Share

Surat bersih

Penulis: De Sore
last update Tanggal publikasi: 2026-09-16 11:57:48

Matahari baru naik melintasi langit. Alarm berbunyi, membangunkan Kiara dari tidur yang pulas.

Di lantai kamar, pakaian mereka masih berserakan. Bukti sisa malam tadi, setelah hampir satu bulan mereka berpuasa. Satu bulan yang terasa lama setelah kehilangan itu.

Kiara menyelinap ke kamar mandi, membiarkan air dingin membangunkan tubuhnya yang masih lelah.

Baru saja air itu menyentuh kulitnya, sebuah pelukan hangat dari belakang mengunci pinggangnya.

“Jo! Kamu ngapain, bikin kaget aja,” bisik Ki
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Kiara, Suamimu Enggan Bercerai!   Gangguan dari nomor asing

    Sesampainya di Singapura Joshua langsung memadatkan jadwalnya, berusaha menyelesaikan pekerjaannya secepat mungkin. Tanpa sadar Joshua hanya mengabari Kiara dengan pesan-pesan singkat saja.Di apartemen yang sepi, pagi ini Kiara kembali terduduk lemas di depan kloset. Setelah memuntahkan semua isi perutnya hingga tersisa cairan kuning yang keluar dari mulutnya.Kiara mencoba berdiri dengan kedua tangan bertumpu di pinggiran kloset. Ia merayu kakinya yang masih lemas untuk kembali ke atas ranjang, dua hari ini tidak ada Joshua yang akan menggendongnya balik ke ranjang. Dengan menyeret kaki yang sedikit bergetar, Kiara berhasil duduk di pinggir ranjang. Meraih gelas dari atas nakas lalu meneguk isinya hingga hampir ludes, untuk membasahi tenggorokan yang terasa kering sekaligus perih.“Bu Kiara,” terdengar suara pintu kamar diketuk.“Sebentar, mbak,” sahut Kiara sembari berjalan gontai membukakan pintu.“Mari sarapan dulu, Bu. Saya lihat makanan yang tadi malam nggak Ibu sentuh sama se

  • Kiara, Suamimu Enggan Bercerai!   Terasa kosong

    Pagi itu Kiara kembali terjaga karena mual yang mendesak ingin segera menghabiskan isi perutnya.Joshua sudah bangun lebih awal, bersiap dengan air hangat di atas nakas. Setelah beberapa menit menunggu Kiara selesai muntah, Joshua menggendong Kiara kembali ke atas ranjang. Kiara duduk di pinggir ranjang, menerima uluran air hangat dari Joshua. Napasnya mulai tenang, pusing dan mual berhenti sementara. “Kia,” panggil Joshua sambil mengelus pipi Kiara yang sedikit kemerahan.“Hmm,” Kiara menoleh pada Joshua. “Kenapa, Jo?” ucap Kiara, melihat Joshua bergeming dan tampak bimbang.Joshua tak langsung menjawab, ia beralih mengelus perut Kiara. “Kamu mau bilang apa, Joshua?” desak Kiara, merasa ada hal penting yang ingin pria itu bicarakan.“Kamu ingatkan hotel kolaborasi Zenda Corp dan Galaxi Group yang baru beberapa bulan lalu diresmikan di Singapura?” Joshua berhati-hati memilih kalimatnya.“Ingat. Yang buka serentak dengan cabang yang ada di Indonesia kan, yang kamu bangun di lahan mil

  • Kiara, Suamimu Enggan Bercerai!   Morning sickness

    Pagi ini Kiara dibangunkan oleh mual yang luar biasa. Isi perutnya seperti diaduk-aduk dari dalam, memaksa Kiara untuk mengeluarkan semuanya.Dengan gerakan cepat, Kiara berlari ke kamar mandi. Disusul Joshua di belakangnya, pria itu terjaga saat Kiara tiba-tiba keluar dari pelukannya dengan gerakan tergesa-gesa.Kiara terduduk lemas di depan kloset, ia merasa semua isi perutnya sudah dia muntahkan tapi kenapa rasa mual terus mendesak. Joshua memijat pelan kedua bahu Kiara.“Udah puas?” tanya Joshua saat Kiara mulai berhenti muntah.Dengan mata tertutup, Kiara mengangguk lemah.Joshua berdiri mengambil tisu, kemudian menyeka pinggir bibir Kiara. Lalu menggendong istrinya kembali ke ranjang.Di atas ranjang Kiara memijat keningnya, semua terasa berputar-putar hingga ia tak sanggup membuka mata.“Pusing banget, Jo,” lirih Kiara bergetar. Joshua duduk di samping Kiara yang berbaring, menggeser tangan wanita itu menggantikan memijat kepala istrinya.“Bagian mana yang sakitnya?” bisik Jos

