LOGINSahira harus menerima pahit nya cinta, dimana kekasih nya tak kunjung datang di hari pernikahannya. Sehingga hal itu memicu ketegangan diantara kedua keluarga, Pak Lukas sebagai orang tua dari mempelai pria pun mengusulkan hal yang tidak terduga, dimana Beliau meminta putra pertamanya bernama Argantara untuk menggantikan posisi adiknya sebagai mempelai pria. Tentu saja hal itu langsung di tolak oleh Argantara, sehingga terjadi perdebatan panjang. Dimana pada akhirnya Argantara pun terpaksa menikahi Sahira.
View MoreTerlihat di salah satu rumah yang sederhana, telah di langsungkan sebuah pesta pernikahan. Dimana para tamu undangan pun sudah berdatangan memenuhi pesta itu..
"Sahira, kamu terlihat sangat cantik sekali. Pasti Baskara akan sangat terpesona dengan kecantikan mu ini." Sahira pun tersenyum kecil, saat mendapatkan pujian dari sahabat baiknya itu. "Terimakasih Rani." Balas nya singkat namun terlihat begitu senang. "Aku sangat gugup sekali, dan sejak tadi tidak bisa merasa tenang." "Tidak apa-apa, itu hal yang wajar untuk seseorang yang akan menikah. Aku dengar katanya mereka akan merasa sangat gugup selama mereka belum dinyatakan sah sebagai pasangan suami istri." "Kamu ini sangat beruntung sekali karena bisa menikah dengan orang yang kamu cintai, Baskara itu memang sosok pria yang sangat baik selain itu dia juga berasal dari keluarga terpandang." "Aku dengar Baskara juga memiliki seorang kakak laki-laki, yang tidak kalah tampan nya, kalau tidak salah namanya itu Argantara. Tapi sifat nya itu jauh berbeda sekali dengan Baskara, kakak nya sangat dingin dan arogan. Meskipun tampan tapi dia sangat menyeramkan, aku dengar kakak nya itu juga merupakan seorang CEO di perusahaan milik keluarga nya. Aku tidak bisa membayangkan saat kamu akan memiliki kakak ipar seperti itu, untung saja kamu bukan menikah dengan nya." Ujar Rani. Mendengar hal itu, Sahira pun hanya tersenyum kecil saja.. "Sahira sayang, apa kamu sudah siap nak?" Tanya wanita paruh baya yang tiba-tiba saja masuk ke dalam kamar itu. "Ibu, aku sudah siap sejak tadi." Balas Sahira. "Keluarga nya Baskara sudah datang, tapi Baskara masih dalam perjalanan. Mungkin sebentar lagi dia akan segera tiba." Ujar wanita paruh baya bernama Inggit itu. "Loh aneh sekali, kenapa Baskara tidak datang bersamaan dengan keluarga nya Tante." "Entahlah, Tante juga tidak tahu. Tapi tidak apa-apa, sebentar lagi juga Baskara akan datang kesini." "Kamu harus sabar sedikit ya Sahira, pangeran mu itu sebentar lagi akan segera datang." Celetuk Rani menggoda Sahira. "Rani, kamu tolong temani Sahira disini ya. Tante akan pergi ke depan untuk menyambut para tamu yang datang." "Baik Tante." Balas Gadis itu dengan senang hati. Di luar semua orang sudah datang, namun mempelai pria tak kunjung datang juga.. "Mah, coba Mama telpon Baskara ada dimana saat ini, kenapa dia belum sampai juga seharusnya dia sudah sejak tadi berada disini." Bisik Pria paruh baya bernama Lukas. "Iya Pah, Mama akan coba menghubungi Baskara sekarang." Sahut Bu Mayang. Bu Mayang pun langsung beranjak dari duduk nya, dan mencoba untuk menghubungi putra nya itu.. Namun bukan Baskara yang dia hubungi, melainkan orang lain.. "Hallo, bagaimana apa semuanya sudah kamu bereskan?" Tanya wanita paruh baya itu berbisik. "Tenang Bu, semuanya sudah aman terkendali. Sekarang target sudah bersama kami dan sudah berhasil kami sekap." Balas seorang pria di balik telpon itu. "Baguslah, jangan sampai ada yang tahu kalau semua ini adalah rencana saya. Pokok nya saya tidak mau tahu, kamu harus bisa menahan dia agar tidak kabur, sebelum saya meminta kamu untuk melepaskan nya." "Baik Bu." Dengan cepat Bu Mayang pun langsung menutup kembali telpon nya, dan segera kembali menemui suaminya. "Pah, Mama sudah mencoba menghubungi Baskara