Home / Romansa / Lagi, Pak Dosen / Bab 18 Gea Hampir Dilabrak

Share

Bab 18 Gea Hampir Dilabrak

Author: Manila Z
last update Petsa ng paglalathala: 2025-12-28 00:42:42

Gea kembali masuk ke dalam ruangan kelasnya dan dia menghampiri temannya yang tidak jauh dari tempatnya berada.

"Hei Raya," sapa Gea.

"Tadi kamu pergi ke mana, kok langsung buru-buru pergi?" tanya Raya penasaran.

"Aku habis bayar administrasi dulu, makanya lama."

"Kamu ingat yah, aku butuh penjelasan untuk semuanya," ujar Raya.

Gea hendak akan berbicara, tetapi kemudian Sonia sudah lebih dulu masuk menghampiri Gea dan langsung mengebrak mejanya dengan berani.

"Hei, kamu wanita murahan!" ka
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Lagi, Pak Dosen   Bab 59 Bermain Panas

    Malam hari. Stefano nampak lelah, terlebih setelah dia dari rumah sakit dan melihat kondisi ayahnya. Dia harus memberikan pelajaran pada Ibu tirinya. Tepat pada saat yang bersamaan, Gea yang merasa haus pun akhirnya memutuskan keluar dari kamarnya dan melihat Stefano. Wajahnya terlihat kusut dan sulit sekali dijelaskan. "Kamu baik-baik saja?" tanya Gea. "Saya baik-baik saja," kata Stefano. Gea melihat sorot wajahnya, dia terlihat lelah dan bahkan malah berbeda dari biasanya. Dia tidak yakin kalau memang semuanya saling berhubungan satu sama lain. "Biar saya siapkan air untuk mandi," ujar Gea secara tiba-tiba. Stefano menaikan sebelah alisnya heran, sejak kapan Gea malah terlihat seperti istri yang perhatian padanya. Apa sejak kejadian dia menggoda wanita itu? Kini sikapnya sedikit baik dan jinak."Kamu gak salah?" tanya Stefano. "Gak kok, memangnya kenapa? Sekalian ada hal yang ingin saya tanyakan juga," ujar Gea dengan jujur. "Tanyakan?" tanya Stefano bingung. "Iya, makanya

  • Lagi, Pak Dosen   Bab 58 Ratih Kabur

    Gea pulang dari kampus diantar oleh Raya, kebetulan Stefano katanya ada urusan dan tidak memberitahu dirinya ke mana pria itu. Jadi akhirnya Raya yang mengantar dia pulang. "Udah sampai," kata Raya. "Makasih yah Raya, karena kamu sudah mau mengantar aku," kata Gea dengan senang. Raya hanya mengangguk saja, lalu dia teringat dengan temannya. "Kamu tadi lihat ekspresi wajah dari Nadia? Dia terlihat panik sekali, kira-kira dia kenapa yah?" Gea juga sempat melihat ekspresi wajah itu. Tetapi kali ini memang dia tidak tahu. "Entah, memangnya kenapa?" tanya Raya. "Tidak tahu," jawabnya dengan singkat. "Apa terjadi sesuatu dengan keluarganya?" tanya Raya kembali. "Mungkin nanti dia akan menceritakan semuanya sama kita kalau sudah waktunya," kata Gea. Raya tersenyum tipis sedikit percaya. "Kamu mungkin benar. Kalau begitu aku pamit yah.""Iya, hati-hati." Gea melambaikan tangan pada Raya yang sudah pergi dari rumah ini. Ada perasaan lega sekaligus merasa gelisah. Sampai akhirnya Gea

  • Lagi, Pak Dosen   Bab 57 Rumah Sakit

    Ratih berdecak kesal karena Andin sudah membawa suaminya pergi dari sini. Semua usaha yang dia lakukan selama ini takut ketahuan. "Sialan," umpat Ratih dan sekarang dia tengah memikirkan cara agar bisa melepaskan semuanya. Dia mengambil ponselnya dan memutuskan untuk menghubungi anaknya. "Hallo Nak.""Kenapa mah? Aku masih di kampus sekarang," kata wanita itu memberitahu ibunya. "Ada berita penting dan ini sangat membahayakan posisi kita," kata Ratih dengan nada yang panik. Orang yang ada disebrang sana pun menaikan sebelah alisnya heran. "Maksudnya bagaimana?""Ayah tiri kamu, dibawa oleh Andin ke rumah sakit.""Apa? Kenapa bisa?" ujarnya dengan terkejut. "Wanita itu tiba-tiba datang ke rumah dan menemui ayahnya. Dia langsung ingin membawa ke rumah sakit dan sekarang kita dalam bahaya," kata Ratih dengan panik. "Bukannya aku sudah pernah bilang, kenapa tidak bunuh saja sekalian dari awal!""Terlalu bahaya kalau aku membunuhnya, semua orang semakin curiga.""Terus kalau sudah b

