Chapter: 99. Tubuh Yin dan Tubuh YangSetelah itu, Tetua Yang Chao bergegas menemui Qing Yuan yang sudah dibaringkan di atas pembaringan oleh Yang Lin. Wajah pemuda itu tampak pucat dengan bibir yang membiru. Tetua Yang Chao mengambil bantal kecil, menempatkan pergelangan tangan Qing Yuan di atas benda empuk tersebut. Jari-jari tuanya menekan beberapa titik nadi. Ia melakukannya dengan hati-hati dan teliti. Setelah beberapa saat memeriksa dengan ekspresi serius, Tetua Yang Chao berkata, "Sepertinya racun darahnya memang kumat lagi. Dan kali ini sedikit lebih parah dari sebelumnya." "Lalu bagaimana cara mengatasinya?" tanya Yang Lin, cemas. "Kita lakukan pengobatan seperti biasa. Hanya saja kali ini dia harus direndam dalam ramuan khusus guna menekan penjalaran racun aneh yang sepertinya terbilang masih baru," jawab Tetua Yang Chao, ekspresinya tampak serius. "Racun baru?" Yang Lin terkejut. Tetua Yang Chao menjawab, "Kita akan segera mengetahuinya nanti." 'Racun baru?' Qing Yuan sedikit kaget. 'Jangan-jangan
Última actualización: 2025-12-17
Chapter: 98. Membicarakan Bocah Beban Yang Lin baru saja tiba di depan gerbang Balai Qi Sheng sambil menggendong tubuh Qing Yuan yang dalam keadaan setengah tak sadar. Kepanikan di hatinya membuat langkah pemuda itu menjadi begitu cepat. Keringat membasahi pelipisnya, napasnya tersengal-sengal menahan beban tubuh Qing Yuan yang semakin lemas."Buka pintunya!" Demi mendengar teriakan tersebut, para penjaga jadi waspada, takut kalau itu adalah suara musuh yang datang ingin mengacaukan tempat itu. Mereka saling bertatapan dengan ekspresi was-was, tangan masing-masing sudah memegang senjata.Sambil setengah berlari, pemuda itu kembali berteriak dengan suara yang lebih keras, "Cepat buka pintunya! Ini aku, Yang Lin!""Itu Tuan Muda Yang Lin!" seru salah seorang penjaga yang ada di menara pengintai. Matanya menyipit memastikan sosok yang datang. "Cepat buka pintunya!" Para penjaga yang merupakan murid-murid Balai Qi Sheng langsung membuka pintu gerbang dengan ekspresi heran. Mereka tidak pernah melihat Yang Lin dalam kondisi
Última actualización: 2025-12-12
Chapter: 97. Meminta Lima Bayi Kembar Malam harinya, Qing Yuan benar-benar dibuat gelisah akibat terus memikirkan bagaimana cara melarikan diri dari keikutsertaannya dalam sayembara tersebut. Hampir sepanjang malam ia menghabiskan waktu hanya untuk mencari jalan terbaik yang tidak menyakiti siapa pun, terutama Yang Hua dan Shen Ji. 'Kalau aku ikut Sayembara itu, maka kesempatanku untuk dapat menikahi Hua'er mungkin akan sangat sulit. Dia pernah berkata, kalau dia tidak mau jika suaminya kelak memiliki istri lain,' pikir Qing Yuan. 'Tapi kalau aku tidak ikut, laoshi pasti akan marah dan bisa-bisa menghukumku lagi.' "Ah Yuan, asalkan kamu bersedia mengikuti sayembara itu, aku bisa saja tidak membunuh Hua'er. Tapi kalau kamu menolak perintahku, maka kamu akan kehilangan muridmu itu," ucap Yang Hua, siang tadi seusai pertemuan. Ingatlah siapa itu Ji Mei Hua. "Bagaimanapun juga dia adalah anak dari Shen Ming, pembunuh kedua orang tua Ah Shui. Yang Ji adalah kakakku satu-satunya yang dibunuh oleh ayah dari muridmu, dan deng
