Share

Bab 64

Author: Fitri
Terdengar suara Rupert memanggil seseorang dari kamar mandi.

Kayden pun melangkah ke sana. Rumahnya memang tidak besar, dua langkah saja sudah sampai ke kamar mandi.

Semuanya tertata rapi.

Kayden menunduk melirik meja wastafel, hanya ada tiga sikat gigi dan dua gelas kumur. Satu sikat gigi berwarna merah muda dan satu sikat gigi anak bergambar Pangeran Katak diletakkan bersama dan berdampingan dengan rapi.

Lunara tidak pernah memakai gelas kumur, Kayden tahu itu. Dia suka menampung air dengan ta
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (2)
goodnovel comment avatar
Nana
497 bab ...
goodnovel comment avatar
Erma Ninawati
terlalu banyak iklan
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 748

    Di aula akademik Universitas Andara, beberapa alumni yang telah meraih prestasi diundang naik ke atas panggung untuk menyampaikan sambutan.Tujuannya juga untuk memberi semangat kepada para mahasiswa yang masih menempuh pendidikan.Lunara berdiri di atas panggung, memandang ke arah para adik tingkat yang wajahnya masih dipenuhi kepolosan dan sedang menikmati masa muda mereka.Dia berdeham pelan, lalu berkata dengan lantang, "Aku benar-benar nggak nyangka, pertama kali berdiri di sini justru setelah lulus bertahun-tahun. Dulu waktu masih kuliah, Pak Dekan selalu bilang kalau aku nggak punya ambisi."Para mahasiswa di bawah panggung langsung tertawa. Dekan saat ini adalah dosen yang dahulu mengajar Lunara dan mengajarinya banyak teknik melukis.Waktu itu, sang dekan sangat menghargai bakat Lunara. Beliau ingin membimbingnya agar terus mendalami dunia seni."Aku lulusan Program Studi Mural Perkotaan di fakultas ini. Waktu itu pikiranku cuma satu, yaitu pacaran. Sama sekali nggak kepikiran

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 747

    "Ya." Lunara tersenyum tipis, lalu dia menoleh mencari sosok Kayden.Setelah selesai mengisi daftar hadir di fakultasnya, Kayden berbalik dan mencari Lunara di tengah kerumunan.Tatapan mereka bertemu. Dia pun melangkah menghampiri Lunara.Tiba-tiba, Lunara teringat pada sebuah kalimat. Apa pun tahap kehidupan seseorang, ketika seseorang bersedia menyerahkan hal paling berharganya kepada orang lain, itulah cinta.Saat masih menjadi mahasiswa, yang paling berharga adalah uang. Saat telah sukses dalam karier, yang paling berharga adalah waktu.Keberanian dari seorang pengecut. Kejujuran dari seseorang yang sulit mengungkapkan perasaannya. Harga diri dari seseorang yang sangat sensitif. Kerendahan hati dari seseorang yang selalu angkuh.Semua itu ... pernah diberikan Kayden kepadanya tanpa sedikit pun disembunyikan. Hanya saja, pada waktu yang berbeda-beda.Sebelum Kayden sampai di sisinya, beberapa penggemar Moonbreeze sudah lebih dahulu mengenali Lunara. Mereka beramai-ramai menghampiri

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 746

    Di rumah sakit, Lunara menjalani serangkaian pemeriksaan. Namun, hasilnya tetap tidak menunjukkan penyebab yang pasti.Dokter memandang Lunara, lalu tiba-tiba bertanya, "Apa kamu sedang merencanakan kehamilan? Gimana kalau bikin janji ke bagian kebidanan?"Bagian kebidanan? Lunara tertegun. Dia memang belum terpikir sampai ke sana.Sejak mengajak Kayden menjalani pemeriksaan terakhir kali, mereka memang sudah tidak lagi menggunakan alat kontrasepsi. Belakangan ini mereka juga rutin berolahraga serta mengonsumsi asam folat dan tablet kalsium.Namun, Lunara sama sekali tidak menduga bahwa dirinya mungkin benar-benar hamil. Kalau dipikir-pikir, belakangan dia memang mudah mengantuk dan lebih pemilih soal makanan. Bukannya tidak bisa makan, hanya saja dia jauh lebih pilih-pilih dibanding sebelumnya.Gejalanya memang agak mirip dengan saat dia hamil dahulu, tetapi Lunara tetap tidak berani memastikan.Akhirnya, dia membuat janji dengan dokter dan sepakat datang lagi beberapa hari kemudian u

