Dicintai Ugal-ugalan Oleh Ayah Angkat Mantan Pacarku

Dicintai Ugal-ugalan Oleh Ayah Angkat Mantan Pacarku

Por:  Zara ZayanaAtualizado agora
Idioma: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
10
2 classificações. 2 avaliações
50Capítulos
672visualizações
Ler
Adicionar à biblioteca

Compartilhar:  

Denunciar
Visão geral
Catálogo
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP

Setelah enam tahun berpacaran dan tepat saat mereka hampir menikah, satu kalimat dari sang pacar menghancurkan segalanya. "Ayahku nggak akan pernah mengizinkan wanita dengan latar belakang sepertimu masuk ke keluarga kami." Allea Yukara pun dicampakkan. Dalam hati, Allea mencibir. Dia tahu betul bahwa cinta pertama Rayzel Ghani telah kembali dan sudah saatnya dia menyingkir. Saat terpuruk dan kehilangan arah, sosok yang benar-benar memegang kendali Grup Ghani, sekaligus bujangan emas paling diincar di Kota Suraka, Rayford Ghani, menyerahkan sebuah perjanjian pernikahan kepadanya. "Nikahi aku. Kamu akan mendapatkan semua yang kamu inginkan, sekaligus membalas dendam padanya." Kabar baiknya: Setiap bulan mendapat uang saku 20 miliar, dukungan sumber daya tanpa batas, suami yang konon selalu dinas ke luar kota, tidak saling mengganggu, dan bisa menggunakan statusnya untuk membuat mantan pacarnya kalah telak. Kabar buruknya: Suaminya yang selalu dinas ke luar kota ternyata bohong. Tidak saling mengganggu juga bohong. Pada malam pertama setelah mendapatkan akta nikah, pria itu langsung menindihnya di atas ranjang dan menciumnya hingga hampir kehabisan napas. Setiap malam pulang ke rumah dan sangat antusias terhadap kehidupan pernikahan mereka. Belakangan, Rayzel berlutut di depan umum memohon agar dia kembali. Rayford merangkul pinggang Allea dan berkata dengan dingin, "Rayzel, kalau kamu masih berani mengucapkan omong kosong lagi, keluar saja dari Keluarga Ghani." Di tengah malam yang sunyi, Rayford membenamkan wajahnya di sisi leher Allea. "Allea, lupakan orang lain dan cintai aku, ya?" "Allea, siapa yang sedang kamu pikirkan?" "Allea, kamu hanya boleh memikirkan aku." "Allea, gimana kalau kita punya seorang bayi?" .... Selama ini Allea selalu mengira bahwa pernikahannya dengan Rayford hanyalah sebuah transaksi yang saling menguntungkan, sehingga dia tidak pernah berani menyerahkan hatinya sepenuhnya. Sampai akhirnya, kebenaran terungkap. Ternyata, pernikahan yang menyelamatkannya dari penderitaan itu bukanlah kebetulan. Melainkan hasil dari rencana yang telah Rayford susun dengan cermat selama enam tahun.

Ver mais

Capítulo 1

Bab 1

"Jadi, enam tahun berpacaran ternyata terlalu lama dan Pak Rayzel sudah bosan?"

Mendengar pertanyaan wanita itu, Rayzel memutar gelas anggur di tangannya tanpa menunjukkan reaksi yang berarti.

"Allea, selama enam tahun ini aku membawamu melihat dunia, mengirimmu belajar ke luar negeri, memberimu kehidupan terbaik. Sekarang kita berpisah dengan baik-baik dan tetap menjaga martabat masing-masing. Bukankah itu lebih baik?"

Wanita yang duduk di seberangnya memiliki kecantikan yang begitu mencolok. Rambut hitam pekat, bibir merah, sosok yang bisa disebut sebagai kecantikan klasik.

Terlebih lagi saat ini, kedua matanya yang indah sedikit terangkat, memancarkan hawa dingin yang membuatnya tampak semakin anggun sekaligus sulit didekati.

Dialah Allea, kekasih Rayzel selama enam tahun.

