Share

SEMANGAT YANG SEDERHANA

   Setelah dari makam sang kakek, Deva dan ayahnya kembali ke istana. Namun, di perjalanan Deva masih terlihat murung, sedih dan tidak berkata sedikit pun. Carolus pun kebingungan dengan anaknya itu, tidak biasanya dia sedih dan murung dengan waktu yang lama.

“Deva, Anakku. Kau ada masalah apa?” tanya Carolus kepada Deva.

“Aku baik-baik saja, Ayah. Lanjutkan saja perjalanan kita,” jawab Deva.

Carolus hanya bisa mengikuti kata anaknya itu tanpa bertanya lagi. Seakan Carolus sudah mengerti maksud dari sang anak yang tidak mau menceritakan kesedihannya itu.

  Saat sampai di istana, Deva langsung memasuki kamarnya dan terdiam di sana. Entah rasa

Locked Chapter
Continue to read this book on the APP

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status