Share

Bab 320

Penulis: Kamari
Bibi terdiam sejenak, menunggu jawaban dari ujung lain telepon.

Keheningan yang panjang dari sisi Ryan membuat hati Bibi mulai diliputi rasa cemas. Jantungnya berdetak kencang, sementara dia makin ragu apakah keputusannya menyampaikan hal itu sudah benar atau tidak.

Bibi mengatupkan bibirnya, tetapi tetap memutuskan untuk mengatakannya, "Nona Susan sepertinya nggak terlalu percaya padamu. Jadi, nggak peduli bagaimanapun aku membujuk, dia nggak mau menghubungimu .... Aku rasa, mungkin ada kesalahpahaman di antara kalian berdua. Bukankah sebaiknya kalian saling menjelaskannya? Bagaimanapun juga, kamu nggak datang menjenguk Nona Susan, juga nggak meneleponnya. Nona Susan juga nggak tahu kalau kamu peduli padanya. Wajar kalau dia marah padamu."

Setelah menumpahkan semuanya dalam satu tarikan napas, Bibi segera menutup mulutnya, menunggu reaksi Ryan dengan penuh waspada.

Ryan terdiam sejenak, sementara jantung Bibi berdetak lebih cepat.

Dia tidak tahu apakah Ryan akan marah setelah mendenga
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (2)
goodnovel comment avatar
Kelsi Gapo19
kok ngga maju maju ya ceritanya.. itu itu terus.... ini novel apaan hal sepele jadi panjang berbaju bab ngga ada ujung...jadi Mala bacanya udah koin mahal cerita ga mutu..
goodnovel comment avatar
Murti Migunani
lagi2 isinya omong kosong.setelah satu Minggu baru aku mau baca bab terakhir,isinya msh tetep saja,ga bermutu
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Kulepaskan Suami Berengsekku   Bab 388

    Selain itu, terdengar pula suara napas berat seorang pria!Alarm tanda bahaya pun berbunyi dalam benak Susan. Jantungnya berdebar kencang, darahnya terasa mengalir dengan lebih cepat, dia juga menahan napas karena tegang. Susan berlari dengan putus asa menuju gedung apartemen sewaannya.Sambil berlari, dia terus memikirkan siapa yang berada di belakangnya.Satu-satunya keluarga yang mungkin menyimpan dendam terhadapnya adalah Keluarga Sutedja dan Keluarga Wirya.Namun, Susan kan sudah pergi sejauh ini. Kenapa Keluarga Sutedja dan Keluarga Wirya tidak kunjung melepaskannya?Di belakang Susan, suara napas berat dan langkah kaki makin mendekat.Hampir dalam jangkauan.Susan menggertakkan giginya.Kawasan ini sangat padat penduduk, ada banyak orang yang tinggal di sini dan sistem kedap suara di setiap bangunan tidak terlalu bagus.Kalau Susan berteriak, sebagian besar orang di dekatnya akan mendengarnya.Susan pun membuka mulutnya lebar-lebar. "Tolong ...."Napas berat di belakang Susan be

  • Kulepaskan Suami Berengsekku   Bab 387

    Bangunan itu hanya setinggi lima lantai dan tidak memiliki lift. Tangganya sempit dan berantakan dengan banyak barang yang menumpuk di sudut-sudutnya. Debu membuat tempat itu terasa makin sesak dan sudah cukup sempit bagi dua orang untuk berjalan berdampingan. Jadi, Susan mengikuti di belakang Wirda.Lampu-lampu di lorong baru saja diganti dan cahaya putihnya tampak menyilaukan. Susan dapat dengan jelas melihat Wirda yang menegang, lalu berpura-pura marah dan berkata."Itu karena kamu bikin Ibu takut! Ibu ini ibumu, berani-beraninya kamu membantah Ibu seperti itu? Ibu nggak mau masak buatmu nanti, kamu tidur saja dalam kondisi lapar!"Sepertinya ada yang tidak bisa Wirda katakan.Susan tidak mendesak lebih lanjut dan balas mengiakan singkat, lalu bergegas mendahului Wirda untuk membuka pintu apartemen sewaan mereka.Bangunan ini sudah tua dan pintunya dipasang bertahun-tahun yang lalu. Pintu-pintu ini terbuat dari besi dan beberapa bagiannya berkarat, jadi terdengar berderit saat dibuk

