LOGINTri Ananda Putri, siswi SMA naif, terjerat dalam janji manis Raihan Azizi, perawat muda yang menjanjikan pernikahan mewah sebagai "pelabuhan terakhir." Namun, cinta itu berubah menjadi penjara. Penemuan pita satin maroon dan foto pernikahan rahasia Raihan di Surabaya membongkar kebenaran pahit. Tri hanyalah persinggahan sementara. Di bawah kendali manipulatif, Tri dipaksa membuang persahabatannya dengan Dina dan membiarkan masa depannya hancur demi membuktikan "ketulusan." Saat nilai akademiknya runtuh dan isolasi mengancam jiwanya, Tri harus memilih antara terus memeluk ilusi janji palsu atau bangkit melawan predator emosional yang telah mencuri masa remajanya. Sebuah kisah pedih tentang pengkhianatan, manipulasi psikologis, dan perjuangan seorang gadis untuk merebut kembali harga dirinya dari tangan seorang penipu. Cerita ini hanya fiksi belaka
View More薄曇りの午後だった。大学の図書館には冷房の微かな風が流れていて、棚の間に篭もる埃っぽさだけが、空調の無機質さを際立たせていた。長机に並ぶ学生のノートパソコンのタイピング音が、周期的な雨音のように断続的に響く。湊は一番奥の窓際、壁を背にした席に腰を下ろし、目の前のモニターとにらめっこを続けていた。
画面には、Wordの文書ファイル。仮タイトルには『離婚男性の生活再建支援に関する考察』と打ち込まれていた。文章はすでに三千字ほど進んでいて、「司法制度における支援の在り方」や「家庭裁判所調停制度の限界点」など、それらしい見出しが整然と並んでいた。中には、自分でも「よく書けてる」と思える段落もある。だが、カーソルが点滅するそのすぐ下にある言葉が、湊の目に違和感を残していた。
「社会的孤立の指標」
誰が決めた指標だろう。数字で定義された孤独を、本当に人は生きているのか。
湊は背もたれに体を預け、静かに息を吐いた。目を閉じてみても、頭の中には図表や調停件数の年次変化グラフばかりが浮かんでくる。自分が書いているのは“文章”だ。けれど、どこまでいっても“人の生活”にはなっていない気がする。
支援の理論も、制度の仕組みも、文献にあたればいくらでも出てくる。だが、それで何が再構築されるのだろう。孤独な人間が、再び立ち上がって暮らしていけるようになるとは…本当に、誰かが思っているのだろうか。
「再構築って、なんだよ…」
独りごとのように、唇が動いた。周囲に気づかれないように小さな声で呟いたつもりだったが、自分の耳には妙に反響して聞こえた。カタカナで定義された制度用語が、途端に手触りのないものに変わっていく。
湊は手元の文献に視線を戻した。『家族法における離婚後の父親支援―事例分析を通して―』。ページの余白に鉛筆で「当事者インタビュー不足」と書かれたメモが、かつての自分の筆跡で残っていた。事例不足。そう書いたとき、自分は何を「不足」だと感じていたのか。
再構築された生活とは、支援された“結果”なのか、それとも“過程”なのか。法律的に正しく離婚し、調停を経て子どもとの面会が調整されたとて…生活は、再構築されたといえるのか。
湊は再び文書ファイルを開いた。カーソルの位置を調整しながら、何度も何度も読み返してきた一節に視線を移す。
「社会的孤立の指標としては、地域活動への参加頻度、交友関係の範囲、生活満足度の主観的評価などが用いられることが多い」
一文としては、確かに正しい。だけど、それを読む誰かに、何が伝わるというのだろう。自分自身が、心のどこかでこの言葉に納得していないのを、湊ははっきりと感じていた。
視線を落とした先には、自分の指があった。爪の脇に小さなささくれができていて、いつの間にか無意識にそれをちぎっていたらしく、白く薄皮がめくれていた。傷にはなっていない。けれど、今にも沁みてきそうな痛みの予感があった。
「……文章にはなる。でも、人の生活にはなっていない気がする」
思ったままの言葉が、静かに口からこぼれた。湊は目を伏せたまま、文書ファイルをそっと閉じると、図書館の机に置かれた紙コップのコーヒーに手を伸ばした。温度はすっかり冷めていて、飲んでも何の味もしなかった。まるで、自分の書いている論文そのものみたいだと、湊は思った。
Jakarta tidak lagi bergetar oleh denyut frekuensi Lazarus, namun ia juga tidak lagi memiliki kemegahan yang dulu pernah dibanggakan. Yang tersisa hanyalah kerangka gedung-gedung tinggi yang menghitam dan debu sisa pembakaran sirkuit yang menyelimuti setiap sudut jalan. Di sebuah sudut kawasan Salemba, di antara tumpukan puing yang masih mengeluarkan aroma logam terbakar, Tri berdiri menatap sebuah bangunan tua berlantai dua yang dindingnya retak-retak.Bangunan itu dulu adalah sebuah apotek kecil. Kini, dengan bantuan Bayu dan beberapa warga yang selamat, Tri mencoba membangkitkan kembali apa yang ia sebut sebagai "Klinik Nurani"."Dokter, air bersih sudah mengalir, tapi tekanannya lemah," seru Bayu dari dalam bangunan. Seragam taktisnya kini digantikan oleh kaos kumal yang penuh noda semen.Tri mengangguk kecil, mencoba menarik napas dalam-dalam. Namun, setiap kali ia mengembuskan napas, ada ruang kosong di dadanya yang terasa perih. Pemandangan ini, memb
