Share

Bab 78

Author: Fitri
Lunara menangkap maksud tersembunyi dalam kata-kata Kayden. Namun, dia berpura-pura tidak mengerti, hanya tersenyum tipis.

Dia mengambil ponsel, lalu mentransfer setengah biaya makan itu kepada Kayden. Di hatinya terasa agak perih. Satu kali makan ini menghabiskan gaji beberapa harinya.

Untungnya, beberapa proyek terakhir berjalan cukup lancar. Kalau semuanya beres sesuai rencana, bulan ini seharusnya dia bisa menerima cukup banyak pelunasan.

Lunara sangat suka menggambar. Dalam setiap gambar, d
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (1)
goodnovel comment avatar
YOSI YUSMITA
gak logis bnget ini crita masa anak umur 2 tahun sdah bsa rebus air hadeuuhhh anak umur 2 thn jalan aj msh blum stabill
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 444

    Hilda belum pernah bertemu orang seperti Lunara. Dia juga tidak tahu apakah wanita ini pura-pura bodoh atau memang benar-benar tidak paham.Wajah Lunara tampak putih mulus dan cerah. Saat Lunara mengangkat kepala menatapnya, cahaya lampu jatuh di garis rahangnya. Melihat Hilda menatapnya, Lunara bahkan tersenyum tipis.Sikapnya begitu lembut, seperti sedang berbicara dengan anak kecil, "Ada hal lain?"Hilda merasa amarah di dadanya terus tertahan. Tidak mungkin dia memukul orang yang bersikap ramah padanya. Sebesar apa pun keinginannya untuk bersikap seenaknya, Hilda tidak punya alasan untuk marah pada Lunara.Dia hanya bisa menahan diri dan memaksakan senyum. "Kak Lunara, waktu itu aku salah bicara. Eden bilang aku buat kamu marah, jadi menyuruhku pulang ke rumah untuk merenung. Bisa nggak kamu bicara sama Kakak, supaya kalian nggak marah lagi padaku.""Anggap saja aku masih muda."Anak-anak Keluarga Narasoma usianya tidak jauh berbeda. Selain Eden dan Casya yang sedikit lebih muda, k

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 443

    Hilda mengerucutkan bibir. "Ke depannya Kak Kayden dan Kak Lunara nggak berencana punya anak lagi?" Nada bicaranya bahkan terdengar agak aneh, seperti menyimpan antusiasme tersembunyi.Lunara meliriknya dengan heran.Setiap kali Hilda membuka mulut, permusuhannya terhadap Lunara bahkan bisa dipahami oleh Daisy yang baru berusia tiga tahun. Kalau dibilang tidak sengaja, Lunara jelas tidak percaya.Lunara menundukkan mata, rona merah muncul di wajahnya, lalu berkata malu-malu, "Mau, kok. Kakakmu juga sangat rajin berusaha."Priya langsung menarik pelayan untuk berdiri. "Di kamarku masih ada benang wol, tolong bantu aku bentangkan, mau aku rapikan."Bukan karena merasa ucapan Lunara tidak pantas. Sejak kecil Lunara memang bicara seperti itu. Kalau terlalu menahan diri, Priya malah merasa aneh. Dia hanya khawatir kalau dirinya dan pelayan tetap di sini, Lunara jadi tidak bisa tampil maksimal.Senyum di wajah Hilda langsung membeku. Lunara pura-pura tidak sengaja menarik sedikit kerah piyam

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 442

    Seminggu berlalu dengan cepat.Begitu Lunara pulang, pelayan sambil mengelap tangan di celemeknya berkata, "Nyonya, Nyonya Hilda bilang ingin bertemu dengan Anda.""Ada urusan apa?"Priya yang sedang duduk di sofa sambil merajut, langsung mendongak dan berkata, "Katanya waktu itu dia salah bicara, mau minta maaf padamu.""Minta maaf padaku?"Beberapa hari ini Lunara berangkat pagi pulang malam. Dia dan Kayden hanya sempat bertemu di malam hari, dan saat pulang Daisy sudah tertidur lelap. Dari Priya, dia baru tahu bahwa Hilda datang setiap hari. Beberapa hari lalu Hilda bahkan mengira Lunara sengaja menghindarinya.Setelah menunggu lama dan tidak melihat orang, barulah dia percaya Lunara memang tidak di rumah. Hari ini Lunara pulang sedikit lebih awal, Hilda pun datang lagi.Priya menunduk melihat rajutannya, sambil menyipitkan mata berkata, "Waktu makan beberapa hari lalu, dia merasa sudah menyinggungmu. Katanya Eden menyuruhnya pulang ke rumah orang tuanya untuk merenung."Lunara tida

