Share

Bab 320

Author: Kamari
Bibi terdiam sejenak, menunggu jawaban dari ujung lain telepon.

Keheningan yang panjang dari sisi Ryan membuat hati Bibi mulai diliputi rasa cemas. Jantungnya berdetak kencang, sementara dia makin ragu apakah keputusannya menyampaikan hal itu sudah benar atau tidak.

Bibi mengatupkan bibirnya, tetapi tetap memutuskan untuk mengatakannya, "Nona Susan sepertinya nggak terlalu percaya padamu. Jadi, nggak peduli bagaimanapun aku membujuk, dia nggak mau menghubungimu .... Aku rasa, mungkin ada kesalah
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
Kelsi Gapo19
kok ngga maju maju ya ceritanya.. itu itu terus.... ini novel apaan hal sepele jadi panjang berbaju bab ngga ada ujung...jadi Mala bacanya udah koin mahal cerita ga mutu..
goodnovel comment avatar
Murti Migunani
lagi2 isinya omong kosong.setelah satu Minggu baru aku mau baca bab terakhir,isinya msh tetep saja,ga bermutu
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Kulepaskan Suami Berengsekku   Bab 526

    "Kemudian, suatu hari aku nggak sengaja berkunjung ke kediaman Keluarga Sutedja dan menyadari bahwa Ryan ternyata masih mencintaiku. Aku sangat bahagia saat itu," ujar Yunda dengan pipi yang sedikit merona. "Hari itu aku masuk ke kamar Ryan. Di bawah tempat tidurnya, aku menemukan surat cinta yang ditulis oleh Susan. Saat Ryan mengetahuinya, dia nggak memarahi Susan. Dia hanya menasihatinya agar membuang niat buruk itu. Bahkan Ryan memelukku tepat di hadapan Susan. Kami berdua mengira Susan akan mengerti."Makin Yessica mendengar cerita itu, ekspresinya makin menunjukkan kemarahan yang meluap. Dia seolah-olah bisa merasakan penderitaan itu sendiri. Mulutnya ternganga, ingin sekali menyela untuk memaki, tetapi dia menahan diri karena tidak ingin memotong cerita Yunda.Yunda melanjutkan, "Aku dan Ryan sebenarnya nggak tahu apakah Susan mengerti. Kenyataannya, setelah itu Susan terus mengusik Ryan dan menolak untuk melepaskannya. Bahkan setelah dia tahu aku dan Ryan akan segera bertunanga

  • Kulepaskan Suami Berengsekku   Bab 525

    Setelah menyimpan ponselnya, Yessica mendengar serangkaian suara notifikasi pesan yang masuk.Tak lama kemudian, nada dering telepon pun menyusul.Tanpa melihat layar pun Yessica tahu itu adalah telepon dari Daniel. Hanya urusan Susan yang bisa membuat pria itu mengirimkan pesan sebanyak ini padanya.Yessica mengentakkan kaki karena kesal, lalu langsung mematikan ponselnya tanpa pikir panjang.Begitu kembali ke ruangan, Yessica melirik sekilas kerumunan pria yang sudah terkapar di lantai atau sofa karena mabuk.Di seluruh ruangan pribadi itu, hanya Yunda yang tampak masih sadar.Bahkan Gavin pun tampak bersandar di sofa dengan mata terpejam, entah benar-benar tertidur atau tidak.Yessica mengerucutkan bibir dengan muak.Dengan kemampuan seperti ini, beraninya mereka berpikir untuk membuat Ryan mabuk.Yessica duduk kembali ke posisinya semula. Matanya melirik ke sekeliling, lalu dia mendekati Yunda sambil berbisik, "Kak Yunda, ke mana Pak Ryan pergi?"Yunda menatapnya dengan tatapan lem

  • Kulepaskan Suami Berengsekku   Bab 524

    Ryan tidak memberikan respons apa pun.Sementara itu, Yessica mengernyitkan kening sambil menatap Gavin dengan rasa muak. "Hei, Gavin! Jangan bilang kamu ingin aku membawamu pulang?"Gavin hanya menutupi matanya dengan telapak tangan, tidak mengucapkan apa pun.Yessica menendang kakinya pelan.Namun, Gavin tetap bungkam.Yessica memutar bola matanya dengan kesal. "Aku mau ke kamar mandi sebentar. Aku harap kamu nggak pingsan di sini."Yessica awalnya menuju kamar mandi di lantai tersebut, tetapi dia mendapati bahwa semua bilik toilet sedang terisi. Setelah menunggu sebentar, masih tidak ada seorang pun yang melangkah keluar. Jadi, dia akhirnya memutuskan untuk turun ke lantai bawah.Begitu kakinya menginjak lantai dasar, tiba-tiba seseorang berlari kencang, hingga nyaris menabraknya.Yessica tersentak, lalu buru-buru melangkah mundur demi menghindari tabrakan.Dia berusaha keras menahan diri agar tidak mengeluarkan kata-kata kasar.Yessica menahan napas, lalu menoleh ke arah orang ters

