magnolia Lily
last update publish date: 2026-09-21 23:29:00

"A-apa kau bilang?"

Matthias bangun terlalu cepat hingga kepalanya langsung berdenyut hebat.

Dokter yang baru masuk ke sana segera menghampirinya dan membantunya duduk lagi.

"Tuan, jangan bangun dulu, luka di tubuh Anda masih..."

Matthias mengangkat satu tangannya. Tatapan tajamnya terhenti pada Ando yang gemetar.

"Di mana Raline sekarang?" Suara Matthias terdengar rendah sementara Ando hanya mampu menggeleng pelan.

"Saya tidak tahu. David hanya menyuruh saya seperti itu, tidak memberitahuka
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Ketika Atasan Suamiku Menginginkanku   Bab 40. Kenapa Petrus Berkhianat

    Beberapa jam sebelumnya. "Sial! Wanita terkutuk itu... Aarrggghhh..."Petrus terdiam mendengar segala makian yang keluar dari mulut David. Tatapannya tertuju ke depan. Ke arah lautan gelap yang entah akan membawanya ke mana. Lautan di depannya terlihat seperti dirinya. Gelap. Tak berujung. Sudah bertahun-tahun dia mengikuti David Wadu sebagai 'kacung' paling setia. Namun, setiap kali dia melakukan kejahatan atas perintah pria itu, beban hatinya makin hari semakin bertambah. Petrus bahkan sampai tidak berani menjalin hubungan atau memiliki anak karena takut akan karma buruknya akan menimpa keluarganya kelak. Dan dari semua kejahatan yang ia buat, kali ini entah kenapa memukulnya begitu keras. Tatapan Raline... Menghantuinya. Sampai saat inipun tatapan itu masih terbayang di pikirannya. Petrus lantas memandangi tangannya sendiri, tangan ini... Berdarah-darah. Banyak orang yang hancur hidupnya karena tangan ini. "Pokoknya aku akan kembali. Aku akan mencari wanita itu dan membun

  • Ketika Atasan Suamiku Menginginkanku   Bab 39. Perubahan Emosional

    Setelah mengerahkan seluruh tenaga, perahu itu berhasil mendarat di pesisir pantai. Matthias turun dan langsung mengangkat tubuh Raline dari dalam perahu. "Tuan... Biar saya saja yang membawanya," ucap tim keamanan. Kondisi Matthias sama mengkhawatirkannya seperti Raline. Wajahnya pucat dan tubuhnya gemetar. "Tidak. Aku bisa melakukannya sendiri," ujarnya keras kepala. Namun, baru beberapa kali melangkah, tubuhnya terhuyung lalu terjatuh. "Tuan!"Dengan bantuan, ia lantas berdiri sementara Raline terlepas dari gendongannya. "Jangan memaksakan diri Anda lagi." Matthias mengeratkan bibirnya. "Pastikan kau membawanya dengan hati-hati lalu tutup tubuhnya," ucapnya dengan berat hati. Pria itu mengangguk dan pelan-pelan mengendong Raline. Tak jauh dari sana, seorang tim keamanan berlari menghampiri mereka. "Tuan... Anda baik-baik saja? Biar saja bantu."Kali ini Matthias tak keras kepala, dia membiarkan seseorang membantunya. "Bagaimana kondisi sekarang?" tanyanya kemudian.

  • Ketika Atasan Suamiku Menginginkanku   Bab 38. Penyelamatan Raline

    "Tuan... Kita semakin dekat dengan lokasi yang dibagikan Nyonya Raline. Kita akan turun menggunakan Rope Ladder karena saya tidak menemukan tempat pendaratan," ucap sang pilot."Area tersebut terlalu padat oleh pepohonan.""Ya. Lakukan."Saat ini Matthias berada di dalam helikopter bersama beberapa orang dari tim keamanan proyek sementara Ando akan menyusul dengan bala bantuan. Matthias tidak ingin bertindak gegabah sendirian. Dia hanya punya satu nyawa sementara dia sama sekali tidak tahu berapa banyak lawan yang akan ia hadapi. Membawa orang sebanyak mungkin adalah langkah yang menurutnya paling rasional apalagi tubuhnya sedang terluka."Tuan... Anda tidak apa-apa? Biar kami saja yang turun. Anda terluka.""Aku masih bisa menahannya. Persiapkan diri kalian, kita akan mendarat."Mereka semua mengangguk serempak. Dari mulai kaca mata, masker wajah, dan radio khusus atau mikrofon yang menempel di leher untuk menyaring kebisingan suara mesin helikopter.Tangan Matthias mengepal sambi

