FAZER LOGINSetelah enam tahun berpacaran dan tepat saat mereka hampir menikah, satu kalimat dari sang pacar menghancurkan segalanya. "Ayahku nggak akan pernah mengizinkan wanita dengan latar belakang sepertimu masuk ke keluarga kami." Allea Yukara pun dicampakkan. Dalam hati, Allea mencibir. Dia tahu betul bahwa cinta pertama Rayzel Ghani telah kembali dan sudah saatnya dia menyingkir. Saat terpuruk dan kehilangan arah, sosok yang benar-benar memegang kendali Grup Ghani, sekaligus bujangan emas paling diincar di Kota Suraka, Rayford Ghani, menyerahkan sebuah perjanjian pernikahan kepadanya. "Nikahi aku. Kamu akan mendapatkan semua yang kamu inginkan, sekaligus membalas dendam padanya." Kabar baiknya: Setiap bulan mendapat uang saku 20 miliar, dukungan sumber daya tanpa batas, suami yang konon selalu dinas ke luar kota, tidak saling mengganggu, dan bisa menggunakan statusnya untuk membuat mantan pacarnya kalah telak. Kabar buruknya: Suaminya yang selalu dinas ke luar kota ternyata bohong. Tidak saling mengganggu juga bohong. Pada malam pertama setelah mendapatkan akta nikah, pria itu langsung menindihnya di atas ranjang dan menciumnya hingga hampir kehabisan napas. Setiap malam pulang ke rumah dan sangat antusias terhadap kehidupan pernikahan mereka. Belakangan, Rayzel berlutut di depan umum memohon agar dia kembali. Rayford merangkul pinggang Allea dan berkata dengan dingin, "Rayzel, kalau kamu masih berani mengucapkan omong kosong lagi, keluar saja dari Keluarga Ghani." Di tengah malam yang sunyi, Rayford membenamkan wajahnya di sisi leher Allea. "Allea, lupakan orang lain dan cintai aku, ya?" "Allea, siapa yang sedang kamu pikirkan?" "Allea, kamu hanya boleh memikirkan aku." "Allea, gimana kalau kita punya seorang bayi?" .... Selama ini Allea selalu mengira bahwa pernikahannya dengan Rayford hanyalah sebuah transaksi yang saling menguntungkan, sehingga dia tidak pernah berani menyerahkan hatinya sepenuhnya. Sampai akhirnya, kebenaran terungkap. Ternyata, pernikahan yang menyelamatkannya dari penderitaan itu bukanlah kebetulan. Melainkan hasil dari rencana yang telah Rayford susun dengan cermat selama enam tahun.
Ver maisWajah Allea sontak memerah. Dengan panik, dia berusaha bangkit dari atas tubuh Rayford, tetapi malah tidak sengaja menyenggol dadanya.Rayford berdeham pelan. Ujung telinganya memerah. Dia membantu Allea duduk tegak, lalu menepuk serpihan rumput yang menempel di rambutnya dengan santai."Anshon salah lihat. Om sama Tante cuma nggak sengaja jatuh." Rayford berusaha mempertahankan wibawa sebagai orang dewasa."Mana ada salah lihat! Aku lihat sendiri Om peluk Tante, terus nempel banget!" Anshon menurunkan kedua tangannya dan berbicara dengan penuh keyakinan. Wajah kecilnya memerah karena terlalu bersemangat.Kepala pelayan berdiri beberapa langkah jauhnya. Pandangannya lurus ke depan seolah tidak melihat apa pun, tetapi sudut bibirnya tetap tak bisa menahan senyum.Allea ingin sekali menggali lubang untuk bersembunyi. "Anshon, benar-benar nggak ada apa-apa ...," jelasnya dengan lemah."Ada!" Anshon mengangguk dengan mantap, lalu dia berlari kecil menghampiri Allea. Dengan wajah mendongak
Lucky sudah lama tidak bertemu Rayford, jadi dia tampak sangat bersemangat. Dia berlari ke sana kemari dengan riang, lalu sesekali kembali dan berputar-putar mengelilingi mereka berdua. Bulu putihnya berkilau di bawah sinar matahari senja."Dia patuh sekali, lucu juga," ujar Allea dengan kagum."Kelihatannya saja jinak. Sebenarnya nakal banget." Rayford berjongkok sambil mengusap telinga Lucky.Lucky tampak sangat menikmati perlakuan itu. Dia mulai menggigit ujung celana Rayford hingga meninggalkan bekas air liur tipis di sana.Rayford sama sekali tidak marah dan membiarkannya bermain sesuka hati. Melihat pria yang ujung celananya penuh bekas air liur anjing itu, Allea sulit menghubungkannya dengan sosok Rayford yang selama ini dikenal dingin dan sulit didekati.Tak lama kemudian, Lucky bosan bermain dengan celana Rayford. Dia menemukan sebuah pohon besar dan mulai berputar-putar di sekitarnya.Dengan gerakan yang sudah sangat terbiasa, Rayford mengeluarkan kantong kotoran dan sarung t