Suara Allea terdengar penuh sindiran, "Rayzel, kamu sendiri yang bilang nggak bakal menikahi siapa pun selain aku. Kamulah yang melamarku di depan semua orang waktu wisuda. Sekarang kamu bilang kita harus berpisah baik-baik. Lalu, semua janji itu kamu anggap apaan?"

Ekspresi Rayzel menegang. Untuk sesaat, wajahnya benar-benar menunjukkan sedikit penderitaan.

"Keluarga besar seperti Keluarga Ghani ini memang selalu mengutamakan latar belakang pasangan yang setara. Ayahku nggak akan setuju seseorang dengan latar belakang sepertimu menikah denganku."

Latar belakang.

Saat mendekatinya dulu, Rayzel berkata bahwa latar belakang tidak akan pernah menjadi penghalang di antara mereka. Sekarang malah dijadikan alasan untuk putus.

"Allea, perasaan kita di masa lalu itu nyata. Biarkan semuanya tetap tinggal di masa lalu, ya? Begini saja, apartemen pemandangan sungai milikku di Distrik Barat akan aku alihkan atas namamu. Aku juga bakal kasih kamu 10 miliar. Ambil uang itu dan jalani hidupmu dengan baik. Kalau ada kesulitan, hubungi aku kapan saja, gimana?"

Allea bersandar di kursinya.

Mendengarkan kata-kata dingin pria itu, hatinya terasa perih sedikit demi sedikit.

Enam tahun.

Dari usia 19 hingga 25 tahun. Seluruh masa mudanya dihabiskan bersama pria ini. Allea mengira, setidaknya dia akan mendapatkan sedikit ketulusan sebagai balasannya. Namun kenyataannya, dia telah bertaruh pada orang yang salah.

"Bukan karena ayahmu. Ini karena Giselle sudah kembali, bukan?"

"Rayzel, kamu pernah bilang nggak akan pernah bohong sama aku. Tapi sekarang, bahkan alasan putus saja masih harus kamu tutupi dengan kebohongan."

Ekspresi Rayzel berubah berkali-kali sebelum akhirnya dia mengakuinya. "Maaf, Allea. Dulu Giselle pergi karena ada alasannya sendiri. Sekarang dia sudah kembali. Aku nggak bisa mengecewakannya."

Allea ingin tertawa.

Menertawakan kepolosannya sendiri dan menertawakan kemunafikan Rayzel. Namun saat ini, rasa sakit di hatinya mengalahkan segalanya.

"Aku nggak mau apartemennya. Uangkan saja."

"Uang perpisahan 10 miliar, ditambah harga pasar apartemen itu. Nilainya puluhan miliar, 'kan? Aku mau 40 miliar. Sebelum besok tengah hari, transfer 50 miliar ke rekeningku. Kalau lewat pukul 12, aku akan mengemas seluruh riwayat percakapan kita selama enam tahun dan mengirimkannya ke majalah hiburan."

Rayzel langsung menggenggam pergelangan tangannya.

"Allea, kita nggak perlu sampai begini. Kalau memang kamu ingin uang, tinggal bilang saja. Aku pasti akan kasih."

Allea menarik kembali pergelangan tangannya, lalu mengenakan mantel.

"Dengan 50 miliar, kamu bisa membeli reputasi sebagai Tuan Muda Ghani yang setia dan tak tergoyahkan demi cinta pertamanya. Sangat menguntungkan. Kamu nggak rugi."

Rayzel berdiri di tempat, menatap punggung Allea yang semakin menjauh. Entah kenapa, ada bagian dalam hatinya yang tiba-tiba terasa hampa. Namun, perasaan tidak nyaman itu segera dia singkirkan. Hanya seekor burung kenari yang dipeliharanya selama enam tahun. Kalau terbang, biarlah terbang.

Giselle sudah kembali. Kesalahpahaman mereka sudah terselesaikan. Dia telah menunggu selama bertahun-tahun dan tidak boleh melewatkan kesempatan ini lagi.

Sedangkan Allea?

