LOGINHidup Mayra yang nampak sempurna tiba-tiba runtuh dalam semalam. Tepat di hari pernikahannya, terkuak skandal antara calon suaminya dan adik tirinya yang menggemparkan. Di hari ketika gaun pengantin seharusnya membungkus tubuhnya, Mayra justru berdiri sebagai perempuan yang dipermalukan. Demi menjaga nama baik keluarga dan menghentikan skandal yang semakin melebar, sebuah keputusan gila diambil. Mempelai wanita diganti tepat di hari pernikahan. Diluar dugaan, setelah pernikahannya batal, Mayra justru dilamar Savian—paman dari mantan tunangannya sendiri. Pria dewasa, dingin, berwibawa, dan nyaris tak tersentuh emosi. Pernikahan itu akhirnya terjadi tanpa cinta, tanpa harapan, hanya kontrak dan kepentingan. Namun siapa sangka? Skenario gila ternyata diam-diam telah Mayra susun dengan rapi dan teliti sejak awal. Apa yang sebenarnya Mayra cari? Dan bagaimana kisah Savian yang berkuasa yang justru ternyata menjadi alat tempur Mayra?
View MoreMalam telah larut ketika Savian dan Mayra akhirnya kembali ke kamar mereka tanpa dibarengi perbincangan apapun.Hari itu tiba-tiba terasa jauh lebih panjang dari biasanya. Bukan karena pekerjaan. Bukan karena aktivitas yang melelahkan. Melainkan karena kehadiran mendadak Anindita di penghujung hari yang harusnya nyaris sempurna itu.Kakak perempuan Savian selalu memiliki kemampuan aneh untuk mengubah suasana menjadi tegang hanya dengan beberapa kalimat. Bahkan setelah perbincangan malam berakhir dan kakak-kakaknya sudah pergi dari rumah itu, sisa-sisa ketidaknyamanan masih terasa menggantung di udara.Mayra tidak tahu pukul berapa ketika matanya perlahan terbuka. Kamar masih gelap. Hanya cahaya remang dari luar jendela yang masuk menembus tirai.Awalnya dia mengira dirinya terbangun tanpa alasan. Namun beberapa detik kemudian dia menyadari sesuatu. Tubuh di sampingnya bergerak.Savian.Pria itu kembali membalikkan badan untuk entah ke berapa kalinya malam itu. Lalu diam. Beberapa men
Anindita masih ingat hari ketika adiknya lahir.Usianya lima belas tahun saat itu—cukup untuk memahami banyak hal, tetapi jelas belum cukup dewasa untuk mengerti bagaimana cara mencintai seseorang yang tiba-tiba hadir dan mengubah pusat perhatian sebuah keluarga.Sejak kecil, Anindita dibesarkan dalam aturan keluarga Mandala yang keras. Tidak ada ruang untuk merengek. Tidak ada hadiah cuma-cuma. Prestasi dibayar dengan pujian, kegagalan dibalas dengan tuntutan untuk menjadi lebih baik. Dia ditempa jadi pribadi yang serbabisa dan seolah tak boleh punya cela apapun.Dia tumbuh menjadi 'anak sempurna'.Nilai terbaik, perilaku terbaik, putri kebanggaan keluarga Mandala. Putri dengan manner baik dan keanggunan yang menggambarkan putri sulung dari keluarga terhormat yang amat diseganiMaka ketika adik-adiknya lahir, Anindita menganggap mereka tidak lebih dari tanggung jawab tambahan yang merepotkan.Alvara, tumbuh jadi gadis humoris yang tak sepenuhnya serius sepertinya namun cukup penurut.
Ruang keluarga yang harusnya terasa hangat, mendadak berubah seperti ruang tunggu sebelum sidang dimulai.Mayra duduk tegak di ujung sofa, kedua tangannya bertumpu di pangkuan. Di sebelahnya Savian bersandar santai, tetapi hanya dari luar. Rahangnya mengeras tipis, tatapannya datar ke arah tamu yang baru datang seolah tidak berniat membuka percakapan lebih dulu.Di sofa seberang, Anindita duduk dengan kaki menyilang. Mantel panjangnya bahkan belum sempat dilepas sempurna, tanda bahwa ia memang datang terburu-buru begitu tiba. Sikapnya rapi, elegan, dan terlalu tenang untuk seseorang yang baru menempuh perjalanan jauh.Mayra diam-diam memperhatikannya. Wanita ini pernah ditemuinya di toko perhiasan beberapa waktu lalu. Yang saat itu berbicara dengannya dengan ramah, mengomentari koleksi mahal, dan sempat membuat Mayra berpikir bahwa dia adalah perempuan berkelas yang menyenangkan.Dan sekarang… wanita itu duduk di hadapannya sebagai kakak Savian alias kakak iparnya juga.Sulit dipercay
Makan malam itu berjalan jauh lebih tenang dibanding beberapa menit sebelumnya, atau setidaknya Mayra berusaha membuatnya terlihat begitu.Meja makan sudah tertata. Ada sup hangat, tumisan sayur, dan lauk yang tadi dia masak dengan cukup serius sejak sore. Bukan menu mewah, tapi cukup untuk memberi kesan bahwa dia benar-benar berusaha.Savian duduk di seberangnya dengan ekspresi yang terlalu santai untuk ukuran seseorang yang beberapa waktu lalu sengaja menggoda istrinya sampai Mayra jadi salah tingkah setengah mati.Mayra menunduk, pura-pura fokus mengambil nasi. Dia sulit mengangkat kepala sebab Savian benar-benar hanya duduk lurus memandangnya dengan tatapan panas dari kursinya itu. “Kalau kamu terus melihatku begitu, aku jadi berpikir bahwa masakanku gagal,” cicit Mayra kecil. Tak berani mengangkat kepala. Masakannya pun seolah jadi tak terasa di lidahnya akibat terlalu gugup.Jujur saja, Mayra bukan tipe yang mudah gugup kok sebenarnya. Tapi entah kenapa, beberapa kali Savian be
"Bagaimana? Kamu sudah merasa lebih baik?"Mayra yang tadinya ditemani Samantha, kini mengedarkan arah pandangnya pada Savian yang berjalan mendekatinya dari arah pintu. Sementara Samantha dengan teratur mundur perlahan mendekati Ken di ambang pintu, membiarkan pasutri itu punya waktu bicara berdua
Sepasang pengantin baru itu nampak serasi nan kompak memasuki gedung tempat perhelatan perusahaan rekanan hari ini dilangsungkan. Savian menggandeng lengan Mayra, keduanya nampak serasi dengan balutan hitam namun glam yang mendominasi tampilan mereka.Begitu dua pasang kaki panjang itu memasuki aca
Savian pergi mengangkat telepon, meninggalkan Mayra di meja makan dengan wajahnya yang memerah dan memanas bak kepiting rebus. Wanita itu menyentuh pipinya sendiri dengan punggung tangannya, "huh, sejak kapan aku jadi pribadi yang malu-malu begini?" lirihnya pada diri sendiri.Rumah itu terasa maki
Meja makan itu lebih pantas disebut perjamuan kecil daripada sekadar sarapan.Orang mungkin menyebutnya brunch? Waktu sudah melewati pukul sepuluh pagi. Terlambat untuk sarapan biasa, namun juga belum bisa sepenuhnya disebut sebagai makan siang. Di atas meja panjang berlapis marmer itu, hidangan t






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.