Share

Musibah Pertama

Author: Stary Dream
last update Huling Na-update: 2025-12-12 22:08:29

"Dyandra.."

Semua orang menoleh melihat siapa yang baru datang, reuni hampir selesai tapi rupanya alumni yang paling cerdas baru tiba.

"Apa kabar kalian?" Sapa Dya hangat.

"Bukannya kamu sakit?" Tanya Baim.

Dya hanya tersenyum tipis. "Sayang kalau melewatkan reuni, belum tentu juga satu tahun sekali."

"Wah.. syukurlah.. berarti angkatan kita formasinya lengkap reuni kali ini." Baim sampai terkekeh.

"Eh.." Nina sampai menengok sekitar. "Kayra mana, ya? Bukannya tadi dia ada disini?"

"Adit juga mana lagi?" Gumam Baim. Namun dia langsung tak enak hati setelah melihat wajah Dya.

"Ku dengar kamu sudah menjadi ketua tim ya.. di ruangan apa?" Tanya Nina lagi.

"Ruang perina, khusus anak-anak yang mengalami kelainan darah."

"Wah begitu rupanya. Kamu memang luar biasa. Kerja di rumah sakit bergengsi, udah dapet jabatan.. pasti gajinya besar." Baim terkekeh lagi.

Sementara Dyandra hanya tersenyum sembari menatap sekeliling. Ternyata Adit dan Kayra memang sudah tak ada di tempat ini lagi.

***

"Ki
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Ku Kejar Cintamu, Kau Kejar Cintanya   Hadiah Terindah (Ending)

    Selepas melihat Maria tadi, Dyandra menjadi diam dan membuang pandangannya keluar jendela. Andri yang tahu jika istrinya bersedih, memilih tak banyak bicara. Dia hanya menggenggam tangan istrinya dengan lembut untuk sekedar menguatkan hatinya yang tengah rapuh.Sebagai seorang anak, Andri mengerti jika Dyandra pasti terpukul dengan keadaan ibunya sekarang. Tapi mau bagaimana lagi? Itulah kehidupan yang sudah dipilih oleh Maria."Mas.." panggil Dya lemah tanpa menoleh."Iya, sayang?""Tolong cari tahu keadaan Ari. Aku ingin tahu bagaimana kabarnya.""Baik, akan kulakukan. Kamu masih memikirkan Maria?" Tanya Andri memberanikan diri.Dyandra mengangguk sembari menatapi pemandangan yang ada diluar sana."Lupakanlah. Ingat rasa sakitmu, Dya. Sekarang waktunya kamu bahagia.." Andri meraih tangan Dya dan mengecupnya.Dyandra tersenyum. Jika mengingat masa lalu hanya membangkitkan luka masa kecilnya yang begitu perih. Bentuk penolakan, dibedakan hingga ditipu daya sudah pernah Dya lalui. Memb

  • Ku Kejar Cintamu, Kau Kejar Cintanya   Tuai Perbuatan

    Satu minggu lagi adalah pernikahan Cipta dan kekasihnya. Untuk merayakan hal tersebut, Yasmine mengadakan makan malam bersama keluarga besarnya. Termasuk mengundang keluarga dari calon istri Cipta."Selamat datang mas Andri, Dyandra.." Cipta memberikan pelukan pada sepupunya. Tak lupa Dya juga yang memberikan salam sayang pada Yasmine."Eh.. ada Selina disini!" Seru Dyandra langsung mendekati calon istri dari Cipta.Wanita bernama Selina ini juga ikut mendekat dan mengulurkan tangannya pada Dyandra. Dya pun membalas dengan memberikan satu kotak hadiah."Hadiah pernikahan dari kami." Ucap Dyandra."Aduh kalian ini kenapa sampai repot sekali.." seru Yasmine yang bergabung dengan keduanya."Nggak apa-apa, tante. Kami ikut bahagia karena kak Cipta akhirnya menikah.""Setelah 33 tahun, akhirnya aku mendapatkan pasangan juga." Ucap Cipta yang mengundang gelak tawa semua orang."Aku juga baru mendapatkan pasangan yang tepat di usia 33 tahun, Cipta. Kita sama saja." Sahut Andri.Hadiah yang d