Allea telah bersamanya selama enam tahun. Uang yang diberikannya sudah cukup untuk menjamin kehidupan Allea tanpa kekurangan sampai tua. Menurut Rayzel, dia sudah berbuat sebaik mungkin.

Allea keluar dari hotel dan berjalan perlahan di sepanjang tepi sungai. Dia adalah orang yang sangat keras terhadap dirinya sendiri. Air mata yang selama ini ditahannya akhirnya mengalir keluar.

Enam tahun bukanlah enam hari. Itu adalah seluruh masa muda terbaiknya. Diputuskan secara mendadak seperti ini, mana mungkin dia tidak terluka?

Tak lama kemudian, notifikasi dari bank masuk. Lima puluh miliar, tidak kurang satu sen pun.

Allea menyimpan ponselnya, menghapus air mata, lalu menatap deretan gedung pencakar langit di seberang sungai.

Pemandangan malam Kota Suraka sangat indah. Lautan cahaya berkilauan memenuhi kota. Inilah tempat yang selama ini mati-matian ingin dia jadikan rumah.

Enam tahun lalu, dia berhasil lolos ujian dari sebuah kota kecil dan akhirnya diterima di Universitas Suraka, salah satu universitas terbaik di negeri itu. Kata-kata orang tuanya saat itu masih teringat jelas.

"Untuk apa perempuan sekolah setinggi itu? Lebih baik cepat nikah. Adikmu sebentar lagi kelas tiga SMA dan harus ikut les tambahan. Keuangan keluarga sedang sulit. Cari jalan sendiri."

Allea tidak menangis ataupun mengeluh. Dia meninggalkan rumah, mengajukan pinjaman pendidikan, dan bekerja paruh waktu di tiga tempat sekaligus.

Beberapa bulan setelah kuliah dimulai, dia bertemu Rayzel dalam sebuah kompetisi debat. Rayzel adalah generasi kedua keluarga kaya. Punya uang dan berwajah tampan.

Setelah hanya sekali bertemu, pria itu langsung mendekati Allea dengan penuh semangat. Bunga, hadiah, mobil mewah yang menjemput dan mengantar, perhatian yang nyaris tanpa cela. Semua perlakuan itu membuat banyak orang iri.

Awalnya, Allea kebingungan. Namun tak lama kemudian, dia memikirkannya dengan matang. Dia ingin naik status. Dia menginginkan uang, kekuasaan, dan ingin benar-benar berdiri kokoh di kota ini.

Rayzel memiliki uang, kekuasaan, penampilan yang menarik, dan memperlakukannya dengan baik. Lalu, kenapa dia harus menolak?

Selama enam tahun ini, Allea mengikuti Rayzel dan melihat pemandangan dari puncak gunung. Namun, dia juga tahu dengan sangat jelas. Semua itu dibangun di atas identitas sebagai "pacar Rayzel". Begitu identitas itu hilang, dia bukan siapa-siapa lagi.

Karena itulah, dia belajar mati-matian untuk mengejar beasiswa dan menjadi kreator media sosial. Setelah lulus, dia bersaing mati-matian untuk masuk ke perusahaan desain arsitektur terbaik. Dia sering lembur hingga lewat tengah malam.

Baru saja memasukkan ponselnya ke saku, sebuah pesan baru masuk.

[ Allea, ini Ibu. ]

[ Adikmu sudah punya pacar dan mau menikah. Keluarga pihak perempuan meminta uang lamaran 1,6 miliar dan juga rumah di Kota Suraka. Keluarga kita benar-benar nggak sanggup mengeluarkan uang sebanyak itu. Menurutmu, kamu bisa bantu adikmu nggak? ]

[ Ibu tahu kamu sudah sukses. Di Kota Suraka pasti kenal banyak orang kaya. ]

Allea sudah kelelahan, baik secara fisik maupun mental.

Dengan wajah tanpa ekspresi, dia memblokir nomor itu, menghapus riwayat pesan, lalu melanjutkan langkahnya. Dia berbelok ke sebuah jalan yang tenang.

