MasukDicampakan oleh mantan kekasihnya, Luvella memilih untuk menikahi saudara mantan kekasihnya. Luvella selalu menganggap DIello sebagai pria bajingan, karena saat ia menjalin hubungan dengan Lexion, Diello sering merayunya. Namun, yang tidak Luvella sangka adalah pria bajingan itu akhirnya menjadi suaminya. Diello telah menyukai Luvella sejak masih kecil, tapi ketika ia mengetahui Luvella sangat mencintai Lexion -saudara berbeda ibu dengannya. Diello memilih untuk menyimpan perasaannya rapat-rapat. Sampai akhirnya ia memiliki kesempatan untuk mendapatkan Luvella, ia tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Saudaranya mencampakan Luvella dan menikahi wanita lain demi keuntungan, sementara dirinya menikahi Luvella karena Luvella adalah cinta pertamanya.
Lihat lebih banyakDi sebuah ruang makan, terdapat enam orang di meja makan.
"Ayah, Ibu, Kakek, ini adalah Luvella, kekasihku." Lexion memperkenalkan Luvella pada orangtua dan juga kakeknya.
Seorang pria yang seumuran dengan Lexion tersenyum mengejek. "Calon ipar, kau benar-benar tidak bisa memilih pria."
"Diello, jaga sikapmu!" Henry – Kakek Lexion dan Diello menegur Diello.
Diello yang memiliki penampilan pemberontak hanya tersenyum tidak peduli.
"Aku dengar, dia adalah seorang anak yang dibesarkan oleh neneknya. Orangtuanya sudah meninggal. Lexion, kau sepertinya berpikir keluarga Alterion bisa dimasuki oleh siapa saja." Gael menatap putranya dengan tatapan tidak senang.
Wajah Luvella tampak kaku setelah mendengar ucapan dari ayah kekasihnya. Ia tahu bahwa ia memiliki perbedaan status yang sangat jauh dengan Lexion. Sebelum berangkat ke tempat ini ia sudah sangat gugup, takut jika keluarga Lexion akan menolaknya. Dan benar saja, belum sampai lima belas menit ia ada di sini, penolakan itu sangat terasa.
Lexion meraih tangan Luvella, mencoba untuk menenangkan Luvella.
"Ayah, Luvella adalah gadis yang berbakat. Dia akan segera mnejadi pengacara hebat dalam beberapa tahun ke depan." Lexion membela Luvella.
Gael mendengkus. "Wanita seperti ini tidak akan bisa membantumu dalam hal apapun kecuali di ranjang."
Kalimat yang diucapkan oleh Gael sama persis seperti yang dikatakan oleh ayahnya dulu ketika ia menjalin hubungan dengan ibu Diello.
Luvella merasa tidak nyaman. Ia berdiri dari tempat duduknya. "Saya permisi ke toilet sebentar." Wanita itu kemudian melangkah pergi meninggalkan ruang makan dengan hati yang sakit.
Lexion ingin mengejar Luvella, tapi ditahan oleh ibunya.
"Lexion, apa yang Ayahmu katakan benar. Wanita seperti itu tidak akan bisa membantumu mencapai apapun." Jena -ibu Lexion setuju dengan suaminya.
Gael melirik Jena dari ekor matanya dengan sinis. Seperti inilah cara Jena memandang orang dari kalangan rendah.
"Makan malam ini benar-benar membosankan." Diello bangkit dari tempat duduknya lalu kemudian meninggalkan ruang makan.
Pria itu tidak kembali ke kamarnya, melainkan pergi ke toilet yang didatangi oleh Luvella. Ia menunggu di luar.
Saat Luvella keluar dari toilet itu, ia terkejut melihat Diello ada di sana.
"Habis menangis, Calon Ipar?" Diello bersandar dengan santai di dinding.
Luvella tidak menangis tadi, sebenarnya dia memang hampir menangis, tapi ia menahan air matanya dan mencoba untuk menenangkan dirinya di toilet.
Ini adalah pertemuan pertama Luvella dengan Diello, tapi ia sudah mendengar dari Lexion mengenai saudara berbeda ibu kekasihnya itu. Diello adalah seorang pemberontak, ia suka menghabiskan waktunya dengan berpesta bersama wanita-wanita cantik. Diello adalah pemboros sejati. Benar-benar contok pewaris keluarga kaya yang arogan dan tidak berguna.