  • Ku Kejar Cintamu, Kau Kejar Cintanya   Waktu Milik Kita

    Satu tahun enam bulan kemudian..Suara tangisan terdengar lagi dengan keras, padahal sebelumnya tempat ini baru saja hening dari suara tangisan bayi.Dyandra mengambil air dengan tangannya untuk berkumur-kumur. Karena telat sarapan, Dyandra sampai muntah begini. Herannya, ia tidak sakit perut seperti gastritis biasanya. Hanya mual diiringi muntah saja.Setelah berkumur, Dyandra menyeka mulutnya dan keluar dari kamar mandi. Suara tangisan bayi itu kembali terdengar hingga membuat Nyonya muda ini menuju ke bagian depan baby spanya.Setidaknya sudah 6 bulan ini, Dyandra mendirikan baby spa. Sebuah cita-cita yang meluncur sekitar satu tahun ke belakang. Dya yang tidak bisa meninggalkan dunia anak-anak, mengambil pelatihan khusus untuk pemijatan bayi.Bersama sahabatnya, Putri, Dya merintis usahanya. Tentu saja impian ini dapat tercapai karena dukungan dari suami tercintanya."Ada pengunjung lagi?" Tanya Dya pada pegawai frontliner."Ada satu, Nyonya."Dyandra masuk ke dalam ruangan spa ya

  • Ku Kejar Cintamu, Kau Kejar Cintanya   Menerima Kebahagiaan

    Andri sampai mengorek telinganya yang gatal. Bagaimana tidak? Nadira mengomel karena anaknya hilang tanpa kabar.Harusnya Andri pulang sejak semalam, tapi setelah ditunggu-tunggu anak kesayangannya itu malah tidak datang. Nadira pikir pesawat Andri jatuh dan hilang kontak. Membuat Nadira sudah berpikir yang macam-macam saja.Semalaman dihubungi Andri tidak menjawab. Sudah cemas setengah mati, rupanya Andri malah sedang bermesraan dengan istrinya di rumah sewa. Lantas saja itu membuat Nadira marah."Cepat pulang sekarang!" Perintah Nadira yang tak bisa diganggu gugat.Andri kembali menaruh ponselnya setelah sambungan dimatikan."Kenapa, mas?""Mama marah karena aku nggak mengabarinya.""Aduh.. pasti mama cemas. Kamu sih!""Iya salahku memang." Andri lalu menatap istrinya. "Bersiaplah. Kita pulang hari ini.""Pu-pulang?" Dyandra terkejut."Iya pulang ke rumah. Kita sudah berbaikan, kan? Aku mau kita tidak tinggal terpisah lagi."Dyandra tertunduk mendengar ucapan suaminya. Sebenarnya Dy

  • Ku Kejar Cintamu, Kau Kejar Cintanya   Syahdu

    "Apa maksud mas ngomong begitu?"Andri melirik sekilas dan berbalik lagi. Namun bahunya kembali tertahan."Apa mas pikir aku mau kembali dengan Aditya?""Salah, ya? Bukannya kamu memang masih mencintai mantan suamimu?" Tanya Andri balik."Oh, Tuhan." Sampai merosot bahu Dyandra, selama ini Andri sudah salah paham padanya. "Walau kita berpisah, aku nggak akan mau kembali kepadanya.""Kenapa? Kamu masih cinta sama dia, kan?""Darimana asumsimu itu?" Dyandra menatap tajam."Buktinya kamu ingin berpisah dariku. Aku yakin alasannya itu." Gumam Andri pelan."Aku kan sudah bilang kalau aku nggak mau menyakitimu terlalu jauh! Aku nggak mau terus-terusan menjadi beban untukmu, memberi kalian rasa malu.. aku nggak mau! Makanya aku memutuskan untuk berpisah!" Dyandra mengerjap menahan tangis."Bukan karena ingin kembali pada Aditya?" Tanya Andri lagi."Bukan!" Dyandra berdecak kesal. "Kamu juga setelah ini akan dijodohkan oleh mama Nadira. Mama sudah menyiapkan seorang wanita untukmu.""Mama bil

  • Ku Kejar Cintamu, Kau Kejar Cintanya   Saling Merindu

    Baru satu minggu tidak bertemu keduanya jadi gelisah. Dyandra sudah terbiasa ada Andri di sisinya, terbiasa mendengar suara lembut itu, terbiasa jika tertidur di pandangi olehnya juga terbiasa melayani suaminya ketika akan pergi dan pulang bekerja.Siapa nanti yang memakaikan dasi untuk suaminya? Menyiapkan air hangat untuk mandi dan juga pakaian gantinya? Lalu bagaimana makannya? Apa Andri masih suka bekerja sampai larut di ruang kerjanya? Duh, Dyandra gusar sendiri.Apalagi kegelisahannya makin menjadi-jadi ketika mendapat pesan dari suaminya barusan. Andri yang sopan dan sungguh menghargai privasinya. Dia bertanya apakah Andri boleh berkunjung atau tidak?Namun, sayang Dya lekas menjawab untuk tidak bertemu dulu. Lalu yang terjadi malah Dya yang gelisah.Mondar mandir tubuh ini dibuatnya, Dya menunggu balasan pesan dari suaminya. Jahatkah diri ini berkata demikian? Dyandra yakin Andri juga tersiksa akan perpisahan ini."Nyonya dari tadi mondar mandir." Ucap Asih yang sejak tadi mem

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status