Última actualización: 2025-12-01
Chapter: 96. Dari Gelap Menuju CahayaPara tetua memang tidak meragukan akan keahlian Tetua Yang Xueying dan muridnya. Namun masalahnya, sekarang orang yang dimaksud sedang tidak berada di tempat tersebut karena sedang bersama istri sang ketua sekte. Jika menariknya secara tiba-tiba, apakah nyonya akan mengijinkannya?"Tapi, Tetua Xueying, bukankah saat ini Yang Se sedang bersama dengan Bibi Fuyu?" tanya Yang Shui. "Jika kita memanggilnya, lalu bagaimana dengan bibi?"Yang Hua tentu saja mengetahui akan kekhawatiran keponakannya. "Untuk masalah ini kamu tidak perlu khawatir, Ah Shui. Bibimu baru saja mengirim pesan kalau kita akan bertemu di perjalanan nanti.""Oh, baguslah. Kalau begitu sepertinya sudah tidak ada yang perlu dikhawatirkan lagi," ujar Yang Shui, hatinya merasa lega."Kalau begitu masalah penyamaran sepenuhnya akan menjadi tugas Tetua Yang Xueying," lanjut Yang Hua, ia menghadap ke arah orang yang dimaksud dan mengepalkan kedua tangannya. "Maka saya mohon bantuan Anda, Tetua Yang Xueying." Demi mendapat tu
Última actualización: 2025-11-28
Chapter: 95. Si Pengubah Seribu WajahSemua orang yang hadir seketika terdiam, hanya Tetua Yang Wuzhou saja yang tampak bersikap biasa saja dan masih sibuk dalam menikmati makanannya. Yang Hua menatap satu per satu wajah-wajah para tetua dengan tatapan tajam. "Kalian semua adalah para tetua yang aku hormati dan sengaja aku undang ke mari dengan segala rasa hormatku. Tetapi para Tetua sepertinya tidak lagi memandangku sebagai pemimpin kalian!" "Pemimpin Tertinggi, mohon jangan salah paham!" seru Tetua Yang Lei dengan perasaan sedikit takut. "Apa maksud Tetua Yang Lei dengan kata salah paham?" Yang Hua beralih menatap Tetua Yang Lei, seakan sedang berusaha menguliti pria itu untuk mengetahui isi hatinya. "Kalian meragukan apa yang dikatakan oleh Qing Yuan, bahkan beberapa dari kalian seperti sedang sengaja menyudutkannya. Bukankah itu sama saja dengan tidak menghormatiku?" Semua orang terdiam dengan berbagai macam perasaan mereka masing-masing. Ada yang tidak senang atas pembelaan Yang Hua terhadap anak tirinya.
Última actualización: 2025-11-25
Chapter: 94. Menyudutkan Qing YuanSemua orang tercengang. Wajah-wajah tua terlihat menegang. Namun, tentu saja Qing Yuan yang merasa lebih terkejut lagi.Mendengar kata 'hukuman mati', wajah Qing Yuan atau yang sengaja menggunakan nama Yang Yuan saat sedang beraksi bersama dengan kelompoknya, seketika memerah. Kesalahan yang tak ia lakukan, mengapa hukuman mati itu tertuju padanya? Bukankah ini sudah sangat keterlaluan?"Satu juta tahil emas? Bukankah ini hampir setara dengan setahun gaji seorang perdana menteri?" Yang Shui bertanya, seolah kepada dirinya sendiri. "Itu benar, Ah Shui. Bagi orang biasa, mungkin ini adalah sesuatu yang sangat menggiurkan!" Tetua Yang Lei berkata dengan sedikit antusias, seakan ini adalah suatu peluang besar untuk mengumpulkan kekayaan. 'Dengan imbalan yang luar biasa besar itu, siapa yang tidak merasa tertarik?' pikir Yang Shui disertai perasaan khawatir. Tentu saja, ia tak ingin Qing Yuan mengalami hal buruk yang seharusnya bukan menjadi tanggungannya. 'Ini harus segera diselidiki.
