LOGINLunara mengusap air matanya. Dia berjalan ke arah Priya yang baru saja memenangkan sidang, lalu berkomunikasi dengan bahasa isyarat.[ Kita pulang saja, setengah bulan lagi masih ada sidang. ]Dia khawatir kondisi tubuh Priya tidak kuat.Mata Priya juga dipenuhi air mata, tapi saat melihat Lunara, dia tetap tersenyum."Ayo kita pulang."....Baru saja keluar dari pengadilan, Lunara menerima sebuah telepon, mengatakan bahwa Virelle ingin bertemu dengannya. Virelle sedang hamil dan dirawat di rumah sakit sekarang.Ada banyak petugas yang berjaga di depan pintu, sehingga dia tidak bisa pergi ke mana-mana. Lunara berpikir sejenak, lalu menanyakan alamat rumah sakitnya. Ternyata sama dengan rumah sakit tempat Kayden dirawat, jadi tidak masalah jika dia mampir sekalian.Sekarang Lunara tidak bisa berbicara dan sebenarnya tidak banyak hal yang bisa dibicarakannya dengan Virelle. Mereka memang sudah saling membenci sejak dulu.Sesampainya di rumah sakit, Lunara berdiri di depan pintu, lalu mas
Setengah bulan kemudian, Lunara membawa Daisy keluar dari rumah sakit dan kembali ke rumah.Selama setengah bulan itu, dia kebetulan sudah menyelesaikan tiga ilustrasi yang dipesan oleh Grup Narasoma. Setelah semuanya dikirim ke pihak resmi Grup Narasoma, dia langsung menerima rentetan pujian. Sampai-sampai akun Moonbreeze dipuji setinggi langit.Di antara beberapa ilustrator yang juga menerima pesanan dari Grup Narasoma, harga Moonbreeze memang yang paling mahal, tapi kualitas hasilnya juga yang terbaik. Begitu karya mereka dibandingkan, perbedaannya langsung terlihat jelas.Awalnya tim seni sempat mengeluh, merasa anggaran terlalu banyak dialokasikan ke Moonbreeze. Namun setelah melihat hasil akhirnya, tidak ada yang berani bersuara lagi, yang tersisa hanya rasa kagum.Uang itu benar-benar sepadan.Kasus keluarga Lunara juga mulai disidangkan. Karena Lunara tidak bisa berbicara, Priya sebagai pemegang saham terbesar hadir langsung di persidangan. Lunara duduk di kursi pengunjung, men
Lunara sengaja berpura-pura kesulitan. "Tapi Mama juga belum lulus ujian jadi Mama, 'kan?""Nggak sama."Daisy menggeleng dan berkali-kali mengatakan "no". Dia mengangkat jari kecilnya yang pendek, lalu mengayunkannya beberapa kali."Waktu aku masih di dalam perut Mama, Mama sudah lulus ujian itu."Guru di taman kanak-kanak pernah bilang pada mereka, bahwa Mama harus melalui banyak kesulitan untuk membawa mereka ke dunia ini. Sejak di dalam perut Mama, Mama sudah mendapatkan nilai sempurna darinya.Lunara memeluk Daisy.Hatinya terasa hangat.Saat menggandeng tangan Daisy menuju ruang rawat Kayden, Saphira dan Javier sudah duduk di dalam.Luka Kayden ada di punggung, juga ada satu luka tusukan yang menembus tubuhnya. Dia perlu beristirahat cukup lama.Daisy langsung berlari menghampiri Saphira, "Nenek Ayam Satu, Kakek Javier!"Wajah pasangan tua itu langsung tersenyum manis. Javier yang tadinya memasang wajah tegas juga langsung tersenyum begitu melihat Daisy. Hanya saja, akan lebih ba
Hidung Zavian terasa perih saat menahan tangis. Kemudian, dia mengangguk sambil terisak. Yang tersisa hanya suara sengau yang berat. Setiap kali melihat Daisy, hatinya terasa sesak.Saking sakitnya sampai kesulitan untuk bernapas.Padahal Daisy sebaik ini ... kenapa Virelle tega menculiknya.Di lengan Daisy, masih ada bekas kemerahan yang tertinggal dari hari itu saat dia dibawa pergi oleh orang tua Virelle.Dokter mengatakan bahwa ini bukan masalah serius. Hanya saja tubuh Daisy lemah, kemampuan pembekuan darahnya jauh lebih buruk dibanding anak-anak lain, jadi bekas di tubuhnya juga hilang lebih lambat.Melihat kondisinya, Zavian hanya merasa pedih dan sesak. Dia merasa bersalah pada Daisy. Akhirnya, Zavian mengusap keras air mata di wajahnya.Debu dan darah, air mata dan rasa sakit, semuanya tercampur jadi satu di wajahnya.Untuk beberapa saat, dia tidak melepaskan tangannya. Beberapa saat kemudian, bahunya bergetar hebat dan dia menangis tersedu-sedu."Lunara itu satu-satunya adikk
