Share

Bab 259

Author: Hare Ra
last update Last Updated: 2025-11-23 18:08:49

"Ada sopir yang jemput kalian ya. Ke rumah sakit sekarang," ujar Aliman di ujung telepon.

"Ada apa dengan ibu?" tanya Indra.

"Pokoknya kesini dulu."

Tut!

Sambungan telepon di matikan,

Indra panik setengah mati. Firasatnya semakin kuat, bahkan selama dalam perjalanan ke rumah sakit dia hanya memejamkan matanya sambil terus berdoa.

Amara juga tampak panik. Dia sedang menelpon Dira.

"Kakak sudah di rumah sakit?" tanyanya.

"Iya, baru sampai."

Mereka segera menuju ke ruang perawatan Seva, disana Seva terlihat terbaring lemah. Tubuhnya begitu lemah.

"Ibu..." panggil Indra.

Seva tidak menjawab, dia hanya tersenyum ke arah Indra. Tapi, matanya mengembun.

"Ibu sakit apa, Pa?" tanya Indra.

Dan untuk pertama kalinya dia memanggil Aliman dengan sebutan "Pa".

"Infeksi berat. Karena jatuh tadi membuat tangan Seva sedikit terluka, infeksi itu kembali menyerang," jawab Aliman.

Dulu hidup selama bertahun-tahun di jalanan. Penuh penderitaan, bahkan kaki dan tangannya patah tanpa pengobatan. Wajar kala
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Klinik Pemuncak Gairah Pria   Bab 376

    “Aku mau melihat rekaman kamera yang kamu katakan itu,” ujar Salsa mencoba menolak.“Santai, Salsa. Aku punya dua rekamannya. Satu yang dari ponselku dan satunya dari dashcam.”“Tapi, apa kamu yakin itu Indra?” tanya Salsa.“Aku awalnya hanya merasa terganggu dengan yang mereka lakukan di pinggir jalan. Untuk apa punya mobil bagus kalau hotel aja tidak mampu sewa hanya untuk menuntaskan hasrat,” jawab Leo.Akhirnya Salsa mengikuti Leo berkeliling villa itu, menikmati hamparan daun teh yang menghijau sepanjang mata memandang.Angin yang berembus menerbangkan rambut Salsa yang panjang sebahu. Dia begitu menyukai tempat ini, apalagi ketika angin yang datang membelai wajahnya.“Kamu suka?” tanya Leo memeluknya dari belakang.Salsa terkejut, dia ingin berontak, tapi Leo memeluknya begitu erat dan berbisik di telinganya. “Kenapa? Apa kamu pikir Indra sangat setia padamu?”Salsa tersentak, dia terbuai dengan begitu mudah percaya dengan ucapan Leo, sehingga akhirnya dia membiarkan Leo mengera

  • Klinik Pemuncak Gairah Pria   Bab 375

    "Beneran ini mobil Indra?"Salsa bergumam, berkali-kali video yang dikirimkan Leo itu diputarnya. Dan dia yakin itu video asli, bukan editan ataupun hasil AI."[Itu aku rekam tadi siang, ketika aku mau menuju resto Suasana Alam Kampung.]"Kembali pesan dari Leo masuk, dan apa yang Leo katakan itu membuat Salsa menahan nafasnya.Tadi siang, Indra memang janjian bertemu temannya disana. "Apakah artinya Indra dan temannya bermain di mobil?"Salsa tidak bisa tidur. Ini benar-benar membuatnya kepikiran. Kalau sudah melihat ini, apa dia akan tetap berpikir positif? Rasanya sulit sekali.Apalagi, Indra tadi siang tidak bisa ikut menonton hanya karena alasannya temannya ribet."Ribet atau tanggung?" tanya Salsa.Hingga tidak berapa lama, terdengar suara langkah kaki mendekat. Salsa segera menyimpan ponselnya dan menarik selimut. Dia pura-pura sudah tidur.Kriet!Indra masuk ke kamar. Dia heran dengan lampu yang belum dimatikan, sedangkan Salsa sudah tidur di balik selimutnya."Capek banget