Última actualización: 2025-11-23
Chapter: 118. TIGA HARI PENENTUANQing Yuan sekarang dibuat sibuk mengutuki isi otaknya sendiri. Selama hidupnya, Qing Yuan tidak pernah merasakan getaran apa pun ketika ia bersentuhan dengan seorang gadis. Bahkan selama ini pun dia sangat jarang memerhatikan muridnya secara rinci. Tidak. Dia tidak pernah memikirkannya! Meskipun Shen Ji memang sangat cantik sekarang, tapi dia adalah murid yang diambil hanya sebagai budak catur untuk mempermulus langkahnya dalam mendekati Keluarga Shen, untuk kemudian menghancurkan mereka semua pada malam perjanjian satu tahun di puncak Gunung Que. Ini adalah susunan rencananya, karena hanya satu hal yang menjadi tujuan Qing Yuan, yaitu terbunuhnya Shen Ming di tangan putrinya sendiri. Qing Yuan dengan pemikiran gilanya ini benar-benar mengabaikan segalanya. Siapa suruh Shen Ji adalah anak Shen Ming, pembunuh paman besarnya? Siapa suruh pula gadis itu datang sendiri ke sarang serigala yang sedang mengincar nyawanya? Dalam hal ini, ia bahkan sudah merencanakan tentang
Última actualización: 2024-05-27
Chapter: 117. Pikiran Kotor Qing Yuan menutup mulutnya yang baru saja sedikit mengeluarkan darah. "Aku tidak apa-apa, Hua'er. Aku hanya sedikit lelah akibat terlalu keras berlatih ilmu tingkat tinggi, dan mencoba menerobos paksa. Shifu akan baik-baik saja setelah beristirahat barang beberapa hari." Shen Ji rasanya tak 100 persen memercayai ucapan Qing Yuan. Suara itu terdengar lemah, seakan tengah menahan penderitaan yang dalam. Namun, ia tak ingin mempermasalahkannya untuk saat ini. Shen Ji lalu melepaskan topeng jelek dan menggantung benda itu di sabuk yang terpasang pinggang rampingnya. Baru setelah itu, ia menoleh ke arah sang guru. Melihat noda darah di sudut bibir Qing Yuan, hatinya merasa sakit dan khawatir. Shen Ji lalu mengambil sapu tangan dari balik hanfunya, dan membersihkan cairan merah itu dengan tanpa ragu. Anehnya, Qing Yuan juga tak menolak dan membiarkan lembutnya kain sapu tangan ungu muda itu menari-nari di sekitar bibir dan pipinya hingga semua noda darah tak ada lagi di sana. Ha
Última actualización: 2024-05-27
Chapter: 116. Gagal Berduel Yu Zhen tiba-tiba merasa yakin jika pemuda di hadapannya memiliki hubungan dengan ayahnya. Ataukah mungkin, dia salah seorang muridnya? "Karena kesamaan itulah, aku sangat ingin bertanya, mengapa pedangmu nyaris sama dengan Pedang Batu Bintang Merahku ini?" Qing Yuan balik bertanya seraya menghunus kedua pedangnya. "Kamu lihatlah dengan mata kepalamu. Bukankah pedang kita benar-benar sama?" Qing Yuan dengan sengaja memamerkan kedua pedangnya. "Memang sama." Yu Zhen mengakui. "Bahkan namanya pun sama! Siapa kamu ini sebenarnya, dan apa hubunganmu dengan pembuat pedang ini? Apakah kamu salah seorang murid dari Perguruan Wu Lin?" tanya Yu Zhen semakin merasa penasaran. "Aku?" Qing Yuan menunjuk dirinya sendiri. "Namaku bukanlah hal yang penting untuk kamu ketahui. Dan asal kamu tahu saja, aku sama sekali tidak memiliki hubungannya dengan pembuat pedang ini, ataupun dengan perguruan yang kamu sebutkan itu. Aku juga tidak tahu mengapa kita memiliki pedang ganda yang sama. Lal
