Share

PERPECAHAN

Author: PENA BERDANSA
last update Last Updated: 2025-04-04 01:21:48

    Pagi ini Tejo sudah bersiap pergi menuju ke markas geng jeruji membicarakan aliansi yang mereka bentuk untuk melawan Anggoro beserta geng gagaknya, tetapi Tejo tidak tahu kedatanganya hari ini akan menjadi peperangan di antara mereka berdua, Ruben sudah mempersiapkan beberapa rencana untuk melawan Tejo, karena saat kemarin malam dalam misi penyerangan kekediaman Anggoro, Ruben dan Tejo mendapatkan hasil tangan kosong hal tersebut membuat ada hal janggal yang Ruben rasakan di tambah lagi saat kepulangan Ruben dari misi penyerangan ke kediaman anggoro, markas dari geng jeruji sudah porak poranda hal itu lah yang membuat Ruben menaruh curiga kepada Tejo.

Tetapi sebenarnya yang terjadi penyerangan tersebut di lakukan oleh geng gagak yang di perintahkan oleh Anggoro karena waktu penyerangan dari kedua kubu sama-sama sebelum matahari terbit, saat pertemuan Tejo dan Ruben pagi ini, pemimpin geng Jeruji Ruben sudah mempersiapkan beberapa rencana, karen Tejo hari ini akan datang menemuinya untuk membicarakan aliansi yang mereka buat, tetapi berbeda dengan Ruben ia sudah merencanakan hal yang berbeda.

Ruben : Angga bagaimana, apakah Tejo sudah jalan ?

Angga : Info terakhir ia sudah jalan bersama rombongannya bos 30 menit yang lalu.

Ruben : Baik kalau begitu akan kita sambut yang meriah untuk mereka, Bagai mana persiapan kita ?

Angga : Sudah sangat matang Bos.

Ruben : Bagus kalau begitu.

Angga : Setiap sudut juga sudah ada yang berjaga bos.

Ruben : Oke, enak saja kau Tejo bisa-bisanya kamu menjebak aku, lihat kejutan yang sudah aku buat untuk mu.

Dalam perjalanan Tejo ke tempat Ruben ia tidak tahu apa yang akan terjadi, setibanya disana seluruh anggota Tejo menganggap kedatangan dia ke markas Ruben hanya untuk membentuk aliansi untuk melawan Anggoro beserta geng gagaknya.

Ditempat persembunyian Anggoro yang lain, ia yang sedang asik menonton televisi tiba-tiba mendapatkan pesan masuk dari Albert tring "suara pesan masuk dari Albert" bos Tejo beserta beberapa anggotanya hari ini dalam perjalanan menuju ke markas Ruben "isi pesan Albert", Anggoro pun membalas isi pesan tersebut datang kesini "isi pesan Anggoro ke Albert".

setelah menerima pesan dari Anggoro Albert pun bergegas pergi ke persembunyiannya, dalam hitungan jam Albert pun tiba di sana.

Albert : Selamat pagi bos.

Anggoro : Ia Albert bagaimana perkembangan antara Tejo dan Ruben " sambil mengupas buah apel".

Albert : Tejo dalam perjalanan menuju markas Ruben Bos.

Anggoro : Ha ha ha pertarungan antara dungu dan bodoh.

Albert : Apa yang perlu kita lakukan bos ?

Anggoro : Hanya duduk manis dan menyaksikan mereka berdua saling membunuh.

Albert : Bagaimana misi kita selanjutnya bos?

Anggoro : Kita akan ambil alih seluruh wilayah perdagangan yang di kuasai Moreno ialah pemimpin geng piringan hitam.

Albert : Apakah itu tidak terlalu bahaya bos, piringan hitam adalah geng besar bos.

Anggoro : Apakah kamu takut Albert, kita sudah menyingkirkan geng blue dan geng bar-bar, masih ada rasa takut dalam hati mu itu.

Albert : Tidak bos asalkan ada anda di geng gagak ini.

Anggoro berteriak memanggil Rara ia adalah koki terbaik Anggoro kini juga mengasuh Anggun bayi yang di ambil saat peperangan melawan geng bar-bar sekaligus anak dari rivalnya yang sudah di kalahkan Anggoro.

