เข้าสู่ระบบLunara tersenyum. "Nanti sore, semuanya akan tahu jawabannya. Kami akan mengumumkan semuanya sekaligus."Seorang pengusaha wanita yang berada di samping Lunara mendekat, lalu bertanya, "Apa benar orangnya masih belum ditemukan? Di cuaca sedingin ini, sekalipun kabarnya buruk, kami tetap harus tahu."Lunara menjawab dengan tenang, "Dalam rapat pemegang saham hari ini, semua orang akan mendapat jawaban yang mereka inginkan."Melihat Lunara sama sekali tidak terpancing, baik dibujuk maupun ditekan, beberapa orang yang berniat menggali informasi akhirnya menyerah.Istri Kayden memang masih muda, tetapi dia sama sekali tidak mudah dikelabui. Dari semua pertanyaan yang mereka lontarkan, tak satu pun berhasil membuat Lunara terpancing.Beberapa pemegang saham senior sebenarnya sudah mengetahui apa yang akan terjadi dalam rapat hari ini. Mereka tetap duduk dengan tenang. Ekspresi mereka seolah berkata mereka tidak tahu apa-apa, jadi jangan bertanya.Para pemegang saham lainnya pun hanya bisa m
Frans merasakan kegelisahan yang sulit diungkapkan. Dia merasa, apa pun yang dia lakukan sekarang, semuanya hanya gangguan kecil yang tidak berarti bagi Kayden dan Lunara. Sebaliknya, karena semua ulahnya itu, perusahaan Lunara justru memperoleh perhatian yang lebih besar.Uang yang sudah dia keluarkan malah seperti dipakai untuk mengangkat nama orang lain.Frans memijat pelipisnya dengan lemah. "Tutup saja perusahaan-perusahaan itu. Biar mereka menggugat sesuka hati.""Baik, Pak Frans."Setelah menutup telepon, Frans berbaring di tempat tidur. Dia berguling ke sana kemari cukup lama sebelum akhirnya tertidur.Di dalam mimpinya hanya ada suara deburan ombak.Entah karena saat menelepon tadi Eden sedang berada di tepi pantai, atau karena sejak malam dia mendorong Casya ke laut, suara itu terus bergema di telinganya. Bersamaan dengan itu terdengar pula suara-suara yang sangat dikenalnya."Kak Frans, selama kita nggak kasih tahu Kakek, dia nggak akan tahu kalau nilai ujianmu kali ini jele
Mata Daisy berbinar. Semua orang bilang anak itu sangat mirip Saphira.Namun, Eden selalu menemukan bayangan Lunara setiap kali melihat wajah gadis kecil di hadapannya ini. Ini adalah putri Lunara. Tentu yang paling mirip dengannya adalah Lunara. Dia mewarisi kepribadian dan cara berpikir Lunara."Cita-citaku adalah mewarisi perusahaan Papa! Cita-cita Rupert adalah menjadi presiden!"Sudut bibir Eden berkedut. Dia memandang Rupert yang sedang bermain bersama sekelompok anak. Anak gempal itu berlarian ke sana kemari seperti truk yang melaju tanpa arah.Dia? Katanya ingin menjadi presiden? Benar-benar cita-cita khas anak kecil.Eden tertawa pelan. "Ayah dan ibumu tahu kalau kamu ingin mewarisi perusahaan ayahmu?""Tahu! Mamaku bilang, perusahaannya juga milikku! Makanya aku harus belajar dengan giat. Nanti kalau sudah menghasilkan banyak uang, aku bakal suruh mereka berdua pergi jalan-jalan!"Benar-benar pernyataan yang penuh semangat.Eden melirik jam. Dia mengusap kepala Daisy, lalu me
"Kalau kamu tetap mengotot begini, aku juga nggak bisa berbuat apa-apa.""Nggak usah nyindir!"Kedua belah pihak kembali terdiam.Eden memandang hamparan pantai di depannya. Jarak mereka ribuan kilometer jauhnya. Sekalipun dia ingin mengurus urusan di dalam negeri, Eden tetap tidak akan bisa menjangkau sejauh itu.Dia mendengar bahwa Kayden berinvestasi dalam sebuah proyek amal. Dengan identitas anonim, Eden juga menyumbangkan sejumlah dana untuk proyek tersebut.Pada hari dia meninggalkan dalam negeri, sebenarnya dia sempat menemui Daisy. Saat itu Daisy sedang bermain dan bercanda dengan sekelompok anak-anak di taman kanak-kanak.Daisy memang pantas menjadi putri Kayden. Bahkan di tengah kerumunan anak-anak, dia tetap tampak menonjol.Saat bermain, dia duduk dengan tenang. Sesekali mengucapkan beberapa patah kata, tetapi justru mampu membuat sekelompok anak yang semula kacau menjadi tertib. Bahkan tanpa perlu arahan khusus dari guru.Eden berdiri di sana dan memperhatikannya beberapa
Game bertema percintaan yang diproduksi Grup Narasoma memiliki popularitas yang sangat tinggi. Pendapatannya selalu menempati peringkat pertama setiap bulan dan belum pernah tergeser.Pendapatan mereka hanya dalam satu kuartal saja sudah setara dengan total pendapatan beberapa tahun milik banyak perusahaan game kecil. Kalau benar-benar ingin berkolaborasi, biaya hanyalah salah satu pertimbangannya.Yang lebih penting bagi Grup Narasoma adalah efek jangka panjang dari kolaborasi tersebut. Kerja sama itu harus mampu membawa perkembangan positif yang berkelanjutan bagi Grup Narasoma.Dari berbagai sisi, berkolaborasi dengan merek Spring & Co. memang bisa dianggap sebagai kerja sama yang sangat baik. Citra merek Spring & Co. sehat, dan prospek perkembangan ke depannya juga sangat dipandang positif oleh para pelaku industri.Orang yang kini mengelola Spring & Co., baik Lunara, desainer Casya, maupun Elina yang bertanggung jawab atas operasional Spring & Co., semuanya pernah terlibat dalam p
Elina tampak berbinar. Napas yang diembuskannya membentuk kabut putih di depan mata. Namun, dia sangat bersemangat."Benar. Aku sudah melakukan riset. Kelompok konsumen Spring & Co. cenderung lebih muda, berkisar antara usia 20 sampai 40 tahun. Konsumen wanita di rentang usia ini sangat menyukai game bertema percintaan.""Kalau kita buat beberapa koleksi khusus berdasarkan karakter utama pria di game itu, lalu memberikan pelatihan yang memadai kepada tim penjualan offline, menurutku itu akan jadi strategi yang bagus."Lunara mengangkat alis."Idenya memang bagus, tapi biaya kolaborasi dengan Grup Narasoma sangat mahal. Tahun lalu ada beberapa merek perhiasan emas yang ingin bekerja sama dengan mereka, tapi semuanya ditolak. Apa kamu yakin kita bisa mendapatkannya?"Elina dan Lunara saling berpandangan.Seraya berdiri di tengah salju dan cuaca yang membekukan, semangat Elina yang tadi membara seketika mereda. Dia menarik napas dalam-dalam."Biar aku yang negosiasi!"Lunara tertawa pelan