  • Kiara, Suamimu Enggan Bercerai!   Gagal bernegosiasi

    Kiara berdiri di depan penggorengan. Ia mengenakan apron seperti biasa, agar tidak mengotori kemeja satinnya. Dari arah belakang terdengar suara langkah Joshua, “Kia, kan aku udah bilang, kamu nggak perlu masak. Jangan sampai kecapean, sayang,” ucap Joshua sambil membuka tali apron Kiara.“Aku gak capek, Jo. Bikin nasi goreng doang apa capeknya coba?” protes Kiara.“Sini aku lanjutin, kamu arahin aja.” Joshua memakai apron yang ia ambil dari Kiara. “Kata yayasan penyalur tenaga kerjanya, mereka lagi nyari orang yang pas buat kriteria yang aku cari. Paling lama lusa mbak yang khusus masak udah mulai kerja,” jelas Joshua di sela-sela mengaduk nasi goreng.Di samping, Kiara tersenyum puas melihat Joshua dengan apron merah muda dan kemeja abu-abu yang digulung hingga siku terlihat sangat kontras. “Udah, Jo. Cukup, udah mateng itu. Matiin aja kompornya, lalu pindahkan ke piring kita,” Kiara menahan senyum agar tidak mengembang. Joshua terdiam sejenak, dengan ragu ia membuka suara, “Kia

  • Kiara, Suamimu Enggan Bercerai!   Tak perlu jadi sempurna

    Joshua memarkirkan mobil di pekarangan rumah mertuanya. Membukakan pintu untuk Kiara, dengan hati-hati menuntun Kiara turun dari mobil.“Mama,” panggil Kiara sambil mengetuk pintu.Dari dalam rumah terdengar langkah kaki berjalan mendekat. Suara kunci terbuka. Dari balik pintu terlihat Nadia tersenyum ramah.“Kia, Mama kangen banget nak,” ucap Nadia memeluk erat putri semata wayangnya. Mengelus lembut punggung Kiara.“Kia, juga kangen sama Mama,” ujar Kiara melerai pelukan hangat itu.“Ayo masuk, Joshua.” Nadia mempersilakan anak dan menantunya ke ruang tengah rumah.“Papa mana, Ma?” Joshua mengedarkan pandangan mencari keberadaan Arman.“Ada di kamar, sebentar Mama panggil. Oya, kemarin Joshua datang ke sini. Katanya kamu lagi gak enak badan, Kia. Beneran udah sembuh nak?” Langkah Nadi terhenti mengingat hal itu.“Udah kok, Ma,” balas Kiara seadanya, lalu melirik ke arah Joshua. “Iya Ma, kemarin, Kia demam dikit,” jawab Joshua sambil menggaruk alisnya yang tidak gatal dengan telunjuk

  • Kiara, Suamimu Enggan Bercerai!   Masih sebesar biji kacang hijau

    Pagi kembali menyapa apartemen dengan hangat sinar matahari. Kali ini kehangatannya terasa berbeda bagi Kiara dan Joshua. Mereka tidak lagi berdua, ada dunia baru yang mereka nantikan.Joshua berjalan menuju meja makan, dengan roti panggang di tangannya.“Aku bakal cari satu orang lagi untuk kerja di rumah kita, Kia.” ucap Joshua meletakkan piring di atas meja.“Maksudnya?” dahi Kiara bertaut tipis.“Mulai besok, kamu gak boleh masuk dapur lagi untuk keperluan apa pun. Kecuali mengambil minuman atau makanan yang sudah siap,” Joshua kembali berjalan mengambil kopinya dan teh hangat Kiara.“Kan kita udah ada mbak yang bersih-bersih rumah,” ucap Kiara masih tak mengerti arah pembicaraan Joshua.“Jadi aku bakal nyari satu orang lagi khusus buat masak, agar nutrisi kamu selama hamil tetap terjaga dan kamu gak perlu masak,” Joshua menjeda kalimatnya.“Sama kayak mbak yang sekarang. Cuma datang beberapa jam, setelah kerjaan mereka selesai, boleh langsung pulang,” jelas Joshua sambil meletaka

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status