로그인"Huh, dasar sombong!" An Meng melirik sinis dengan bibir sedikit dimonyongkan. Ia ingin tahu kemampuan orang ini.
Semua orang itu menunggu dengan dada berdebar dan bertanya-tanya Apakah orang itu akan mengalami hal serupa seperti An Meng.Pria setengah tua merasa dirinya bukan hanya pemberani tapi juga ia pasti dengan mudah bisa mendekati pondok bambu yang terlihat tak jauh di depannya."Hanya mendekati sebuah pondok bambu, apa susahnya?" gumam pria setengah tua deYin Long menoleh ke arah sumber suara, seorang murid pria tertelungkup di lantai dalam keadaan menyedihkan, tangannya yang gemetar berusaha menggapai ke depan. Ia pun langsung mendatangi pemuda malang itu dengan langkah cepat.Sebagai seorang tabib, hatinya tidak bisa diam menyaksikan pemandangan memilukan di depan matanya.Yin Long dengan sigap membantu orang itu bangun dan duduk bersandar dalam pelukannya. "Saudara, bagaimana keadaanmu?"Murid itu menggeleng lemah. Bibirnya bergetar, mencoba berbicara namun tidak ada suara yang keluar."Jangan bergerak!" Yin Long menempatkan telapak tangannya di punggung pemuda yang terluka.Dengan perlahan, ia mulai menyalurkan tenaga dalam hawa murni melalui punggung pemuda itu. Energi kehangatan mengalir dari telapak tangannya, menembus kulit dan meresap ke dalam meridian yang rusak. Cahaya putih keemasan mulai memancar dari titik sentuhan, menyebar seperti jaring halus yang menelusuri jalur energi di tubuh murid itu.Murid itu merasakan sensasi
Teriakan An Meng memecah kesunyian udara. Suaranya penuh kepanikan luar biasa.An Meng menjerit keras, menutup mata dengan perasaan ngeri dan pasrah. "Ah Yin, kamu sangat kejam! Kamu benar-benar ingin membunuhku!"Angin menerpa tubuhnya dari segala arah saat ia terjun bebas.Di udara, Yin Long menatap arogan ke tubuh yang sekarang meluncur jatuh ke bumi, sesekali berputar dan terbalik. "Rasakan olehmu dan sambut kematianmu dengan senyum, An Meng!"Ekspresi wajahnya dingin dan tanpa ampun. "Itu akibatnya kalau berani tidak mematuhi Ah Yin!"Suaranya terdengar keras meski An Meng sudah cukup jauh di bawahnya. Pelajaran harus diberikan dengan cara yang berkesan.Tubuh An Meng terus melayang jatuh dengan kecepatan tinggi. Angin menerjang wajahnya dengan keras hingga ia hampir tidak bisa bernapas."Ah Yin! Ah Yin, tolong aku!" teriaknya histeris sambil melambaikan tangan ke segala arah. "Kumohon, aku tidak ingin mati!""Ah Yin, kamu benar-benar jahat!"Suaranya nyaris putus asa. Air matany
Pemandangan dari ketinggian membuatnya pusing dan mual. Angin kencang menerpa wajahnya tanpa henti. An Meng menoleh ke samping dengan susah payah, takut kehilangan keseimbangan. "Ah Yin, kamu yang membawaku terbang?" Matanya membulat lebar tidak percaya. Ini semua terasa seperti mimpi yang aneh. "Hem," sahut Yin Long singkat, suaranya bercampur dengan deru angin. Wajahnya tetap tenang seolah terbang adalah hal biasa. Tidak ada sedikit pun keraguan dalam ekspresinya. An Meng merasa beribu kali lipat lebih terkejut saat melihat Yin Long memiliki sepasang sayap besar berwarna perak berkilau yang megah dan indah. Setiap bulu-bulu mengeluarkan serpihan-serpihan cahaya gemerlap yang bergerak memanjang ke belakang dan menghilang setelah beberapa saat. Pemandangan itu begitu memukau, seperti dalam mimpi. Bahkan dongeng pun tak pernah menggambarkan sesuatu seindah ini. Sangat indah. Ini terlalu indah dan mengagumkan! An Meng tidak bisa berkedip, takut keajaiban ini hilang. Jantungnya b
