Share

Bab 640

Author: Fitri
Di ibu kota, cuaca musim semi cerah dan menyenangkan.

Casya duduk bersila di rumah Frandy sambil menerima sepiring buah yang sudah dicuci bersih oleh neneknya.

"Terima kasih, Nek. Buah yang dicuci Nenek memang paling enak!"

Ucapan itu membuat neneknya, Mira, tersenyum geli.

Casya mewarisi hampir semua kelebihan kedua orang tuanya. Struktur wajahnya indah, auranya selalu memancarkan rasa percaya diri dan ketenangan yang bebas. Tak heran kakek dan neneknya sangat menyukainya.

Floryn duduk di sampi
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (1)
goodnovel comment avatar
Iing
Syukurlah klo Casya diterima dg baik Casya g tau aja saham Frans udah dikasih ke kamu 3 persen. semoga kamu cepat tau..
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 812

    Kedua anak itu benar-benar bertolak belakang. Yang satu aktif, yang satu tenang.Amy yang berdiri di samping melihat mereka pun tak kuasa menahan senyum. "Nanti setelah bayi di dalam kandungan Nyonya lahir, rumah ini pasti akan makin ramai."Hinari mengangkat kepala. "Kamu hamil?"Dia benar-benar tidak tahu. Tubuh Lunara memang ramping, ditambah lagi dia mengenakan pakaian rumahan yang longgar, jadi sama sekali tidak terlihat sedang hamil.Lunara tersenyum. "Sudah empat bulan. Waktu hamil Daisy dulu, perutku juga nggak terlalu besar.""Sudah diperiksa? Laki-laki atau perempuan?"Lunara meliriknya dengan tatapan manja. "Kalau perempuan seperti Daisy, aku suka. Kalau laki-laki seperti Rupert, aku juga suka.""Jangan deh." Sebagai ibu kandung Rupert, Hinari benar-benar tidak memiliki "filter ibu" terhadap anaknya sendiri. "Kalau seperti Rupert, nanti kamu malah pusing mikirin cara buat dia kurus. Bodoh, doyan makan lagi. Kayak anak babi."Rupert mendengus pelan. "Ma ... jangan buat aku ma

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 811

    Entah dari mana pria itu mendapatkan rasa percaya diri sebesar itu.Lunara duduk di seberang Hinari. "Dia ingin bertemu Rupert?""Aku juga nggak pernah melarangnya. Toh seorang anak tetap membutuhkan ayah. Apalagi anak laki-laki, nggak boleh tumbuh tanpa kehadiran ayah.""Tapi setiap kali dia bawa Rupert pergi, dia selalu menanamkan pikiran-pikiran buruk!"Makin membicarakan hal itu, Hinari makin marah. "Dia mencari tahu kehidupan pribadiku. Dia bertanya kepada Rupert apa dia tahu penghasilanku berapa, apa aku berniat menikah lagi.""Bahkan dia bilang, begitu aku menikah lagi dan punya anak, aku pasti nggak akan menginginkan Rupert lagi. Memangnya itu ucapan manusia?"Seorang pria yang berselingkuh hingga memiliki anak di luar nikah justru mengatakan hal seperti itu. Sungguh menggelikan.Lunara tersenyum tipis. "Dia mengira semua orang di dunia ini sama seperti dirinya.""Siapa peduli? Awalnya kukira dia benar-benar sudah sadar dan ingin lebih banyak menghabiskan waktu bersama anaknya.

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 810

    Mereka terus melewati banyak level. Setiap kali, Rupert yang melakukan kesalahan sehingga menghambat kemajuan Daisy.Rupert sendiri mulai kehilangan semangat. Dia merasa malu, juga sedikit kecewa pada dirinya sendiri.Wajah kecil Daisy tetap tenang. Dia mengangkat tangan mungilnya, lalu menepuk pelan punggung Rupert."Aku nggak menyalahkanmu. Kamu hanya ... agak bodoh."Lebih baik dia tidak mengatakannya. Begitu kata-kata itu terlontar, Rupert langsung seperti ikan buntal yang menggembung karena marah.Dia menatap Daisy dengan pipi menggembung. "Lain kali aku pasti nggak akan begitu lagi!"Daisy berkata dengan datar, "Kemarin kamu juga bilang begitu."Rupert langsung membantah, "Yang kemarin 'kan beda bahasa. Mana mungkin aku tahu banyak bahasa asing!""Kalau begitu, belajar. Kalau sudah belajar tapi nggak bisa, bukannya itu berarti bodoh?"Logikanya sangat masuk akal.Rupert memikirkannya sejenak. Sepertinya memang begitu. Namun, dia benar-benar tidak suka belajar.Di sisi lain, dia j