"Aku dengar ayahku bilang, katanya ... anak di dalam perut Virelle itu adalah miliknya."Setelah berkata demikian, seluruh tenaganya seolah terkuras habis. Dia terjatuh lemas di kursi. Suara tangisnya tertahan, bercampur dengan rasa sakit yang seakan berdarah.Priya dan Lunara saling bertukar pandang.Dari mata masing-masing, terlihat keterkejutan, kegetiran, dan juga rasa mual.Reaksi pertama Priya adalah pergi menutup pintu. Bagaimanapun juga, ini urusan keluarga Zavian, dan juga sangat memalukan.Setelah pintu ditutup, Priya tidak bisa menahan diri untuk menghela napas panjang. Dia berpikir sejenak, lalu keluar untuk meminta kapas alkohol pada perawat dan memberikannya pada Zavian."Bersihkan dulu. Lututmu sampai lecet begini."Lutut dan sikunya penuh luka gores. Tidak usah ditanyakan lagi bagaimana itu bisa terjadi.Untungnya, kamar rawat Lunara adalah kamar tunggal. Setelah Zavian menangis cukup lama, dia mengambil gelas air yang diberikan Daisy dan langsung menghabiskannya. Priya
Eirene juga tidak tahu detailnya, sehingga dia bertanya, "Ada yang terluka? Kalau begitu mungkin beda. Nanti aku tanya lagi setelah pulang. Polisi nggak cari kamu?"Lunara mengangguk.[ Mereka sudah datang, tapi aku juga nggak tahu banyak. ]Dari sudut pandang Lunara, dia hanya tahu Daisy dan Meidy diculik, Virelle melakukan pemerasan, dan Virelle sekeluarga ditangkap untuk penyelidikan. Kalau ini kasus perdata, berarti Virelle seharusnya tidak dalam bahaya.Sekarang dia sedang hamil. Kalaupun masuk penjara, kemungkinan akan mendapatkan pembebasan bersyarat untuk perawatan medis.Polisi sudah beberapa kali datang. Berdasarkan kesaksian Lunara dan Kayden, ditambah rekaman CCTV di lokasi, kejadian itu sudah bisa direkonstruksi. Semua orang yang melihat Lunara kehilangan suara, merasa cemas dan sedih.Priya dan Saphira sudah menghubungi banyak ahli. Semua mengatakan hal yang sama, biarkan saja berjalan dengan alami. Ini gejala yang muncul tiba-tiba, mungkin suatu saat bisa sembuh sendiri.
Beberapa kali berdering, tidak ada yang mengangkat. Kayden dengan keras kepala menunggu sampai suara perempuan mekanis terdengar memberikan notifikasi.Dia menutup, lalu menelepon lagi. Tetap saja tidak ada yang menjawab. Alkohol mulai menyerang, mengacaukan pikirannya.Sejak dewasa, Kayden jarang m
Daisy sangat menyukai Kayden. Mungkin inilah ajaibnya hubungan darah. Setiap kali berada dekat Kayden, Daisy selalu terlihat senang. Bahkan setelah selesai makan pun, dia enggan pergi dan ingin tetap menemani.Daisy menopang dagu, lalu menatap Lunara. "Mama, hari ini aku ketemu Tante dan Kakak. Sepe
Lunara menundukkan kepala melihat Daisy yang sudah tertidur. Dia tidak menyadari tatapan Zavian yang panas dan dalam. Dia teringat apa yang pernah dikatakan Saphira sebelumnya, bahwa pria di Keluarga Narasoma akan menyerahkan gaji mereka setelah menikah.Dompet Kayden tentu akan dipegang oleh calon
Kayden menatap cairan infus yang menetes perlahan."Nggak termasuk selingkuh dariku. Bukannya kamu yang bilang? Itu balasan."Silvar mendengus.'Sudahlah. Siapa yang mau menghabiskan ratusan juta hanya untuk membalas seseorang, lalu setelah menelepon malah menunggu di depan pintu dengan penuh harap?