Melihat An Meng terus memohon dengan wajah memelas, Yin Long berpikir, 'Kalau aku membawa orang ini mungkin dia hanya akan menjadi bebanku saja dan ....'Pandangan matanya menatap kosong ke arah reruntuhan di kejauhan. Debu masih beterbangan di udara, membuat pemandangan semakin suram.'Dan bagaimana kalau nanti dia tahu wujud asliku?' Yin Long bingung. 'Bagaimana cara aku menjelaskan padanya mengenai diri kami sebagai ras naga langit?'Pertanyaan itu terus berputar di benaknya. Identitasnya sebagai naga langit adalah rahasia besar yang tidak boleh diketahui sembarang orang.Yin Long menyentuh dagunya sendiri sambil menatap An Meng yang masih menunggu dengan harap-harap cemas. 'Tapi aku tak mungkin meninggalkannya sendiri dalam keadaan seperti ini.'Hati nuraninya tidak tega membiarkan pelayan setia ini sendirian di tengah kehancuran.Terlalu banyak berpikir hanya akan menunda waktu dan keadaan An Zi masih tidak diketahui. Jadi, sepertinya memang harus segera bergerak daripada terlamb
KRASH! "Ah!" Dengan satu kibasan kipas yang indah namun kejam, kepala prajurit itu terpenggal dan terpisah dari tubuhnya. Darah hitam menyembur tinggi sebelum badan tanpa kepala itu dijatuhkan, ambruk ke tanah dalam keadaan tak bernyawa. "Kamu sendiri yang memintanya," ucap Yin Long, datar. An Meng bergidik ngeri melihat kekejaman pria tampan berambut perak yang seakan pernah dilihatnya. Ia bergerak mundur sambil memperbaiki sisa bajunya yang robek-robek dengan perasaan malu dan takut. Tubuhnya yang setengah telanjang membuatnya merasa sangat tidak nyaman di hadapan orang asing ini. Yin Long berbalik dan berjalan mendekat. Pemuda itu berjongkok di depan An Meng yang masih duduk di tanah. "Kamu tidak apa-apa?" An Meng menggeleng kecil, wajahnya merona malu. "Tidak apa-apa. Hanya luka kecil yang tak seberapa." Hanya luka kecil tetapi rasa malunya akibat dilecehkan oleh para prajurit Klan Naga Hitam benar-benar menyakitkan. Terlebih lagi dengan hilangnya An Zi, bagaimana mu
Semua orang menoleh ke arah datangnya suara bentakan dengan wajah tegang. Jika gelombang angin kekuatannya saja sudah sangat mengerikan, mereka menduga kalau orang ini benar-benar sangat sakti.'Mengapa suara itu terdengar seperti suaranya?' batin An Meng, matanya mencari."Ternyata dari dulu, sifat orang-orang Klan Naga hitam tidak pernah berubah sama sekali. Kalian masih sama seperti dulu, buruk dan beraninya main keroyokan!" Suara itu terdengar lagi.Salah seorang prajurit Klan Naga Hitam berusaha bangkit dari jatuhnya, matanya memancarkan kemarahan. "Hei, manusia pengecut, keluarlah! Jangan beraninya menyerang sembunyi-sembunyi!""Oh, baiklah," sahut suara asing.Bersamaan dengan itu pula, munculah segelombang besar energi spiritual yang menyilaukan disertai kipas sutera putih sulam Phoenix yang melesat dan melayang-layang di udara seperti senjata boomerang, menebas tubuh para prajurit Klan Naga Hitam dengan presisi mematikan hingga banyak yang tewas tercerai-berai di tempat.Yin