tapi nomor nya malah tidak aktif. Bagaimana ini Pah, semua orang sudah menunggu disini, tidak mungkin jika pernikahan ini di langsungkan tanpa pengantin pria." Ujar Bu Mayang dengan ekspresi wajah yang gelisah. "Sebenarnya kemana perginya Baskara, seharusnya tadi kita tidak membiarkan dia berada di dalam mobil itu sendirian. Seharusnya kita mendampingi dia tadi, mungkin kejadian nya tidak akan jadi seperti ini." Melihat kedua orang tua Baskara gelisah, tentu saja Pak Tomi dan Bu Inggit pun ikut gelisah juga. "Pak, ini sudah siang tapi Nak Baskara belum juga datang, semua orang sudah menunggu dan sudah melewati batas waktu, apa perlu kita tanyakan pada Bu Mayang dan Pak Lukas." Gumam Bu Inggit. "Biar bapak yang akan bicara dengan mereka Bu." Balas Pria paruh baya itu, lalu berjalan menghampiri kedua orang tua Baskara. "Permisi Pak, apa Nak Baskara masih dalam perjalanan? Maaf sebelumnya tapi ini sudah siang, dan kita sudah menunggu terlalu lama." Bisik Pak Tomi. Mendapatkan pertanyaan itu, tentu saja membuat Pak Lukas merasa gugup. "Hhmm begini Pak, kami sudah mencoba untuk menghubungi Baskara tapi nomor nya justru tidak aktif dan kami juga tidak tahu dengan keberadaan nya saat ini. Kalau bisa, saya minta waktunya sebentar lagi, siapa tahu Baskara akan segera datang mungkin saja dia mengalami masalah di jalan." "Hhmm baiklah Pak." Sahut Pak Tomi, yang langsung kembali duduk di kursi nya. "Mah, coba Mama hubungi ibu apakah dia sedang bersama Baskara. Siapa tahu Baskara datang kesini bersama dengan Ibu dan Kakak nya, khawatir nya sebelum datang kesini dia datang menemui Argantara untuk membujuk nya agar datang." Pinta Pak Lukas. "Baik Pah, Mama akan menelpon ibu dan bertanya padanya." "Baskara tidak akan pernah datang, percuma kalian menunggu sampai malam pun karena aku sudah meminta seseorang untuk menculik Baskara." "Aku terpaksa melakukan semua itu, karena aku tidak ingin putra kesayanganku menikah dengan Gadis biasa seperti Sahira, aku sendiri sudah memilih calon istri yang baik untuk putraku." Gumam Bu Mayang di dalam hatinya. Satu jam berlalu, waktu sudah menunjukkan pukul dua belas siang, namun pengantin pria tidak kunjung datang juga. Para tamu undangan juga sebagian sudah mulai meninggalkan pesta itu. "Kenapa Mas Baskara belum datang juga, ini sudah lebih dari tiga jam sejak keluarga nya datang. Aku takut jika sudah terjadi sesuatu pada Mas Baskara." Ujar Sahira. "Kamu tenang dulu ya Sahira, aku tahu saat ini kamu merasa gelisah tapi jangan khawatir semuanya pasti akan baik-baik saja. Kamu lihat sendirikan kedua orang tuanya Baskara ada disini, pasti dia juga akan segera datang." Sahut Rani yang mencoba untuk menenangkan sahabat nya itu. "Maaf, kapan acara nya bisa di mulai. Saya sudah menunggu disini cukup lama, dan saya juga harus menikahkan calon pengantin yang lain." Ujar Pak penghulu itu. "Hhmm tunggu dulu sebentar Pak, kami masih menunggu mempelai pria nya datang." "Apa jangan-jangan mempelai pria nya tidak akan datang, kita disini sudah menunggu sejak pagi dan sampai sekarang dia belum juga datang. Khawatir nya pengantin pria justru kabur bersama wanita lain, jika hal itu terjadi kasian sekali Sahira." Celetuk salah satu tamu disana. "Iya benar sekali, padahal kami sudah sangat senang saat mendengar Sahira akan menikah, tapi ujung-ujungnya malah di tinggalin calon pengantin pria di hari pernikahan. Kasian sekali nasib nya Sahira kalau seperti itu, maaf ya Pak Tomi Bu Inggit, jika Sahira sampai gagal menikah takutnya tidak akan ada pria manapun yang mau menikahi Sahira.""Sahira, coba tanyakan pada suami kamu makanan apa yang dia suka. Ibu akan membuatkan nya." Ujar Bu Inggit. "Tidak perlu Bu, kita akan memasak makanan dengan bahan yang ada saja di rumah. Aku juga tidak tahu apa yang di sukai dan tidak di sukai nya." Sahut Sahira. "Kamu tidak boleh bersikap seperti itu Sahira, ibu tahu kalau kalian menikah dengan cara yang berbeda tapi bagaimana pun juga dia tetaplah suami kamu. Dan selama kamu masih menjadi istrinya, kamu harus bisa menghormati dia juga melayani Arga dengan baik." "Iya Bu, aku perlu waktu untuk bisa melakukan semua itu. Mungkin dengan seiring berjalan nya waktu, aku bisa mulai terbiasa." "Ya sudah sekarang kamu bantu ibu menyiapkan makanan nya, ini adalah kali pertamanya kamu dan suami kamu menginap di rumah ini." Sahira pun hanya menganggukkan kepala nya sambil tersenyum kecil. Sementara itu, Baskara terlihat sudah rapih sekali. Bu Mayang pun segera menghampiri putra nya itu. "Baskara, kamu mau pergi kemana nak?" Tanya
"Sahira, ibu senang sekali kamu bisa datang kesini menemui kami." Ujar Bu Inggit sambil memeluk putri kesayangan nya itu. "Aku juga sangat senang sekali Bu, tiba-tiba saja Mas Arga mengajak aku untuk pergi menemui kalian." Sahut Sahira. Pak Tomi dan Bu Inggit pun langsung menoleh ke arah Arga dan tersenyum padanya. Arga pun mencoba membalas senyuman mereka, walau dengan ekspresi wajah yang jutek. "Sebenarnya nenek memintaku untuk memberikan hadiah pada kalian, aku tahu kalau Sahira pasti merindukan kalian jadi aku juga mengajaknya ikut dengan ku kesini." Ujar Arga. "Duduklah dulu nak Arga, ibu akan buatkan minum dulu." Arga pun menurut dan angsung duduk."Nak Arga, sampaikan ucapan terimakasih untuk Nek Sukma dan yang lainnya." Ujar Pak Tomi. "Iya Pak, akan aku sampaikan pada mereka.""Apa kalian akan menginap disini?" Tanya Bu Inggit. "Hhmm tidak Bu, aku akan pulang." Balas Sahira dengan raut wajah yang terlihat sedih.Tidak apa-apa Bu, meskipun Sahira tidak menginap tapi kit
"Sahira dan Arga mau pergi kemana Bu?" Tanya Bu Mayang. "Mereka akan pergi ke rumah orang tuanya Sahira, nanti sore juga mereka akan segera kembali." Sahut Nek Sukma. "Kenapa ibu tidak ikut dengan mereka juga." "Aku ini sedang merasa tidak enak badan, itulah kenapa aku tidak ikut dengan mereka. Seharusnya kamu yang pergi dengan mereka, meskipun Arga bukan anak kandungmu tapi tetap saja kau juga ibunya." "Sebenarnya aku ingin ikut menemani mereka pergi dan bertemu dengan keluarga Sahira, hanya saja aku masih belum merasa tenang selama belum tahu tentang keberadaan nya Baskara. Sejak kemarin Baskara tidak ada kabar sama sekali, dan aku sangat mengkhawatirkan nya." Nek Sukma pun terdiam, dan ikut memikirkan tentang keberadaan nya Baskara. "Ini sudah dua puluh empat jam, sebaiknya kamu hubungi polisi saja, aku khawatir kalau sesuatu hal yang buruk telah terjadi pada Baskara tanpa kita sadari, Baskara tidak pernah seperti ini sebelumnya. Dia juga sangat menantikan pernikahan ini dan
"Aku sama sekali tidak peduli dengan alasanmu itu Ibu, yang membuat aku senang tindakan mu itu sangat menguntungkan aku. Karena jika Baskara tahu Sahira dan Arga sudah menikah, aku yakin sekali dia akan berhenti berharap dan mencintai Sahira lagi. Andai saja semua orang tahu, kalau akulah penyebab Baskara tidak datang ke acara pernikahan nya." Gumam Bu Mayang dalam hatinya sambil terus licik. Wanita paruh baya itu, lalu segera pergi ke kamar nya. ***Terlihat, Sahira baru saja selesai mandi namun dia terlihat sangat kebingungan. Arga yang menyadari hal itu pun, langsung melemparkan sebuah selimut dan bantal ke arah istrinya. "Kau bisa tidur di bawah, aku cukup baik memberikan mu sebuah bantal dan selimut." Ujar pria itu dengan ketus. Sahira pun lebih memilih diam dan tidak mengatakan apapun.. Tanpa banyak bicara dan protes, gadis itu lalu mulai membaringkan tubuh nya di atas karpet yang ada di lantai, dan mulai tertidur dengan tenang. "Kenapa dia hanya diam saja tanpa mengataka
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.