  • Kulepaskan Suami Berengsekku   Bab 386

    Susan menyewa sebuah apartemen dan di situlah dia tinggal bersama Wirda dan Sherra. Itu adalah rumah kecil di sebuah desa perkotaan dan cukup tua dengan dinding yang bercorak. Jaraknya kurang dari dua meter dari rumah-rumah di sekitarnya. Ada banyak penduduk di sekitar, sebagian besar adalah pekerja migran dari tempat lain. Mereka biasanya tidak banyak keluar rumah. Meskipun agak ramai, secara umum tenang dan hanya sesekali terdengar suara anak-anak menangis atau tetangga bertengkar.Apartemen ini memiliki tiga kamar tidur dan satu ruang tamu, luasnya kurang dari 100 meter persegi. Desain interiornya sederhana, tetapi dilengkapi perabot dan peralatan lengkap. Sewa bulanan tidak jauh berbeda dari kota asalnya, jadi Susan sanggup membayarnya.Namun, Sherra tidak sering tinggal di sini karena dia perlu merawat neneknya di rumah sakit.Susan-lah yang membayar sewa. Sherra juga awalnya ingin membayar, tetapi Susan menghentikannya. Sherra mengatakan bahwa dia berutang uang pada Susan dan aka

  • Kulepaskan Suami Berengsekku   Bab 385

    Vandi mengerjapkan matanya setelah mendengar penjelasan itu, lalu bertanya, "Kamu juga ingin belajar?"Susan membalas, "Kalau kamu memiliki waktu untuk mengajari Sherra, sekalian saja ajari aku juga. Lagi pula, aku akan membayarmu dengan harga pasar untuk bimbinganmu. Apa kamu nggak bersedia?"Vandi melirik dengan ragu, tampak merasa tidak enak. Dia bergumam dengan tergagap, "Tapi … kamu tahu sendiri kalau aku hanya lulusan universitas biasa. Nilaiku dulu juga nggak terlalu bagus.""Lagi pula, aku mendengar dari Sherra kalau nilaimu sangat bagus. Kamu bahkan bisa masuk ke Universitas Gama di masa depan. Sherra bahkan mengatakan kalau kamu akan menjadi periah nilai tertinggi di ujian kelulusan. Aku takut nggak bisa mengajarimu dengan baik. Bagaimana kalau kamu mencari orang lain saja?" ujar Vandi sambil menatap Susan dengan polos.Begitu kalimat itu terucap, banyak orang di sekitar mereka langsung menoleh. Mata mereka mencari sosok yang tadi membual ingin menjadi peraih nilai tertinggi

  • Kulepaskan Suami Berengsekku   Bab 384

    Mata Vandi membelalak dengan panik. Dia menggelengkan kepalanya dengan keras sambil berkata, "Nggak, nggak, kamu salah paham .... Aku nggak ….""Kamu masih berani mengatakan nggak!" potong Sherra.Jari telunjuk Sherra mendarat di pipi Vandi, lalu menekannya dengan kuat. "Kalau kamu nggak menyukainya, kenapa pipimu memerah begitu? Kalau kamu nggak peduli, kenapa kamu harus menanyakan apakah dia depresi atau nggak?"Sherra merasa dikhianati.Dia memelototi Vandi sambil berkata, "Kamu nggak benar-benar menyukai Yunda, 'kan? Apa kamu nggak tahu apa saja yang sudah dia lakukan? Kalau kamu nggak tahu, biar aku memberitahumu sekarang juga. Yunda itu sama sekali bukan …."Wajah Vandi tampak makin memerah. Dia melambaikan tangannya dengan panik, memberi isyarat agar Sherra menurunkan suaranya. "Nggak, tolong jangan bicara lagi. Aku sungguh nggak menyukainya ...."Sherra tetap tidak mau melepaskannya. Vandi yang terdesak akhirnya melemparkan pandangan meminta tolong kepada Susan.Susan hanya ter

  • Kulepaskan Suami Berengsekku   Bab 383

    Sherra baru menyadari tatapan orang-orang di sekitarnya, lalu dia berbalik untuk memelototi Vandi.Ini semua salah pria ini!Sayangnya, Vandi sedang menundukkan kepala dalam-dalam, jadi dia tidak bisa melihat tatapan tajam itu.Sebenarnya, Susan pun ingin tahu apa hubungan sebenarnya antara Vandi dan Yunda. Hal ini sangat penting untuk menentukan apakah Vandi adalah orang yang layak Susan percayai atau tidak.Di kehidupan sebelumnya, fakta bahwa Vandi menyukai Yunda bukanlah rahasia. Hampir semua orang di sekitarnya tahu, termasuk Sherra.Hanya saja, ada satu hal yang mengganjal di hati Susan. Di masa lalu, saat perusahaan teknologi yang dibangun dengan susah payah oleh Sherra diakuisisi oleh Ryan, apakah Vandi ikut terlibat?Lebih tepatnya, apakah Vandi berkhianat kepada Sherra demi Yunda, lalu membantu Ryan untuk melakukan akuisisi perusahaan Sherra?Susan sangat ingin memastikan hal itu.Susan menatap kepala Vandi yang tertunduk dengan tenang, lalu berkata, "Aku memang mengenalnya.

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status