เข้าสู่ระบบHidup Mayra yang nampak sempurna tiba-tiba runtuh dalam semalam. Tepat di hari pernikahannya, terkuak skandal antara calon suaminya dan adik tirinya yang menggemparkan. Di hari ketika gaun pengantin seharusnya membungkus tubuhnya, Mayra justru berdiri sebagai perempuan yang dipermalukan. Demi menjaga nama baik keluarga dan menghentikan skandal yang semakin melebar, sebuah keputusan gila diambil. Mempelai wanita diganti tepat di hari pernikahan. Diluar dugaan, setelah pernikahannya batal, Mayra justru dilamar Savian—paman dari mantan tunangannya sendiri. Pria dewasa, dingin, berwibawa, dan nyaris tak tersentuh emosi. Pernikahan itu akhirnya terjadi tanpa cinta, tanpa harapan, hanya kontrak dan kepentingan. Namun siapa sangka? Skenario gila ternyata diam-diam telah Mayra susun dengan rapi dan teliti sejak awal. Apa yang sebenarnya Mayra cari? Dan bagaimana kisah Savian yang berkuasa yang justru ternyata menjadi alat tempur Mayra?
ดูเพิ่มเติม"Kita bisa bicara sambil rebahan." Savian mengambil selimut tambahan dan meletakkannya di sofa panjang dekat jendela.“Aku tidur di sana malam ini,” ucapnya santai.Mayra menatapnya, sedikit terkejut. “Kamu yakin?”Savian tersenyum tipis. “Aku duda, bukan predator.”Untuk pertama kalinya malam itu, Mayra hampir tertawa. Lampu utama dimatikan. Tersisa cahaya kota yang menyusup lewat celah tirai. Dua orang yang pagi tadi bukan siapa-siapa bagi satu sama lain, kini berada dalam satu kamar, meskipun tak seranjang."Ada lagi pertanyaan yang ingin kamu utarakan?" Tanya Savian. Mayra menatap langit-langit kamar hotel. Memilih untuk lanjut mewawancarai suaminya itu. "Punya anak? Dimana mantan istrimu?" tanya Mayra. Savian tersenyum tipis mendengarnya. Dia cukup tenang menjawab segala pertanyaan yang Mayra lontarkan padanya, "Hanya menikah setahun dan belum dikaruniai keturunan," jawabnya. “Kenapa bercerai?” tanya Mayra hati-hati. “Tidak semua orang cocok meski dipaksa bertahan,” jawab S
Rasanya segar setelah benar-benar selesai membersihkan diri. Menghapus makeup, mengganti gaun beratnya dan mandi guna menyegarkan diri kembali. Seharian ini terasa seperti badai yang memindahkannya dari satu kehidupan ke kehidupan lain tanpa jeda.Mayra terduduk di ujung ranjang. Tidak ada taburan kelopak mawar. Tidak ada lilin-lilin romantis seperti dalam film. Hanya satu kamar luas dengan lampu temaram, aroma pendingin ruangan yang terlalu rapi. Tangannya otomatis menyentuh cincin di jari manisnya, seolah memastikan semuanya nyata.Lebih nyata lagi ketika terdengar suara pintu kamar hotel terbuka. Savian muncul dengan pakaian yang sama sembari membawa satu buah tas yang familiar bagi Mayra—miliknya. Pria itu menyerahkannya pada Mayra dan Mayra menerimanya dengan sopan, sedikit canggung lebih tepatnya.Atmosfer kamar jadi sedikit berbeda. Tenggorokan Mayra ikut gatal hingga beberapa kali ia berdehem."Kamu sudah selesai mandi?" Tanya Savian yang dengan cepat dibalas anggukan oleh
Pesta akhirnya selesai.Lampu-lampu ballroom mulai diredupkan satu per satu, para tamu perlahan meninggalkan gedung dengan obrolan yang masih dipenuhi cerita tentang kejutan dua pernikahan saudari yang berlangsung di tempat yang sama hari ini. Musik yang sejak sore mengalun kini hanya tersisa gema samar.Mayra berdiri di salah satu lorong hotel dengan gaun pengantinnya yang masih rapi, tapi tubuhnya terasa jauh lebih lelah daripada yang ingin ia akui.“Nyonya Mayra, kamar pengantin sudah disiapkan di lantai atas. Malam ini Anda akan bermalam disini dulu sebelum besok menuju kediaman Keluarga Hutama.”Suara perempuan di sampingnya menarik perhatiannya. Perempuan itu mengenakan setelan formal dengan rambut yang tersanggul rapi, sekretaris pribadi Savian.“Pak Savian masih harus menyelesaikan beberapa urusan dengan keluarga dan pihak hotel. Beliau akan menyusul nanti.”Mayra mengangguk pelan. Jujur saja, ia bahkan tidak tahu harus merasa lega atau semakin canggung dengan informasi itu. I
Untuk yang katanya keluarga 'terpandang', maka citra menjadi sesuatu yang sensitif. Terutama jika skandal telah mencuat ke media dan menjadi santapan publik.Strategi mengalahkan panas dengan yang lebih panas lagi. Sebuah prinsip yang Mayra awalnya percayai namun untuk pertama kalinya kini membuatnya meragukan keyakinannya selama ini. Lewat sebuah kalimat santai bernada narsistik. Lelucon macam apa yang baru saja disampaikan oleh pria yang katanya paman muda dari Naviro itu?Menikah dengan dia saja katanya?Memangnya mereka pikir Mayra ini apa? Barang yang dengan mudah saja dilempar sana-sini? Dia sempat tenggelam dengan pemikirannya sendiri, menghiraukan perbincangan-perbincangan antarkeluarga termasuk momen masuknya si presdir penguasa itu. Namun kesadarannya langsung kembali begitu namanya disebut dalam sebuah kalimat yang tak pernah terpikirkan olehnya. "Alih-alih dipoligami, bukankah lebih baik kalau Mayra menjadi istri saya?"Semua orang yang berada di dalam ruangan jelas ter












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.