"Halo, Kak Susan, Kak Vian." Allea segera membalas jabatan tangan mereka. Perasaan tegang di hatinya langsung berkurang."Tante?" Anshon memiringkan kepala dan memperhatikan Allea dengan saksama. Tiba-tiba, dia menyeringai lebar, melepaskan pelukannya dari kaki Rayford, lalu mengulurkan kedua tangan mungilnya ke arah Allea. "Tante, gendong Anshon!"Allea mengangkat Anshon ke dalam pelukannya dengan hati-hati. Tubuh anak itu menguarkan aroma susu yang samar, terasa lembut dan hangat.Anshon melingkarkan tangannya di leher Allea, lalu mencium pipinya dengan keras. "Tante cantik banget! Lebih cantik dari Mama!"Anshon berbicara tanpa filter khas anak kecil. Susan langsung tertawa. "Kamu ini benar-benar penjilat kecil."Vian juga menggeleng sambil tersenyum."Tante, Anshon mau minta kontak Tante." Seperti pesulap, Anshon mengeluarkan jam tangan telepon anak-anak dari sakunya. Jari-jarinya yang kecil bergerak lincah mengoperasikannya. "Anshon punya jam tangan. Anshon bisa kirim pesan suara
Mellina melanjutkan, "Operasi sebesar itu pun kamu nggak kabari aku? Kalau Susan nggak bilang, kamu mau menyembunyikannya seumur hidup dariku?"Allea pun menghela napas lega.Rayford berjalan ke dekat jendela kaca besar dan menjauh sedikit dari Allea. "Cuma operasi kecil kok, nggak serius. Aku nggak mau Ibu khawatir.""Operasi kecil?" Suara Mellina meninggi lagi. "Pengangkatan polip kandung empedu, lalu lukanya sampai infeksi. Sebenarnya kamu anggap aku ini ibumu atau bukan?"Rayford terdiam dua detik. "Lain kali nggak akan seperti ini lagi.""Lain kali? Kamu masih berharap ada lain kali?" Mellina makin kesal. "Besok malam, bawa istrimu pulang ke rumah lama buat makan malam. Aku ingin lihat kamu sudah benar-benar pulih belum.""Susan dan Vian juga akan mengajak Anshon. Aku juga sudah panggil Rayzel. Kita sekeluarga makan bersama."Alis Rayford sedikit berkerut. "Rayzel juga datang?""Memangnya dia bukan anggota keluarga kita? Sudah, keputusan ini final. Besok jangan lupa pulang." Setel
"Ke mana?" tanya Allea."Pilih cincin."Satu jam kemudian, mobil mereka berhenti di depan butik perhiasan mewah paling bergengsi di Kota Suraka. Seorang staf segera menyambut mereka dan mengantar keduanya ke ruang VIP di lantai paling atas."Silakan duduk. Sesuai instruksi Pak Rayford, semuanya suda
Allea mengangkat pandangannya dan melihat bahwa orang yang berdiri di depannya adalah Rayzel.Rayzel mengenakan setelan jas mahal yang dijahit khusus. Rambutnya tersisir rapi tanpa cela, tetapi dasinya tampak ditarik longgar. Ada kegelisahan yang tidak mampu dia sembunyikan di matanya."Allea." Dia
"Lagi pula, dulu cincin itu dibuat sesuai ukuran jariku. Aku juga yang memilih modelnya."Wajah Giselle langsung memucat. Dia menatap punggung Allea yang semakin menjauh. Tangannya mengepal erat. Cincin berlian yang ukurannya tidak pas itu menekan telapak tangannya hingga terasa sakit.Rayzel. Posis
"Aku nggak gila."Allea menatap permukaan danau. Beberapa angsa sedang berenang santai di atas air. "Dia memberiku syarat yang sangat menguntungkan. Kenapa aku harus menolaknya?""Tapi, dia itu ayah angkat Rayzel. Meski bukan ayah kandung, tetap saja secara status dia adalah ayahnya. Kalian ini ...












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
avaliações