  • Ketika Atasan Suamiku Menginginkanku   Bab 37. Bertahan Dalam Lautan

    "A-apa kau bilang?"Matthias bangun terlalu cepat hingga kepalanya langsung berdenyut hebat. Dokter yang baru masuk ke sana segera menghampirinya dan membantunya duduk lagi."Tuan, jangan bangun dulu, luka di tubuh Anda masih..."Matthias mengangkat satu tangannya. Tatapan tajamnya terhenti pada Ando yang gemetar. "Di mana Raline sekarang?" Suara Matthias terdengar rendah sementara Ando hanya mampu menggeleng pelan. "Saya tidak tahu. David hanya menyuruh saya seperti itu, tidak memberitahukan rencana sebenarnya. Saya pun tidak terlalu mengerti kenapa dia menargetkan Nyonya Raline."Tangan Matthias refleks mencengkeram sisi tandu. Sambil menarik napas panjang, dia mendongak sambil berusaha berpikir jernih. "Tuan..." Ando bersuara lagi, kali ini sangat pelan. "Kita harus menyelamatkan Nyonya Raline, David adalah orang yang lebih gila dari yang kita pikirkan. Saya takut Nyonya Raline akan..."Matthias memejamkan matanya. Raline... Raline... Kepalanya dipenuhi oleh wanita itu. Bag

  • Ketika Atasan Suamiku Menginginkanku   Bab 36. Pengakuan Ando

    "Kenapa lama sekali sadarnya?""Obat biusnya kebanyakan kali.""Cepat bikin dia sadar, Bos udah mau marah lagi."Mereka menoleh ke belakang, di mana David tengah duduk dengan ekspresi wajah ditekuk. "Mana bisa. Kita harus nunggu. Lihat... Kelopak matanya gerak-gerak."Benar saja, tak lama kemudian kedua mata Raline terbuka. Karena efek bius itu, tubuhnya terasa dua kali lipat lebih dingin dan perutnya mual. Matanya mengerjap pelan sambil mengumpulkan kesadaran karena otaknya mendadak linglung."Di mana ini?" lirihnya. "Bos dia sudah sadar!" teriak seseorang pada David. Dia yang telah menunggu hampir satu jam langsung berdiri sambil membuang dan menginjak rokoknya. Semua orang memberi jalan, membiarkan David berhadapan langsung dengan Raline yang saat ini terikat di sebuah sofa di dalam sebuah gudang nelayan terbengkalai dekat pelabuhan. David menarik dagu Raline lalu mencengkeramnya erat sampai wanita itu merintih kesakitan. "Tak kusangka aku dipermainkan oleh wanita sepertimu.

  • Ketika Atasan Suamiku Menginginkanku   Bab 35. Pertempuran Sengit

    "Ah, omong-omong siapa nama bapak? Wajah Anda tidak asing." Raline duduk tenang di samping sang supir yang sedari tadi tak menoleh sedikitpun. Wajahnya kaku dan ada atmosfer aneh yang membuat Raline cemas tanpa sebab. "Saya Petrus. Kita memang pernah beberapa kali berpapasan di lokasi proyek." Petrus... Ia hafal beberapa orang dari tim proyek, tapi tak merasa ada nama Petrus dalam ingatannya. "Petrus... Anda bukan dari tim proyek, yah? Apa Anda ditempatkan di tempat lain?" Entah kenapa, jantungnya tiba-tiba berdebar kencang. "Ingatan Bu Raline ternyata tajam yah." Petrus tertawa kecil. "Benar. Saya bukan dari tim proyek tapi berasal dari Darmawangsa. Anda mengenal David Wadu? Dia bos saya." Deg. "A-apa?" Alarm bahaya seketika berbunyi di kepalanya. "Jangan terlalu terkejut, Bu Raline. Saya bukan orang jahat." 'Mustahil,' pikir Raline. Firasatnya mengatakan yang sebaliknya. Ia merasa telah masuk ke dalam sebuah jebakan. "Apa yang kau inginkan? Turunkan aku sekarang!"

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status