Última actualización: 2024-05-27
Chapter: 115. Pedang Ganda Ada Dua Pasang? Shen Ji tercekat. Ia hanya bisa pasrah tak berdaya saat merasakan adanya daya tarik suatu kekuatan yang menarik kedua pedang ganda milik Yu Zhen dari tangannya. Senjata kembar itu sekarang sudah berpindah tempat ke tangan Qing Yuan dan sedang diperiksa secara teliti oleh sang guru. Binar mata cerah Qing Yuan biasa cemerlang sekarang dipenuhi sorot keheranan. Berulang kali pemuda itu membolak-balik, meneliti hingga ke sudut paling rumit dari pedang di tangannya. SLING! Suara jernih dan nyaring pedang yang ditarik keluar masuk dari sarungnya, seakan sedang mengiris hati Shen Ji yang diliputi kekhawatiran dalam hati akan datangnya sosok sang guru. Mengingat sifat Qing Yuan yang sangat tidak suka disaingi, ini sungguh mencemaskan! Bagaimana jika Qing Yuan dan Yu Zhen nantinya berhadapan sebagai musuh? "Apakah shifu akan benar-benar bertarung dengan Kak Yu Zhen?" Shen Ji bertanya dalam hati dengan
Última actualización: 2024-05-26
Chapter: 114. Dia Tahu Namaku?Namun, suara Qing Wei tak didengar oleh Qing Yuan yang terlanjur mengira jika muridnya sedang dihukum oleh Yang Hua. Pemuda itu segera melesat pergi dengan pedang di tangan disertai niat membunuh di mata dan hatinya. "Ketua, kembali!" Qing Wei berteriak panik dan langsung ingin pergi menyusul Qing Yuan yang sudah melesat seperti orang kesurupan. "Ketua, jangan pergi! Tubuh Anda masih sangat lemah, jadi Ah Wei mohon kembalilah!" Feng Shaonian yang mendengar suara keributan bergegas mendatangi ruang perawatan Qing Yuan. Namun, ia hanya melihat dua orang sedang berkejaran menuju keluar. "Tuan Muda Yuan, bukankah tadi dia masih pingsan? Dan bahkan tubuhnya dipenuhi luka sengatan, tapi mengapa dia sekarang berlarian seperti itu?" Feng Shao sampai mengerutkan dahi saat memikirkannya. "Ah, sudahlah. Untung ada Nona Wei. Dia pasti bisa mengatasinya." Feng Shao tak ingin terlibat dalam urusan mereka. Pria itu kembali ke kamarnya u
Última actualización: 2024-05-25
Chapter: 113. Salah Paham "Baik, Paman." Yang Shui bangkit dari berlututnya dan melangkah mendekati Yang Hua. "Maafkan aku, Paman. Aku sungguh tidak mengetahui kedatangan Paman kali ini. Sepertinya, Paman sengaja membuat suatu kejutan." "Tidak mengetahui kedatanganku! Itu karena kamu dan semua orang di sini terlalu sibuk dengan anak dari pembunuh orang tuamu!" Yang Hua berkata dengan nada suara masih diliputi kemarahan. "Jadi, kamu sudah lupa, bagaimana ayah dan ibumu mati?" "Paman, tentu saja aku tidak akan lupa tentang bagaimana cara orang tuaku meninggal saat itu. Meskipun menurut kabar itu dilakukan oleh Shen Ming. Akan tetapi, bagaimanapun juga, anaknya tidak ikut bersalah atas hal itu. Ampun, Paman ... itulah yang aku pikirkan." Yang Shui berucap tetap dengan nada setenang gunung yang tak terusik. "Ah Shui!" Yang Hua membalikkan badannya dan mencengkeram kedua bahu Yang Shui dengan sangat kuat. Yang Shui menatap pamannya dengan sorot mata lembut. "Paman, tenangkan hatimu. Kebencian dan dendam ti
Última actualización: 2024-05-25
