ログインDemi melunasi hutang ibu tirinya, Elowen Virelle dijual di rumah bordil dan melayani seorang pria misterius. Setelah diusir dari desa karena dianggap aib, ia hampir menyerah sebelum diberi kesempatan kedua untuk hidup lebih baik; yaitu bekerja sebagai pelayan di kerajaan. Namun hidupnya tak berjalan mulus begitu saja, ia berhadapan langsung dengan Aisar Leonel, sang pangeran yang diasingkan. Dan Elowen menyadari satu hal mengejutkan—sang pangeran adalah pria yang membelinya malam itu!
もっと見るElowen yang sudah bersimpuh dengan tangan meremas gaunnya, berusaha mengangkat wajah. Bukan menatap lukisan itu, tapi matanya justru terpaku pada pria dia depannya. ‘Jadi dia adalah keluarga kerajaan Veloisea? Pria yang sudah membebaskanku dari ancaman malam itu adalah seorang anggota kerajaan?’“Bangunlah. Jangan bersimpuh seperti itu. Aku tidak suka melihat orang lain bersimpuh di kakiku tanpa alasan.”Elowen tersentak, lalu bangkit dengan posisi tegak dan sopan. Tanpa sadar, Elowen mengulas senyum di wajahnya. “Maafkan saya, Tuan” ucapnya pelan. “Sa … saya tidak menyangka akan bertemu Tuan, secepat ini.”Aisar melirik sekilas. Tatapannya datar, dingin, emosinya tak terbaca. Ia melirik kotak di tangan Elowen.“Berikan itu,” dia mengulurkan tangan. “Aku membutuhkan warna itu sekarang. Lukisan ini hanya membutuhkan sentuhan akhir.”Elowen maju satu langkah. Menunduk, lalu memberikan pesanan Aisar dengan tangan gemetar. “Ini, Tuan. Ini pesanan Anda.” Hening menyapa keduanya. Aisar k
“Kalau memang kau diberi tugas untuk mengantar sesuatu ke tempat itu … pastikan kau tidak menatap monster itu. Kalau tidak, kau akan habis diterkamnya.”Degup jantung Elowen sudah di atas manusia normal lainnya. Kini, dia bahkan enggan untuk melirik paviliun itu. Elowen meremas jarinya yang bergetar.“A… apa setiap pelayan, pasti akan ke tempat itu, Nyonya?”Hening sejenak. Lady Seraphine tidak langsung menjawab. Tepat ketika dia berpapasan dengan seseorang yang berdiri di depan balkon paviliun, dia segeran menundukkan wajahnya, lalu bertolak pergi.Elowen yang terkejut, refleks mengekor tanpa bertanya.“Itu bukan tempat untuk pelayan biasa,” katanya akhirnya. “Dan bukan tempat untuk rasa ingin tahu yang berlebihan. Cukup kau tahu kalau di sana berbahaya.”Elowen langsung menunduk lebih dalam. “Maaf, Nyonya, saya sudah lancang. Saya akan mengingatnya dengan baik.”Lady Seraphine kembali menghentikan langkahnya. Begitupun dengan Elowen yang juga berhenti dua langkah di belakangnya.“In
“Tujuan?” tanya salah satu penjaga dengan suara tegas.Elowen sedikit tersentak, lalu buru-buru menunduk sopan. Napasnya bahkan ikut tertahan beberapa saat.“Sa-saya… saya ingin melamar sebagai pelayan, Tuan. Ini surat rekomendasi saya,” ujar Elowen seraya memberikan surat itu dengan tangan gemetar. Wajahnya masih tertunduk dengan sebelah tangan mencengkram pinggiran gaunnya.Penjaga itu mengambil suratnya, membaca sekilas, lalu melirik Elowen dari atas ke bawah. Tatapannya tajam, seolah menilai orang seperti apa yang berani melamar sebagai pelayan hanya dengan mengandalkan surat rekomendasi.“Ahhh… kau mengenal Suster Marielle rupanya.” Beberapa detik terasa seperti selamanya. “Masuk. Laporkan ke aula pelayan,” katanya tegas.Elowen mengangguk cepat. “Terima kasih, Tuan.”Langkahnya terasa ringan sekaligus berat saat melewati gerbang besar itu. Matanya terus menelanjangi setiap sudut istana yang isinya hanya kemewahan. Ini pertama kalinya ia masuk ke tempat seperti ini.Namun ada ses
Dua hari setelah malam itu, Elowen tidak lagi memiliki tempat untuk kembali.Cerita dia yang dijual di rumah bordil, menyebar seperti kobaran api di ladang kering. Semua uang hasil menjual dirinya telah berpindah tangan—diterima dengan wajah puas oleh ibu tirinya. Dan sebagai balasan, Elowen diusir. Dikucilkan dan dianggap aib terburuk di desanya.“Dasar pelacur!” Rose—ibu tirinya memekik sambil menghempaskan tubuh Elowen yang masih lemas dan pucat. Teriakannya menggema, membuat para penduduk desa yang melintas menoleh geram.“Kau tidak pantas menginjakkan kakimu di tempat ini. Gadis hina! Nodamu hanya akan membawa sial untuk kami semua.”“Aku tidak melakukannya! Pria baik itu membebaskanku. A-aku tidak disentuh sedikitpun—” Elowen mencoba menjelaskan.“Omong kosong! Mana mungkin pria hidung belang tidak memanfaatkan kesempatan! Sekali kau masuk ke tempat itu, kau sudah ternoda! Dan sekarang kau juga pandai berbohong?!”Seorang pria tua datang membawa beberapa telur busuk dan sekarun






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.