Compartir

Ch. 38 Kode Halus

last update Fecha de publicación: 2026-04-06 16:57:48

Bukan hanya Syifa yang terkejut, Yaksa pun sama! Mata mereka membelalak, masih saling pandang dan berdiri di depan pintu yang sudah tertutup itu.

Pesugihan?

Bukan salah Syifa menuduh Yaksa demikian. Gaji dan tunjangan Yaksa tidak mungkin mampu membuat dia bisa memiliki rumah luas dengan segala isian yang ekslusif begini, belum lagi hobi memelihara hewan mahal, ikan itu harganya 3.5 miliar dan ....

"Kamu percaya ada pesugihan?" tanya Yaksa dengan wajah polos.

Syifa mengeram, kalau bukan pesu
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado
Comentarios (4)
goodnovel comment avatar
Hariati Hs.
seru, good job
goodnovel comment avatar
Cute
kok blm update lagi kak
goodnovel comment avatar
virna putri
Krn yaksa sdh curcol sama ayah.. hihi
VER TODOS LOS COMENTARIOS

Último capítulo

  • Ketika Musuh Bebuyutan Menawarkan Pernikahan   Ch. 189 Happy Ending?

    "Pak, halamannya penuh." lapor Kenny ketika gerbang pintu rumah dibuka. Yaksa mengangkat wajah, melongo ketika benar halaman rumahnya sudah penuh dengan mobil berjejer. Satu-dua mobil yang bukan miliknya itu, Yaksa tahu betul itu milik siapa, tapi mobil putih pabrikan Jerman yang plat-nya masih merah itu ... mobil siapa? "Kamu bisa pulang dulu, Ken. Saya kabari nanti kalau ada apa-apa."Dengan segera Yaksa turun dari mobil, menghampiri pak Adi yang sigap berdiri tegak ketika Yaksa mendekatinya. "Pak, itu mobil siapa?" tanya Yaksa dengan segera. "Mobil ibu, Pak."Jawaban itu tidak seketika memuaskan rasa penasaran Yaksa, ia memperhatikan mobil itu lalu kembali bertanya. "Ibu siapa? Mama saya?"Pak Adi menggeleng cepat, senyuman manis nampak terlukis di wajahnya. "Ibu Syifa, Pak. Itu hadiah dari ibu besar."Mata Yaksa membulat, ia bahkan lupa mengucapkan terimakasih dan segera masuk ke dalam rumah. Tidak ada yang menyambutnya, namun suara riuh di meja makan membuat kaki Yaksa mela

  • Ketika Musuh Bebuyutan Menawarkan Pernikahan   Ch. 188 Mengusir Ketakutan

    "Pulang sama pak Adhi nggak apa-apa?"Syifa mengangguk patuh, mereka sudah sampai di halaman parkir dan pak Adi sudah muncul dengan mobilnya. Semua pemeriksaan sudah selesai, mereka bahkan bertemu juga dengan Irma yang menyusul ke rumah sakit. Yaksa membawa Syifa melangkah menghampiri mobil, membuka pintu mobil untuk sang istri. "Terus kabari aku, ya?" pinta Yaksa sembari menatap istrinya lekat-lekat. "Pasti." Syifa hendak masuk, ketika Yaksa mencekal tangannya. Mata Syifa membulat, membalas tatapan mata Yaksa yang sama sekali tidak melepaskan pandangan darinya, seolah hendak bertanya dengan sorot mata yang dilemparkan kepadanya. "Aku sayang banget sama kamu, Fa." ucap Yaksa tegas, tanpa keragu-raguan. Matanya masih belum berpaling membuat Syifa tertegun di tempatnya berdiri. "Jaga dia baik-baik, ya."Syifa melepaskan genggaman tangannya dari pintu mobil, memeluk tubuh itu erat-erat dengan wajah memanas."Kita bersusah-payah bikin dia ada, tentu saja aku akan jaga dia baik-baik."

  • Ketika Musuh Bebuyutan Menawarkan Pernikahan   Ch. 187 Benar Positif

    Burhan terburu melangkah turun dari mobil. Langkahnya tergesa-gesa dengan snelli di tangan. Ia bahkan belum memakai jas putih kebanggaan, untuk sekarang sampai di poli adalah yang nomor satu. Untung dia tidak harus visite pasien pagi ini, masih sekitar pukul 10 nanti. Tidak ada cito, jadi ia bisa segera menemui anak gadisnya yang tiba-tiba menelepon dan mengatakan sudah menunggunya di rumah sakit. Ah! Itu mereka. Burhan makin mempercepat langkahnya, Yaksa lebih dulu menyadari kehadiran sang ayah mertua, bangkit dan menyapa Burhan dengan sangat sopan. "Syifa kenapa, Yak?" tanya Burhan dengan nada panik. Mendengar itu Syifa hanya nyengir lebar, ia merogoh tas, memamerkan 5 buah testpack yang hasilnya positif itu. Sejenak Burhan tercengang, sama responnya seperti Yaksa tadi. Namun ia segera bertindak cepat, melukiskan senyum bersamaan dengan matanya yang langsung memerah. Ia merebut testpack itu, mengamatinya satu persatu lalu menepuk bahu Yaksa dengan sorot mata bangga. "Sudah t

  • Ketika Musuh Bebuyutan Menawarkan Pernikahan   Ch. 186 Positif?