Kawasan ini adalah area rumah-rumah bergaya barat yang tua di Kota Suraka. Pohon-pohon parasol berjajar di sepanjang jalan, sementara lampu jalan memancarkan cahaya kekuningan yang redup.

Dengan uang hasil menjadi kreator konten selama bertahun-tahun, ditambah sebagian bantuan dari Rayzel, dia membeli sebuah apartemen kecil di sini.

Di depan gedung apartemennya berdiri dua orang. Seorang pria dan seorang wanita, yang sedang menunggu sambil menoleh ke sana kemari dengan gelisah.

Hati Allea langsung berdegup.

Kedua orang itu adalah orang tuanya yang sudah enam tahun tidak berhubungan dengannya.

Apes benar. Satu masalah belum selesai, masalah lain sudah datang.

"Allea!" Mona yang berpenglihatan tajam, langsung melihatnya. Dia segera berlari menghampiri dan meraih lengan Allea. "Akhirnya kamu pulang juga! Ibu sudah telepon berkali-kali, kenapa nggak diangkat?"

Atlas juga berjalan mendekat, menggosok kedua tangannya sambil tersenyum canggung.

"Allea, Ayah tahu dulu kami memang bersalah sama kamu. Tapi, mana ada keluarga yang dendam sampai berlarut-larut? Pernikahan adikmu benar-benar nggak bisa ditunda lagi. Pacarnya sudah hamil. Kalau mereka nggak segera menikah, pihak sana katanya mau menggugat ...."

Allea melepaskan tangan Mona, lalu mundur selangkah dan menatap mereka dengan dingin.

"Dulu kalian sendiri yang bilang anggap saja nggak pernah punya anak perempuan sepertiku. Sekarang apa hak kalian datang untuk minta uang dariku?"

"Aduh, itu kan cuma ucapan karena marah!" Mona menyeka air matanya. "Kamu ini darah daging Ibu. Mana mungkin seorang ibu benar-benar nggak mengakui anaknya?"

"Allea, Ibu tahu sekarang kamu sudah sukses dan hidupmu di Kota Suraka berjalan baik. Tolong bantu adikmu. Anggap saja Ibu mohon sama kamu ...."

"Aku nggak punya uang." Allea memotong perkataannya, "Aku cuma karyawan biasa. Gajiku tiap bulan bahkan nggak cukup setelah bayar sewa dan biaya hidup."

"Kamu kira kami percaya?" Tiba-tiba Atlas meninggikan suara, "Ayah sudah cari tahu. Pacarmu itu adalah tuan muda dari Keluarga Ghani!"

"Keluarga Ghani adalah keluarga terkaya di Kota Suraka. Sedikit saja uang darimu sudah cukup untuk membelikan rumah bagi adikmu!"

Allea sampai tertawa karena marah. "Selama enam tahun penuh kalian nggak pernah peduli sedikit pun sama aku. Begitu mendengar aku berhasil dapat pria kaya, kalian langsung datang minta uang. Pintar sekali perhitungan kalian itu."

"Kenapa kamu ngomong begini?" Wajah Atlas memerah karena marah. "Kami sudah merawatmu sampai sebesar ini!"

"Dasar anak nggak tahu balas budi! Punya uang tapi nggak mau bantu keluarga, malah menikmati hidup sendiri! Kamu ini punya hati nurani nggak?"

Mona juga ikut menangis. "Allea, anggap saja kasihan sama adikmu. Kalau dia sampai nggak bisa menikah, Ibu juga nggak ingin hidup lagi ...."

"Kalau mau uang, nggak ada. Kalau mau nyawaku, ambil saja."

Allea mendorong mereka dan berjalan masuk ke dalam gedung.

Expandir
Próximo capítulo
Baixar

Último capítulo

Mais capítulos

Para os leitores

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

avaliações

Alice
Alice
thor cari cowok kek Rayford di manaaa...
2026-06-27 12:32:23
0
0
Catherine Shenn
Catherine Shenn
cepet lanjut thor, so sweet banget inii
2026-06-27 12:27:05
0
0
50 Capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status