Sepasang mata Syifa melebar. “Apa maksudmu!?”“Kita jelas tidak bisa menikah lagi, Fa,” sahut Yaksa. Ia berlutut untuk mengelus kucing di kakinya. “Jadi, kalau kamu harus ganti rugi, harus pakai cara lain.”“Contohnya?”Yaksa mengangkat bahu. Seringai tipis di bibir pria itu membuat otak Syifa berputar keras.“Kamu … nggak sedang minta, uh, malam pertama atau sejenisnya kan, Kak?” Syifa bergidik. “Atau … anak?”“Biasanya, memang begitu setelah menikah, kan?” Yaksa menyahut, tanpa menjelaskan lebih lanjut.“Nggak!”Yaksa terkekeh pelan. “Kamu cuma perlu merawat peliharaanku dengan baik kalau begitu, Dokter Syifa.”Mendengar itu, Syifa mencebik. Ucapan Yaksa memang benar, tapi ia tetap kesal.Ah, pria ini menyebalkan!“Oke! Lihat saja, kamu nggak akan bisa dapat malam pertama atau apa pun itu!”***Syifa masuk ke ruang praktek miliknya setelah mengganti sepatu dengan sandal crocs kesayangan. Langkahnya terhenti, tertegun ketika menyadari ada buket bunga yang cukup besar tergolek di atas
Last Updated : 2026-03-21 Read more