Share

Chapter 22

Bastian serasa berhenti bernapas bagaimana tidak sesuatu yang diharapkan kini datang sendiri.

Namun dirinya tak ingin senang dulu,karena bisa saja pertanyaan itu hanya candaan semata.

"Kalau misalnya aku mau bagaimana?" Tanya Bastian balik.

"Besok temani aku ketemu Ersan dan menjelaskan semuanya," pinta Alika serius.

Deg

Serasa jantungnya Bastian seakan hendak melompat dari tempatnya,karena ternyata perkataan Alika tadi adalah sebuah keseriusan.

"Sayang kamu yakin dengan perkataan tadi?" Tanya Bastian memastikan.

Alika langsung melepaskan pelukannya dan menatap serius kearah Bastian,dibawanya tangan pria itu kearah pipinya dan sambil tersenyum ia meyakinkan.

"Aku bukan wanita gampangan,karena mau berkencan dengan dua pria.Aku juga bukan wanita yang suka mempermainkan kaum pria,yang kubutuhkan kini adalah sebuah sandaran untuk hidupku." Sahut Alika serius.

"Kalau boleh aku tahu apa alasannya kamu berkata seperti ini,dan t

Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status