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 441

    Kayden menyukai pohon apel, begitu juga Eden. Namun, sejak kecil dia tidak pernah bisa mendapatkannya. Sekarang juga tidak ada yang memberikannya.Di dalam hati Eden muncul rasa pahit yang tak terbendung. Api yang menjalar dari lubuk hatinya membakar, menyalakan kecemburuan yang selama ini tersembunyi.Kenapa kakaknya bisa memiliki istri seperti itu? Sementara dia, tidak punya apa-apa.Pandangan Eden tertuju ke jalan di luar halaman. Entah sejak kapan, sebuah apel telah jatuh dari pohon dan terguling ke pinggir.Matanya sedikit menyipit. Dia berjalan mendekat, lalu memungut apel itu.Tidak punya apa-apa? Belum sampai akhir, belum tentu benar-benar tidak punya apa-apa.Eden pun pergi.Di halaman, Hilda juga berdiri memandang pohon apel itu. Dari sekian banyak hal yang bisa diberikan Lunara, dia malah memberi Kayden sebuah pohon?Benar-benar tidak punya selera. Tidak heran setelah bertahun-tahun bersama Kayden, dia baru bisa menikah setelah punya anak.Hilda mencibir.Dalam pikirannya, L

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 440

    Sendok di tangan Eden langsung dijatuhkan ke dalam mangkuk. Dia menatap Hilda dan berkata, "Apa maksudmu sebenarnya?"Hilda tetap tenang, merasa tidak ada yang salah. Dia mengambil sendok dan meneguk sedikit sup sarang burung, lalu berkata santai, "Kita baru saja bertunangan, aku cuma ingin berhubungan baik dengan keluarga. Apa itu salah? Semua ini keluargamu, aku baru datang, masa harus terus diasingkan?""Sebaiknya memang begitu yang kamu pikirkan. Hilda, aku peringatkan kamu, jangan macam-macam."Hilda memutar mata. "Eden, jangan pakai cara itu padaku. Memangnya kamu nggak ingin punya pencapaian sendiri? Rela ditekan terus sama Kayden?"Kalau tunangan Eden sekarang adalah wanita dari keluarga kecil, mungkin sudah terintimidasi oleh kata-katanya.Namun, Hilda berbeda.Kalau bukan karena keluarga Hilda sedang dililit skandal dan kasus hukum, dia juga tidak akan sampai bertunangan dengan Eden. Apa yang dikatakan Fresia memang benar. Ini baru pertunangan. Belum tentu akan menikah. Bahka

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 439

    Saat Lunara menerimanya waktu itu, jelas sekali dia sangat terkejut dan senang. Namun, dia berdalih terlalu mahal, lalu menyuruh Kayden mengembalikannya untuk ditukar. Kalung itu sampai sekarang masih ada di kamar Kayden dan disimpan dalam sebuah kotak.Satu-satunya hadiah yang benar-benar pernah dia berikan saat itu, hanya cermin itu.Kayden dulu mengira Lunara hanya merasa kasihan padanya, menganggap dia miskin. Ternyata, diam-diam Lunara malah meremehkan seleranya.Lunara juga teringat kalung itu. "Ada di kamu, 'kan? Aku ambil nanti, mau aku ubah. Nanti aku pakai setiap hari buat kamu lihat.""Ada di kamarku. Nggak perlu dipakai setiap hari, nanti orang lain lihat malah mengira aku bangkrut."Sekarang, kalung itu memang terasa agak murah bagi Lunara. Kayden bisa memberikan hadiah yang jauh lebih baik dengan terang-terangan sekarang. Kini Kayden sudah punya kemampuan untuk membayar dan Lunara juga punya alasan untuk menerimanya.Hubungan mereka yang baik membuat Saphira dan Priya sal

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status