Share

Tekanan baru

Author: De Sore
last update publish date: 2026-09-17 13:07:04

Sehari setelah ketegangan di rumah utama, atas permintaan Faruk yang secara mendadak, Kiara dan Joshua memutuskan untuk periksa dan berkonsultasi dengan dokter kandungan.

Di rumah sakit yang dingin, Kiara berdiri tegang di depan pintu bertuliskan *dr. Annisa, Sp.OG*, Kiara menahan napas, badannya sedikit gemetar. Meski begitu Kiara tetap memberanikan diri untuk masuk ke dalam ruangan tersebut.

“Siang, Pak Joshua, Bu Kiara. Silahkan duduk,” sapa dokter Annisa.

Kiara tersenyum canggung saat dokte
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Kiara, Suamimu Enggan Bercerai!   Satu tetes air mata

    Hampir setengah jam Kiara sesenggukan dalam pelukan Joshua. Kemeja pria itu basah oleh air mata penyesalan istrinya. Dengan sabar Joshua menunggu Kiara tenang, masih sambil menepuk-nepuk pelan punggung wanita itu.Perlahan sesenggukan itu berubah jadi isakan kecil, napas Kiara mulai teratur dan tenang.“Sudah nangisnya?” tanya Joshua saat Kiara melepaskan diri dari pelukannya. Kiara masih menunduk tak sanggup bertatapan dengan Joshua. Ia hanya mengangguk sebagai jawaban.“Sudah bisa jelaskan apa alasan di balik kemarahan kamu ini?” Joshua kembali bertanya, namun tidak mendesak.Kiara bergeming. Ia meremas ujung baju kaosnya. Masih bingung bagaimana cara memulainya.Joshua menatap lama istrinya, wanita itu terlihat sangat rapuh. Tatapannya turun ke jari-jarinya lentik Kiara. Joshua sadar satu hal, meski Kiara berencana kabur hingga ke luar negeri tapi cincin pernikahan masih bertengger di jari manisnya. Melihat Kiara yang masih bergeming. Joshua menggendong Kiara untuk duduk di sofa

  • Kiara, Suamimu Enggan Bercerai!   Harusnya kamu marah

    Beberapa jam kemudian, Kiara masih duduk di posisinya semula, jejak air mata masih terlihat jelas di pipinya. Kiara meringkuk, merapatkan kaki di depan dada, lalu melingkarkan kedua lengannya di sana. Dia membenamkan wajahnya di celah lutut. Seolah bersembunyi dari perasaan bersalah kepada suaminya.Kiara tersentak saat mendengar suara mobil memasuki area pekarangan rumah. Ia mendongak, lalu berlari kecil mengintip dari celah gorden jendela depan.Jantung Kiara mencelos saat melihat mobil hitam Joshua mulai terparkir di halaman rumah. Kiara melangkah mengendap-endap, kemudian duduk bersandar di daun pintu.Dari dalam rumah, Kiara mendengar suara mesin mobil dimatikan. Derap langkah Joshua tiba di teras rumah. Kiara menahan napas, saat Joshua grasak-grusuk di luar sana. Kiara tebak pasti Joshua sedang mencari kunci cadangan rumah.Beberapa menit kemudian, suara Joshua menggeser pot bunga tiba-tiba berhenti. Kiara menajamkan pendengarannya, mencari kemana arah langkah kaki Joshua.Terd

  • Kiara, Suamimu Enggan Bercerai!   Fakta yang terlambat terungkap

    Beberapa jam sebelumnya– POV KiaraSayup-sayup Kiara mendengar percakapan David dan dokter yang bertugas pagi ini di ruangan Kiara.“Kondisi Bu Kiara berkembang pesat dari pemeriksaan terakhir. Tunggu sampai air infus ini habis, Bu Kiara sudah boleh pulang, ya, Pak,” ujar dokter itu ramah.“Baik, dokter. Terima kasih banyak, dok.” David membalas dengan senyum lega yang kentara.“Kalau gitu saya permisi dulu.” pamit dokter, berjalan keluar meninggalkan ruang rawat Kiara.Setelah mendengar dokter tadi sudah benar-benar pergi. Kiara membuka mata perlahan. “Pagi, Kiara. Gimana? Udah mendingan?” sapa David saat melihat Kiara mencoba duduk. Sedangkan Kiara hanya mengangguk sebagai jawaban.“Oya, barusan dokter datang memeriksa keadaanmu, katanya setelah air infus ini habis, kamu sudah boleh pulang,” jelas David mengulang kalimat sang dokter.Lagi-lagi Kiara hanya mengangguk.“Vid, aku boleh minta tolong?” akhirnya Kiara membuka suara.“Boleh. Mau minta tolong apaan?” David berjalan mendeka

