LOGINDeva, seorang Putra Mahkota dari Kerajaan Throne yang terkenal memiliki paras yang tampan, dingin namun pemberani. Tak jarang, banyak wanita yang ingin menjadi pendamping hidupnya, namun selalu ia tolak karena semua wanita yang pernah mendekatinya itu tidak pernah bisa menumbuhkan benih cinta dalam hatinya. Hingga pada suatu hari, ia bertemu dengan Georgia, seorang Putri Mahkota dari Kerajaan Edayon. Parasnya yang anggun dan lemah lembut itu, berhasil mencuri pandang Deva hingga membuatnya jatuh cinta. Deva merasa, jika ia sudah menemukan cintanya setiap kali menatap wajah Georgia. Namun, tak pernah terbayang dipikiran Deva, jika cinta yang ia temukan itu adalah mautnya. Ia terkejut ketika Sang Raja memberitahu jika Georgia adalah Putri Mahkota dari Kerajaan Edayon. Kerajaan Edayon adalah musuh besar dari Kerajaan Throne sejak lama. Mendengar ucapan Sang Raja, Deva pun terdiam dan terus memikirkan kisah cintanya itu. Ia langsung bergegas pergi ke kamarnya untuk menenangkan pikirannnya. Di satu sisi, Georgia yang juga diberitahu oleh ayahnya, jika Deva adalah Putra Mahkota dari kerajaan yang menjadi musuhnya, langsung ikut terpaku dan tidak mengeluarkan sepatah kata pun. Mereka berdua sama-sama memikirkan hal yang sama, terlebih lagi mereka tahu bahwa kerajaan mereka sudah merencanakan perang, jauh sebelum mereka bertemu. Lalu, apa yang akan mereka lakukan? Apakah mereka akan merelakan cintanya demi sebuah perang? Atau mereka akan memperjuangkan cinta mereka sendiri hingga menemukan sebuah akhir?
View MoreSang Mentari kembali memancarkan sinarnya, dan tiba saatnya Deva, Sang Guru dan juga para pengawal pergi ke Kerajaan Edayon. Semua sudah dipersiapkan dengan matang, baju, serta perlengkapan menyamar lainnya juga sudah dipersiapkan. Di tengah perjalanan, Deva masih sempat memikirkan Georgia. Apa yang terjadi dengan Georgia nanti dan apa keputusan yang akan ia ambil jika benar Georgia adalah warga Edayon? Itulah yang dipikirkan Deva sepanjang perjalanan.“Guru, berapa lama kita berada di Edayon?” tanya Deva kepada Sang Guru“Aku belum bisa memastikannya, Deva. Kita akan kembali ke istana ketika sudah mendapat kebenaran,” jawab Sang Guru.“Guru, jika Georgia benar warga Kerajaan Edayon, apa yang akan kita lakukan?“ ujar Deva.“Biar ayahmu yang memutuskan itu, Nak. Aku tidak berhak membuat keputusan untuk seseorang,” sahut Sang Guru.Deva hanya terdiam saja setelah mendengar ucapan dari Sang Guru itu. I
“Deva, sekali lagi aku minta maaf atas keputusan yang sudah aku buat,” ujar Georgia.“Kenapa kau membuat keputusan yang tidak jelas seperti itu?” jawab Deva.“Ayah memintaku untuk tinggal di rumah kakek, jadi aku tidak bisa membantahnya, Deva,” sahut Georgia.“Tolong bicara yang jelas, Georgia. Aku tahu kau adalah gadis yang misterius, tapi untuk kali ini, tolong bicara yang jelas!” pinta Deva.“Deva, aku melihat secara langsung saat ayahmu memberikan hukuman mati kepada orang asing itu. Dan setelah itu, aku jadi takut untuk datang kemari lagi, aku takut keberadaanku mengganggu di sini,” jelas Georgia.“Kau sama sekali tidak mengganggu
“Georgia, kau di sini?” ujar Deva. Georgia melihat Deva yang sudah berada di hadapannya. Georgia terkejut dan terheran-heran ketika melihat orang yang sangat ia rindukan ada di hadapannya dan memberikan tatapan serta senyuman yang sangat ia rindukan itu. “Deva, sudah lama kau di sini? Kenapa kau tidak memberitahuku dulu jika kau ingin datang kemari?” tanya Georgia.“Aku tahu kau sedang merindukan kehadiranku, Georgia. Itu sebabnya aku datang kemari untuk menemuimu, lagi pula aku juga sangat merindukan dirimu,” jawab Deva.“Terima kasih, kau sudah datang kemari. Aku memang sangat merindukanmu, Deva, setiap hari aku selalu menginginkan kehadiranmu di sisiku,” sahut Georgia memandang Deva tanpa henti.
Setelah dari makam sang kakek, Deva dan ayahnya kembali ke istana. Namun, di perjalanan Deva masih terlihat murung, sedih dan tidak berkata sedikit pun. Carolus pun kebingungan dengan anaknya itu, tidak biasanya dia sedih dan murung dengan waktu yang lama.“Deva, Anakku. Kau ada masalah apa?” tanya Carolus kepada Deva.“Aku baik-baik saja, Ayah. Lanjutkan saja perjalanan kita,” jawab Deva. Carolus hanya bisa mengikuti kata anaknya itu tanpa bertanya lagi. Seakan Carolus sudah mengerti maksud dari sang anak yang tidak mau menceritakan kesedihannya itu. Saat sampai di istana, Deva langsung memasuki kamarnya dan terdiam di sana. Entah rasa






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ratings