Anggoro : Dimana Anggun apakah kamu sudah memandikan dia ?

Rara : Sudah tuan.

Anggoro : Bawa dia kesini aku mau mengajaknya jalan-jalan di taman.

Rara : Baik tuan.

Setelah Rara memberikan Anggun ke pada Anggoro, Anggun terlihat sangat senang dan selalu ingin bercanda dengan Anggoro seolah-olah Anggun mengaggap Anggoro adalah ayahnya, sambil menggendong Anggun, Anggoro dan Albert berjalan di taman milik kediaman Anggoro sambil berbincang-bincang santai sekaligus menyusun strategi apa yang akan di lakukan geng gagak nanti kedepan, terlihat Anggoro sepertinya sudah mulai menyukai Anggun karena sikap Anggoro yang dingin dan kejam kini seperti sosok seorang ayah, mungkin Anggun yang nantinya akan merubah Anggoro manusia yang sudah tidak punya hati nurani kini sudah mempunyai hati.

Albert : Bos apa anda sudah menyukai bayi itu.

Anggoro : Aku tidak tahu Albert saat aku menggendong Anggun perasaan tenang ini menyelimuti.

Albert : Apa ini bukan rasa penyesalan dari anda kan bos?

Anggoro : Tidak, tetapi saat itu berkali-kali aku mencoba ingin membunuhnya seperti ada yang menahan ku.

Albert : Apa anda ingin merawatnya bos?

Anggoro : Entahlah.

Kring... Kring... Kring... Kemana sih Ruben berkali-kali aku telepon tidak diangkat "Tejo mencoba menghubungi Ruben",

Perjalanan Tejo menuju markas geng jeruji hampir sampai, Tejo tidak mengetahui kalau Ruben sudah mempersiapkan jebakan untuknya.

Lama sekali Tejo sampai aku sudah tidak sabar ingin menembakinya, berani-beraninya Tejo bermain-main dengan seorang Ruben Diandra, dia tidak tahu siapa yang ia hadapi saat ini.

Ruben : Angga bagaimana Tejo apakah dia sudah sampai ?

Angga : Sepertinya sebentar lagi bos.

Ruben : Persiapan kita bagaimana ?

Angga : Sesuai dengan rencana bos.

Ruben : Bagus aku sudah tidak sabar.

Tidak lama berselang Tejo sudah memasuki wilayah geng jeruji, dari kejauhan mata memandang Tejo cukup terkejut terlihat di beberapa sudut markas geng jeruji berantakan dan banyak benda-benda seperti habis terbakar, ada apa ini sebenarnya "ucap tejo dalam kebingungan", apakah semalam markas dari geng jeruji ada yang menyerang "gumam Tejo dalam hati", tetapi aku dan Ruben hanya sebentar saja semalam bertemu, siapa yang melakukan ini dalam waktu yang begitu singkat.

Saat Tejo sampai dan memarkirkan mobilnya, tak lama salah satu dari anggota Tejo membuka pintu mobil untuk keluar, dengan instruksi dari Angga beberapa Anggota dari geng Jeruji yang berjaga bersiap menghadiahi Tejo beserta seluruh anggotanya dengan beberapa kali tembakan.

Dor... Dor... Dor... Suara tembakan terdengar dengan kencang salah satu anggota dari Tejo tertembak di bagian bahu saat ia ingin membuka pintu mobil, Tejo dan Anggotanya yang tanpa persiapan hanya bisa berlindung di dalam mobil.

Tembak-menembak pun tak bisa dihindari Tejo beserta seluruh anggotanya membalas tembakan dari geng jeruji, sedikit bingung apa yang terjadi Tejo melindungi dirinya dari beberapa peluru yang di lancarkan anak buah ruben, apa yang terjadi ini kedatangan ku kesini untuk membuat aliansi bersama Ruben mengapa ia menyerang ku pasti ada yang tidak beres "ucap Tejo dalam hati", karena tidak ada persiapan Tejo berpikir akan mati sia-sia disini walaupun melawan tembakan dari geng jeruji, akhirnya Tejo memerintahkan seluruh anak buahnya untuk mundur, tetapi anak buah Ruben bertubi-tubi menghujani Tejo dan anggotanya dengan peluru hal tersebut membuat Tejo sedikit kesulitan untuk kabur.