Ia juga tahu bahwa hubungan Lexion dan Diello tidak terlalu baik, itulah sebabnya Lexion telah memperingatinya untuk tidak terlalu banyak berkomunikasi dengan Diello.
Luvella memilih untuk melewati Diello, tapi Diello menghalangi Luvella, tidak membiarkan wanita itu melewatinya.
"Calon Ipar, mau bertaruh denganku?" Diello menatap Luvella nakal.
"Menyingkir dari jalanku."
"Calon Ipar, antara kau dan keuntungan, aku yakin Lexion akan lebih memilih keuntungan. Cepat atau lambat kau akan dicampakan olehnya."
Luvella menatap Diello seksama. "Lexion bukan orang seperti itu."
"Baiklah, kalau begitu ayo kita taruhan. Jika aku menang kau bisa meminta apapun dariku, tapi jika kau kalah kau harus menjadi milikku."
"Aku tidak akan bertaruh dengan pria bajingan sepertimu!" Luvella kemudian mencoba melewati Diello, tapi Diello meraih tangan Luvella.
"Lepaskan tanganku!"
Diello menarik tangan Luvella lalu kemudian mencium aroma tangan wanita itu. "Calon Ipar aku sangat menyukai aromamu."
Dilecehkan seperti ini, Luvella tentu saja marah. Wanita itu menarik tangannya dengan kuat lalu kemudian menampar wajah Diello dengan keras.
"Kau benar-benar menjijikan!" Setelah itu Luvella melangkah pergi.
Diello menyentuh wajahnya, pria itu tersenyum sinis. "Calon ipar, kau pasti akan dicampakan oleh Lexion. Bersiaplah!"
Luvella mendengar kata itu, tapi dia tidak akan terprovokasi oleh Diello. Ia tahu Diello pasti sedang mencoba untuk merusak hubungannya dengan Lexion.
Diello membenci Lexion, jadi pria itu pasti tidak ingin Lexion hidup dengan bahagia.
Luvella kembali ke ruang makan. Meski saat ini ia merasa benar-benar buruk, tapi ia tidak mundur dan tetap bertahan meski berhadapan dengan penolakan yang sangat kuat.
"Ayo mulai makan malamnya." Henry selaku yang paling tua di keluarga Alterion segera bicara setelah Luvella datang.
Gael bangkit dari tempat duduknya. "Kalian lanjutkan saja, sekertarisku menelpon."
Wajah Jena berubah menjadi suram. Wanita itu meremas sendok dan garpu yang ada di kedua tangannya. Sampai kapan Gael akan mempermalukannya dengan terus berhubungan dengan banyak wanita tepat di depan wajahnya.
Tanpa menunggu jawaban dari siapapun, Gael meninggalkan tempat itu. Sisi pemberontak yang dimiliki oleh Diello ia dapatkan dari ayahnya.
Suasana hati Jena dan Henry juga sudah tidak bagus karena sikap Gael.
"Aku merasa tidak enak badan, aku akan pergi untuk istirahat." Henry bangkit dari tempat duduknya lalu pergi.
"Ibu akan mengantar Kakek." Jena juga pergi.
Kini yang tersisa di ruangan itu hanya Lexion dan Luvella.
Lexion merasa sangat tidak enak dengan Luvella. Ia tidak menyangka bahwa keluarganya akan memperlakukan Luvella seperti ini.
"Luvella, tolong maafkan sikap Ayah, Ibu dan Kakekku."
Luvella tersenyum lembut pada Lexion. "Tidak apa-apa, Lexion. Aku akan meyakinkan orangtua dan kakekmu agar mereka bisa menerimaku."
Lexion menggenggam tangan Luvella dengan hangat. "Aku yakin kau pasti bisa melakukannya."