Chapter: 207. Di Mana Qing Zhe?Yin Long menoleh ke arah sumber suara, seorang murid pria tertelungkup di lantai dalam keadaan menyedihkan, tangannya yang gemetar berusaha menggapai ke depan. Ia pun langsung mendatangi pemuda malang itu dengan langkah cepat.Sebagai seorang tabib, hatinya tidak bisa diam menyaksikan pemandangan memilukan di depan matanya.Yin Long dengan sigap membantu orang itu bangun dan duduk bersandar dalam pelukannya. "Saudara, bagaimana keadaanmu?"Murid itu menggeleng lemah. Bibirnya bergetar, mencoba berbicara namun tidak ada suara yang keluar."Jangan bergerak!" Yin Long menempatkan telapak tangannya di punggung pemuda yang terluka.Dengan perlahan, ia mulai menyalurkan tenaga dalam hawa murni melalui punggung pemuda itu. Energi kehangatan mengalir dari telapak tangannya, menembus kulit dan meresap ke dalam meridian yang rusak. Cahaya putih keemasan mulai memancar dari titik sentuhan, menyebar seperti jaring halus yang menelusuri jalur energi di tubuh murid itu.Murid itu merasakan sensasi
Última actualización: 2026-01-24
Chapter: 206. Ah Yin Sangat Jahat!Teriakan An Meng memecah kesunyian udara. Suaranya penuh kepanikan luar biasa.An Meng menjerit keras, menutup mata dengan perasaan ngeri dan pasrah. "Ah Yin, kamu sangat kejam! Kamu benar-benar ingin membunuhku!"Angin menerpa tubuhnya dari segala arah saat ia terjun bebas.Di udara, Yin Long menatap arogan ke tubuh yang sekarang meluncur jatuh ke bumi, sesekali berputar dan terbalik. "Rasakan olehmu dan sambut kematianmu dengan senyum, An Meng!"Ekspresi wajahnya dingin dan tanpa ampun. "Itu akibatnya kalau berani tidak mematuhi Ah Yin!"Suaranya terdengar keras meski An Meng sudah cukup jauh di bawahnya. Pelajaran harus diberikan dengan cara yang berkesan.Tubuh An Meng terus melayang jatuh dengan kecepatan tinggi. Angin menerjang wajahnya dengan keras hingga ia hampir tidak bisa bernapas."Ah Yin! Ah Yin, tolong aku!" teriaknya histeris sambil melambaikan tangan ke segala arah. "Kumohon, aku tidak ingin mati!""Ah Yin, kamu benar-benar jahat!"Suaranya nyaris putus asa. Air matany
Última actualización: 2026-01-24
Chapter: 205. Aura Tungku SpiritualPemandangan dari ketinggian membuatnya pusing dan mual. Angin kencang menerpa wajahnya tanpa henti. An Meng menoleh ke samping dengan susah payah, takut kehilangan keseimbangan. "Ah Yin, kamu yang membawaku terbang?" Matanya membulat lebar tidak percaya. Ini semua terasa seperti mimpi yang aneh. "Hem," sahut Yin Long singkat, suaranya bercampur dengan deru angin. Wajahnya tetap tenang seolah terbang adalah hal biasa. Tidak ada sedikit pun keraguan dalam ekspresinya. An Meng merasa beribu kali lipat lebih terkejut saat melihat Yin Long memiliki sepasang sayap besar berwarna perak berkilau yang megah dan indah. Setiap bulu-bulu mengeluarkan serpihan-serpihan cahaya gemerlap yang bergerak memanjang ke belakang dan menghilang setelah beberapa saat. Pemandangan itu begitu memukau, seperti dalam mimpi. Bahkan dongeng pun tak pernah menggambarkan sesuatu seindah ini. Sangat indah. Ini terlalu indah dan mengagumkan! An Meng tidak bisa berkedip, takut keajaiban ini hilang. Jantungnya b
Última actualización: 2026-01-19