  • Lagi, Pak Dosen   Bab 56 Andin Membawa Pergi Ayahnya

    Andin akhirnya masuk ke dalam kamar tempat dimana ayahnya berada sekarang. Ada rasa khawatir melihat kondisi ayahnya yang sekarat. "Ayah," panggil Andin. Ayahnya hanya diinfus biasa saja, ini membuat dia merasa kesal, kenapa tidak dibawa ke rumah sakit saja. Apalagi dengan kondisi ayahnya yang terlihat buruk. "Siapa yang membiarkan ayah saya terbaring seperti ini saja, memangnya kenapa tidak dibawa kerumah sakit," ujar Andin dengan marah. Dia tidak menyangka kalau ayahnya akan diperlakukan seperti ini. Lalu dia menatap kearah wanita yang baru saja muncul diarah pintu. "Ayah kamu hanya sakit biasa, sudah diinfus juga. Paling nanti juga sembuh," kata wanita itu dengan nada yang sedikit angkuh. Andin mengepalkan tangannya, jelas dia tidak terima sama sekali dengan fakta yang satu ini. "Pasti semuanya ulah Tante bukan?""Kalau memang iya, kenapa? Ayah kamu tidak memberikan aku uang lagi. Jadi rasakan saja dia sekarat seperti ini" ujarnya. "Kamu, berani sekali berbicara seperti ini

  • Lagi, Pak Dosen   Bab 55 Andin Pulang

    Gea membenahi bajunya dengan benar setelah dia bermain panas dengan Stefano barusan. Pria itu memang benar-benar menyebalkan. "Semuanya karena Pak Stefano!" dengus Gea dengan kesal. Dia terlihat sangat kesal ketika melihat semuanya jadi seperti ini. Bahkan dia merasa tidak yakin dengan semuanya. "Sudahlah Gea, kamu juga menikmatinya," jawab Stefano santai. "Yaudah kalau begitu saya pergi dulu," pamit Gea setelah dia merapihkan rambutnya juga yang terlihat sedikit berantakan. Stefano hanya tersenyum dengan penuh arti dan mengangguk saja. Dia tahu apa yang terjadi selanjutnya. Terlebih ketika dia melihat semua hubungan memang akan jadi seperti itu. "Bagus deh."Dia tersenyum dengan lembut, rasanya memang manis ketika semuanya saling berhubungan satu sama lain. "Menyebalkan!"Gea langsung keluar dari ruangan Stefano, dia menghela napas panjang. Sebelum akhirnya dia berjalan mencari keberadaan temannya yaitu Raya. Dia berkeliling menyusuri tempat ini dan mencoba untuk menghubungi

  • Lagi, Pak Dosen   Bab 54 Sentuhan Stefano

    Gea menyusuri tempat ini, tujuan utamanya adalah untuk mencari Stafano. Dia harus mengatakan sesuatu sebelum semuanya berakhir. "Gea," panggil seseorang. Gea menoleh kearah Nadia yang kini menghampiri dirinya. Sudah lama sekali dia tidak bertemu dengan wanita itu. "Loh, Nadia. Kamu tidak bersama dengan Raya?""Harusnya aku yang menanyakan itu, kamu kan yang satu jurusan dengan dia," jawab Nadia dengan tenang. Gea seketika langsung tertawa, dia lupa dengan satu fakta yang ini. Memang dia yang satu jurusan dengan Raya. "Sorry, aku juga belum melihat dia.""Kamu sendiri, ada jadwal hari ini?" tanya Gea penasaran. Nadia tersenyum tipis, "kebetulan ada, tetapi dosennya tidak masuk. Katanya sih izin karena ada urusan yang lebih penting.""Oh, begitu rupanya."Nadia kemudian menatap kembali kearah Gea yang tidak jauh dari tempatnya berada. "Oh iya, aku belum sempat mengatakan sesuatu padamu. Ini tentang Marvel."Gea menaikan sebelah alisnya heran, kenapa juga tiba-tiba membahas tentang

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status