LOGIN**Warning, bukan untuk yang berhati lemah** Tiba-tiba hidup Jessica yang tenang berubah menjadi riuh, semua karena Adrian, sang artis paling terkenal seantero dunia. Hanya 6 bulan, Jessica hanya harus bertahan selama film Adrian dibuat, sehingga rumah sakit tempat Jessica bekerja bisa bertahan. Tapi, 6 bulan ternyata waktu yang sangat lama, terlebih jika Jessica harus tinggal bersama dengan Adrian. Sangat lama, apa lagi ketika penggemar fanatik Adrian mulai mengganggu hidup Jessica. Awalnya hanya pacar palsu, tapi kenapa sekarang malah jadi hidup Jessica jadi terancam?
View MoreJessica memandang penunjuk lantai di atas kepalanya. Entah kenapa rasanya lift hari ini berjalan lambat sekali. Dia tak ingin terus berdekatan dengan Ryan. Walau rasanya tak mungkin karena hari ini, Jessica tetap harus bersamanya, bahkan sampai besok pagi karena mereka jadwal jaga bersama. “Aku akan tinggal di rumahku, dan mencari kehangatan sendiri. Kamu juga boleh, asal pake pengaman ya, jangan ada anak lain selain dari aku. Oke sayang?” ucap pria itu sambil mengedipkan sebelah matanya yang membuat Jessica semakin mual.Tiap kata yang keluar dari mulut Ryan entah kenapa semakin absurd. “Plis Ryan, kita nggak usah ngomongin ini semua. Aku pusing,” ucap Jessica sambil mengangkat tangannya. Pria itu meraih tangan Jessica yang terangkat dan mengecupnya dengan ringan. Bekas kecupan itu segera terasa terbakar. Jessica menarik tangannya dengan cepat.“Oke sayang. Hanya saja, kapan lagi kita cuma berdu
Jessica memperhatikan Adrian yang sedang syuting bersama Miranda. Ada yang aneh dengan film ini, bukannya temanya kedokteran, tapi kenapa malah mereka sedang duduk santai di ruang dokter bercanda sambil bergelayutan begini?Kemarin Jessica kan sudah memberi tahu tentang teknis kedokteran, apakah hari ini Jessica harus memberitahu kalau nggak ada dokter yang bisa sesantai itu seharian?“Apaan tuh tangannya sampe pegang-pegang muka segala, Dokter itu nggak boleh pegang sembarangan,” pikir Jessica saat melihat Miranda dengan seenaknya meraba dada Adrian lalu meraih wajah pria itu. Ada perasaan aneh di perut Jessica.“Ini hanya akting, kenapa aku jadi gelisah sih? Sepertinya AC di sayap kiri ini masih butuh perbaikan, kenapa jadi panas begini?&rdquo
Adrian seakan baru ditampar. Kenapa selama ini dia berpikir kalau Jessica adalah seorang dokter miskin yang tak berdaya.Setelah dipikir-pikir, komplek apartemen yang mereka tempati, adalah komplek apartemen yang cukup mahal. Adrian memang menempati penthouse, tapi Jessica juga menempati apartemen yang cukup luas, dan seingat Adrian, wanita itu selalu bilang kalau itu adalah apartemennya, bukan sewa.Jessica juga ada pekerja yang membersihkan apartemennya, suatu kemewahan bagi seseorang yang ada di negara mereka. Jessica memiliki mobil, yang walaupun bukan baru, tapi juga tidak bobrok.Jessica adalah anak orang berada, berbeda dengan Adrian yang memiliki semua itu karena fasilitas manajemennya, tapi Jessica memang memiliki semua itu karena memang dia anak orang berada.
Ryan sedang duduk dan makan chips di meja dokter saat Jessica datang. Pria itu tersenyum lebar melihat kedatangan Jessica. Sejak kejadian waktu itu, Jessica dan Louise tidak pernah meremehkan Ryan lagi. Bahkan sekarang pria itu seakan ketua dari mereka dibandingkan Joe.“Torakosentesis-nya Ben sudah dilakukan,” ucapnya seakan laporan. Ben memiliki riwayat yang sama seperti Nico pasien Jessica, sehingga Jessica menjadi lebih nyaman mengawasinya.“Oh, baguslah,” jawab Jessica sambil menaruh tasnya.“Dapat 20ml doang tapi,” ucap Ryan sambil kembali mengambil chips dan memasukkannya ke dalam mulut.“Yah dia baru 3 tahun.” Jessica mengingat-ingat kasus Nico di dalam k
"Pacar Adrian?" tanya Jessica bingung sambil menatap Adrian. "Kenapa, apakah harus...?" tanya dokter itu lagi kali ini sambil menggeleng, hati Adrian sedikit kesal karena Jessica menolak. "Sepertinya dalam kasus seperti ini, pers tidak akan melepaskan Anda sampai ada kejelasan antara hubungan and
Jessica mengikat rambut panjangnya menjadi satu lalu berlari keluar dari lobi apartemen. Sudah menjadi jadwalnya tiap pagi untuk berlari sekeliling halaman apartemen, namun baru pintu apartemen terbuka, rombongan wartawan langsung mengelilinginya. "Bagaimana tanggapan anda terhadap tuduhan Miranda
"Mobilmu yang mana?" tanya Adrian sambil memakai ulang kaca mata hitam, masker dan topi. Karena memang dia sangat tampan dan tinggi, Jessica sempat terdiam terpesona."Itu!" jawab Jessica setelah menggigit bibirnya agar dia sadar diri lalu membuka kunci pintu mobil, namun terkejut saat Adrian menuj
"HAH! Kamu mau cerita apa?" tanya Jessica dengan tatapan tidak rela acaranya akan Adrian rusak. Pria itu memandang dokter mungil di hadapannya. Sebenarnya wanita itu cukup cantik, matanya besar bewarna biru laut dengan bulu mata lentik. Hidungnya tinggi tapi mungil sama seperti bibirnya. Sayang,
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviewsMore