/ Romansa / Lagi, Pak Dosen / Bab 54 Sentuhan Stefano

공유

Bab 54 Sentuhan Stefano

작가: Manila Z
last update 게시일: 2026-03-07 21:35:35

Gea menyusuri tempat ini, tujuan utamanya adalah untuk mencari Stafano. Dia harus mengatakan sesuatu sebelum semuanya berakhir.

"Gea," panggil seseorang.

Gea menoleh kearah Nadia yang kini menghampiri dirinya. Sudah lama sekali dia tidak bertemu dengan wanita itu.

"Loh, Nadia. Kamu tidak bersama dengan Raya?"

"Harusnya aku yang menanyakan itu, kamu kan yang satu jurusan dengan dia," jawab Nadia dengan tenang.

Gea seketika langsung tertawa, dia lupa dengan satu fakta yang ini. Memang dia yan
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Lagi, Pak Dosen   Bab 66 Gea Bertemu Nadia

    Gea baru saja menghubungi temannya, dia tidak menyangka kalau keadaan Nadia tengah dalam bahaya. Dia harus menolong wanita itu, dia yakin kalau memang ini ada hubungannya dengan keluarga wanita itu. "Tunggu, Gea," cegah Raya yang merasa khawatir karena Nadia meminta Gea untuk datang sendiri tanpa ditemani oleh dirinya. "Kenapa Raya?" tanya Gea yang kini menoleh pada wanita itu. Raya nampak ragu ketika hendak akan mengatakan semuanya. Tetapi dia diam sejenak. "Aku khawatir kalau kamu ke sana sendirian. Kita tidak tahu situasi yang tengah dialami oleh Nadia seperti apa."Gea meyakinkan temannya. "Kamu dengar sendiri bukan tadi? Nadia meminta hanya aku yang datang. Kamu tidak usah khawatir, aku baik-baik saja."Raya tahu kalau Gea mempunyai sifat yang sedikit keras kepala, dia tidak bisa meyakinkan dirinya sendiri. Bahkan dia tidak yakin kalau semuanya akan jadi seperti ini. "Jika terjadi sesuatu dengan kamu, jangan lupa hubungi aku," saran Raya. Gea hanya mengangguk sambil tersenyu

  • Lagi, Pak Dosen   Bab 65 Rencana Orang Licik

    Gea sudah mulai masuk ke kampusnya kembali, dia kali ini bersama dengan Raya yang kebetulan membawa rujak. Kebetulan Gea tiba-tiba rindu apa yang dibuat ibunya Raya. "Ini pesanan kamu," kata Raya. "Maaf yah merepotkan jadinya," kata Gea. Raya menggelengkan kepalanya, "justru aku senang membawakan ini untuk sahabat terbaikku," puji Raya sambil memeluk Gea. "Kamu bisa saja, aku juga senang dengan semuanya," jelas Gea. Raya kemudian teringat akan sesuatu. Dia baru saja mendapatkan pesan dari Nadia kalau wanita itu tidak masuk sekarang. "Nadia bilang hari ini dia tidak ke kampus, katanya dia lagi ada masalah keluarga," kata Raya memberitahu Gea. "Masalah keluarga?""Dia sih gak menjelaskan lebih detailnya," jelas Raya. Gea yang mendengar itu pun malah khawatir dengan Nadia. Nomornya juga sedikit sulit untuk dihubungi. Dia ingin mengunjungi rumah Nadia, tetapi wanita itu sedikit tertutup dan misterius. Bahkan dia sebagai sahabatnya pun tidak tahu. "Hei, kamu malah melamun, Gea. M

  • Lagi, Pak Dosen   Bab 64 Bertemu Ayah Mertua

    Andin bersama dengan Gea akhirnya memutuskan untuk duduk di kantin yang ada di rumah sakit ini, mereka duduk santai sambil mengobrol banyak hal. Andin juga menceritakan kehidupan dirinya yang selama ini sangat berat, termasuk dengan keluarganya. "Aku tidak bermaksud untuk menyembunyikan semuanya dari kamu," jelas Andin meminta maaf dengan tulus. "Aku sendiri awalnya bingung, jujur aku menemukan foto masa kecil kamu bersama dengan keluarga Stefano. Aku mau menanyakan langsung ketika di restoran saat bekerja, tetapi Pak Fadlan mengatakan kalau libur," jelas Gea. Andin hanya mendengar penjelasan dari Gea saja. Sebelum akhirnya dia kembali menatap wanita itu dengan pandangan serius. "Terus bagaimana akhirnya kamu bisa tahu? Apa kamu bertanya pada Stefano?"Gea mengangguk membenarkan semuanya. "Iya, dia menjelaskan semuanya dan memberitahu juga kalau ayahnya sakit dan tengah dirawat di sini. Sejujurnya aku masih tidak menyangka kalau kamu adalah saudara dari Stefano."Andin tersenyum t