tbc
Hiro telah menemukan lukisan bunga Lily yang dimaksud oleh Diello. Ada sebuah kartu memori di sana. Setelah mendapatkannya, Hiro segera pergi ke rumah sakit.Diello segera keluar dari ruangan setelah dihubungi oleh Hiro yang telah sampai di rumah sakit.“Tuan, kartu memori ini ditemukan di belakang lukisan bunga Lily.”“Buka kartu memori itu!”Hiro membawa laptop bersamanya, pria itu segera menjalankan perintah Diello.Di dalam kartu memori itu hanya ada satu video, Hiro segera membuka video itu. Sekarang yang tampil di layar adalah video sebuah jalanan yang sepi lalu kemudian sebuah mobil melintas dengan kecepatan sedang, detik selanjutnya sebuah mobil dengan kecepatan tinggi melaju dan menabrak mobil lainnya.Diello masih menonton video itu dengan seksama, sampai akhirnya dia melihat pelaku penabrakan keluar dari mobil, dan itu adalah Jena.Mata Diello segera melihat ke tanggal pengambilan video itu. Wajah pria itu tampak kaku. Sekarang ia tahu siapa yang ada di dalam mobil y
“Ada apa?” Gael bertanya pada sopirnya saat ia merasakan mobilnya melaju tidak biasa.“Tuan, ada yang salah dengan mobil ini. Remnya tidak berfungsi.” Pria itu berkata dengan sedikit kepanikan, ia masih mencoba untuk menginjak pedal rem, tapi mobil tetap melaju dengan kencang.Gael tidak takut pada kematian, sebelumnya jika ia tidak memikirkan Diello, dia mungkin sudah mengejar Lora ke akhirat. Jika kematiannya saat ini memang sudah dekat, maka tidak ada yang perlu ia khawatirkan lagi.Putra kesayangannya telah membangun kekuatannya sendiri. Dengan memiliki seseorang yang ingin ia lindungi, Diello akan menjadi semakin kuat. Selain itu, ada juga Luvella yang menemani Diello. Putranya tidak akan kesepian.Namun, ada satu hal penting yang harus Gael sampaikan pada Diello sebagai tambahan untuk melindungi nyawanya sendiri.Gael menghubungi Diello, panggilan itu segera terhubung.“Ya, Ayah?”“Ingat ini baik-baik, penthouseku, lukisan bunga Lily.” Setelahnya Gael hendak menutup panggilan it
Saat ini sebuah siaran langsung sedang berjalan. Di dalam layar ada Diello dan juga Amy -seorang reporter yang sedang naik daun.“L Security diambil dari inisial nama dua wanita yang sangat saya cintai. Lora -ibu saya dan Luvella -istri saya.”“Tuan Diello, apakah Anda bersedia membahas mengenai kehidupan pribadi Anda?” Karena Diello telah menyebutkan tentang nama istrinya, reporter Amy mencoba menanyakan mengenai kehidupan pribadi Diello.Wanita ini telah menghubungi asisten pribadi Diello beberapa kali untuk mewawancarai pemimpin L Security, tapi selalu ditolak. Sekarang memiliki kesempatan ini, Amy tentu saja tidak akan menyia-nyiakannya. Wanita ini telah menyusun begitu banyak pertanyaan untuk Diello.“Ya.”“Saya mendengar bahwa Tuan Diello sudah menikah, apakah itu benar?”“Ya, itu benar.”“Apakah istri Anda adalah mantan tunangan saudara Anda sendiri?”“Ya, itu benar.”“Tuan Diello, siapa yang memulai di hubungan Anda dan istri Anda?”“Sebelum menjawab pertanyaan Anda, saya aka
Pagi ini Luvella menerima panggilan dari Luna, sahabatnya itu mengabarkan bahwa Arlo tewas semalam karena berkelahi dengan penghuni baru di sel yang sama dengan Arlo.Bagi Luna, kematian Arlo ini cukup janggal. Luna telah menyelidiki, sesudah bertemu dengan Luvella, Arlo menghubungi asisten pribadi Jena. Luna yakin bahwa kematian Arlo pasti ada hubungannya dengan Jena.Luvella mengepalkan kedua tangannya. Bahkan Jena juga menyingkirkan orang yang telah menggantikannya di penjara. Jena benar-benar keji.Untuk memastikan tidak ada yang membongkar kejahatannya, dia membunuh satu-satunya saksi kunci atas kematian kedua orangtuanya.Jika ia tidak mengirim Jena ke penjara dan membuka topeng busuk Jena, maka ia akan sangat berdosa pada orangtuanya.“Jena, kau benar-benar iblis!” Luvella menggeram marah.Satu-satunya cara untuk membuat Jena di penjara adalah dengan memancing wanita itu. Namun, ia harus membicarakan tentang hal ini dulu dengan Diello. Ia tidak bisa memprediksi apa yang akan t












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ulasan-ulasanLebih banyak