Chapter: 204. Memangnya Kita Punya Sayap?Melihat An Meng terus memohon dengan wajah memelas, Yin Long berpikir, 'Kalau aku membawa orang ini mungkin dia hanya akan menjadi bebanku saja dan ....'Pandangan matanya menatap kosong ke arah reruntuhan di kejauhan. Debu masih beterbangan di udara, membuat pemandangan semakin suram.'Dan bagaimana kalau nanti dia tahu wujud asliku?' Yin Long bingung. 'Bagaimana cara aku menjelaskan padanya mengenai diri kami sebagai ras naga langit?'Pertanyaan itu terus berputar di benaknya. Identitasnya sebagai naga langit adalah rahasia besar yang tidak boleh diketahui sembarang orang.Yin Long menyentuh dagunya sendiri sambil menatap An Meng yang masih menunggu dengan harap-harap cemas. 'Tapi aku tak mungkin meninggalkannya sendiri dalam keadaan seperti ini.'Hati nuraninya tidak tega membiarkan pelayan setia ini sendirian di tengah kehancuran.Terlalu banyak berpikir hanya akan menunda waktu dan keadaan An Zi masih tidak diketahui. Jadi, sepertinya memang harus segera bergerak daripada terlamb
Última actualización: 2026-01-19
Chapter: 203. Si Tukang CurigaKRASH! "Ah!" Dengan satu kibasan kipas yang indah namun kejam, kepala prajurit itu terpenggal dan terpisah dari tubuhnya. Darah hitam menyembur tinggi sebelum badan tanpa kepala itu dijatuhkan, ambruk ke tanah dalam keadaan tak bernyawa. "Kamu sendiri yang memintanya," ucap Yin Long, datar. An Meng bergidik ngeri melihat kekejaman pria tampan berambut perak yang seakan pernah dilihatnya. Ia bergerak mundur sambil memperbaiki sisa bajunya yang robek-robek dengan perasaan malu dan takut. Tubuhnya yang setengah telanjang membuatnya merasa sangat tidak nyaman di hadapan orang asing ini. Yin Long berbalik dan berjalan mendekat. Pemuda itu berjongkok di depan An Meng yang masih duduk di tanah. "Kamu tidak apa-apa?" An Meng menggeleng kecil, wajahnya merona malu. "Tidak apa-apa. Hanya luka kecil yang tak seberapa." Hanya luka kecil tetapi rasa malunya akibat dilecehkan oleh para prajurit Klan Naga Hitam benar-benar menyakitkan. Terlebih lagi dengan hilangnya An Zi, bagaimana mu
Última actualización: 2025-11-30
Chapter: 202. Itu Yin Long! Semua orang menoleh ke arah datangnya suara bentakan dengan wajah tegang. Jika gelombang angin kekuatannya saja sudah sangat mengerikan, mereka menduga kalau orang ini benar-benar sangat sakti.'Mengapa suara itu terdengar seperti suaranya?' batin An Meng, matanya mencari."Ternyata dari dulu, sifat orang-orang Klan Naga hitam tidak pernah berubah sama sekali. Kalian masih sama seperti dulu, buruk dan beraninya main keroyokan!" Suara itu terdengar lagi.Salah seorang prajurit Klan Naga Hitam berusaha bangkit dari jatuhnya, matanya memancarkan kemarahan. "Hei, manusia pengecut, keluarlah! Jangan beraninya menyerang sembunyi-sembunyi!""Oh, baiklah," sahut suara asing.Bersamaan dengan itu pula, munculah segelombang besar energi spiritual yang menyilaukan disertai kipas sutera putih sulam Phoenix yang melesat dan melayang-layang di udara seperti senjata boomerang, menebas tubuh para prajurit Klan Naga Hitam dengan presisi mematikan hingga banyak yang tewas tercerai-berai di tempat.Yin
Última actualización: 2025-11-28