Karena dari beberapa anak buah Ruben lengah Tejo langsung mengambil kesempatan untuk kabur dengan sekencang mungkin menggunakan mobil yang ia gunakan bersama anggotanya, Tejo memerintahkan anggotanya untuk mundur dan tancap gas sekencang mungkin, dan tabrak bila siapapun ada yang menghalangi di depan, beberapa menit berlalu Tejo beserta anggotanya berhasil selamat dari jebakan Ruben, karena Tejo merasa di permainkan oleh Ruben, Tejo pasti akan menuntut balas kepada Ruben.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • LULUH JIWA MAFIA & BABY   POLISI VS MAFIA

    Mentari yang perlahan memudarkan cahayanya solah-olah ia merasakan ketegangan enggan untuk menyaksikan dua kelompok yang menyimpan dendam akan berperang, di sini kekuatan lah menentukan siapa yang masih pantas menginjakan kaki di atas bumi ini, langkah senyap dari ke 16 anggota geng gagak perlahan mulai memasuki gedung terbengkalai dimana di dalam gedung tersebut kelompok Tejo yang sedang mengincar Semi, tetapi di posisi mereka juga sedang di incar oleh geng gagak, Baret seorang sniper handal mengarahkan moncong senjata api miliknya itu dan memantau pergerakan dari kejauhan, melihat ke 16 anggota geng gagak tiba di lokasi sekaligus memantau perkembangan ia segera melaporkan kepada Albert kalau anggota geng gagak yang di tugaskan sudah memasuki ke gedung terbengkalai dimana saat ini tempat Semi bersembunyi dari kejaran kelompok Tejo.Albert yang sudah mengetahui berita terkini di tempat kejadian ia segera melaporkan hal tersebut kepada pemimpin geng gagak Anggoro, bos anggota kita

  • LULUH JIWA MAFIA & BABY   Terkepung

    Albert yang kebingungan melihat Roy yang tiba-tiba menjatuhkan ponsel miliknya dengan raut wajah panik, Albert segera menghampiri dan menanyakan apa yang sebenarnya terjadi, baru saja Albert beranjak dari tempat duduknya itu terdengar suara pintu terbuka dari dalam kamar Anggun, ternyata itu Anggoro, melihat di teras rumahnya ada Albert dan Roy yang sedang duduk Anggoro pun segera datang menghampiri.Anggoro : Akhirnya aku bisa melihat kalian berdua lagi.Albert : Aku dan Roy tidak mati semudah itu bos.Anggoro : Bagaimana dengan Robby dan Semi?Albert : Saat kami di kejar oleh kelompok Tejo Aku dan Roy terpisah oleh mereka ber dua bos.Anggoro : Kamu kenapa Roy terlihat sangat syok begitu?Roy : "Menundukkan kepala dan terdiam".Albert : "Berteriak" Roy apa yang sebenarnya terjadi?Roy : "Nada gugup dan lemas" Baru saja aku melihat berita dari ponselku Robby terbunuh oleh kelompok Tejo.Albert : Apa!!!Anggoro : Kamu jangan bercanda Roy.Roy : "Memberikan ponsel miliknya".Anggor

  • LULUH JIWA MAFIA & BABY   TERDESAK

    Semi yang melihat rekan satu gengnya itu telah di habisi oleh kelompok Tejo, seketika membuat jantungnya berhenti sejenak, karena ia menyaksikan langsung di depan mata kepalanya, Robby yang mencoba melakukan perlawanan dengan senjata api miliknya dan beberapa kali Robby melesatkan tembakan ke arah kelompok Tejo tapi selalu meleset oleh sebab itu Tejo mengambil keputusan untuk menembak Robby di tempat yang mengakibatkan ia tewas seketika.Robby yang tak mau teman seperjuangannya itu mati terbunuh dengan sekuat tenaga mendorong Semi agar ia bisa menyelamatkan nyawanya, Semi terus berlari sambil menahan kesedihan terlihat dari air yang menggenang di matanya ia sangat terpukul, tetapi bagaimana pun yang terjadi Semi harus tetap berlari dari pengejaran kelompok Tejo, ternyata jalan yang di ambil Semi adalah gang buntu yang menyebabkan ia kebingungan, langkah apa yang harus di ambil, apa aku harus nekat berperang melawan kelompok Tejo "gumam Semi dalam hati".Anggota Tejo : Bagaimana pa

