Cinta Yang Tak Kau Pilih

Cinta Yang Tak Kau Pilih

last updateÚltima actualización : 2026-10-28
Por:  Sora CaritaActualizado ahora
Idioma: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
No hay suficientes calificaciones
5Capítulos
18vistas
Leer
Agregar a biblioteca

Compartir:  

Reportar
Resumen
Catálogo
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP

Selama tiga tahun, Kaia Ayudia Wicaksana bertahan menjadi tunangan Jarvis Leon Tandiono, pria dingin pewaris konglomerat yang tak pernah mencintainya dan justru memilih wanita lain. Jarvis tak ingin menikahi Kaia karena cinta, tetapi juga tak sudi melepaskannya. Baginya, Kaia adalah miliknya—dan ia tak pernah berpikir perempuan itu bisa benar-benar pergi. Sampai Kaia menyerah. Ketika Kaia berhenti mengejar dan mulai membangun hidup tanpa dirinya, Jarvis justru kehilangan kendali. Namun, bisakah Jarvis mendapatkan kembali perempuan yang telah ia hancurkan hatinya, atau ia harus menelan penyesalan karena baru belajar mencintai saat Kaia tak lagi menginginkannya?

Ver más

Capítulo 1

1

Kaia punya segalanya untuk menjadi perempuan paling beruntung. Sayangnya, takdir lupa memastikan satu, apakah laki-laki yang dijanjikan untuknya juga menginginkannya?

Sebab, di antara segala keberuntungan yang dimiliki Kaia, mencintai Jarvis Leon Tandiono adalah satu-satunya hal yang tak pernah berpihak kepadanya.

Tiga tahun sudah bertunangan, Kaia harus berulang kali menelan kekecewaan membuatnya lebih sering merasa sendirian daripada dicintai. Padahal mereka sudah saling mengenal sejak berusia sepuluh tahun.

Dulu, Jarvis tidak seperti ini. Ia selalu bertanggung jawab atas perkataannya dan menepati janji yang sudah dibuat.

Tapi, sekarang, ia sering membatalkan janji begitu saja. Membiarkan Kaia menunggu semalaman di restoran, bahkan meninggalkannya sendirian di parkiran.

Tidak ada lagi Jarvis yang bersedia menunggunya.

Kaia tidak tahu kapan tepatnya semua itu berubah.

Mungkin saat keluarga mereka mengumumkan pertunangan. Mungkin saat Jarvis mulai menganggap hubungan itu sebagai kewajiban yang tidak pernah dia pilih. Atau sejak Mika kembali ke kehidupannya.

”Kamu tahu saya sering pulang larut, Kaia. Berhenti menganggap tempat saya bagian dari kamu.”

Kaia menunduk menatap jemarinya yang bertaut erat di atas pangkuan, mencoba meredam getir yang selalu datang tiap kali berhadapan dengan tunangannya.

Ia sudah berada di apartemen Jarvis sejak hampir satu jam lalu.

Bukan karena ingin datang, melainkan karena calon mertuanya meneleponnya sejak pagi dan memintanya memastikan Jarvis tidak melewatkan acara keluarga besok, sekaligus merayakan ulang tahunnya yang jatuh hari ini.

Setidaknya.

”Kamu memang tunangan saya. Namun jujur aja, saya muak harus melihat kamu terus ada di sini. Dari awal saya nggak pernah setuju sama pertunangan konyol ini.”

Kaia meremas pelan sofa. Jantungnya berdebar kencang bukan karena jatuh cinta. Tapi rasa sakit yang meremas dada.

“Ah, begitu.”

Sederhana, tetapi cukup membuat Jarvis mengangkat wajahnya. “Memangnya saya pernah bilang mau?”

Kaia terdiam.

Jarvis mengembuskan napas, seolah pertanyaan itu hanya membuang waktunya.

“Kamu paling mengerti, Kaia. Keluarga saya selalu punya rencana untuk semuanya.”

Tatapan Jarvis beralih kepadanya. “Kita berteman sejak kecil. Saya nggak pernah melihat kamu lebih dari itu. Kenapa dekat harus menikah?”

Kaia kehilangan kata-kata.

