Balik Kanan, Mantan!

Balik Kanan, Mantan!

last updateTerakhir Diperbarui : 2026-11-05
Oleh:  QueenSheBaru saja diperbarui
Bahasa: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
10
1 Peringkat. 1 Ulasan
6Bab
18Dibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi

Senaya Hadinata, penejermah kedutaan, sudah lima tahun berusaha melupakan Raksa Wibisono. Pria itu memutuskannya tepat di hari ulang tahunnya, tanpa penjelasan, setelah foto makan malamnya bersama aktris Celine tersebar dan rumor pertunangan mereka beredar. Kini, Raksa kembali sebagai atasan barunya. Senaya bersumpah tidak akan jatuh untuk pria itu dua kali. Namun, semakin ia menjauh, semakin Raksa mendekat. Apa yang sebenarnya disembunyikan Raksa selama ini?

Lihat lebih banyak

Bab 1

Bab 1

Senaya pikir pindah ke negara lain ternyata tidak serta-merta membuat seseorang terbebas dari masa lalunya. 

Karena pagi ini, Raksa bukan lagi sekadar seseorang dari masa lalunya. Lebih buruk lagi, ia tidak bisa begitu saja menghindar.

Pria itu akan menjadi atasannya.

Pria yang kini memakai setelan gelap yang pas di tubuh, rambut tertata rapi, dan wajah tenang itu berdiri di tengah ruang rapat di samping mimbar.

Di salah satu sisi ruangan tergantung bendera Indonesia yang berdampingan dengan bendera Uni Eropa. Layar proyektor menampilkan agenda mingguan berisi jadwal kunjungan delegasi. 

Bagi staf lain, pertemuan pagi ini mungkin menyenangkan untuk menyambut atasan baru.

Namun bagi Senaya ruangan itu terasa menyesakkan.

“Minggu depan saya resmi kembali ke Jakarta. Jadi, mulai hari ini, proses serah terima jabatan akan dilakukan secara bertahap.”

Suara Sandi membuyarkan pikiran Senaya tentang masa lalu. Senaya buru-buru membuang nafas, mengalihkan pandangan dari Raksa pada pria di sampingnya.

Masa tugas Sandi sebagai Counsellor bidang politik di Paris telah berakhir, dan pertemuan pagi itu diadakan untuk memperkenalkan penggantinya.

Senaya sudah tahu Sandi akan pulang. Tapi yang tidak pernah ia bayangkan adalah siapa yang akan menggantikannya.

Sandi menoleh kepada Raksa, lalu mempersilakannya maju. “Perkenalkan, Bapak Raksa Keanu Wibisono. Beliau akan menggantikan posisi saya. Saya harap kalian bisa bekerja sama dengan baik, mendukung proses peralihan ini.” 

Beberapa staff bertepuk tangan. Sebagian tersenyum ramah, sementara yang lain tampak bersemangat menyambut atasan baru mereka.

Senaya tak melakukan keduanya. Jari-jarinya mengepal di sisi tubuh. Tanpa sadar, ia menekan kuku ibu jarinya ke telapak tangan, berusaha mengalihkan rasa panik yang mulai menguasai dirinya.

Dulu setelah hubungan mereka berakhir, ia menata kembali hidupnya.

Ia kemudian mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan pascasarjana di Paris. 

Setelah lulus, ia bekerja sebagai interpreter di Kedutaan Besar. Dua tahun terakhir, hidupnya berjalan cukup baik. 

Ia tidak pernah benar-benar berniat melarikan diri dari masa lalu. Hanya saja, berada jauh dari tempat yang menyimpan terlalu banyak kenangan membuat segalanya terasa lebih mudah.

Setidaknya, itulah rencananya. Sayangnya, ia lupa bahwa dunia tak selebar yang dibayangkannya.

Senaya ingin tertawa kecil melihat kebetulan itu, tetapi yang muncul justru rasa gugup. Meski begitu, ia tidak akan membiarkan masa lalu mengganggu karier yang ia bangun jauh.

“Terima kasih, Pak Sandi,” ujar Raksa.

Suaranya terdengar sama seperti yang diingat Senaya—rendah, tenang, dan sulit ditebak.

“Saya berharap kita bisa melanjutkan pekerjaan dengan baik. Bagi saya, koordinasi dan komunikasi yang terbuka sangat penting agar setiap agenda dapat berjalan sesuai rencana.”

Penting, katanya?

Senaya nyaris tertawa. Pandangannya kembali tertahan pada pria di depan ruangan itu. 

Ada banyak hal yang tidak pernah sempat dibicarakan, banyak pertanyaan yang hingga kini belum benar-benar menemukan jawaban.

Tiga tahun lebih mereka berpacaran. Sampai pada ulang tahun Raksa, ketika Senaya menunggu berjam-jam di apartemen pria itu sambil menyiapkan kejutan. Pesan yang ia kirim tidak dibalas, teleponnya pun tidak diangkat.