  • Lagi, Pak Dosen   Bab 63 Bertemu Andin

    Gea sudah berada di dalam mobil bersama dengan Stefano. Laki-laki itu mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang. Ada hal yang memang tidak bisa dia jelaskan. Sampai dia teringat akan sesuatu, banyak hal yang harus dia lakukan. Semuanya saling berhubungan satu sama lain. "Ah sialan!"Dia mengumpat dengan kesal, membuat Gea yang ada disampingnya heran. "Kenapa?" tanya Gea. Stefano kembali menaruh ponselnya dan kini melirik kearah Gea. Dia sedikit heran dan merasa aneh. Tidak menyangka sama sekali kalau akan jadi seperti ini. "Anak buahku tidak berhasil melacak keberadaan mereka!"Gea mulai mencerna semua yang dikatakan oleh Stefano barusan. "Maksudnya ibu tirimu dan adik tirimu itu.""Iya siapa lagi," ujar Stefano.Gea akhirnya mencoba untuk menggenggam tangan Stefano dengan lembut, membuat laki-laki itu lebih tenang dari sebelumnya. "Kamu yang sabar yah. Semoga saja nanti akan ketemu.""Aku berharap juga begitu, karena sangat bahaya kalau membiarkan mereka terus berkeliaran,"

  • Lagi, Pak Dosen   Bab 62 Bersiap Ke Rumah Sakit

    Fadlan memastikan semuanya aman, setelah dia berada di belakang, dia langsung melihat kearah layar ponselnya kembali dan menghubungi seseorang."Hallo," ujar orang tersebut. "Kenapa?" tanya Fadlan. "Ada berita penting dan gawat.""Tidak usah berbelit Stefano, katakan saja apa yang terjadi?" tanya Fadlan yang pasti dia yakin kalau tengah terjadi sesuatu. "Ibu tiriku dan anaknya sudah kabur dari rumah, mereka berdua sepertinya sudah tahu kalau akan ketahuan, mereka mengambil langkah lebih awal," jelas Stefano. Fadlan mengepalkan tangannya karena emosi, terlebih setelah dia mengetahui semuanya. Dia tidak menyangka kalau akan ada hal yang seperti ini. "Sialan, rupanya mereka lebih licik!" umpat Fadlan. "Iya, tetapi kamu tidak usah khawatir. Aku sudah menyuruh anak buahku untuk melacak keberadaan mereka," jelas Stefano memberitahu. "Syukurlah, semoga cepat ketemu.""Oh iya, bagaimana dengan kondisi ayahku. Apa dia baik-baik saja?" tanya Stefano. "Dia sudah siuman dan tadi juga mena

  • Lagi, Pak Dosen   Bab 61 Telepon Dari Siapa?

    Gea menghampiri suaminya setelah mengetahui kalau pria itu habis menghubungi seseorang. Dia penasaran dengan apa yang sudah terjadi sebenarnya. "Kamu habis menghubungi siapa?" tanya Gea menaikan sebelah alisnya heran. "Orang dalam rumah keluargaku, dia mengatakan kalau ibu tiriku kabur."Gea menaikan sebelah alisnya heran. "Maksudnya Tante Ratih?""Iya siapa lagi, dia kabur setelah kita mengetahui kalau dia yang sudah meracuni ayah. Dia mungkin ketakutan kita akan melaporkan dia ke pihak kepolisian," jelas Stefano. "Apa yang harus kita lakukan?" tanya Gea pada Stefano. "Untuk sekarang kita istirahat dulu karena sudah malam, aku sudah menyuruh anak buahku mencari keberadaan dia, nanti pasti akan ditemukan.""Baiklah, semoga akan segara ditemukan," kata Gea sambil tersenyum tipis. "Iya, semoga saja. Ayo kita tidur," ajak Stefano. Gea hanya mengangguk saja, lalu dia akhirnya memutuskan untuk berjalan menuju kearah kamarnya bersama dengan Stefano. ***Sementara di tempat lain. Rat

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status