Dulu, Jarvis pernah berdiri paling depan ketika ada laki-laki yang mengejeknya. Kaia mengira semua itu berarti dia punya tempat khusus di hidup Jarvis.

Ternyata, tempat khusus itu tidak pernah berarti seperti yang ia bayangkan.

Kaia menunduk. Ada bagian dari dirinya yang ingin membalas bahwa dia pun tidak pernah meminta dijadikan perempuan yang harus terus mengemis perhatian dari tunangannya sendiri. Namun, seperti biasa, kata-kata itu hanya berhenti di tenggorokan.

“Mika ulang tahun hari ini,” kata Jarvis tanpa menoleh. “Saya mau merayakannya. Kamu masih belum mengerti juga?”

Kaia hanya menghela napas pendek mendengarnya. Wajahnya tetap hangat, tanpa riak emosi yang meledak-ledak. Tenang, lembut, elegan. Harus begitu.

”Baik, Mas.” Tetap saja ada getir dalam suaranya.

Kini tatapnya tertuju pada punggung tegap tunangannya yang tengah merapikan lipatan tangan kemejanya. ”Jangan bikin mami curiga, saya gak mau mami merusak acara saya sama Mika malam ini.”

Mika, Mika, Mika.

Selalu Mika.

Hanya karena Mika yang menemaninya saat mereka kuliah di Australia.

Melihat Kaia yang bergeming, Jarvis melanjutkan. 

”Kamu tumbuh besar di keluarga yang sayang sama kamu. Gak akan paham seperti apa kehidupan Mika. Kamu nggak pernah tahu rasanya hidup serba kekurangan cinta dari papa dan mama. Jadi kamu harus mengerti.”

”Iya, Mas.”

Hanya itu yang mampu Kaia ucap.

Sudah bertahun-tahun dia memaksakan diri bersikap menjadi wanita, yang bisa ditata.

Hatinya sudah terlanjur mati rasa menerima fakta pahit bahwa pria itu ternyata tidak menginginkannya.

Kaia membatin miris.

Jangan bilang pria ini lupa bahwa ini hari.. ulang tahunnya juga?

Tidak ada satu pun ucapan selamat ulang tahun dari Jarvis sejak mereka bertemu.

Sejak Mika, cinta pertamanya kembali. Ia semakin terang-terangan menyingkirkannya.

Jarvis bahkan nyaris tak pernah lagi membahas pernikahan mereka.

Saat hanya berdua, cinta itu menguap, menyisakan bara yang menghanguskan Kaia seorang diri. Tapi, ironisnya setiap kali mereka bertatap muka dalam acara kumpul keluarga, Jarvis seolah pria paling jatuh cinta dengan dirinya sedunia.

”Saya sudah mau pergi,” kata Jarvis tiba-tiba. Pria itu menyambar cepat kunci mobil dan dompet kulitnya dari atas nakas. ”Kamu pulang sendiri bisa kan? Saya akan pulang telat.”

Lantas ia berbalik, hendak berlalu.

Kaia menghela nafas. Tolong, Tuhan, sekali saja ia ingin melepaskan yang memang bukan untuknya.

Ia kemudian bergumam, memejamkan mata. Ingin mengakhiri semuanya sebelum membakar perasaannya juga.

”Mas,”

Gerak kaki Jarvis terhenti seketika. Pria itu menoleh menatap Kaia lewat bahunya dengan dahi berkerut jengkel karena merasa diinterupsi.

Pria itu berbalik, menukik alis tanpa menjawab.

Kaia menarik napas dalam-dalam, menenangkan detak jantungnya yang bergemuruh.

Kaia, si anak baik. Panggilannya.

Sejak kecil, ia diajarkan bahwa baik adalah jawaban. Maka, selama tiga tahun pertunangannya dengan Jarvis, Kaia terus berusaha memahami, mengalah, dan memberinya kebaikan.

Tapi… tiga tahun bukan waktu yang sebentar. Rasanya terlalu lama jika dihabiskan untuk sesuatu yang mungkin sedari awal bukan untuknya.

“Mas, ingat kan?” ujarnya berdeham. “Kalau kita.. bisa akhiri pertunangan?"

Expandir
Siguiente capítulo
Descargar

Último capítulo

Más capítulos

A los lectores

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Sin comentarios
5 Capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status