  • Kiara, Suamimu Enggan Bercerai!   Harapan baru

    Panggilan dari Juno masih bergetar di atas meja makan yang sunyi. Dengan gerakan cepat Joshua menekan tombol hijau.“Gimana, Juno?” desak Joshua tak seperti pria itu yang biasanya tampak tenang.“Ketemu, Pak. Bu Kiara menginap di salah satu hotel jauh dari perkotaan. Terpantau dari cctv bahwa, sejak kemarin mobil Bu Kiara tidak keluar dari parkiran hotel tersebut. Saya akan kirim nomor kamar dan alamatnya ke anda, Pak.” jelas Juno panjang lebar.“Baik. Terima kasih, Juno.” Joshua memutus panggilan sepihak. Memeriksa alamat yang dikirimkan Juno. Mata Joshua terbelalak, itu jarak yang cukup jauh untuk Kiara mengemudi sendirian. Joshua memasukkan kotak bekal dari mertuanya ke dalam kulkas, lalu bergegas menuju parkiran.Mobil Joshua melaju dengan kecepatan di atas rata-rata membelah jalanan malam. Jarak yang seharusnya ditempuh dalam waktu dua jam, tapi Joshua tiba di parkiran hotel yang dimaksud Juno tadi hanya memakan satu jam perjalanan.Di meja resepsionis, dengan segala upaya yang

  • Kiara, Suamimu Enggan Bercerai!   Kehidupan baru

    Beberapa jam sebelumnya— POV Kiara.Kiara membuka mata perlahan. Seluruh tubuhnya sulit digerakkan. Denyut di kepala Kiara tidak benar-benar hilang. Dengan susah payah ia mencoba duduk dan bersandar pada kepala ranjang.Ia melirik jam tangan di atas nakas. Menunjukkan pukul enam sore. Kiara beranjak dari ranjang. Membersihkan diri ke kamar mandi. Kiara menatap lamat wanita pada pantulan cermin. Mata sembab itu bukti kehancuran pertahanan Kiara.Akhirnya setelah dua hari mengurung diri dalam kamar hotel, Kiara berjalan keluar. Perutnya keroncongan dan ia butuh menghirup udara bebas.Di luar mulai gelap, malam telah membungkus senja. Setelah mengisi perut di salah satu rumah makan tak jauh dari hotel. Kiara berjalan menyusuri trotoar.Tiba-tiba kepalanya berdenyut, kali ini lebih sakit dari sebelumnya. Kaki Kiara tak mampu lagi menopang tubuhnya, besertaaan dengan perutnya yang memaksa ingin mengeluarkan semua makanan yang dia santap tadi.Lutut Kiara menghantam paving block merah, perl

  • Kiara, Suamimu Enggan Bercerai!   Mencari jejak

    Bab 39Joshua duduk di bangku kulit ruang kerjanya. Menekan tombol angka satu pada telepon kantor.“Juno, ke ruangan saya sekarang,” ujar Joshua saat panggilan itu diterima sekretaris pribadinya. “Baik, Pak.” jawab Juno cepat.“Ada yang bisa saya bantu, Pak?” tanya Juno saat tiba di depan meja Joshua.“Saya ingin kamu mencari keberadaan istri saya. Telusuri melalui cctv kemana arah mobilnya berhenti kemarin. Pakai semua koneksi saya untuk mempermudah pencarian.” tegas Joshua menatap Juno.“Baik, Pak. Anda bisa kirim nomor plat mobil, Bu Kiara dan rekaman cctv parkiran apartemen anda. Agar saya tahu harus dari mana mulai mencarinya,” ucap Juno profesional seperti biasa.“Baik. Tadi pagi saya sudah minta potongan cctv dari parkiran apartemen, akan saya kirim ke nomor kamu beserta nomor plat mobil Kiara.” Joshua langsung mengambil ponselnya.“Berapa lama waktu yang kamu butuhkan, Juno?” ucap Joshua tenang namun penuh penekanan.“Tergantung seberapa jauh mobil, Bu Kiara melaju, Pak. Tapi

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status