Keesokan paginya, ia menemukan rumor di media sosial bahwa Raksa telah bertunangan dengan seorang aktris. 

Saat itu, Senaya hanya ingin mendengar penjelasan langsung dari Raksa. Ia berharap pria itu menyangkal rumor tersebut atau setidaknya memberinya alasan bahwa itu kesalahpahaman.

Namun, Raksa justru mengakhiri hubungan mereka tanpa menjelaskan.

Senaya menarik napas perlahan, bukan saatnya ia mengingat hal itu lagi. Lagipula bukannya ia sudah berjanji tak akan mengingatnya lagi.

Di ruangan ini, Raksa hanya atasan baru mereka. Dan ia salah satu staf yang harus bekerja di bawah kepemimpinannya. Hanya itu tidak lebih.

“Selanjutnya, saya akan memperkenalkan staf yang berada disini,” lanjut Sandi.

Satu per satu, nama staf disebutkan. Mereka memperkenalkan diri. Raksa mendengarkan dengan saksama, sesekali mengangguk atau mengajukan pertanyaan mengenai agenda yang sedang berjalan.

Senaya mengenali sikap itu. Raksa memang selalu seperti ini ketika berhadapan dengan orang lain. 

Tenang, cermat, dan sulit dibaca.

Suara dan tatapannya masih sama, mengingatkan Senaya pada pagi yang membuatnya tidak lagi berniat menjalin kasih setelah hubungan terakhir.

Yang berbeda dari pria itu hanya rambutnya yang sedikit lebih pendek daripada yang Senaya ingat. Garis wajahnya semakin tegas, dengan kerutan halus di sudut mata yang membuatnya terlihat lebih matang.

Senaya segera mengerjap, mencoba tersenyum kecil saat namanya dipanggil. “Nah, ini Mbak Senaya Hadinata.” Sandi menunjuk perempuan yang berdiri di baris kedua. “Interpreter terbaik yang kita punya.”

Beberapa staf langsung mengangguk tanpa membantah. Semua orang diruangan itu tahu kemampuan Senaya. Dalam negosiasi, satu istilah yang diterjemahkan keliru bisa mengubah makna sebuah pernyataan resmi.

“Kalau ada pertemuan dengan negara lain, saya lebih tenang kalau Senaya yang mendampingi.” Sandi terkekeh. “Jadi… mohon pertahankan.”

Tawa kecil dari beberapa staff menyebar di seluruh ruang.

Senaya berusaha ikut tersenyum mendengar candaan mereka. Raksa sendiri hanya tersenyum tipis, sambil menatap Senaya sekilas

“Kalau begitu, saya berharap Mbak Senaya dapat terus membantu agenda yang sedang berjalan.”

Namun, ketika pandangannya tanpa sengaja bertemu dengan Raksa, senyum itu hampir saja goyah.

Pria itu menatapnya dengan ekspresi tenang. 

Senaya menelan rasa sesak yang mendadak muncul di tenggorokannya. Asing masih segar di kepala.

“Senaya.”

Senaya kembali membalik tubuhnya dan melihat Raksa masih berdiri di tempatnya. Ia ingin menahan keinginannya untuk melirik jam tangan.

Lalu beralasan ingin pamit segera. Tetapi mendengar namanya dipanggil, Senaya tak mungkin akan menjadi staff durhaka jika mengabaikan bosnya di hari pertama.

Jadi ia menghela, memaksakan dirinya menyempatkan diri untuk tersenyum.

“Ya, Pak?”

“Bisa ikut saya sebentar?”

Senaya mengangguk. Raksa berjalan keluar terlebih dahulu tanpa menoleh. 

Senaya menegakkan punggung. Rasa perih di telapak tangan menyadarkannya bahwa sejak tadi ia mengepalkan tangan terlalu erat. Ia segera melonggarkannya sebelum Raksa menyadari kegugupannya.

Senaya mengikuti dengan jarak dua langkah dan mereka terhenti di ruang kerja Counsellor yang masih setengah kosong. 

Raksa menutup pintu, tak sampai rapat, hanya cukup untuk membuat suara dari koridor meredam.

Senaya menarik napas pelan, lalu mengulurkan tangan mengawali percakapan. “Saya Senaya. Selamat datang di Paris, Pak. Semoga bisa bekerja sama dengan baik."

Raksa menyambut uluran tangannya dengan senyum tipis. “Terima kasih. Saya harap kita bisa bekerja sama dengan baik.”

Senaya mengangguk kecil. Ada jeda sesaat sebelum akhirnya ia menambahkan, “Dan meskipun sedikit terlambat, selamat atas pernikahannya, Pak Raksa.”

Tampilkan Lebih Banyak
Bab Selanjutnya
Unduh

Bab terbaru

Bab Lainnya

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Ulasan-ulasan

Beriner
Beriner
Aahh... penulis fav aku keluarin buku lg. udah ditungguin berbulan-bulan akhirnya. :D
2026-11-05 22:57:00
1
0
6 Bab
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status