Share

88. Bagian 9

“Jadi sekarang apa yang akan kita lakukan dinda ?” tanya Bintang tiba-tiba hingga membuat Putri Samudra kembali menatap kearah Bintang.

“Katanya kanda kangen sama dinda... apa kanda boong ya sama dinda ?” ucap Putri Samudra lagi dengan cemberut.

“Hahaha.... istri kanda memang yang terbaik” ucap Bintang lagi seraya mencubit lembut hidung bangir dan mancung Putri Samudra yang ikut tersenyum kearahnya.

Bagaikan saling mengerti, baik Bintang dan Putri Samudra terlihat sama-sama mulai melepaskan pakaian masing-masing yang melekat ditubuh.

"Oohh.. kanda.., !" jerit Putri Samudra tak tertahankan.

Tulang-tulangnya serasa lolos dari persendiannya. Tubuhnya lunglai, lemas tak bertenaga terkuras habis dalam pergulatan yang ternyata memakan waktu lebih dari 5 jam! Gila! Jeritnya dalam hati. Belum pernah rasanya bercinta sampai sedemikian lamanya.

-o0o-

Pagi harinya, setelah berpamitan dengan Peramal 5 Benua dan Satria, Putri Samudra mengajak Bintang untuk pergi menemui Nyi Ipat Koco.

Sebuah pulau kecil yang berada di salah satu pesisir pantai selatan. Disekeliling pulau tersebut hanya pantai yang terlihat disepanjang mata memandang. Deburan ombak menyapu bibir pantai.

Werrr....!! Werrrr.......!!

Tiba-tiba saja laut yang tenang bergejolak hebat dan yang lebih luar biasa lagi, tiba-tiba saja air laut terbelah menjadi dua.

Hiiekkk !! Hiiekkk !!

Dari laut yang terbelah tiba-tiba saja muncul 2 ekor kuda yang dipacu oleh dua orang gadis jelita yang cantik. Tapi bukan itu yang menakjubkan, dibelakang kedua kuda tersebut, tiba-tiba saja muncul sebuah kereta kuda kencana yang ditarik oleh 2 ekor kuda jantan dengan 2 orang sais yang juga gadis jelita.

Kereta kencana yang diiringi oleh 2 ekor kuda itu melaju melewati jalan dilaut yang terbelah menuju kearah bibir pantai. Tak lama kemudian merekapun tiba ditepian pantai, secara menakjubkan air laut kembali menyatu seperti sedia kala, tak seberapa lama kemudian, rombongan itu tiba didepan sebuah gubuk tua yang ada ditepian pantai tersebut. Kereta kencana itu berhenti tepat didepan gubuk tua tersebut.

Dua orang gadis yang sejak dari tadi mengiringi kereta kencana tersebut terlihat turun dari kuda mereka, sedangkan dua orang gadis yang menjadi sais dikereta kencana tersebut juga terlihat turun dan membuka pintu kencana tersebut. Dari dalam kencana turun sepasang muda mudi, menapak tangga kecil dikereta kencananya. Salah satunya adalah sosok tubuh yang begitu anggun dan cantik yang turun dari kereta kencana tersebut. Sosok gadis berparas cantik nan jelita, mengenakan baju putih hijau, dengan tongkat berkepala naga ditangannya, terlihat sosoknya begitu anggun dan mempesona. Pakaian setengah dada yang dikenakannya memperlihatkan betapa putih dan mulus kulit yang dimilikinya. Raut wajahnya menampilkan kelembutan dan keanggunan sosoknya sebagai seorang wanita. Ikut bersama adalah sosok seorang laki-laki tampan dan gagah. Keduanya tak lain adalah Bintang dan Putri Samudra adanya. Langkah keduanya tampak menuju kearah gubuk tua yang ada dihadapan mereka.

Kreaakkkk....!!

