LOGINHidup Mayra yang nampak sempurna tiba-tiba runtuh dalam semalam. Tepat di hari pernikahannya, terkuak skandal antara calon suaminya dan adik tirinya yang menggemparkan. Di hari ketika gaun pengantin seharusnya membungkus tubuhnya, Mayra justru berdiri sebagai perempuan yang dipermalukan. Demi menjaga nama baik keluarga dan menghentikan skandal yang semakin melebar, sebuah keputusan gila diambil. Mempelai wanita diganti tepat di hari pernikahan. Diluar dugaan, setelah pernikahannya batal, Mayra justru dilamar Savian—paman dari mantan tunangannya sendiri. Pria dewasa, dingin, berwibawa, dan nyaris tak tersentuh emosi. Pernikahan itu akhirnya terjadi tanpa cinta, tanpa harapan, hanya kontrak dan kepentingan. Namun siapa sangka? Skenario gila ternyata diam-diam telah Mayra susun dengan rapi dan teliti sejak awal. Apa yang sebenarnya Mayra cari? Dan bagaimana kisah Savian yang berkuasa yang justru ternyata menjadi alat tempur Mayra?
View MoreMayra tak menanggapi panggilan itu. Bukan hanya kali ini, Naviro memang masih sering meneleponnya beberapa hari belakangan ini. "Si bodoh itu gila, ya? Sudah punya istri hampir beranak dan melakukan penghianatan secara terang-terangan, tapi masih berani mengganggumu?" Kesal Selina lagi. Pasalnya, dia menjadi saksi bahwa sepanjang perjalanan ini, Naviro masih terus mengganggu Mayra hingga entah ponsel itu bergetar sudah berapa kali. Pesan teks nya juga masih masuk bak spam. Kesal mendengarnya, Selina merebut ponsel dari tangan Mayra, "Sini!"Dengan kecepatan tangannya, Selina berhasil memblokir nomor Naviro. Lantas mengembalikannya pada si empunya ponsel."Apa susahnya tinggal blokir, sih?" Dia merengut sebal.Mayra tidak menjawab, wajahnya kelihatan muak. Bersamaan dengan panggilan lain yang masuk ke ponselnya lagi."See? Dia tidak akan menyerah," ucap Mayra sembari menunjukkan bahwa Naviro benar-benar menggunakan nomor lain untuk mengganggunya. Selina menghela nafas kasar, "Suamim
Sore itu, Mayra berdiri di area kedatangan bandara dengan kedua tangan terlipat di depan dada. Langit di luar kaca besar terminal mulai berubah jingga, memantulkan cahaya hangat ke lantai marmer yang ramai oleh lalu-lalang penumpang. Sesekali ia melirik layar informasi penerbangan, memastikan tidak ada perubahan jadwal.Tak lama kemudian, dari antara kerumunan penumpang yang keluar, sosok yang dia tunggu akhirnya muncul. Seorang wanita yang kira-kira sepantaran dengannya, berjalan dengan langkah ringan penuh percaya diri, mengenakan sunglasses yang bertengger di kepala, blazer tipis yang stylish, serta koper kecil yang ditarik santai di belakangnya. Gayanya tetap sama yakni mencolok, centil, dan selalu berhasil menarik perhatian orang sekitar.Begitu mata mereka bertemu, senyum keduanya langsung mengembang.“Mayra!” seru wanita itu sambil melambaikan tangan tinggi-tinggi, seolah takut sahabatnya itu tidak melihatnya.Mayra menggeleng kecil sambil tersenyum tipis. “Dasar heboh!"Saat w
Pintu ruang kerja itu terbuka pelan setelah rangkaian meeting panjang yang sejak pagi nyaris tidak memberinya jeda. Langkah Savian terdengar berat, dasi yang sedikit longgar dan raut wajah yang jelas menunjukkan betapa hari itu cukup menguras seluruh kesabarannya.Perangai dingin dan wajah datarnya hanyalah kedok. Pria itu selalu berhasil tampil rasional dan berkharisma bagaimanapun kondisinya. Namun pada kenyataannya, dia memikirkan semuanya sendirian dalam diri. Ada hari-hari dimana angka-angka samar dan strategi menjadi beban pikiran yang jelas baginya.Ia masuk sambil masih memijat pelipis, lalu langkahnya terhenti saat melihat sosok yang ada disana. Dia berdebar.Sosok gadis berdiri di dekat jendela, mengenakan blouse sederhana berwarna lembut dengan rambut yang tergerai rapi. Savian kaget menyadari bahwa itu Mayra. Tadi, sekretarisnya hanya mengatakan bahwa ada tamu yang menunggunya di ruangan. Hampir membuatnya meledak karena membiarkan sembarang orang masuk dan menunggu di kan
Menjelang siang, Mayra berdiri di depan cermin untuk terakhir kalinya, memastikan penampilannya cukup rapi. Tidak berlebihan, tapi juga tidak terlalu santai.Ia mengenakan blouse krem lengan panjang dengan potongan sederhana namun elegan, dipadukan dengan celana hitam panjang dan flat shoes nude yang nyaman dipakai berjalan. Rambutnya diikat setengah ke belakang, memberi kesan ringan dan profesional.Hari ini agendanya cukup padat. Sejak pagi sudah cosplay menjadi istri yang baik dengan menyiapkan sarapan dan pakaian suaminya. Dilanjutkan dengan sedikit menata kamar dengan barang-barang miliknya yang dia ambil kemarin dari rumah orang tuanya. Lanjut kembali ke dapur untuk menyiapkan makan siang untuk Savian.Mayra punya motivasi khusus mengapa dia begitu bersemangat hari ini. Di tangannya, sebuah tas bekal berwarna cokelat muda berisi makan siang yang ia siapkan sudah dipacking rapi. Dia akan membawakan itu sendiri ke kantor Savian. Bibi Ian tadi bahkan sempat menggoda, mengatakan ba
Pintu kabin first class terbuka perlahan, memperlihatkan lorong pesawat yang mulai dipenuhi penumpang. Mayra melepas sabuk pengamannya dengan gerakan sedikit kesal, lalu melirik pria di sebelahnya.Savian sudah berdiri lebih dulu, rapi seperti biasa, seolah perjalanan satu jam lebih itu tak mengusi
Meja makan itu lebih pantas disebut perjamuan kecil daripada sekadar sarapan.Orang mungkin menyebutnya brunch? Waktu sudah melewati pukul sepuluh pagi. Terlambat untuk sarapan biasa, namun juga belum bisa sepenuhnya disebut sebagai makan siang. Di atas meja panjang berlapis marmer itu, hidangan t
Belum beranjak pergi, sepasang suami istri itu kini telah duduk berdampingan di dalam mobil. Satu mobil dibelakang milik staf Savian juga sudah bersiap mengikuti. Khusus hari ini, Savian memilih untuk menyetir sendiri alih-alih menggunakan jasa supir seperti biasanya.Mesin mobil sudah menyala pela
Cengkeraman Naviro di pergelangan tangan Mayra langsung terlepas begitu mendengar suara itu.Refleks. Seolah tubuhnya bergerak lebih cepat daripada pikirannya sendiri.Ia mundur setengah langkah, wajahnya yang tadi penuh emosi kini berubah jadi tegang. Ada sesuatu yang nyaris menyerupai takut di ma
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.