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 745

    Lunara mengernyit."Maksudmu, ada yang mencuri desainmu?""Iya. Tapi aku belum yakin siapa pelakunya. Lihat cincin ini. Teknik pembuatannya ... menurut Kakak, bukankah sama dengan desain Janji Bahagia yang akan kita luncurkan?"Lunara memperbesar gambar itu dengan dua jarinya, lalu sedikit mengerutkan alis. "Memang sama.""Ini adalah kesalahan yang dulu kulakukan saat mendesain karena aku sempat buntu. Waktu proses penempaan, Om aku yang ingatin aku. Katanya, teknik ini memang cukup umum dipakai dalam pengerjaan perhiasan emas, tapi nggak cocok untuk seri Janji Bahagia."Karena itulah Casya dan Graham akhirnya memilih teknik lain yang jauh lebih rumit dan memakan waktu. Hasil akhirnya pun memang jauh lebih sempurna daripada desain awal Casya.Namun, kebocoran desain adalah masalah besar."Menurutmu gimana?""Aku kurang lebih tahu siapa pelakunya. Tapi masalah ini memang sulit dituntut."Desain itu belum didaftarkan sebagai paten maupun hak cipta. Kalaupun ingin menempuh jalur hukum, pr

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 744

    Kurir baru saja datang mengambil bunga itu ketika Lunara keluar dari area parkir."Mau dibawa ke mana?""Bunga dari Frans. Aku suruh kirim balik."Sejak Frans mengirim bunga kepada Elina terakhir kali, Lunara sudah merasa ada yang tidak beres.Hanya saja, Elina bukan anak kecil. Dia punya pertimbangannya sendiri, jadi Lunara tidak berkata apa-apa. Mereka berdua berjalan berdampingan memasuki gedung perusahaan."Kenapa dia kirim bunga?"Elina menghela napas, lalu tersenyum pasrah kepada Lunara. "Supaya Kak Silvar marah. Dia bilang ke Kak Silvar kalau aku adalah wanita yang sudah nggak diinginkan Pak Kayden, lalu diserahkan begitu saja kepada Kak Silvar."Lunara terdiam.Jalan pikiran menjijikkan seperti itu memang hanya bisa dipikirkan oleh Frans. Namun karena yang mengatakannya adalah Frans, Lunara juga tidak terlalu terkejut."Silvar yang cerita ke kamu?""Iya. Pulang ke rumah dia langsung memelukku sambil menangis. Ingus dan air matanya diusap semua ke bajuku."Mengingat kejadian dua

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 743

    "Itu beda. Undanganku juga mengundang aku dan suamiku."Kayden tersenyum tipis."Kalau begitu, kali ini aku akan mengandalkan Bu Lunara untuk membawaku kembali ke kampus.""Tentu saja."Melihat mereka berdua juga akan hadir, beberapa mahasiswa itu bersorak kegirangan. Mereka memberi tahu stan yang akan mereka buka saat acara nanti dan mengundang Lunara serta Kayden untuk mampir.Lunara pun mengangguk menyetujuinya.Para mahasiswa itu kemudian bergegas mengejar kereta terakhir menuju kampus.Lunara memandangi punggung mereka yang semakin menjauh. Sambil menggenggam tangan Kayden, dia merengek, "Aku sudah capek jalan. Gendong aku pulang."Kayden tersenyum tak berdaya. Jarak yang ditempuh Lunara hari ini kalau dijumlahkan mungkin bahkan belum sampai seribu langkah. Dia berjongkok di depan Lunara, lalu menepuk punggungnya."Naik."Dalam dua atau tiga langkah, Lunara langsung melompat ke punggungnya. Sambil memeluk Kayden dengan erat, dia berseru, "Jalan!"Kayden menopang tubuh Lunara agar

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status