Share

88. Bagian 8

Malam itu, Bintang tampak tengah tenggelam dialam tapa bratanya di puncak lembah obat. Entah sudah berapa lama Bintang berada dalam tapa bratanya, hingga ;

“Dinda Putri Samudra, datanglah !! kanda membutuhkan dinda !!!” ucap Bintang dalam tapa bratanya. Rupanya Bintang sedang berusaha untuk menghubungi Putri Samudra dengan sutra batin miliknya.

Tak lama, tiba-tiba saja ruangan itu sudah tercium harum semerbak bunga melati yang disusul secara samar-samar dihadapan Bintang muncul sesosok tubuh yang semakin lama semakin jelas sosoknya.

Sosok seorang wanita berpakaian putri kerajaan berwarna hijau pupus, wanita berparas teramat cantik jelita bak seorang bidadari dari kayangan, mengenakan pakaian berwarna hijau pupus, bermata biru, mahkota emas berbentuk kepala naga dikepalanya, hiasan mengkilau dan indah menghiasi disekujur tubuhnya, bajunya hanya sebatas dada memperlihatkan jelas kulitnya yang begitu putih bak air susu yang tiada bernoda dan cela, bentuk tubuh yang sangat ramping, padat berisi. bibirnya yang terlihat merah merekah bak merah delima, sebuah untaian permata dikeningnya. wanita yang tak lain adalah penguasa istana dasar samudra, Putri Samudra.

“Kanda....” terdengar suara lembut Putri Samudra menyapa Bintang yang ada dihadapannya, Putri Samudra terlihat sedikit merendahkan tubuhnya untuk menjura hormat kepada Bintang.

Bintang terlihat mulai membuka kedua matanya dan tersenyum melihat kehadiran Putri Samudra dihadapannya.

“Sini dinda...” ucap Bintang lagi. Putri Samudra segera mendekat dan duduk didekat Bintang. Sesaat keduanya terlihat saling pandang dengan senyuman indah diwajah masing-masing. Lalu terlihat Putri Samudra menatap keadaan disekitarnya.

“Dinda sedang berada di lembah obat” ucap Bintang menjawab pandangan bingung Putri Samudra.

“Lembah obat.... ada apa kanda memanggil dinda kemari ?” tanya Putri Samudra lembut.

“Kanda kangen sama dinda....” ucap Bintang hingga membuat Putri Samudra tersenyum.

“Dinda juga kangen sama kanda....” ucap Putri Samudra seraya mendekati Bintang, lalu dengan manjanya menjatuhkan dirinya dipelukan Bintang.

Bintang tersenyum seraya membelai wajah jelita istri tercintanya, Putri Samudra.

“Kanda sedang ada masalah dinda ?” ucap Bintang akhirnya. Putri Samudra bangkit dan menatap kearah Bintang.

“Katakan saja kanda... apapun masalah kanda, dinda pasti akan bantu” ucap Putri Samudra tersenyum. Bintang balas tersenyum.

“Tapi kanda ingin melepas rindu dulu sama dinda, bolehkan ?!” ucap Bintang tersenyum. Putri Samudra balas tersenyum.

Putri Samudra terlihat menggerakkan tangannya berputar, seiring dengan itu tiba-tiba saja kamar itu berubah menjadi sebuah kamar tidur yang tentu saja Bintang sangat mengenali tempat itu, karena tempat itu adalah kamar tidur mereka yang ada di istana dasar samudra. Rupanya Putri Samudra tengah menggunakan salah satu mantra sihirnya untuk merubah kamar tersebut, Bintang tersenyum melihat hal itu.

Tapi tiba-tiba saja wajah Putri Samudra berubah, dari wajah Bintang, tatapan Putri Samudra tampak turun kebawah dan terus kebawah.

“Itulah permasalahan kanda, dinda” ucap Bintang lagi, terdengar suara Bintang hingga membuat Putri Samudra kembali memandang kearah wajah Bintang. Bintang lalu menceritakan apa yang telah terjadi padanya, disepanjang cerita Bintang, wajah Putri Samudra terus berubah.

Putri Samudra tampak mengangkat tangannya setelah Bintang menyelesaikan ceritanya. Tangan kanan Putri Samudra terlihat memegang pilar pusaka Bintang dari balik celana yang dikenakan Bintang, sedangkan tangan kirinya tampak berdiri tegak didepan dadanya, kedua mata Putri Samudra terpejam.

Cleebbb !!!

Tangan kanan Putri Samudra yang menempel dipilar pusaka Bintang dibalik celana terlihat mengeluarkan cahaya hijau yang secara perlahan mulai menutupi sekujur tubuh Bintang. Putri Samudra sendiri terlihat memejamkan kedua matanya. Tak lama, kembali wajah Putri Samudra berubah dan kembali membuka kedua mata indahnya.

“Kanda telah terkena segel kutukan selaput dara” ucap Putri Samudra tiba-tiba hingga kini wajah Bintang yang berubah mendengarnya.

“Segel kutukan selaput dara....” ulang Bintang lagi. Sementara itu Putri Samudra tampak menatap Bintang dengan tajam.

“Dengan siapa kanda bercumbu sehingga kanda terkena segel kutukan ini ?” tanya Putri Samudra dengan terus terang hingga lagi-lagi membuat wajah Bintang berubah. Untungnya tidak ada kesan marah di ucapan Putri Samudra.

“Karena setahu dinda, kutukan ini hanya digunakan oleh wanita agar miliknya selalu seperti perawan” sambung Putri Samudra lagi dan lagi-lagi wajah Bintang berubah.

“Bagaimana dinda bisa tau ?” tanya Bintang lagi.

“Karena dinda juga menggunakan segel kutukan itu” ucap Putri Samudra singkat. Wajah Bintang kembali berubah mendengarnya. “Dan setahu dinda, segel kutukan itu hanya untuk wanita, tidak pernah ada lelaki yang bisa terkena segel kutukan itu” sambung Putri Samudra lagi. Bintang terdiam mendengar hal itu.

“Kanda belum jawab pertanyaan dinda” ucap Putri Samudra lagi. “Dengan siapa kanda bercumbu ?”

“Ratu Bunian....” jawab Bintang akhirnya.

“Ratu Bunian .... puti ayu pitaloka maksud kanda ?” tanya Putri Samudra cepat.

“Bukan dinda, namanya Puti Ayu Ningrum...” ucap Bintang.

“Puti Ayu Ningrum... hem... setahu dinda Ratu Bunian bernama puti ayu pitaloka” ucap Putri Samudra lagi pelan. Bintang yang bingung hanya mengangkat kedua bahunya saja.

“Lalu bagaimana dengan masalah kanda ini dinda ?” tanya Bintang lagi.

“Itu masalah kanda, biar saja kanda seperti ini, biar kanda kapok menebar pesona kesemua wanita” ucap Putri Samudra dengan wajah cemberut.

“Aduh jangan begitu dong dinda sayang.... apa dinda ingin kanda selalu mencari pelampiasan nafsu untuk meredakan birahi didiri kanda ini setiap malam...” ucap Bintang lagi, kali ini wajah Putri Samudra langsung berubah mendengar hal itu. Walau tadi Putri Samudra hanya bermaksud bercanda kepada Bintang, tapi ucapan Bintang barusan benar-benar telah menyadarkan dirinya, karena jika dibiarkan Bintang dengan kondisi saat ini, Bintang akan selalu mencari lubang gerbang sorgawi wanita untuk memuaskan hasratnya. Kalau memuaskan sama istri sendiri Putri Samudra masih bisa menerima tapi kalau dengan wanita lain yang bukan istri, Putri Samudra tak rela dengan hal itu.

“Kanda benar, baiklah... dinda akan bantu, dinda mungkin tau siapa orang yang bisa membantu kanda...” ucap Putri Samudra lagi akhirnya.

“Siapa dinda ?” tanya Bintang cepat.

“Nyi ipat koco...” jawab Putri Samudra lagi.

“Nyi ipat koco...” ulang Bintang lagi.

“Nyi ipat koco dulunya adalah penasehat ayahanda prabu dan sekarang menjadi penasehat dinda kanda.... hanya saja nyi ipat koco tidak tinggal di negeri dasar samudra..... besok kita akan pergi menemuinya” ucap Putri Samudra lagi hingga membuat Bintang dapat menarik nafas lega mendengarnya.

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status