Suamiku Dikira Pengangguran Padahal Bos Perusahaan

Suamiku Dikira Pengangguran Padahal Bos Perusahaan

last updateLast Updated : 2026-05-14
By:  Aura_Aziiz16Ongoing
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel16goodnovel
10
1 rating. 1 review
19Chapters
431views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Hanya karena tak kemana-mana sejak kami menikah seminggu lalu, suamiku dikira tidak punya pekerjaan dan numpang hidup denganku. Padahal sebenarnya dia adalah seorang bos perusahaan ternama di kotaku.

View More

Chapter 1

Bab 1

"Suamimu nggak kerja, Ning? Sudah seminggu lho kalian menikah, kalian juga nggak pergi bulan madu, tapi kok suamimu nggak kerja-kerja juga?" tanya Bapak saat aku baru saja keluar kamar.

Belum sempat aku menjawab, Ibu sudah menyela dengan nada ketus.

"Mau kerja apa, Pak? Wong pengangguran! Apa juga Ibu bilang, laki-laki mo kon do kok dinikahi! Kayak nggak ada yang lain saja!"

Dina, adikku yang duduk di samping Ibu, tertawa kecil mendengar perkataan ibu itu.

"Wajarlah, Bu. Mbak Ning juga kan nggak cantik. Nggak pernah dandan. Ada yang mau nikahin dia juga udah syukur, Bu. Setidaknya nggak sampai aku langkahi. Soalnya Mas Yudha rencananya bulan depan mau melamar aku, Bu," sambar Dina enteng.

Aku menghela napas gundah mendengar perkataan mereka itu. Baru satu minggu aku menikah dengan Mas Fahri, tapi tuduhan kalau suamiku pengangguran sudah mulai terdengar, membuatku tak enak hati.

Padahal saat lamaran kemarin, Mas Fahri memberikan mahar sebesar seratus juta rupiah. Tapi sekarang mereka seolah lupa kalau aku diberi mahar suamiku sebanyak itu.

"Bu, Mas Fahri itu bukan pengangguran. Kalau dia nganggur, nggak mungkin bisa ngasih aku mahar seratus juta, Bu," jawabku tak rela Mas Fahri direndahkan.

Tapi Ibu justru mencibir sinis.

"Seratus juta zaman sekarang untuk ngelamar anak gadis orang itu dikit, Ning! Biaya hidup kamu selama dua puluh enam tahun tinggal di rumah ini udah berapa? Lebih dari seratus juta! Jadi nggak usah bangga dilamar dengan duit segitu! Lagian palingan itu juga duit berpuluh-puluh tahun si Fahri nabung, atau nggak, dapat warisan orang tuanya. Bukan duit dia sendiri! Jadi nggak usah bangga! Dasar kamu aja nggak laku, makanya main tabrak aja! Laki-laki pengangguran, kok dijadikan suami!"

"Tuh lihat adikmu, calon suaminya manager perusahaan! Duitnya banyak! Baru boleh dibanggain, nggak kayak suami kamu yang pengangguran! Nggak punya kerjaan!" ujar Ibu lagi semakin menjadi-jadi, membandingkan aku dengan adikku.

Mendengar perkataan Ibu, aku kembali menghela napas gundah, kesal karena suamiku, imamku sekarang ini dihina, tapi untuk melawan orang tua, aku takut durhaka. Jadilah aku terpaksa mengalah.

"Ya Alhamdulillah, Bu, kalau Dina dapat manager perusahaan. Mas Fahri memang bukan siapa-siapa, tapi insyaallah dia suami yang bertanggung jawab, Bu."

"Oh ya, Bu. Kapan pernikahan aku sama Mas Fahri akan dirayakan? Ibu bilang kemarin, uang mahar yang Mas Fahri berikan ke aku, mau buat biaya pesta pernikahan, tapi udah seminggu kok Ibu belum ada persiapan apa-apa ya. Apa pernikahanku jadi dirayakan atau enggak, Bu?" tanyaku lagi.

Uang mahar dari Mas Fahri memang diminta Ibu katanya untuk biaya pesta pernikahan kami, tapi sudah satu minggu berlalu sejak akad nikah dilangsungkan, Ibu dan Bapak belum ada tanda-tanda akan mengadakan pesta pernikahan kami. Wajar rasanya kalau aku mempertanyakannya.

"Halah! Uang segitu masih ditanya! Mana cukup biaya pesta zaman sekarang seratus juta! Udah! Kamu nggak usah pesta! Duit itu buat belanja saja! Sekarang apa-apa mahal, enak sekali kamu mau tinggal di rumah ini tapi nggak nyumbang duit belanja!"

"Kamu sudah menikah, sudah bukan tanggung jawab orang tua lagi! Jadi sudah harus nyari makan sendiri! Suamimu pengangguran, lebih baik uang itu untuk belanja daripada untuk biaya pesta!" ujar Ibu lagi sambil berlalu ke belakang, meninggalkan meja makan dan aku yang hanya bisa menghela napas gundah mendengar perkataan Ibu itu.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

reviews

Aura
Aura
Lanjutkan ceritanya
2026-05-10 22:24:21
0
0
19 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status