Chapter: 70. TEKAD MEMBALAS DENDAM!Jing Ling menoleh cepat, menatap Hua Lin dengan alis terangkat. "Paman Kecil, itu kan dulu. Sekarang aku sudah tidak seperti itu. Mengapa Paman selalu mengungkitnya? Aku adalah orang yang paling bijaksana dan berhati lembut seperti kapas sutra." "Itu kalau kamu berada di depan ayah dan ibumu, tapi tidak kalau sedang sendirian atau bersama kami. Bukankah begitu, Ah Fei?" sergah Hua Lin, tak mau kalah. Hua Fei, yang sedari tadi duduk diam di pojok kereta, akhirnya tersenyum kecil. Dengan nada lembut tapi penuh kewibawaan, ia berkata, "Kalian berdua sama saja." Hua Yan menghela napas panjang, pandangannya memang tenang meski ada sirat kekhawatiran pada cahaya mata tajam pria tersebut. Hua Yan akhirnya berkata, "Sudahlah. Aku hanya berharap, semoga kalian benar-benar saling menjaga. Dunia luar adalah tempat yang penuh misteri dan bahaya yang tidak pernah bisa kita tebak. Jika sesuatu terjadi ... ingatlah, hubungan keluarga adalah kekuatan kalian." "Baik, Ayah." Jing Ling berseru.
Última actualización: 2025-01-14
Chapter: 69. PERJALANAN, DIMULAI!"Hei, Ah Ling. Kami juga harus berpamitan." Hua Lin berucap seraya melangkah, menabrak sisi lengan Jing Ling yang sedang menghalangi jalan."Kalian ini!" Jing Ling berkacak pinggang, lalu mengibaskan tangannya. "Ya sudah. Pergi, pergi, pergi!" Jing Yue menoleh perlahan, napasnya tertahan ketika dua pemuda berdiri di hadapannya.Mata mereka diwarnai kesenduan, menyiratkan perasaan sedih yang tak bisa disembunyikan. Meski berusaha keras menahan tangis, matanya yang sembab tidak mampu menyembunyikan kesedihan mendalam. Dua garis air mata yang mengering tampak membekas di pipinya. Ia tersenyum lemah saat Hua Fei dan Hua Lin mendekat, keduanya bersiap untuk berpamitan. Mereka bukan sekadar anak didik bagi Jing Yue, kedua pemuda itu sudah seperti bagian dari jiwa dan hatinya.Kini, mereka akan meninggalkan rumah ini menuju Sekte Pilar Suci, sebuah tempat penuh misteri dan mungkin ada banyak bahaya menghadang di dalam perjalanan mereka menuju ke sana.Hua Fei memilih maju lebih dulu. Deng
Última actualización: 2025-01-14
Chapter: 68. BerpamitanHua Yan masih berdiri tegak di depan paviliun utama Sekte Lembah Berawan. Sorot matanya tajam, menatap barisan kereta barang yang tak kurang dari sepuluh gerbong kereta. Ia berpikir, sebenarnya ini hendak pelatihan ataukah hendak pergi bertamasya? Para tetua ini sungguh berlebihan!Di hadapannya, barisan pria berseragam lengkap berdiri dengan disiplin. Setiap dari mereka membawa senjata berkilauan dan bendera kebesaran sekte, sementara empat kereta kuda mewah, dihiasi ukiran naga dan burung hong, telah siap mengiringi perjalanannya.“Haruskah seperti ini?” gumam Hua Yan, setengah mengeluh sambil menepuk dahinya.Tetua Hua Ming, yang berdiri tak jauh darinya, melangkah maju. “Pemimpin besar, ini semua telah diatur dengan cermat. Kewibawaan sekte harus dijaga, terlebih saat Anda berangkat ke misi penting seperti ini.”Namun, Hua Yan mengibaskan tangannya. "Sekali lagi, aku dan anak-anak itu bukan akan berangkat ke medan perang, Tetua Hua Ming. Para tuan muda kita butuh belajar kesederh
Última actualización: 2024-12-28