Belum lagi keduanya melangkah lebih jauh, pintu gubuk sudah terbuka terlebih dahulu. Dari dalam gubuk, keluar seorang wanita tua yang tubuhnya sedikit bungkuk, wanita tua ini terlihat berjalan juga menggunakan sebatang tongkat pendek ditangannya, rambutnya yang sudah memutih menandakan kalau wanita tua ini sudah berumur lanjut. Tapi walaupun sudah berusia lanjut, mata wanita tua ini masih terlihat begitu tajam dan awas, ini dapat terlihat dari raut pandangannya yang mengarah tajam pada sosok-sosok yang ada didepan pintu gubuknya.

“Terimalah sembah hormat saya kanjeng Putri dan gusti Yudha Manggala.....”. ucap wanita tua ini lagi dengan cepat menjura hormat dihadapan Bintang dan Putri Samudra.

“Bangunlah Nyi Ipat Koco....bagaimana kabarmu nyi ?”. ucap Putri Samudra.

“Hamba baik-baik saja kanjeng Putri, mari...mari silahkan masuk kanjeng Putri, gusti prabu.....”. ucap wanita tua itu lagi mempersilahkan Putri Samudra dan Bintang untuk masuk kedalam gubuknya, sebelum melangkah masuk, Putri Samudra terlihat memberikan tanda kepada ke-4 dayang setianya untuk menunggu diluar gubuk, sedangkan Putri Samudra dan Bintang sendiri masuk bersama wanita tua yang disebut Putri Samudra dengan panggilan Nyi Ipat Koco tersebut.

Setelah berada didalam pondok, Nyi Ipat Koco segera mempersilahkan kanjeng Putri Samudra dan Bintang untuk duduk dihadapannya.

“Ini pertama kalinya gusti prabu Yudha Manggala berkunjung ke gubuk kecil hamba ini” ucap Nyi Ipat Koco lagi, Bintang hanya tersenyum. Nyi Ipat Koco tampak mengalihkan pandangannya kearah Putri Samudra.

“Sudah lama sekali kanjeng Putri tidak berkunjung kemari....” ucap Nyi Ipat Koco.

“Iya nyi.... sejak ayahanda menyerahkan kekuasaan istana dasar samudra, saya sangat sibuk mengurusi masalah-masalah kerajaan”. Ucap Putri Samudra lagi

“Heemmm..... ada maksud apa gerangan kanjeng Putri dan gusti prabu Yudha Manggala datang kemari, pastinya bukan sekedar untuk berkunjung bukan ?” tanya Nyi Ipat Koco. Putri Samudra dan Bintang terlihat saling pandang.

Dengan menarik napas panjang, Putri Samudrapun menceritakan maksud tujuannya datang ketempat Nyi Ipat Koco.

“Segel kutukan selaput dara....” ulang Nyi ipat koco lagi dengan wajah berubah seraya menatap kearah Bintang.

“Dari siapa raden mendapatkan segel kutukan selaput dara itu ?” tanya Nyi ipat koco lagi.

“Ratu Bunian” jawab Bintang singkat.

“Puti ayu pitaloka ?!!” tanya Nyi ipat koco lagi.

“Bukan nyi, tapi Puti Ayu Ningrum....” ucap Bintang lagi hingga membuat wajah Nyi ipat koco kembali berubah.

“Puti Ayu Ningrum, setahuku Ratu Bunian adalah puti ayu pitaloka... apakah putrinya atau apa ya ?” ucap Nyi ipat koco lagi seakan bertanya pada dirinya sendiri. Bintang sendiri bingung, karena Putri Samudra pun mengatakan demikian.

“Ah sudahlah, lalu bagaimana caranya gusti prabu bisa terkena segel kutukan selaput dara itu ? setahu hamba, segel itu tidak bisa digunakan untuk laki-laki, karena segel itu digunakan untuk merapatkan milik perempuan agar selalu seperti perawan” ucap Nyi ipat koco lagi.

Komen (2)
goodnovel comment avatar
takawa buton
enak banget main sama jin lubangnya pelet rapet terus kaya perawan wkkkk......
goodnovel comment avatar
Azrul Kunsalam Ajirun
ankirrrrrrrrrr
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status