  • Klinik Pemuncak Gairah Pria   Bab 374

    Salsa dan Indra kini berada di dalam kamar, keduanya saling berdiam diri dan duduk saling berjauhan.“Sayang, aku tidak bohong. Aku tidak menggoda Selira,” ujar Indra menatap sang istri dengan penuh harapan.“Tapi, kenapa kamu gak cerita? Kenapa kamu mengambil inisiatif untuk memecatnya dan memberikannya uang?” tanya Salsa.Indra memegang kepalanya. “Sudah aku katakan, aku ingin dia segera pergi dari sini, Sayang. Dan aku tidak cerita ke kamu, karena aku buru-buru akan pergi. Bukan tidak mau cerita, tapi belum sempat.”Salsa menatap Indra, seperti biasanya, tidak ada kebohongan di mata itu. Tapi, dia menjadi sedikit ragu. Sebab, waktu Indra dari desa yang katanya dia terjebak karena mobilnya macet, Salsa menemukan satu buah tanda merah yang agak samar di leher Indra.Sejak saat itu, Salsa selalu merasa curiga kalau Indra menduakannya.Tapi, hari ini juga ada kesaksian dari Bi Inah, tidak mungkin wanita paruh baya itu berbohong. Apalagi Bi Inah memiliki beberapa video tentang Selira. D

  • Klinik Pemuncak Gairah Pria   Bab 373

    "Indra duduk disini," ujar Aliman menatap putranya dengan tegas.Indra mengangguk, sebelumnya dia menatap Selira dengan tajam."Ternyata, kemarin aku menolong anjing terjepit," ujarnya kepada Selira.Selira, gadis kecil itu seperti tidak ada takutnya. Dia menatap Indra balik. Baginya, dia sudah terlanjur tercebur dan harus sekalian mendapatkan hasilnya.Salsa memberikan Juna kepada pengasuhnya, dia kembali ke ruang tamu."Jelaskan, apa maksudnya ini? Dan ada apa?" tanya Salsa menatap Selira yang sedang duduk dengan bersimbah air mata."Suami kamu ingin memperkosaku!" jawab Selira berteriak.Salsa terkejut bukan main, dia memegang dadanya. "Sayang..." panggil Salsa menatap Indra penuh selidik."Dia pembohong ulung, kenyataannya tidak seperti itu. Aku menolongnya dan menganggapnya sebagai adik, tapi begini yang dia balas untukku," jawab Indra sambil menggelengkan kepalanya.Deg!Jawaban dari Indra itu cukup menggetarkan Selira. Karena awalnya, dia mengagumi Indra karena memang kebaika

  • Klinik Pemuncak Gairah Pria   Bab 372

    "Hai, aku Indra," ucap Indra memperkenalkan diri.Leo menyambut tangan Indra, bibirnya menyunggingkan senyuman penuh arti."Leo."Indra mengangguk, dia langsung menggendong Juna yang sejak tadi sudah mulai merengek, mungkin sudah capek."Kita, langsung pulang?" tanya Indra kepada Salsa."Iya deh."Leo terus mengekor, bahkan dia mengantarkan Salsa sampai ke mobil Indra.Sepertinya dia juga memastikan mobil Indra adalah benar yang tadi dilihatnya di jalan.Siapa yang menyangka, kalau ternyata Leo temannya Salsa itu adalah lelaki yang tadi menegur Indra di jalan, saat Indra sedang bermain bersama Friska.Salsa tampak memasukkan semua barang ke dalam mobil, Leo mendekati Indra.Juna di dalam gendongan Indra sudah terlelap.Leo menepuk punggung Indra fan berbisik. "Hati-hati ada celana dalam yang tertinggal."Indra tidak menjawab, hanya tangannya terkepal menahan amarah.Leo melanjutkan. "Kalau suka jajan, lebih Salsa untukku saja."Setelah mengatakan itu, Leo tidak lagi menunggu jawaban d

  • Klinik Pemuncak Gairah Pria   Bab 371

    “Kenapa gak boleh, kan saya juga beli tiket,” ujar Leo menatap Amara sambil tertawa.“Kalau beli tiket, jangan duduk dekat kami. Kamu mau menikmati libur keluarga.”Leo hanya menganggukkan kepalanya, karena mau bagaimana lagi, mereka sudah beli tiket bersama tadi. Dan tempat duduk mereka berderet.“Lucu,” gumam Leo.Hingga akhirnya selama film di tayangkan, Amara meminta orang disebelahnya untuk tukar tempat duduk. Kebetulan anak remaja itu menonton sendirian. Sehingga dia bisa tukaran duduk dengan Leo.Salsa mengirim permintaan maaf kepada Leo, sehingga secara tidak langsung terjadilah pertukaran nomor antara keduanya.Sampai film selesai, Leo berkali-kali melirik ke arah Salsa. Padahal tadi niatnya ikut menonton adalah untuk saling meraba-raba. Tapi, ternyata Amara seperti pengawal saja.Bukan tanpa alasan Amara melakukan itu, beberapa kali dia melihat Leo mencuri pandang ke arah Salsa. Dan dia tahu, bagaimana kakaknya mencintai Salsa.“Film nya seru!” teriak Juna saat mereka keluar

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status