Chapter: 67. Penglihatan Mata DewaJing Ling memejamkan matanya saat merasa ada kilat energi dingin memasuki dahinya. Energi itu semula terasa dingin, tetapi kemudian menjadi hangat. "Ini disebut sebagai Mata Dewa. Dengan penglihatan ini, kamu bisa melihat berbagai macam hal yang sebelumnya tak bisa kamu lihat." Leluhur Jing Shuang berkata setelah menarik kembali jarinya dari dahi Jing Ling. "Kamu tinggal memfokuskan penglihatan dan pikiranmu ketika melihat sesuatu yang kamu anggap tidak biasa. Dan kamu akan segera mengetahui rahasia-rahasia yang tidak bisa dilihat oleh orang biasa." "Mata Dewa?" Jing Ling membuka matanya, dan merasa penglihatannya menjadi semakin cemerlang. "Penglihatan Mata Dewa merupakan ilmu tingkat tinggi yang dipelajari dari Kitab Mata Dewa milik Keluarga Yu yang kutemukan dua ratus tahun lalu di peti mayat ahli waris yang tak diakui yang bernama Qing Yuan." Ada kesedihan dalam nada ucapan Leluhur Jing Shuang saat menyebutkan nama misterius ini. Jing Ling berpikir, 'Dua ratus tahun lalu ...
Última actualización: 2024-11-27
Chapter: 66. ORANG YANG TERPILIH"Jangan takut. Aku adalah Jing Shuang, orang yang menciptakan cincin ini." Jing Ling sedikit panik, merasa bahwa pendengarannya saat ini sedang tidak normal. Pandangan matanya terus tertuju ke arah bayangan berwujud manusia yang terjebak di gumpalan sinar merah yang tampak samar. "Sudah sangat lama aku terjebak di tempat ini, menunggu seseorang dari penerusku datang dan menemukanku." Suara anggun dan lembut itu kembali terdengar dengan jelas. Jing Ling terkejut. Ternyata, sinar berwujud manusia itu bisa berbicara? Dan dia mengaku bernama Jing Shuang? Tunggu! Bukankah itu adalah nama yang disebutkan oleh Jing Yue, ibunya? "Jing Shuang?" Jing Ling luar biasa terkejut. "Jadi, Anda adalah Jing Shuang, pencipta dan pemilik Cincin Segala Ruang ini?" "Benar. Itu aku." Leluhur Jing Shuang berbalik dengan anggun, jubahnya berkibar, dan sinar merah yang menyelimutinya seketika menghilang. Sekarang, wujud asli pria muda yang sangat menawan bak seorang kaisar langit terlihat jelas. W
Última actualización: 2024-10-13
Chapter: 65. AHLI WARIS?"Bagaimana mungkin itu adalah benda yang rusak? Kamu cobalah sekali lagi, Ah Lin!" Hua Lin mencoba memberi semangat kepada keponakannya. "Semangat!""Baiklah. Aku akan mencobanya sekali lagi." Jing Ling mengangguk, kemudian kembali memfokuskan pikiran agar dapat terhubung dengan cincin segala ruang miliknya.Namun, masih tidak ada yang terjadi meskipun ia telah mencobanya hingga berulang kali.Jing Ling menarik napas sesaat dengan perasaan kecewa. "Tetap tidak bisa.""Aneh ... mengapa tetap tidak bisa?" Hua Fei juga tak mengerti.Jing Ling tak bisa lagi menyembunyikan kekecewaan sekaligus rasa penasarannya.Ia menghadap kembali kepada sang ibu. "Ibu, aku tak bisa menggunakan cincin ini. Meskipun aku berusaha keras menyatukan pikiranku, tetapi aku tak bisa merasakan apa pun. Aku jadi berpikir kalau benda ini tidak berjodoh denganku, atau mungkin saja benda ini memang sudah rusak.""Itu tidak rusak. Tapi memang cincin milikmu itu sedikit berbeda dengan benda ruang milik Ah Fei dan Ah Li
Última actualización: 2024-10-12