  • LULUH JIWA MAFIA & BABY   PENYESALAN

    Di keramaian pusat perbelanjaan aksi kejar-kejaran antara kelompok Tejo dan kedua anggota milik Anggoro terjadi, terlihat di beberapa sudut barang-barang berserakan di lantai akibat benturan dari ke dua kelompok, hingga mereka berada di pintu keluar pusat perbelanjaan itu tetapi kelompok Tejo yang masih belum kehilangan jejak masih mengejar dua orang dari anggota geng gagak yaitu Semi dan Robi.Semi : Bagaimana ini apa yang harus kita lakukan sekarang? "Sambil berlari".Robby : Terus saja berlari.Semi : Kemana perginya Roy dan Albert?Robby : Entahlah yang terpenting bagaimana pun kita jangan sampai tertangkap oleh kelompok Tejo.Semi : Baik.Di tengah kebingungan Semi dan Robby ia tak tau ke mana tempat yang ia tuju untuk bersembunyi dalam pikiran mereka ia hanya perlu berlari cepat hingga kelompok Tejo tidak lagi melihat kemana arah ia berlari, dalam kerumunan orang banyak dan kendaraan yang berlalu lalang kelompok Tejo kebingungan mencari Semi dan Robby berlari.Anggota Tejo :

  • LULUH JIWA MAFIA & BABY   PUSAT PERBELANJAAN

    Dimana Anggoro yang sedang asik bermain dengan Anggun ia sudah menugaskan Albert untuk memantau pergerakan satu keluarga yang sudah memaki-maki Anggoro di salah satu tempat wahana bermain anak.Albert : Bos target sudah terlihat "berbicara melalui telepon".Anggoro : Segera lakukan tugas kamu Albert.Albert : Baik Bos.Albert pun segera mengikuti satu keluarga tersebut, lalu Roy dan beberapa anggota yang lain bertugas untuk mengawasi Anggoro yang sedang asik bermain bersama Anggun, ditengah asik bermain Anggun berlari menghampiri Anggoro yang sedang memperhatikan dirinya dari ke jauhan.Anggun : Papah "berteriak" maafin Anggun ya pah, atas kejadian tadi, papah jadi di marahi.Anggoro : Tidak apa-apa Anggun, sana kamu lanjut bermain kembali.Anggun : Tetapi anak tadi kasian pah, soalnya anak itu selalu mengalah untuk Anggun bermain.Anggoro : "Terdiam" Oh jadi begitu, Yah sudah Anggun main lagi habis ini kita langsung pergi makan.Mendengar pengakuan Anggun barusan seketika hati

  • LULUH JIWA MAFIA & BABY   KEMBALINYA JIWA MAFIA

    Mentari yang sudah terbangun dari tidur nyenyak malam itu membangunkan seisi bumi, terlihat dari dalam kediaman Anggoro Rara yang sudah terbangun lebih awal dari yang lain Rara pun sudah beres menyiapkan sarapan untuk Anggoro, karena malam itu Anggoro sempat berucap saat malam pesta ulang tahun Anggun, kalau hari ini ia ingin mengajak Anggun pergi ke salah satu pusat perbelanjaan.Rara : Tok-tok (suara pintu di ketuk) maaf tuan kalau sarapan sudah saya siapkan di meja makan "ucap lembut sedikit takut".Anggoro : Ya nanti saya kesana.Rara : Baik tuan.Krek (suara pintu di buka) Anggoro yang baru keluar dari kamar tidurnya itu ia pun langsung melangkah berjalan menuju meja makan, satu persatu anak tangga di turunin oleh Anggoro, dimana dalam langkahnya sudah ada Anggun yang menanti Anggoro di meja makan bersama Rara.Anggun : Papah... (Berteriak) ayah sudah bangun.Anggoro : (hanya tersenyum senang).Rara : Silahkan duduk tuan "menarik bangku".Anggoro : Terima kasih "menatap

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status