เข้าสู่ระบบLyra Renata Valmont harus bertemu lagi dengan cinta pertamanya, Adhikara Bramantya yang sudah hampir dia lupakan setelah ibunya menikah lagi. Nyatanya hidupnya berubah menjadi mimpi buruk sepenuhnya setelah sebuah kecelakaan yang merenggut Dipta Bramantya, suami baru ibunya sekaligus ayah dari Adhikara. Di bawah atap yang sama dengan Adhikara Bramantya, ia harus hidup dalam ancaman, dendam, dan hasrat yang tak seharusnya ada. Adhikara membencinya namun dia juga belum bisa sepenuhnya menghapus perasaan yang sulit untuk dia kendalikan. Satu rahasia, ancaman, dan kesalahan di masa lalu mengikat mereka dalam hubungan gelap yang semakin sulit dilepaskan.
ดูเพิ่มเติม#Dari balik kaca mobil yang gelap, Adhikara mengamati dari kejauhan bagaimana Lyra turun dari mobil yang dikemudikan Jati. "Itu dia," gumamnya pelan.Mobil hitam yang Adhikara tumpangi sengaja diparkir agak jauh di seberang jalan, bersembunyi di balik bayang-bayang pepohonan agar kehadirannya tidak disadari oleh siapa pun. Pandangannya tidak terlepas sedikit pun dari sosok Lyra."Bagaimana dia bisa seperti itu pada orang lain tapi tidak kepadaku?" Dia merasa iri.Saat Lyra tersenyum lembut membalas ucapan Alessa sebelum menutup pintu mobil, dada Adhikara terasa berdenyut nyeri."Ternyata... kau juga bisa terlihat sangat indah dan cantik saat tersenyum ceria seperti itu," gumam Adhikara lirih pada kesunyian di dalam mobilnya sendiri.Sudut bibirnya terangkat tipis, namun matanya memancarkan kepedihan yang teramat sangat. "Sudah sangat lama aku tidak melihat senyum itu. Sayang sekali, senyum itu tidak tertuju untukku." Dia seakan sedang menyesal tapi tidak sepenuhnya terlihat seperti
#Jalanan aspal yang basah oleh sisa hujan semalam memantulkan cahaya matahari pagi saat mobil yang dikemudikan Jati membelah jalan raya yang mulai ramai."Aku tidak menyangka kalau kau masih akan kembali ke sana. Aku sudah memperingatkan Fandy dan Syila untuk tidak lagi membawa-bawa urusan pribadi ke kantor. Kalau ada yang mencoba mengganggumu nanti, kau bisa mengatakannya padaku," ujar Jati.Di kursi belakang, Lyra duduk dengan tenang sembari menatap map kertas cokelat di pangkuannya. Di dalamnya terdapat surat pengunduran diri yang telah ia persiapkan sejak kemarin. Hari ini, ia harus menyelesaikan satu urusan terakhirnya di Batam sebelum benar-benar kembali ke Jakarta seperti keinginan Malika dan juga Sri Rukmini."Kak Jati sudah repot-repot membantuku dan bahkan mengantarku, terima kasih banyak," balas Lyra."Itu kewajibannya, dia kan bos di perusahaan itu. Padahal aku ingin dia memecat saja orang-orang yang mengganggumu saat kau bekerja di sana," ujar Alessa.Lyra mengernyitkan
#Adhikara menarik napas panjang, lalu mengembuskannya perlahan sembari menatap ibunya. "Mama datang hanya untuk menyampaikan hal itu? Terasa tidak seperti Mama sama sekali," ucapnya. Sebuah senyum tipis, yang lebih menyerupai guratan getir, terukir di sudut bibirnya yang pucat. "Kau hanya tidak mengenal mama dengan baik," ucap Malika."Memangnya Mama juga mengenalku dengan baik? Aku rasa tidak," balas Adhikara.Malika menarik napas panjang."Pokoknya, itulah yang Lyra inginkan. Apa kau sudah menyiapkan nama untuk anak kalian?" tanyanya. Dia merasa kalau perdebatan kecil mereka mungkin akan berubah menjadi panjang jadi dia dengan cepat mengembalikan pembahasan ke semula."Nama? Jadi, dia benar-benar ingin aku yang memberi nama karena aku pernah bilang tidak menginginkan anak itu?" gumam Adhikara, suaranya terdengar parau.Malika menatap putranya dengan tatapan datar seakan kekecewaan sudah tidak cukup lagi menggambarkan seberapa besar keterkejutannya atas sikap putranya sendiri.
# Aroma cairan antiseptik yang tajam mengambang di udara, berbaur dengan kesunyian yang menggantung di dalam kamar rawat inap itu sementara Lyra membaca dengan seksama semua berkas di pangkuannya. Lembaran putih di hadapannya adalah berkas untuk mengurus akta nikah, sebuah dokumen legal yang harus ditandatanganinya agar bayi laki-laki yang baru saja dilahirkannya diakui dan memiliki hak yang jelas secara hukum. "Dia benar-benar menyetujui semuanya dan bahkan sudah menandatanganinya lebih dulu," ujarnya pelan memecah keheningan. Nyonya Malika yang duduk di sisi ranjang menghela napas pendek. "Adhikara menyetujui semua syarat yang kau ajukan, Lyra. Dia tidak akan pernah mengganggu atau menemuimu lagi. Dia tidak akan muncul di hadapanmu selama kau tidak menginginkannya," ucapnya menegaskan. Lyra menghentikan gerakan jemarinya di atas lembar kertas yang kaku itu. "Dia benar-benar menyetujuinya tanpa syarat?" "Ya, dia menandatanganinya tanpa membantah," jawab Malika dengan nada
#Alesa mengernyitkan dahi saat mendengar ketukan di pintu kamarnya. Sore itu ia baru saja ingin merebahkan diri setelah seharian berada di kampus. Namun, suara ibu kosnya dari balik pintu terdengar sedikit mendesak, mengatakan bahwa ada seorang pria yang sudah menunggunya cukup lama di ruang tamu
#Alesa menghentikan langkahnya tepat di tengah koridor fakultas yang mulai sepi. Matanya tertuju pada kain kusam yang melilit telapak tangan sahabatnya. "Astaga!" serunya dengan mata melotot.Alesa meraih pergelangan tangan Lyra, mengangkatnya sedikit lebih tinggi untuk memastikan apa yang ia li
#Lagi-lagi Lyra terbangun saat hari sudah mulai malam. Cahaya lampu kota dari balik jendela besar apartemen itu mulai menyala, memantulkan warna-warna neon yang dingin di dinding kamar. Ia merasakan kekosongan yang sama menyergap hatinya. Rasa kesepian yang mencekik karena sekali lagi, dia ditin
#Jalanan Jakarta sore itu terasa mencekam bagi Lyra. Pikirannya masih dipenuhi oleh perintah dingin Adhikara dan bayangan wajah ibunya di ruang perawatan. Lyra melangkah terburu-buru, melintasi penyeberangan jalan dengan pandangan kosong. Ia bahkan tidak menyadari bahwa lampu lalu lintas sudah b












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
ความคิดเห็น