Aroma melati yang semula manis kini telah berubah menjadi bau busuk dari pembusukan organik yang dipaksakan. Tri bersimpuh di atas tanah yang bergetar, menatap sosok di depannya dengan perasaan hancur yang tak terlukiskan. Saraswati atau makhluk yang kini menggunakan raga ibunya berdiri tegak dengan sulur-sulur saraf yang menjulur dari punggungnya, menembus dinding-dinding aula dan terhubung langsung ke seluruh ekosistem Kalimantan. Di tengah dadanya, wajah Aria tampak terperangkap di balik lapisan kulit transparan, matanya terpejam namun mulutnya bergerak-gerak mengikuti irama napas Saraswati."Kau tidak mengerti, Tri," suara itu kini bukan lagi bisikan, melainkan gemuruh yang keluar dari setiap helai daun di hutan itu. "Kehendak bebas adalah penyakit. Ia menciptakan perang, ia menciptakan dermaga-dermaga penantian yang tak pernah berakhir. Di dalam pelukanku, kau tidak akan pernah menunggu lagi. Kau akan menjadi bagian dari harmoni yang abadi."Adrian bangkit den
Langkah kaki Tri tenggelam dalam lapisan lumut yang terasa kenyal dan hangat di bawah kakinya. Bau melati yang tadi sempat menyapa kini mulai kalah oleh aroma logam yang teroksidasi dan sesuatu yang amis, menyerupai bau darah namun dengan aroma kimia yang tajam. Mereka telah masuk sekitar seratus meter ke dalam lorong akar yang terbuka di jantung hutan Kalimantan itu, dan cahaya matahari dari luar telah lama hilang, digantikan oleh pendaran merah redup yang berasal dari dinding-dinding lorong. "Dinding ini... mereka bernapas," bisik Bayu, ujung senjatanya gemetar saat ia menyentuh sebuah sulur yang menjuntai. Sulur itu seketika mengerut, mengeluarkan cairan bening yang berdenyut seirama dengan detak jantung mereka. Adrian, yang berjalan di depan dengan perangkat pemindai saraf kunonya, mendadak berhenti. Jarum pada alatnya bergetar hebat hingga patah. "Kita tidak sedang berada di dalam bangunan, Tri. Kita berada di dalam sebuah organ. Titik Nol bukan se
Keheningan di basement Menara Radio itu terasa lebih mencekik daripada gemuruh perang satelit yang baru saja mereka lalui. Tri menatap Aria yang berdiri mematung di tengah kegelapan, matanya yang tadi berpendar merah kini telah meredup, kembali menjadi mata anak kecil yang tampak bingung. Suara Saraswati yang tadi keluar dari mulut Aria masih terngiang di telinga Tri, dingin dan penuh peringatan."Aria? Kau dengar aku?" Tri mendekat, mencoba menyentuh bahu anak itu, namun Aria mundur satu langkah."Ibu... dia ada di tempat yang sangat gelap, Dokter," bisik Aria dengan suaranya sendiri, namun nadanya hampa. "Ada banyak akar yang mengikatnya. Dia tidak ingin kalian datang, karena jika kalian datang, 'dia' yang lain akan ikut bangun."Adrian menghidupkan kembali lampu darurat bertenaga baterai. Cahaya kuning yang redup menerangi wajahnya yang tampak sepuluh tahun lebih tua. "Fase 3," gumamnya sambil menatap monitor yang kini hanya menampilkan layar statis. "R


















Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.