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 809

    Frandy mengajak Rayan berdiskusi untuk menentukan tanggal yang tepat.September tahun depan. Saat harumnya bunga osmanthus memenuhi halaman dan musim gugur sedang berada pada masa yang paling indah, waktu itu sangat cocok untuk berkumpul bersama keluarga, mengikat janji suci pernikahan, serta menyatukan Keluarga Lumbana dan Keluarga Prayogo dalam ikatan besan.Kalau dilaksanakan tahun ini, waktu untuk mempersiapkan pernikahan sudah tidak cukup. Baik Keluarga Prayogo maupun Keluarga Lumbana merasa semuanya akan terlalu terburu-buru.Dalam urusan seperti ini, yang terbaik adalah mempersiapkannya sesempurna mungkin.Sedangkan mengenai kapan mereka akan mendaftarkan pernikahan, biarlah mereka sendiri yang memutuskannya.Setelah satu beban di hatinya akhirnya terlepas, Rayan terus tersenyum sepanjang waktu.Setelah kembali ke Keluarga Lumbana, dia sama sekali tidak merasa lelah. Dia malah menarik Eston untuk memilih lokasi pesta pernikahan. Bahkan dia ingin menulis sendiri kartu undangan pe

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 808

    Frandy dan Mira juga tersentuh oleh ketulusan Keluarga Lumbana.Memang begitulah seharusnya sebuah pernikahan dijalankan.Mira mengangkat tangan mengusap sudut matanya yang mulai basah. "Kalau Floryn masih ada, dia pasti akan sangat bahagia. Satu-satunya kekhawatirannya akhirnya bisa terlepaskan."Frandy memasang wajah tegas dan menegurnya, "Di hari sebaik ini kenapa malah nangis? Nanti saat kita ziarah ke makam Floryn, sampaikan saja kabar ini kepadanya. Dia pasti akan tahu."Mira menggenggam tangan Casya. Dia adalah seorang perajin sulam sekaligus pewaris kerajinan sulam warisan budaya tak benda yang sangat terkenal di ibu kota. Setiap lembar sulaman yang dibuat dengan tangannya sendiri bernilai sangat tinggi.Di telapak tangannya terdapat banyak kapalan kecil. Memang tidak lembut, tetapi justru membuat Casya merasakan kehangatan."Casya, sepanjang hidup ibumu, dia nggak pernah memperoleh kebahagiaan sedikit pun dari pernikahannya. Bahkan akhirnya dia justru terseret dan menghancurka

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 807

    Hubungan Eston dengan Casya juga selama ini diperhatikan oleh Keluarga Narasoma.Lunara mendekat, lalu menyandarkan kepalanya di bahu Kayden sambil melihat ke layar. "Selamat ya."Setelah mendapat persetujuan Kayden, Casya benar-benar merasa lega. Dia menyimpan ponselnya, lalu menoleh kepada Rayan."Kakek, maaf sudah membuat Kakek menunggu. Ayo berangkat."Kepala Keluarga Narasoma adalah Kayden. Rayan juga mengetahui hal itu. Hanya saja, sebelumnya dia belum pernah bertemu ataupun berurusan dengan pemuda itu.Namun, dari percakapan singkat barusan, sudah cukup baginya untuk mengenal sosok Kayden. Prasangka buruknya terhadap Keluarga Narasoma akibat berita pengumuman itu pun sedikit berkurang.Begitu keluar rumah, penampilan Rayan dan Brandon langsung menarik perhatian beberapa senior yang sedang berada di luar.Henny yang sedang berjalan bersama Tora juga membelalakkan matanya. "Kakek Rayan, mau ke mana?""Ya, Rayan. Mau menemui pemimpin besar yang mana ini? Sampai-sampai seragam yang

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status