    Dua minggu kemudian .... Syifa tersentak, ia terengah sembari menoleh dan mendapati Yaksa masih begitu pulas dalam tidurnya. Sudut mata Syifa menangkap kalender meja yang ada di nakas. Sebuah lingkaran besar yang dia buat dengan spidol merah, tertuju pada hari ini. Sembari mengawasi sang suami, Syifa melangkah turun dari kasur, menghampiri pintu walk in closet mereka lalu merangsak masuk ke dalam. Sejenak, Syifa berdiri mematung di depan sebuah kabinet dekat gantungan baju. Ia terdiam cukup lama di sana, sampai kemudian dengan hati-hati, Syifa menarik salah satu laci, menatap nanar barang yang tersimpan rapi di dalamnya. Sebuah cup plastik, beberapa alat tes kehamilan dari berbagai merek, terjajar rapi di dalam sana. Dengan tangan bergetar, Syifa mengulurkan tangan, meraih satu cup dan satu alat tes kehamilan dengan bungkus kertas berwarna putih. Sembari terus bergumam dalam hati, Syifa melangkah masuk ke kamar mandi, duduk di atas kloset dengan wajah dan hati ragu luar biasa. Sy

  • Ketika Musuh Bebuyutan Menawarkan Pernikahan   Ch. 185 Menang?

    "Aku pamit, ya?"Syifa mengangguk, kembali menjatuhkan diri ke dalam pelukan Yaksa, mengabaikan Kenny yang seketika menundukkan wajah, tidak berani memperhatikan interaksi manis apa yang tersaji di depan matanya. Yaksa menunduk, menciumi puncak kepala Syifa lalu menarik sang istri dari pelukan. "Istirahat. Nanti jalan-jalan, mau?"Mata Syifa membulat, ia segera mengangguk cepat, dengan binar mata cerah dan sorot bahagia. Yaksa terkekeh, mencubit gemas hidung Syifa lalu menoleh ke arah Kenny. "Ayo." titahnya lalu melangkah keluar dari rumah. Kenny segera mengangkat wajah, berpamitan dengan sopan pada Syifa lalu memburu langkah Yaksa yang sudah hampir mencapai gerbang. "Ada tambahan agenda hari ini?" tanya Yaksa yang terpaksa menarik kembali tangannya, ketika Kenny sudah dengan sigap membuka pintu mobil untuknya. "Belum ada, Pak. Semua masih seperti jadwal yang saya kirim semalam."Kenny segera menutup pintu mobil, beringsut menghampiri sisi lain mobil dan masuk ke dalam. "Saya n

  • Ketika Musuh Bebuyutan Menawarkan Pernikahan   Ch. 184 Pengakuan Dosa Yaksa

    "Jangan kamu suruh Syifa ngurus kucing-kucingmu, Yak. Mama nggak izinin." ucap Juliana pagi-pagi sekali sudah mengomel. Yaksa yang sudah rapi dengan setelan kemeja itu hanya menarik napas panjang, berdoa dalam hati supaya nanti malam mamanya sudah tidak lagi menginap di sini. "Tentu tidak, Ma. Sudah Yaksa pikir soal itu.""Mama tahu selama mereka sehat dan bersih, aman ibu hamil berinteraksi sama mereka, cuma ini ... kucing kamu selusin lebih."Yaksa melirik sang istri. Syifa hanya mengangkat bahunya sembari tersenyum simpul. "Heran ya ... nggak bapak, nggak anak ... suka banget rumahnya macam kebun binatang." kembali Juliana mengomel, kali ini sukses membuat Suhud terbatuk-batuk. Dengan wajah pasrah, Suhud meletakkan cangkir kopi di meja, mengusap bekas kopi di bibir sembari menarik napas panjang. "Namanya juga bapak sama anak." sahutnya santai. Juliana nampak ingin kembali mengomel, namun ia urungkan Agaknya Juliana lebih memilih fokus pada sepiring nasi gorengnya ketimbang t

  • Ketika Musuh Bebuyutan Menawarkan Pernikahan   Ch. 131 H-2

    H-2. "Besok sendiri bisa?"Yaksa baru saja beres melakukan tugas yang dokter Inggit berikan kepadanya selama 14 hari sebelum masuk ke tahapan berikutnya. Ia melepas handscoon, menatap Syifa yang nampak sudah sangat terbiasa dengan aktivitas baru mereka ini. "Bisa. Jangan khawatir." ucapnya sediki

  • Ketika Musuh Bebuyutan Menawarkan Pernikahan   Ch. 130 Deep Talk

    "Kenapa nggak langsung masuk?"Protes itu masih terdengar, ya karena memang seingat Yaksa, ia belum menjawab segala protes yang diajukan Syifa kepadanya tadi. "Ngobrol sama pak Adi, Sayang." jawabnya mencoba menekan sejenak segala rasa penasaran dan pikirannya yang sudah sampai kemana-mana itu. "

  • Ketika Musuh Bebuyutan Menawarkan Pernikahan   Ch. 129 Kotak Pandora

    Adi terus membongkar ingatannya, hasilnya tetap sama. Meskipun wajah itu sudah banyak perubahan, tapi Adi tetap mengenalinya! Apakah Helena tahu klinik yang ia dan kucingnya datangi adalah milik istri dari mantan pacarnya? Atau karena itu dia datang kemari? Adi segera keluar dari aplikasi game mi

  • Ketika Musuh Bebuyutan Menawarkan Pernikahan   Ch. 127 Acara Besar

    "Mas sendiri yakin mau balik ke rumah sakit?"Syifa melepaskan seat belt, menatap Yaksa dengan tatapan terkejut. Pasalnya tadi ... "Aku hanya izin pindah jam praktek, Sayang. Bukan libur."Kepala Syifa terangguk, segera meraih tangan Yaksa untuk berpamitan padanya. Yaksa tersenyum, manis sekali is

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status