  • Kulepaskan Suami Berengsekku   Bab 523

    Susan menggosok matanya, sementara suaranya terdengar tidak jelas, "Apa yang kamu bicarakan?"Yunda menggertakkan giginya. "Berhenti bersandiwara! Susan, kamu sudah sadar sekarang, 'kan? Jangan berakting lagi, itu memuakkan."Kening Susan berkerut kesal, lalu dia meninggikan suaranya, "Ada apa denganmu? Apa yang kamu bicarakan? Aku benar-benar nggak mengerti!"Yunda melangkah maju, sementara tangannya terjulur untuk mencengkeram kerah baju Susan. "Susan, kamu ….""Yunda."Begitu suara Ryan terdengar dari arah belakang, sekujur tubuh Yunda menegang. Lengannya yang tadi mencengkeram kerah baju Susan pun mendadak kaku dan perlahan turun.Tubuh Susan yang sempat tertarik ke atas kehilangan keseimbangan saat dilepaskan. Dia terjatuh dari kursi ke lantai dengan bunyi keras, lalu erang lirih menahan sakit terdengar.Keringat dingin mulai muncul di kening Yunda. Dia langsung bergegas membantu Susan untuk berdiri.Yunda berujar dengan suara yang mendadak lembut, "Ayo, Susan, pelan-pelan. Hati-h

  • Kulepaskan Suami Berengsekku   Bab 522

    Yunda mengangkat gelasnya, lalu mendentingkannya pelan dengan gelas salah satu teman. "Kamu terlalu baik."Suasana hati Ryan hari ini sedang kacau. Dia tidak banyak berbicara, hanya terus menuangkan alkohol ke tenggorokannya.Suasana di dalam ruangan pribadi itu tetap meriah karena semua temannya berusaha keras menghidupkan suasana.Namun, Yunda yang duduk di samping Ryan bisa merasakan perubahan emosi pria itu dengan jelas.Yunda bisa menebak bahwa kegelisahan Ryan bermula sejak pertemuan singkat dengan Susan tadi.Hati Yunda terasa sesak.Yunda merasa ada percikan cinta lama yang mulai menyala kembali di antara Ryan dan Susan. Meskipun Yunda percaya diri dengan posisinya di hati Ryan, dia sangat memahami tabiat buruk pria, yang selalu memiliki ruang untuk menyimpan lebih dari satu wanita.Terlebih lagi pria seperti Ryan yang tampan dan kaya.Wanita mana yang tidak akan tergoda olehnya?Yunda teringat saat mereka berdua terjebak di ruangan yang sama, ketika Susan memainkan piano untu

  • Kulepaskan Suami Berengsekku   Bab 521

    Yunda sedikit tertegun. "Ryan?"Ryan melirik sekilas ke arah Susan yang berjalan terhuyung sambil berpegangan pada dinding di depan mereka. Dia berujar dengan suara berat, "Kalau dia ingin pergi, biarkan saja."Setelah berkata demikian, Ryan berbalik untuk menaiki tangga tanpa melirik ke arah Susan lagi.Bibir Yunda melengkung membentuk senyuman simpul. Dia memberikan tatapan penuh makna pada Susan, lalu segera berbalik mengikuti langkah Ryan.Gavin baru merasa puas setelah melihat itu. Dia pun menarik lengan Yessica untuk membawanya naik.Sementara itu, orang-orang lain yang mengikuti di belakang hanya bisa saling melempar pandang dengan canggung, lalu bergegas menyusul.Setelah berjalan beberapa langkah dengan tubuh limbung, Susan akhirnya terduduk di sebuah kursi di sudut ruangan. Kepalanya bersandar pada dinding, tampak sangat mengantuk.Kepergian para tokoh utama itu membuat bar sempat hening sejenak, sebelum akhirnya keramaian dan kekacauan kembali seperti sebelumnya.Di tengah k

  • Kulepaskan Suami Berengsekku   Bab 39

    Akhirnya datang juga.Susan menundukkan pandangannya, lalu berkata dengan tenang, "Ya, masih ingat."Tia melanjutkan, "Pihak sekolah beralasan kamu akan segera menghadapi ujian kelulusan, jadi sebaiknya harus fokus belajar. Karena itu, mereka membatalkan penampilanmu."Susan duduk di tepi ranjang, s

  • Kulepaskan Suami Berengsekku   Bab 47

    Feny masih ingin bicara, tetapi karena ada Tia, Feny terpaksa menahan diri.Di koridor, Susan berjalan berdampingan dengan Tia.Ada kekhawatiran dalam sorot mata Tia. "Susan, nggak kusangka keadaanmu sesulit ini. Kalau kamu butuh bantuan, datanglah padaku kapan saja."Susan menggerakkan bibirnya, be

  • Kulepaskan Suami Berengsekku   Bab 50

    Susan menarik napas beberapa kali, memejamkan mata, berusaha menekan kebencian yang menggelegak di dalam hatinya.Saat itu, alunan piano Yunda terdengar dari pengeras suara. Semua orang di bawah panggung serentak terdiam, tak lagi bersorak, hanya mendengarkan musik dengan khidmat.Dari balik tirai,

  • Kulepaskan Suami Berengsekku   Bab 42

    Susan mengangguk. Dia mengangkat gelasnya, pura-pura tak melihat Victor yang perlahan melangkah ke belakangnya. Susan tersenyum, lalu berkata."Kalian pasti sudah sangat menantikannya, 'kan?"Tak seorang pun menyangka Susan akan berkata begitu, bahkan tak ada yang benar-benar mengerti maksudnya. Mer

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status